Sikap Seorang Muslim

Mencintai Allah dan RasulNya di Atas yang Lainnya

Seorang Muslim wajib mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada yang lain termasuk bapak, anak, istri, saudara, kekayaan.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (QS At Taubah: 24)

Allah telah memberikan kita hidup, tubuh, air, udara, jagad raya sehingga kita bisa hidup seperti sekarang ini. Tak dapat kita menghitung nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.

Baca lebih lanjut

Iklan

Pandangan Islam terhadap Harta, Kaya dan Kesederhanaan

Saya membaca satu tulisan dari seorang ustad yang cukup terkenal tentang “Pandangan Islam terhadap Harta.” Isinya cukup bagus, di antaranya mengajarkan pembaca untuk jadi kaya sehingga bisa menggunakannya untuk kebaikan.

Meski demikian ada beberapa hal yang sepertinya kurang pas dan mengganjal di hati saya. Misalnya karena ingin kaya akhirnya begitu melihat rumah dan mobil bagus lalu mengelus-elus rumah dan mobil bagus milik orang lain yang diinginkannya. Ini sama sekali bukan sunnah Nabi dan para sahabat. Mereka tidak pernah mengelus-elus rumah atau kendaraan orang lain hanya karena ingin memiliki itu. Atau gaya hidup mewah seperti punya pesawat jet pribadi, naik pesawat first class, mobil mewah, dan makan makanan enak. Begitu pula dengan beberapa bacaan penulis Barat seperti Robert Kiyosaki yang meski sempat saya baca cukup bagus, namun tidak semuanya bisa jadi pegangan karena akhirnya mengarah pada spekulasi saham dan MLM (Buku-buku seperti itu memang jadi pegangan aktivis MLM).

Baca lebih lanjut

Kemewahan, Keserakahan, Kesederhanaan, dan Kemiskinan

Hidup Mewah Menuju Neraka

Hidup Mewah Menuju Neraka

Hidup bermewah-mewahan/foya-foya dapat membuat orang jadi serakah. Untuk hidup mewah orang perlu uang yang banyak. Meski penghasilannya besar, tapi kalau pengeluarannya lebih besar lagi maka itu seperti lebih besar pasak daripada tiang. Dia akan berusaha mencari uang lebih banyak lagi.

Ada yang memakai credit card sehingga terlibat hutang dan berhadapan dengan debt collector. Ada yang berhutang kemudian tidak mengembalikannya. Ada kenalan yang mencoba meminjam uang puluhan juta rupiah ke saya. Padahal saya sehari-hari hanya naik angkot dan dia ke mana-mana naik mobil ber-AC. Belakangan ada teman saya yang lapor ke saya bahwa saudaranya tak dibayar ketika kerjasama dengan orang tersebut. Banyak juga pejabat yang korupsi agar bisa punya banyak rumah dan mobil mewah. Itulah akibat gaya hidup mewah yang berlebihan. Membuat seseorang jadi zhalim terhadap orang lain.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: