Mencintai Sahabat Nabi

Ceramah di Masjid At Taubah, 6 Januari 2013, oleh KH Dr Mohamad Hidayat MBA membahas kitab Minhaajul Muslim tentang Mencintai Sahabat Nabi. Sesungguhnya mencintai Sahabat Nabi itu adalah satu tanda iman kita dengan mengikuti perintah Nabi:

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
Antara Khalid bin Walid dan Abdurrahman bin Auf telah terjadi sesuatu lalu Khalid pun mencaci-makinya. Mendengar itu Rasulullah saw. lalu bersabda: Janganlah kamu mencaci-maki seorang pun dari para sahabatku. Sekalipun salah seorang kamu membelanjakan emas sebesar gunung Uhud, hal itu tidak dapat menandingi satu bahkan setengah mud (1 mud=543 gram) salah seorang mereka. (Shahih Muslim No.4611)

Sahabat Nabi yang paling utama adalah Khulafaur Rosyidin yang 4, yaitu: Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Abu Bakar disebut Ash Shiddiq karena beliau tetap percaya saat Nabi menceritakan peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Yaitu Nabi pergi ke Masjidil Aqsho, kemudian naik hingga ke langit ke 7 dan kembali lagi ke Mekkah hanya dalam waktu semalam. Banyak ummat Islam yang murtad karenanya. Namun Abu Bakar berkata, bahkan jika lebih dari itu pun jika yang mengatakannya adalah Muhammad, aku percaya!

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: