Beberapa Kesesatan Paham Islam Liberal (SEPILIS: Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme)

Dari berbagai paham yang sesat/menyesatkan, yang paling berbahaya adalah Islam Liberal. Dengan Pluralisme yang menyatakan semua agama benar, mereka sudah merusak aqidah Islam sebagai satu-satunya agama di sisi Allah. Dengan Sekularisme, mereka menolak hukum-hukum Allah/Syari’at Islam. Sebagai gantinya mereka memakai hukum sekuler buatan kaum Yahudi dan Nasrani. Dengan Liberalisme, mereka putar-balikkan arti ayat-ayat Al Qur’an sesuai hawa nafsu mereka. Padahal cara mentafsirkan Al Qur’an yang benar adalah dengan memakai ayat-ayat Al Qur’an lain dan Hadits-hadits yang sahih sebagai penjelas.

Kaum Liberal ini menyusup ke berbagai ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, IAIN, dsb. Bahkan saya pribadi pernah hampir kecolongan saat menjelang lengser ada yang mengusulkan seorang yang akhirnya mengaku sebagai Liberal sebagai calon Ketua pengganti saya. Alhamdulillah makar tersebut digagalkan Allah. Saat Ulil Abshar Abdalla ingin mencalonkan diri jadi Ketua NU menggantikan Hasyim Muzadi pun alhamdulillah bisa digagalkan. Segera dibuat ART yang melarang aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal) sebagai Ketua NU.

Baca lebih lanjut

3 Alternatif Solusi untuk Ahmadiyah

Ahmadiyah menganggap ada rasul setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Ini bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits serta jumhur ‘ulama yang berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir dan tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW.

Dalilnya di antaranya:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…” [Al Ahzab:40]

Baca lebih lanjut

Download File Haram Memerangi dan Membunuh Muslim – GP Anshor Siap Perangi FPI

Kekejaman tentara Israel membantai wanita dan anak-anak

Memprihatinkan membaca pernyataan Sekjen GP Anshor, Abdul Malik Haramain, di Hidayatullah.com yang menyatakan siap memerangi FPI (Front Pembela Islam). Di Jawa Timur beberapa oknum Garda Bangsa dan GP Anshor menggerebek Markas FPI dan memaksa pimpinan FPI setempat membubarkan diri. Bahkan anggota perguruan silat NU Pagar Nusa katanya “mengisi kekebalan” guna memerangi FPI, saudara sesama Muslim. Adakah sesama Muslim akan saling bantai dan terbunuh?

Padahal FPI pada kejadian Monas hanya memukuli kelompok AKKBB yang membela aliran sesat Ahmadiyah yang mengakui Ghulam Mirza Ahmad sebagai Nabi setelah Nabi Muhammad. Karena salah satu pembela aliran sesat itu katanya seorang Kiai NU digebuki, maka sebagian oknum NU menyatakan perang terhadap FPI.

Baca lebih lanjut

Download File Presentasi “Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya” Gratis

Saat ini begitu marak aliran sesat bermunculan. Banyak orang-orang yang awam dalam masalah agama tersesat. Untuk itu saya membuat file presentasi yang berjudul ”Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya” dengan memakai 10 Kriteria Aliran Sesat dari MUI sebagai referensi. File ini bebas untuk diperbaiki dan disebarluaskan.

Baca lebih lanjut

Ahmadiyah Mengakui Ghulam Sebagai Rasul

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa baru akan mencabut fatwa Ahmadiyah sesat jika Ahmadiyah mau mengakui bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan Nabi dan bukan pula Rasul.

Namun dari 12 pernyataan Ahmadiyah, tidak ada satu pernyataan pun yang menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan Nabi dan bukan Rasul.

Sebaliknya di poin 3 disebut bahwa Ghulam adalah Pembawa Berita Gembira dan Pemberi Peringatan (bukan sekedar Guru). Padahal Pembawa Berita Gembira dan Pemberi Peringatan itu adalah Nabi/Rasul.

Baca lebih lanjut

Download File Presentasi “Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya” Gratis

Saat ini begitu marak aliran sesat bermunculan. Banyak orang-orang yang awam dalam masalah agama tersesat. Untuk itu saya membuat file presentasi yang berjudul ”Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya” dengan memakai 10 Kriteria Aliran Sesat dari MUI sebagai referensi. File ini bebas untuk diperbaiki dan disebarluaskan.

Baca lebih lanjut

MUI: 10 (Sepuluh) Kriteria Aliran Sesat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan 10 kriteria aliran sesat. Apabila ada satu ajaran yang terindikasi punya salah satu dari kesepuluh kriterai itu, bisa dijadikan dasar untuk masuk ke dalam kelompok aliran sesat

Baca lebih lanjut

Hilangnya Gadis-gadis karena Aliran Sesat Al Qur’an Suci

Aliran Al Qur’an suci sesat karena tidak mengakui hadits sebagai pedoman atau ingkar sunnah / hadits. Sebetulnya selain ingkar sunnah aliran ini juga sesat karena ingkar Al Qur’an dengan mengajarkan perzinahan padahal Allah melarangnya:

”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]

Baca lebih lanjut

Majelis Ulama Indonesia: Al Qiyadah Sesat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) berfatwa bahwa aliran Al Qiyadah adalah sesat.

Ajaran Al Qiyadah yang sesat antara lain:

  1. Pemimpinnya mengaku sebagai Nabi setelah Nabi Muhammad. Ini bertentangan dengan ayat Al Qur’an yang menyatakan Nabi Muhammad sebagi Nabi terakhir: ”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al Ahzab:40]
  2. Baca lebih lanjut

Ciri-ciri Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya

Saat ini banyak muncul aliran sesat. Di antara ciri-ciri aliran sesat adalah pimpinannya mengaku sebagai Nabi atau Rasul (biasanya mengaku sebagai Nabi Isa) agar pengikutnya lebih setia dan membawa ajaran baru yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits. Misalnya ada yang menyatakan tidak perlu sholat dan puasa atau sholat cukup hanya 1 kali saja. Ada pula yang berhaji tidak ke Mekkah, tapi di tempat lain.

Jika kita mempelajari Al Qur’an dan Hadits niscaya kita akan tahu mereka sesat. Sebagai contoh dalam satu hadits disebut mengenai rukun Iman dan rukun Islam. Pada rukun Iman disebut iman kepada Allah, MalaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk. Iman pada Rasul berarti meyakini Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir sebagaimana disebut dalam surat Al Ahzab:40.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: