Ustad Wahabi Sony alias Abu Husein At Thuwailibi Sebar Fitnah dan Kebencian


Sony1

Ustad Wahabi Sony alias Abu Husein At Thuwailibi Sebar Fitnah dan Kebencian

Abu Husein At-Thuwailibi added 2 new photos — with Abdiel Abqary and 47 others.
June 21 at 2:15pm ·
SEBARKAN, “DAJJAL” YANG MUNCUL DI JAKARTA MAU DATANG KE MASJID RAYA BOGOR.
Abu Husein At-Thuwailibi.
Salah satu kebiasaan orang Syi’ah dalam karya-karya mereka adalah BERBOHONG. dan berbohong apalagi bohong dan dusta untuk memfitnah para ulama dan memecah belah ummat islam adalah Sifat DAJJAL !! Ini seperti sudah menjadi tabi’at yang melekat. Bagi mereka “membohongi Ummat Islam” dianggap “amalan shalih”.
Mereka Berjuang “Bertahan Hidup” dengan Menaiki Kebohongan.
Buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” (SBSSW) karya Dajjal dari jakarta bernama Syaikh Idahram, dan buku-bukunya yang lain. Disana dicantumkan kalimat endorsement dari tokoh-tokoh Muslim, salah satunya Al-Ustadz Kyai Haji Muhammad Arifin Ilham (ketua Majelis Dzikir Az-Zikra Sentul Bogor).
Karena ada dukungan seperti itu, jelas buku tersebut laku keras di tengah masyarakat. Belakangan ketika ada yang melakukan klarifikasi dan ternyata Kyai Haji Ariifin Ilham TAK PERNAH MEMBERI PENGANTAR ATAS BUKU SESAT ITU !!!
Ustadz Irres Ponorogo menyampaikan pertanyaan kepada Ustadz Arifin Ilham:
“Ustadz Arifin Ilham, buku berjudul ‘Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi’ (SBSSW) yang dikarang oleh seorang yang mengaku bernama Syaikh Idahram. Buku tersebut berisi gugatan dan caci-maki terhadap apa yang disebut dengan ‘Gerakan Salafi Wahabi’. Dukungan ustad M Arifin Ilham pada buku tersebut menimbulkan kontroversi. Afwan, kiranya ustadz mau introspeksi terhadap hal ini. Tolong dikaji lagi pernyataan ustadz pada buku tersebut!”
Kyai Haji Muhammad Arifin Ilham menjawab:
“Subhanallah, sebaiknya Akhy Fillah tahu, bahwa prakata di buka itu tanpa seizin saya Muhammad Arifin Ilham, dan sudah saya sampaikan protes saya. Membacanya pun saya belum pernah.”
(Selesai Kutipan)
Dari pernyataan ini, dapat disimpulkan bahwa Syaikh Idahram alias Marhadi, Said Aqil Siradj, Pustaka Pesantren, dan para pendukung gerakan buku-buku propaganda itu; mereka telah mencatut nama Ustadz Arifin Ilham dan membuat-buat kalimat palsu sesuka hatinya.
Lihatlah disana, bahwa orang-orang itu terbiasa berbohong, makan kebohongan, bergelut dengan dunia dusta, serta menikmati tetes-tetes air dari jalan keculasan. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.
Syaikh Idahram itu adalah Marhadi. Coba dibalik saja dari kata IDAHRAM = MARHADI.
Nama : Marhadi Muhayar
Tempat/tgl. lahir : Bekasi, 10 Oktober 1975
Pendidikan :
-American Open University Cairo, Fakultas Islamic Studies, Jurusan Ekonomi Islam.
-S2 Fakultas Syari’ah, Jurusan Politik Islam, Universitas Studi Islam Karachi.
Alamat :
Jl. Tipar Cakung, RT. 004 RW. 05 no. 32, Gang Sengon, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Jakarta, Indonesia. Telepon: 021-4411417 (rumah), +628159227648 (HP).
Inilah biodata orang yang bernama palsu Syaikh Idahram itu: (Sangat wajar jika dia menjadi musuh Islam, karena dia belajar Islam dari para tokoh orientalis. Lihat saja, dia belajar Islam di Universitas Terbuka Amerika di Kairo).
Semoga penulis buku sesat ini, baik di dunia dan di akhirat mendapatkan balasan yang setimpal karena telah menyebarkan fitnah. Amin ya mujibas sailin.
Lalu bagaimana Nasibnya? Setelah 2 tahun menulis buku tersebut ada berita yang tidak mengenakkan dan mengejutkan. Apa itu?
Syaikh Idahram alias Marhadi Muhayyar Lc.MA, yang mengadu domba antar ahlussunnah, yaitu ahlussunnah madzhab Syafii (ASWAJA) diadu dengan ahlussunnah madzhab hambali (SALAFI) dengan fitnah bahwa mereka adalah wahabi sesat, bejat, jahat, kini setelah 2 tahun dari bukunya ditegur oleh Allah. Aibnya dibongkar, auratnya dibuka telanjang bulat. serta promosi syiah dalam tulisan-tulisannya itu?
Apa aibnya?
“dia dipecat secara tidak hormat, dari Jakarta Islamic Center (JIC), karena kesalahan yang fatal, dan juga ada kaitannya dengan kebohongannya”
Bahkan ada pihak yang mengancam, dan ada yang berniat memberinya pelajaran atau hukuman, namun dicegah oleh orang-orang salafi wahabi, bahwa orang salafi bukanlah orang yang pendendam, namun orang yang berakhlak mengikuti salaf shalih.
Kata satu sumber yang tidak mau disebut namanya: dia itu dipecat, tapi masih minta pesangon!!
Dia adalah DAJJAL !!! Dajjal Berwujud Manusia !!! Dan hari ini ia akan datang membedah buku propagandanya itu di masjid raya bogor pukul 15.30 WIB.
Sebarkan !!

Ini komentar teman2 FB-nya:

Hidup Didunia Hanya Sementara dikasih pelajaran apa saja biar jera, atau kalo bisa dituntut lewwat jalur hukum kalo ada pasal yg bisa mnjeratnya.
Like · 2 · June 21 at 3:54pm

Iswandi Kurniawan Pateni wae!!!
Like · 2 · June 21 at 6:16pm

Abu Ukasyah Guide Di racuni saja klo ada yg bisa..

Ini screen shotnya:

Sony1 komentar

Tulisan ke 2:

Sony2

Abu Husein At-Thuwailibi added 21 new photos — with Ahmad Tohari and 46 others.
June 24 at 5:31pm · Edited ·
BIKIN KEKACAUAN DI MASJID RAYA BOGOR, SYAIKH IDAHRAM DI KECAM MASYARAKAT.
Bogor- Ahad 21 Juni 2015 diselenggarakan bedah buku propaganda “BUKAN FITNAH TAPI INILAH FAKTANYA, MEMBONGKAR TRADISI DUSTA WAHABI” di masjid raya bogor pukul 15.45 WIB dengan menghadirkan narasumber Syaikh Idahram (penulis buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”).
Syaikh Idahram yang disebut-sebut sebagai aktivis Syi’ah itu membuat kedustaan atas nama kaum Sunni nusantara yang diwakili Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis dan Wahdah Islamiyah. Ia mengacaukan persatuan ummat Islam di bogor dalam keheningan bulan suci Ramadhan dengan mengangkat isu sektarian. Tak tanggung-tanggung, semua harokah dan pergerakan Islam di sesatkannya, semisal Salafi, Ikhwanul Muslimin, HTI, Muhammadiyyah, Persis, Dll. Arogansi Syi’ah tercium secara halus dari pemaparannya selama bedah buku.
“Masjid raya bogor kok bisa masuk tukang fitnah begitu sih ? Siapa sih panitianya ? Siapa yang mengundang? Seolah-olah panitia acara tengah kecolongan tidak sadar bahwa yang mereka undang itu adalah aktivis Syi’ah yang sengaja di susupi oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan test of the water terhadap kaum muslimin di bulan suci Ramadhan”, ujar Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi.
Aktivis Syi’ah yang menyatakan bahwa mazhab ahlus sunnah itu ada lima; yaitu salah satunya mazhab ja’fari ini, kaget dan pucat pasih, karena tanpa di duga, ditengah ia sedang asyik membedah buku propagandanya itu tiba-tiba hadir sejumlah tokoh dan aktivis muslim pembela Sunnah, Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi (ketua Forum Nasional Seruan Al-Haq) tiba-tiba masuk bersama KH.Qamaruddin,MA dari DDII dan langsung duduk dibarisan terdepan tepat dihadapan Syaikh Idahram, tak di duga disana juga hadir Ustadz DR.Muhammad Sarbini,MA (Dewan Penasehat HASMI), Ustadz Abu Muhammad Dwiono Koesen Al-Jambi,SE.MM (Dewan pembina Forum Nasional Seruan Al-Haq), KH.Abbas Aula (Ketua DDII kota bogor), KH.Adam Ibrahim (Ketua MUI bogor), dan sejumlah tokoh dari Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami (HASMI), Dewan Dakwah, dll.
“Saya ditelfon oleh Ketua MUI Bogor bidang pengkajian dan aliran sesat, Ustadz Willyuddin Wardani, untuk datang di acara bedah buku Idahram ini”, ujar Ust.Abu Husein At-Thuwailibi.
Keadaan mulai memanas, acara yang berlangsung didalam masjid raya kota bogor ini pun berakhir ricuh, fihak panitia membatasi waktu bagi para audience untuk bertanya atau memberikan tanggapan. Seakan-akan waktu sudah mereka setting agar tidak boleh ada yang berbicara. Sejumlah tokoh sepuh dari DDII sudah bergumam dan emosional melihat kedustaan dan kejahatan lisan Idahram yang penuh arogansi sektarian itu memecah belah persatuan jamaah masjid raya kota bogor.
“Ente pendusta, kadzdzab, tidak ilmiah, mesti ada pembanding, harus ilmiah dong, jangan licik, ini bulan ramadhan, jangan buat ricuh”, teriak Ustadz Ja’far Aziz dari Dewan Dakwah kota bogor.
“Ustad Abu Husein harus maju, Ustad Abu Husein mau bicara, harus ada pembanding, jangan picik” , teriak Ustadz Ja’far Azis menegaskan.
Ditengah-tengah kondisi mulai memanas saat ketua DDII kota bogor,KH.Abbas Aula di batasi waktu bicaranya, Ust.Abu Husein At-Thuwailibi maju kedepan dan minta izin ke moderator agar diberi waktu 5 menit untuk bicara, namun ia tetap dilarang bicara oleh moderator dengan alasan waktu sudah habis. Saat itu pula Ustadz muda dari Forum Nasional Seruan Al-Haq ini meraih microfon dari tangan seorang panitia dan langsung berbicara dengan lantang dihadapan hadirin,
“Assalamualaikum warahmatullah Wabarakatuh, Hadirin sekalian, ini bulan suci ramadhan, kita tidak boleh membuat fitnah dan adu domba, perkenalkan, saya Abu Husein At-Thuwailibi, dari Forum Nasional Seruan Al-Haq, ingin mengumumkan bahwa Syaikh Idahram ini adalah aktivis pemecah belah, buku-bukunya penuh propaganda, dia menulis buku berjudul “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi” dengan mencatut nama KH.Arifin Ilham, tapi setelah ditanyakan langsung ke KH.Arifin Ilham, ternyata KH.Arifin Ilham mengaku tidak pernah memberi kata sambutan atau testimoni apapun atas buku busuk ini, bahkan membacanya pun belum pernah. Nah, ini membuktikan bahwa Idahram ini adalah PENDUSTA. dan dusta itu merupakan ciri-ciri Syi’ah. Waspadalah dengan buku ini ….dst” ujar beliau berorasi.
Ditengah beliau sedang berorasi, memaparkan tanggapan terhadap Idahram, hadirin pada berteriak “Allaahu Akbar”, seorang hadirin membentak-bentak Idahram dengan nada tinggi, kondisi memanas, panitia acara pada keluar karena ketakutan, mereka berusaha mendinginkan suasana yang semakin ricuh.
“Saya menyayangkan sikap Idahram yang telah membuat kekacauan di bulan suci Ramadhan. Ia membuat propaganda antar umat lintas mazhab, sehingga terjadi pertengkaran didalam masjid, ia memang sudah kelewat batas. Bagi saya ia telah melakukan teror ideologi dan adu domba persatuan ummat islam di bogor”, tangkas Da’i muda yang juga menjadi pembina mu’allaf di kota cibubur itu.
Idahram pun tampak ketakutan, belum pernah kejadian ia dikecam oleh masyarakat karena perbuatan teror pemikiran yang ia propagandakan selama ini ditengah ummat, Setelah ia dipecat dan diusir secara tidak hormat dari Jakarta Islamic Centre (JIC).
Sebelum meninggalkan tempat kejadian, Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi berupaya menghampiri Idahram untuk berjabat tangan dan meminta maaf kepadanya guna melapangkan dada.
Idahram tampak marah dan tidak memafkan Ustadz Ahat meski telah menarik tangannya untuk bersalaman.
Ustadz Ahat berujar, “ya begitulah akhlaq Syi’ah. enggan memaafkan orang lain, dia akan memafkan kalau yang minta maaf itu orang syiah. Yakni yang satu aliran dengannya. Tapi kalau orang muslim minta maaf tidak dimaafkan olehnya karena dianggapnya kafir. Kalau saya minta maaf itu bukan karena saya menyesal. Tapi karena ini bulan ramadhan, saya minta maaf padanya karena telah membuat ia ketakutan disebabkan tingkahnya sendiri yang memprovokasi ummat islam di masjid raya bogor. Dan saya justru bersyukur dibulan ramadhan ini saya di anugerahi oleh Allah berupa kesempatan untuk menggagalkan provokasi seorang ‘teroris ideologi’ yang menyusup di tubuh NU. Kita harus menjaga NU dari ‘teroris’ semacam Idahram”.

Sony2b

Komentar teman2 FB-nya:

Perdana Akhmad Lakoni kalo si idahram nongol di lampung, ane gorok tuh orang

Agung Prasojo Sembelih itu ulama dajjal.
Like · 1 · June 24 at 9:48pm

Sony2 Komentar

Status ke 3:

Sony3

Abu Husein At-Thuwailibi
10 hrs ·
SETELAH BIKIN RICUH, IDAHRAM SEDANG MENGGALI KUBURNYA SENDIRI ??
Oleh: Ust.Ibnu Taimiyah.
Dari sejumlah berita di media sosial mengenai kasus Idahram vs Abu Husein At-Thuwailibi di masjid raya bogor tempo hari, ada informasi bahwa Idahram akan membawa kasus pemukulan tersebut ke polisi (bila benar tuduhan itu).
Jika dilihat sepintas langkah ini tampak menjadi wun-lose solution bagi Idahram. Namun ketidakfahaman substansi masalah, justru bisa membawa Idahram ke masalah yang lebih besar dari sekedar pemukulan.
Di mana dalam ucapannya yang mengandung propaganda sektarian itu ia telah menyesatkan aviliasi keagamaan yang ia sebut “wahabi” yang di wakili lembaga/ormas islam yang telah menjadi guru sekaligus pelopor kemerdekaan bangsa ini.
Maka, cukuplah bagi Ust.Abu husein At-Thuwailibi membawa kasus ini ke ranah yang lebih luas, yang bisa menyeret IDAHRAM ke skala NASIONAL, apalagi bisa Abu Husein At-Thuwailibi sanggup membawakan pimpinan tiap organisasi untuk melakukan tuntutan formal secara bersama-sama.
Berdasarkan pengalaman, jangankan seorang Idahram, organisasi tersebar di Indonesia saja ketika membuat buku panduan internal dan menyebut MUHAMMADIYAH sebagai salah satu aliran sesat, lalu ditegur oleh pihak MUHAMMADIYAH, mereka langsung merevisi buku tersebut, lalu bagaimana nasib seorang IDAHRAM jika harus berhadapan dengan organisasi-organisai besar yang telah ia sesatkan..?
Kami bukan sedang memberi jalan keluar bagi Ust.Abu Husein At-Thuwailibi, justru kami sedang memberi jalan keluar bagi Idahram untuk tidak tergesa-gesa dalam bertindak.
Dan dari kelemahan menganalisis masalah ini, tampaknya Idahram memang perlu sering-sering belajar untuk tidak terjebak dalam permainan sendiri. Karena memang sering kali, untuk menghadapi makhluk teresial dibutuhkan extraordinary human.
Saran kami untuk Idahram, selesaikanlah dengan baik-baik, dengan cara dialog yang lebih persuasif. Agar masing-masing bisa membuka diri jika memang ada kebenaran di tiap masing – masing pihak.
Allahu A’lam.

https://www.facebook.com/abu.atthuwailibi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: