Abu Yahya Badrussalam: Wali Songo itu Tidak Ada?


Abu Yahya Badrussalam

Untung saja saya pernah ziarah ke makam Sunan Gunung Jati. Jadi tahu Wali Songo itu ada. Berbagai tulisan tentang Wali Songo itu derajadnya Mutawattir, kuburannya ada dan diziarahi ribuan orang tiap tahun. Wayang dgn berbagai istilah Islam seperti Kalimusodo (kalimat syahadat) sampai ke tangan kita. Apa itu bukan bukti?

Walisongo itu berdakwah mengIslamkan ummat Hindu di Jawa. Kalau tidak ada Walisongo, siapa yg mengIslamkan nenek moyang ustad Badrussalam yg dulunya Hindu ini? Dajjal atau tanduk setan?

Satu argumen Abu Yahya Badrussalam Lc bahwa Walisongo tidak ada adalah karena tidak ada Kitab para Walisongo seperti Kitab Imam Malik, Kitab Imam Syafi’ie, Kitab Bukhari, dsb. Nah kalau para Walisongo tsb bikin kitab Fiqih macam Imam Syafi’ie atau kitab Hadits Imam Bukhari dalam bahasa Arab, kira2 masyarakat Jawa yang mayoritas Hindu dan buta huruf masuk Islam apa tidak? Apa rakyat Jawa yang Hindu dan mayoritas buta huruf tsb mau membaca kitab2 dalam bahasa Arab seperti Kitab Imam Malik dan Imam Bukhari?

Nabi memang dalam berdakwah menulis satu kitab? Ingat, Al Qur’an itu wahyu dari Allah. Bukan tulisan karya Nabi Muhammad. Al Qur’an pun baru dibukukan di zaman Khalifah Usman bin ‘Affan ra. Apa para sahabat seperti Abu Bakar ra dan Umar ra tidak ada cuma karena tidak menulis kitab? Apa bapak dan kakek kita tidak ada karena tidak menulis kitab? Jadi logika Badrussalam bahwa Wali Songo tidak ada karena tidak menulis kitab adalah logika yang keliru.

Jadi Walisongo itu cara dakwahnya justru mengikuti Nabi. Sekedar menyampaikan Al Qur’an dan ajaran Islam. Bukan menulis-nulis kitab. Toh sudah ada kitab Imam Syafi’ie dan Imam Bukhari. Untuk apa nulis kitab lagi

Itulah kelemahan Wahabi. Su’ul Adab. Tidak berterimakasih thd para ulama yang jadi washilah mengIslamkan nenek moyang mereka. Boro2 mendoakan. Malah menolak keberadaan mereka. Bahkan menghancurkan kuburan sahabat dan ulama jika mampu.

Kalau dakwah dgn gambar haram, bagaimana dgn ustad Wahabi yang dakwah via Video? 1 detik video itu terdiri dari 30 gambar lho. Jadi 1 menit dakwah di TV itu ada 1800 gambar yg dipancarkan.

Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Dari berbagai tulisan kita dapati ternyata lagu Tombo Ati yang dinyanyikan Opick itu ternyata liriknya dibuat oleh Sunan Bonang.

Ini videonya:

Ini Wahabi Yang Mengatakan Tidak ada Bukti Otentik Walisongo

Muslimedianews.com ~ Seorang ustadz Wahhabi bernama Abu Yahya Badrussalam Lc, dalam ceramahnya di tv @SalamDakwah mengatakan tidak ada bukti otentik tentang sejarah Walisongo, penyebar Islam di Indonesia. Sebagaimana dalam rekaman video berdurasi sekitar 2 menit yang diupload di Youtube.

Tidak hanya meragukan Wali Songo, ustadz Wahhabi itu juga mengharamkan gamelan dan wayang yang pernah dijadikan sarana syi’ar Islam oleh Wali Songo.

Berikut transkip jawaban Badrussalam ketika ada seorag penanya yang bertanya mengenai memadukan adat dan syari’at sebagaimana dilalukan oleh WaliSongo:
****
“Wali Songo itu nggak ada bukti yang otentik, hanya kata kata anu, kata sepuh kita, kata ini kita, mana… (buktinya)?, apakah Walisongo meninggalkan buku? tulisan?!. Kalau Imam al-Bukhari ada, Shahih Bukhari. Imam al-Syafi’i ada, Al-Umm. Imam Ahmad, (ada) Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. tapi nggak ada kitab Sunan Bonang? , adanya Sunan Abu Daud, Turmidzi, Ibnu Majjah. gitu ya.. sementara kitab Sunan Bonang nggak ada, Sunan Gunung Jati, nggak ada. Makanya pak, karena tidak ada bukti yang otentik tentang Walisongo kita tidak bisa memastikan itu.

Katanya, para Wali itu mencampurkan adat dengan syari’ah, mana buktinya?! kita ini mau memastikan takut menuduh yang tidak-tidak, karena tidak ada buktinya. Kalau pun toh benar para Wali itu mencampurkan adat dengan syari’ah, maka kita lihat, apakah memenuhi syaratnya atau tidak, dengan syarat-syarat yang kita sebutkan tadi. Adapun kemudian (kalau) tidak memenuhi syarat, contoh berdakwah melalui Wayang Golek atau wayang-wayang lain, sementara syari’at kita mengharamkan menggambar gambar-gambar yang bernyawa. Berarti itu adat yang tidak sesuai dengan syari’at.

Atau misalnya ada Wali Songo berdakwah dengan pakai gamelan, sementara syari’at syari’at kita jelas menunjukka bahwa musik itu Haram.

http://www.muslimedianews.com/2015/05/ini-wahabi-yang-mengatakan-tidak-ada.html

Sunan Bonang banyak menggubah sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil. Antara lain Suluk Wijil yang dipengaruhi kitab Al Shidiq karya Abu Sa’id Al Khayr. Sunan Bonang juga menggubah tembang Tamba Ati (dari bahasa Jawa, berartipenyembuh jiwa) yang kini masih sering dinyanyikan orang.

Ada pula sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa yang dahulu diperkirakan merupakan karya Sunan Bonang dan oleh ilmuwan Belanda seperti Schrieke disebutHet Boek van Bonang atau buku (Sunan) Bonang. Tetapi oleh G.W.J. Drewes, seorang pakar Belanda lainnya, dianggap bukan karya Sunan Bonang, melainkan dianggapkan sebagai karyanya.

Dia juga menulis sebuah kitab yang berisikan tentang Ilmu Tasawwuf berjudul Tanbihul Ghofilin. Kitab setebal 234 hlmn ini sudah sangat populer dikalangan para santri.

Sunan Bonang juga menggubah gamelan Jawa yang saat itu kental dengan estetika Hindu, dengan memberi nuansa baru. Dialah yang menjadi kreator gamelan Jawa seperti sekarang, dengan menambahkan instrumen bonang. Gubahannya ketika itu memiliki nuansa dzikir yang mendorong kecintaan pada kehidupan transedental (alam malakut). Tembang “Tombo Ati” adalah salah satu karya Sunan Bonang.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Sunan_Bonang

Iklan

4 Tanggapan

  1. Memang WAHABI GUOBLXXGK…asal bunyi ngajinya cuma bid’ah yg benar cuma wahaboi..

  2. “Karya tulis bukan satu-satunya alat ukur fakta atau mitosnya pelaku sejarah. Sebab Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar dan sahabat lain juga tidak meninggalkan karya tulis. Yang meninggalkan karya tulis malah ulama beberapa abad setelahnya seperti Ibnu Majah, Abu Dawud, Tirmidzi dll. Apakah karena tidak ada Sunan Abu Bakar, Sunan Umar dan yang ada Sunan (kumpulan hadis) Ibn Majah, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, apakah berarti Abu Bakar mitos, Umar mitos dan Ibn Majah faktual?”

  3. Wali songo itu ada,,,

  4. Assalaamu’alaykum, Abu Yahya Badrussalam adalah ustadz keblinger yang menyesatkan umat Islam. Abu Yahya ini sudah dicuci otaknya oleh ajarannya Muhammad bin Abdul Wahhab sang pendiri paham Salafi Wahhabiyyah/ Wahabi. bagaimana pengikut paham Salafi Wahhabiyyah/ Wahabi bisa memahami agama Islam dengan benar, sehubungan ajarannya Muhammad bin Abdul Wahhab yang bermasa tahun 1111~1206 H/ 1700~1792 M telah merubah/ menyimpangkan ajaran agama Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya, bandingkan dengan para Wali Songo yang mengajarkan agama Islam ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, antara lain :
    1) Syaikh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), bermasa tahun 751~822 H/ 1350~1419 M, mendirikan majelis Dakwah pada tahun 806 H/ 1404 M, di makamkan di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.
    2) Raden Rahmat (Sunan Ampel) bermasa tahun tahun 803~882 H/ 1401~1478 M, dimakamkan di sebelah Barat Masjid Ampel, Surabaya, Jawa Timur.
    3) Raden Paku atau Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri), bermasa tahun 845~911 H/ 1442~1506 M, dimakamkan di Desa Sidomukti, Gresik, Jawa Timur.
    4) Syaikh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), bermasa tahun 851~972 H/ 1447~1565 M, di makamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, kota Cirebon, Jawa Barat.
    5) Raden Mas Syahid (Sunan Kalijaga) bermasa tahun 854~953 H/ 1450~1546 M, dimakamkan di Desa Kadilangu, Demak, Jawa Tengah.
    6) Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) bermasa tahun 869~931 H/ 1465~1525 M, dimakamkan di daerah Tuban, Jawa Timur.
    7) Raden Qosim (Sunan Drajat) bermasa tahun 874~928 H/ 1470~1522 M, dimakamkan di Desa Drajat, Paciran-Lamongan, Jawa Timur.
    8) Raden Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) bermasa tahun 875~957 H/ 1471~1550 M, dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah.
    9) Raden Umar Said atau Prawoto (Sunan Muria) lahir bermasa tahun 888 H/ 1483 M dan wafat sekira abad ke-16 M (974 H/ 1567 M), dimakamkan di lereng Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah.
    Perbedaan masa antara Wali Songo yang termuda saja dengan masa Muhammad bin Abdul Wahhab lebih dari 200 tahun, sehingga jika diibaratkan pengikut Salafi sebagai seorang Mualaf mengajarkan agama Islam kepada orang Islam ASWAJA (NU), maka secara logika ilmu Ad-Diin Islamnya belum mumpuni, wa assalaam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: