Jangan Korupsi!


APIJangan Korupsi!

Semua orang tahu kalau korupsi itu tidak baik. Dosa! Toh banyak orang yang melakukannya. Mungkin landasan ilmunya masih kurang kuat. Atau keyakinannya belum mantap.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintah orang-orang mukmin sebagaimana memerintah para Rasul. Allah berfirman, “Wahai para Rasul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal sholih” (QS Al Mukminun: 51). Dan Dia berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” (QS Al Baqoroh: 172). Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan perutnya dikenyangkan dengan makanan haram. Bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya?” (HR. Muslim)

Artinya, jika makanan, minuman, dan pakaian diperoleh dengan cara yang haram seperti korupsi, mencuri, merampok, dan sebagainya, maka doa tidak akan diterima oleh Allah meski dia berdoa dengan sungguh-sungguh.

Jika korupsi, berarti uang yang didapatkan itu haram. Jika disedekahkan, tidak akan diterima oleh Allah. Jika disimpan, tidak akan berkah. Begitu sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

Jika dibelikan makanan dan tumbuh jadi daging, maka dagingnya niscaya akan dibakar di neraka. Begitu pula jika diberikan kepada istri dan anak-anaknya dan mereka diam saja padahal tahu suami dan bapaknya itu korupsi.

Tiap tubuh yang tumbuh dari makanan yang haram maka api neraka lebih utama membakarnya. (HR. Ath-Thabrani)

Korupsi setangkai kayu penggosok gigi saja sudah masuk neraka dan tidak bisa masuk surga. Apalagi korupsi yang milyaran rupiah:

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa mengambil harta seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah telah mewajibkan neraka untuknya dan mengharamkan surga atasnya.” Kemudian ada seorang lelaki yang bertanya: “Apakah demikian itu berlaku pula untuk benda yang murah harganya ya Rasulullah?” Beliau s.a.w. menjawab: “Sekalipun benda itu cuma setangkai kayu penggosok gigi.” (Riwayat Muslim)

Jadi sebagai Muslim hendaknya kita menjauhi korupsi. Seorang Muslim, khususnya Aswaja, harus anti korupsi.

Agar jauh dari korupsi, hindari gaya hidup boros dan bermewah-mewahan. Orang yang boros menurut Allah adalah saudaranya setan. Karena pengeluaran lebib besar daripada pendapatan, akhirnya mereka korupsi. Besar pasak daripada tiang! Dan memang umumnya para koruptor adalah orang-orang yang boros.

”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

Gaji Rp 30 juta per bulan juga jika tiap hari makan direstoran mahal, setengah bulan juga sudah habis. Sebaliknya meski gaji Rp 3 juta per bulan, tapi ridho makan dengan nasi dengan tahu dan kecap, niscaya sebulan pun tidak akan habis.

“Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rizki yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” (Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawy)

Hiduplah sederhana dan qana’ah. Insya Allah berapa pun penghasilan akan cukup dan berkah jika kita qana’ah/merasa cukup.

Sebaliknya berapa pun banyaknya penghasilan, jika gemar foya-foya dan boros, niscaya tidak akan cukup. Sehingga akhirnya korupsi. Jadi hindari itu.

Website resmi Nahdlatul Ulama www.nu.or.id

 Pustaka ilmu sunni salafiyah http://www.piss-ktb.com

Info & belajar Islam terkini http://www.islam-institute.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: