<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Syiar Islam</title>
	<atom:link href="http://syiarislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syiarislam.wordpress.com</link>
	<description>Ayo belajar Iman, Islam, dan Ihsan sesuai Al Qur'an dan Hadits!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 02:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='syiarislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4c8415140f03c49b5e02f7cf5f529402?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Syiar Islam</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://syiarislam.wordpress.com/osd.xml" title="Syiar Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://syiarislam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>3 Amal yang Pahalanya Tidak Terputus</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/26/3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/26/3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 01:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ihsan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=2063</guid>
		<description><![CDATA[إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631) Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita perbuat. Meski hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2063&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 align="center">إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ</h1>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/anakyatim.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2070" title="anakyatim" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/anakyatim.jpg?w=500" alt=""   /></a>“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita perbuat. Meski hanya sebesar dzarrah atau debu:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar&#8221; [An Nisaa' 40]</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2063"></span>Setiap kebaikan yang kita lakukan mulai dari kewajiban seperti sholat, puasa, zakat hingga amal yang sunnah insya Allah akan dibalas Allah pahala yang berlipat ganda.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan ada orang yang karena mampu setiap tahun pergi berhaji atau umrah dengan berharap mendapat pahala yang besar. Sesungguhnya itu baik. Namun sayangnya saat kita meninggal, kita tidak akan mendapat pahala itu lagi. Saat kita mati, terputus amal kita selain 3 amal yang di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu agar pahala kita terus mengalir meski kita telah tiada, hendaknya kita berusaha mengerjakan 3 amal yang di atas. Bagaimana pun kita tidak tahu berapa banyak dosa atau maksiyat yang telah kita perbuat. Berapa banyak orang yang kita sakiti. Jadi kalau pahalanya pas-pasan, bisa jadi akhirnya kita terjerembab ke neraka jahannam.</p>
<h2 style="text-align:justify;">Sedekah Jariyah</h2>
<p style="text-align:justify;">Menurut Imam al-Suyuti (911 H) ada 10 amal yang pahalanya terus menerus mengalir, yaitu: 1) ilmu yang bermanfaat, 2) doa anak sholeh, 3) sedekah jariyah (wakaf), 4) menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan, 5) mewakafkan buku, kitab atau Al Qur’an, 6) berjuang dan membela tanah air, 7) membuat sumur, 8) membuat irigasi, 9) membangun tempat penginapan bagi para musafir, 10) membangun tempat ibadah dan belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu hanya contoh kecil saja. Tentu saja sedekah jariyah tidak terbatas pada hal yang di atas. Segala hal yang bermanfaat yang bisa dinikmati masyarakat umum seperti membangun jalan, jembatan, website atau TV yang bermanfaat insya Allah pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama yang kita bangun itu masih memberikan manfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Menanam pohon mangga atau pohon kurma sehingga buahnya bisa dinikmati atau pun pohon yang rindang seperti pohon Beringin sehingga orang bisa berteduh pun bisa mendapatkan pahala.</p>
<p style="text-align:justify;">Membangun masjid pun pahalanya amat besar dan tetap akan mengalir selama masih ada orang yang memakainya untuk beribadah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadits riwayat Usman bin Affan ra: ”Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (H.R Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<h2 style="text-align:justify;">Ilmu yang Bermanfaat</h2>
<p style="text-align:justify;">Ilmu akan bermanfaat jika kita sendiri terlebih dahulu mengamalkannya. Kemudian kita ajarkan ke orang lain. Jika orang yang kita ajarkan itu juga mengamalkan ilmunya, insya Allah kita akan mendapat pahala meski kita telah tiada.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bisa menjadi guru, dosen, atau mendirikan sekolah/pesantren sehingga ilmu yang bermanfaat bisa diajarkan ke orang banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman sekarang ini kita bisa mengajarkan ilmu ke banyak orang sekaligus. Dengan membuat buku yang bermanfaat, kita dapat membayangkan bagaimana kalau ada 1 juta orang yang membaca buku tersebut dan mengamalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan membuat website yang berisi ilmu yang bermanfaat misalnya website Islam sehingga puluhan ribu orang bisa membaca dan mengamalkan ilmunya, insya Allah juga akan mendapat pahala. Jika ada orang yang meng-copy-paste tulisan anda, jangan sedih. Justru mereka membantu menyebarkan ilmu anda sehingga jika website anda tutup karena anda tidak membayar sewa domain atau hosting, ilmu anda tetap tersebar dan dinikmati orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendirikan TV Islam atau TV Komunitas yang bisa memberikan ilmu yang bermanfaat pun insya Allah akan mendapat pahala.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana jika kita bukan orang yang pintar atau ilmu kita cetek? Jangan sedih. Dengan membantu ulama sehingga ilmunya tersebar, membantu penerbitan buku yang bermanfaat, membantu pembuatan dan pemeliharaan website atau TV Islam juga bisa membuat anda ikut mendapat pahala. Karena Allah menghitung setiap amal yang kita lakukan sekecil apa pun amal itu!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]</strong></p>
<p>Rasulullah saw. bersabda:</p>
<h1>عن أبي موسى الأشعري ـ رضي الله عنه ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” المؤمن للمؤمن كالبنيان ، يشد بعضه بعضاً ، ثم شبك بين أصابعه ، وكان النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ جالساً ، إذ جاء رجل يسأل ، أو طالب حاجة أقبل علينا بوجهه ، فقال : اشفعوا تؤجروا ، ويقضي الله على لسان نبيه ما شاء ” . رواه البخاري ، ومسلم ، والنسائي</h1>
<p><strong>Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i.</strong></p>
<h1 style="text-align:justify;">مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ</h1>
<p style="text-align:justify;"><strong>Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509]. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi jika kita turut andil dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat, insya Allah, Allah akan melihatnya.</p>
<h2 style="text-align:justify;">Anak Soleh yang Mendoakannya</h2>
<p style="text-align:justify;">Jika kita punya anak soleh yang mendoakan kita, insya Allah kita akan mendapat pahala juga karena kita telah berjasa mendidik mereka sehingga jadi anak yang saleh.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu jika kita diamanahi anak oleh Allah, hendaknya kita didik mereka sebaik mungkin hingga jadi anak yang saleh. Seorang ibu jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaannya di kantor agar bisa fokus mendidik anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana jika kita tidak punya anak kandung?</p>
<p style="text-align:justify;">Di situ tidak dijelaskan apakah anak saleh itu anak kandung atau bukan. Jadi jika kita memelihara anak yatim pun kita tetap akan dapat pahala jika mereka jadi anak yang saleh dan mendoakan kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Abu Ummah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membelai kepala anak yatim karena Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari situ jelas bahwa orang yang memelihara anak yatim dengan penuh kasih sayang insya Allah akan masuk surga. Surganya pun bukan surga tingkat rendah. Tapi surga tingkat tinggi karena berada di dekat Nabi Muhammad SAW laksana jari telunjuk dengan jari tengah.</p>
<p style="text-align:justify;">Paling tidak jika ada anak dari saudara kita atau sepupu kita, santuni mereka. Bantu mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyumbang ke keluarga miskin yang ada anaknya pun atau panti asuhan insya Allah bisa mendapatkan pahala.</p>
<p style="text-align:justify;">Referensi:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3393-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html">http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3393-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://uripsantoso.wordpress.com/2009/08/07/tiga-amalan-yang-tak-lekang/">http://uripsantoso.wordpress.com/2009/08/07/tiga-amalan-yang-tak-lekang/</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://alhikmah.ac.id/2011/kuatkan-kerjasama-laksana-satu-bangunan/">http://alhikmah.ac.id/2011/kuatkan-kerjasama-laksana-satu-bangunan/</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://almanhaj.or.id/content/3035/slash/0">http://almanhaj.or.id/content/3035/slash/0</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/anak-yatim.html">http://penilaipbb.blogspot.com/2011/10/anak-yatim.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/2063/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2063&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/26/3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/anakyatim.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anakyatim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi MUI Tentang Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/21/rekomendasi-mui-tentang-syiah/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/21/rekomendasi-mui-tentang-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 13:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=2058</guid>
		<description><![CDATA[Berikut Rekomendasi MUI (bukan Fatwa) tentang Syi&#8217;ah: Faham Syiah بسم اللّه الرحمن الرحيم Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi&#8217; ah sebagai berikut: Faham Syi&#8217;ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm&#8217;ah) yang dianut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2058&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:justify;">Berikut Rekomendasi MUI (bukan Fatwa) tentang Syi&#8217;ah:<br />
Faham Syiah</h1>
<h1 style="text-align:justify;">بسم اللّه الرحمن الرحيم</h1>
<p style="text-align:justify;">Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi&#8217; ah sebagai berikut:<br />
Faham Syi&#8217;ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm&#8217;ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.<br />
Perbedaan itu di antaranya :<br />
<span id="more-2058"></span>1. Syi&#8217;ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan Ahlu Sunnah wal Jama&#8217;ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadis.<br />
2. Syi&#8217;ah memandang &#8220;Imam&#8221; itu ma &#8216;sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).<br />
3. Syi&#8217;ah tidak mengakui Ijma&#8217; tanpa adanya &#8220;Imam&#8221;, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217; ah mengakui Ijma&#8217; tanpa mensyaratkan ikut sertanya &#8220;Imam&#8221;.<br />
4. Syi&#8217;ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi da&#8217;wah dan kepentingan umat.<br />
5. Syi&#8217;ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar as-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah mengakui keempat Khulafa&#8217; Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).<br />
Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi&#8217;ah dan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang &#8220;Imamah&#8221; (pemerintahan)&#8221;, Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi&#8217;ah<br />
Ditetapkan : Jakarta, 7 Maret 1984 M<br />
4 Jumadil Akhir 1404 H<br />
KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA<br />
Ketua<br />
ttd<br />
Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML<br />
Sekretaris<br />
ttd<br />
H. Musytari Yusuf, LA<br />
Sumber: <a href="http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&amp;task=search_result&amp;Itemid=73">http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&amp;task=search_result&amp;Itemid=73</a><br />
Fatwa MUI/Bidang Aqidah dan Aliran Keagamaan<br />
<a href="http://faisalchoir.blogspot.com/2011/12/fatwa-mui-tentang-syiah.htm">http://faisalchoir.blogspot.com/2011/12/fatwa-mui-tentang-syiah.htm</a></p>
<p style="text-align:justify;">Meski masyarakat banyak yang mengira tulisan di atas Fatwa, namun bukan. Itu rekomendasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut penjelasan dari beberapa Ketua MUI:<br />
<a href="http://www.sabili.co.id/indonesia-kita/mui-tak-punya-fatwa-sesat-tentang-syiah">http://www.sabili.co.id/indonesia-kita/mui-tak-punya-fatwa-sesat-tentang-syiah</a></p>
<h1 style="text-align:justify;">MUI Tak Punya Fatwa Sesat tentang Syiah</h1>
<p style="text-align:justify;">JUMAT, 10 JUNI 2011 16:49 DWI HARDIANTO<br />
Namun, sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai kumpulan ulama yang mayoritas berpaham Sunni, tidak memiliki fatwa kesesatan Syiah.<br />
&#8220;Pada tahun 1984, MUI hanya mengeluarkan himbauan paham Syiah. Yang Saat itu ditandatangani oleh Prof Ibrahim Hosen,&#8221; papar Ketua MUI KH Kholil Ridwan pada diskusi tentang ajaran Syiah di Masjid Al-Furqan, Komplek Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Kramat Raya, Jakarta (10/6/2011).<br />
Dikatakan Kholil, anggota MUI bersifat heterogen sehingga banyak kepentingan yang diakomodir, salah satunya ada yang membela kepentingan Syiah. &#8221;Di MUI ada ulama yang membela kepentingan Syiah sehingga tidak ada fatwa sesat Syiah,&#8221; katanya.<br />
====</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/read/newsvideo/2012/01/01/142507/MUI-Syiah-Tak-Sesat/3">http://www.metrotvnews.com/index.php/read/newsvideo/2012/01/01/142507/MUI-Syiah-Tak-Sesat/3</a></p>
<h1 style="text-align:justify;">MUI: Syiah Tak Sesat</h1>
<p style="text-align:justify;">Nasional / Minggu, 1 Januari 2012 16:01 WIB<br />
Metrotvnews.com, Jakarta:Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak pernah memberi fatwa ajaran Syiah adalah sesat. MUI bahkan menyayangkan peristiwa pembakaran pondok pesantren Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur.<br />
&#8220;Saya katakan, MUI berprinsip pertama, Mazhab Syiah tidak sesat. Karena ada yang mengatakan Syiah sesat. kedua, mazhab Ahl As-sunnah wal Jamaah (Sunni) dan Syiah adalah mazhab besar dalam dunia Islam. Bahkan, dalam pertemuan internasional yang dihadiri ulama Sunni juga dihadiri ulama Syiah,&#8221; kata Ketua MUI Umar Shihab di Jakarta, Ahad (1/1)<br />
=====<br />
Pandangan FPI (Front Pembela Islam) soal Syi&#8217;ah dan Wahabi. Patut diketahui, menurut Ustad Arifin Ilham, Habib Rizieq Syihab ternyata seorang DOKTOR di bidang Ilmu Syari&#8217;ah. Jadi ilmu beliau cukup dalam. Beliau juga pengurus organisasi Keturunan Ahlul Bait Rabithoh yang meski mayoritas Sunni, namun ada juga Syi&#8217;ah yang minoritas. Jadi tahu langsung soal Syi&#8217;ah dari penganutnya. Bukan dari katanya..katanya… atau sekedar copy paste dari internet:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fpi.or.id/?p=detail&amp;nid=98">http://fpi.or.id/?p=detail&amp;nid=98</a></p>
<h1 style="text-align:justify;">Sikap FPI Terhadap SYI&#8217;AH Dan WAHABI</h1>
<p style="text-align:justify;">SENIN, 15 FEBRUARI 2010 | 16:43 WIB<br />
Sehubungan dengan bermunculan beragam macam pertanyaan bahkan fitnah dan tuduhan dalam berbagai blog mau pun facebook di dunia maya tentang aqidah FPI, ditambah lagi banyaknya desakan dari berbagai pihak agar FPI menyampaikan sikapnya secara terbuka tentang SYI&#8217;AH dan WAHABI. Maka kami redaksi <a href="http://fpi.or.id/">fpi.or.id</a> berinisiatif untuk menukilkan pernyataan Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA, saat DIKLAT Sehari FPI di akhir tahun 2009 yang lalu berkaitan dengan ASASI PEJUANGAN FPI yang terkait asas, aqidah, dan madzhab Organisasi.<br />
FPI adalah organisasi AMAR MA&#8217;RUF NAHI MUNKAR yang berasaskan ISLAM dan ber-aqidahkan AHLUS SUNNAH WAL JAMA&#8217;AH serta bermadzhab fiqih SYAFI&#8217;I. Jadi, FPI bukan SYI&#8217;AH atau pun WAHABI.</p>
<h2 style="text-align:justify;">SYI&#8217;AH</h2>
<p style="text-align:justify;">Pandangan FPI terhadap SYI&#8217;AH sebagai berikut : FPI membagi Syi&#8217;ah dengan semua sektenya menjadi TIGA GOLONGAN ; Pertama, SYI&#8217;AH GHULAT yaitu Syi&#8217;ah yang menuhankan/menabikan Ali ibn Abi Thalib RA atau meyakini Al-Qur&#8217;an sudah di-TAHRIF (dirubah/ditambah/dikurangi), dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari USHULUDDIN yang disepakati semua MADZHAB ISLAM. Syi&#8217;ah golongan ini adalah KAFIR dan wajib diperangi.<br />
Kedua, SYI&#8217;AH RAFIDHOH yaitu Syi&#8217;ah yang tidak berkeyakinan seperti Ghulat, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para Sahabat Nabi SAW seperti Abu Bakar RA dan Umar RA atau terhadap para isteri Nabi SAW seperti &#8216;Aisyah RA dan Hafshah RA. Syi&#8217;ah golongan ini SESAT, wajib dilawan dan diluruskan.<br />
Ketiga, SYI&#8217;AH MU&#8217;TADILAH yaitu Syi&#8217;ah yang tidak berkeyakinan Ghulat dan tidak bersikap Rafidhah, mereka hanya mengutamakan Ali RA di atas sahabat yang lain, dan lebih mengedapankan riwayat Ahlul Bait daripada riwayat yang lain, secara ZHOHIR mereka tetap menghormati para sahabat Nabi SAW, sedang BATHIN nya hanya Allah SWT Yang Maha Tahu, hanya saja mereka tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan. Syi&#8217;ah golongan inilah yang disebut oleh Prof. DR. Muhammad Sa&#8217;id Al-Buthi, Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Mufti Mesir Syeikh Ali Jum&#8217;ah dan lainnya, sebagai salah satu Madzhab Islam yang diakui dan mesti dihormati. Syi&#8217;ah golongan ketiga ini mesti dihadapi dengan DA&#8217;WAH dan DIALOG bukan dimusuhi.</p>
<h2 style="text-align:justify;">&#8230;</h2>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, FPI sangat MENGHARGAI PERBEDAAN, tapi FPI sangat MENENTANG PENYIMPANGAN. Oleh karena itu semua, FPI menyerukan kepada segenap Umat Islam agar menghentikan/membubarkan semua majelis/mimbar mana saja yang secara terbuka melecehkan/menghina/menistakan Ahlul Bait dan Shahabat Nabi SAW atau menyebarluaskan berbagai KESESATAN atau melakukan PENODAAN terhadap agama, lalu menyeret para pelakunya ke dalam proses hukum dengan tuntutan PENISTAAN AGAMA. (redaksi <a href="http://fi.or.id/adie">fi.or.id/adie</a>)<br />
<a href="http://fpi.or.id/adie">fpi.or.id/adie</a><br />
====</p>
<h1 style="text-align:justify;">Beda Syi&#8217;ah dengan Alawiy</h1>
<p style="text-align:justify;">Hidayatullah.com. Adanya sebagian dari kalangan alawiyin (Arab keturunan sayyid yang menisbatkan diri sebagai keturuan Rasulullah SAW dari jalur Fatimah Ra) yang menganut Syi&#8217;ah, menimbulkan persepsi sebagian masyarakat, bahwa kaum alawiyin atau habaib identik dengan Syi&#8217;ah.<br />
Namun, anggapan ini dibantah oleh Rabithah Alawiyah, satu-satunya organisasi resmi kalangan alawiyyin di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1928 di Jakarta. Salah seorang ketua Rabithah yang juga Ketua Umum Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq Shihab menjelaskannya secara singkat saat Suara Hidayatullah mengunjunginya di rumah tahanan Polda Metro Jaya, awal Maret lalu.<br />
&#8220;Jangan samakan alawiyyin dengan Syi&#8217;ah. Itu menyinggung semua habaib, karena tidak semua habaib itu Syi&#8217;ah. Ana (saya) bukan Syi&#8217;ah,&#8221; jawab Rizieq.<br />
Memang, ada sebagian habaib yang menganut Syi&#8217;ah, tapi prosentasenya sangat kecil, tidak sampai sepuluh persen. Pengurus Rabithah sendiri, kata Rizieq, bebas dari Syi&#8217;ah. Semuanya Sunni.<br />
Rizieq menjelaskan, alawiyyin terbagi menjadi dua, yakni alawiyyin nasaban dan alawiyyin madzhaban. Alawiyyin madzhaban itu yang Syiah. Mereka bermadzhab Alawiy. Sedang alawiyyin nasaban, yakni nasabnya atau silsilahnya dari Ali bin Abi Thalib Ra. yang bermadzhab Syafi&#8217;i. Yang berasal dari Hadramaut, Yaman, termasuk alawiyyin nasaban.<br />
Meski demikian, kata Rizieq, secara nasab sebagian pengikut Syi&#8217;ah tadi memang alawiy. Mereka memang berasal dari Hadramaut tapi tidak secara langsung hijrah ke Indonesia. Sebagian mereka hijrah dahulu ke Irak ataupun Iran sebelum berlabuh di Indonesia.<br />
&#8230;<br />
Menurut Rizieq, Rabithah mengambil sikap dialogis menanggapi para alawiyyin Syi&#8217;ah tersebut. Tidak konfrontif. Hal ini dikarenakan para alawiyyin Syi&#8217;ah tersebut termasuk keluarga besar alawyyin di bawah naungan Rabithah. Sehingga mereka punya hak untuk untuk diperhatikan, diajak dialog, dibina, dan diayomi. Laporam mereka yang merasa diancam oleh kalangan Sunni juga ditampung Rabithah.<br />
Meski demikian, kata Rizieq, Rabithah juga meminta kalangan Syi&#8217;ah untuk introspeksi diri. &#8220;Adanya aksi anarkis disebabkan aksi dari kalangan Syi&#8217;ah yang membuat selebaran, buku, yang menyinggung hal yang sangat sensitif bagi Ahlus Sunnah. Seperti soal Abu Bakar, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan, juga tentang istri-istri nabi, Aisyah dan Hafsah.&#8221;<br />
Sebagai ketua FPI, meski masih bersedia dialog dengan kalangan Syi&#8217;ah, Rizieq punya garis tegas mengenai masalah Syi&#8217;ah. Suatu hal yang katanya sering ia sampaikan kepada anggota FPI dan di hadapan habaib Syi&#8217;ah sendiri. &#8220;Kalau ada dai-dai di atas mimbar mencaci maki ahlul bait atau sahabat Nabi, turunkan! Bakar mimbarnya! Ana nggak mau tahu, mau Syi&#8217;ah kek, wahabi kek. Caci maki sahabat, caci maki ahlul bait, berarti musuh ana&#8221;. *Surya Fachrizal/Suara Hidayatullah<br />
<a href="http://majalah.hidayatullah.com/?p=262">http://majalah.hidayatullah.com/?p=262</a><br />
===</p>
<h1 style="text-align:justify;">Pendapat Habib Munzir Al Musawwa dari Majelis Rasulullah tentang Syi&#8217;ah dan Salafi Wahabi:</h1>
<p style="text-align:justify;">2. sebagian besar kaum syiah memvonis para sahabat sebagai para pengkhianat pada Nabi saw. termasuk Abubakar Shiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Aisyah ummulmukminin ra, dan masih banyak lagi, dan mereka pun menghalalkan Mut&#8217;ah (kawin kontrak) yg suidah diharamkan oleh Rasul saw, dan masih banyak lagi penyimpangan kaum syiah..<br />
<a href="http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=5&amp;func=view&amp;id=957&amp;catid=7">http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=5&amp;func=view&amp;id=957&amp;catid=7</a></p>
<h1>Kalau Ketua MUI, Ketua NU, Ketua Muhammadiyyah disebut pembela aliran sesat Syi’ah, lalu yang benar siapa? Ulama Salafi Wahabi?</h1>
<p>Menurut Habib Rizieq, Syi’ah itu terbagi 3: Ghulat yg menTuhankan Ali (Sesat), Rafidhoh yg mencaci Khalifah/para Sahabat (Sesat), dan Mu’tazilah (tidak sesat).<br />
Syi’ah golongan inilah yang disebut oleh Prof. DR. Muhammad Sa’id Al-Buthi, Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’ah dan lainnya, sebagai salah satu Madzhab Islam yang diakui dan mesti dihormati. Syi’ah golongan ketiga ini mesti dihadapi dengan Da’wah dan Dialog bukan dimusuhi.<br />
Mereka semua ulama. Kalau mereka semua dianggap sesat, lalu yang benar siapa?</p>
<h1>Inilah Tokoh Para Pembela Paham Sesat Syiah</h1>
<p>Jakarta (Voa-Islam) – Rupanya, ada banyak tokoh yang mengklaim dirinya sebagai tokoh Islam yang membela paham sesat Syiah. Mulai dari Ketua MUI Umar Syihab, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, dan sebagainya. Berikut Voa-Islam tampilkan pendapat mereka mengenai ajaran Syiah:</p>
<p><strong>Umar Syihab (Ketua MUI)</strong></p>
<p>Menurut Umar Syihab, ia tak sependapat dengan MUI Jawa Timur yang menyebut aliran Syiah sesat. Umar menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah sebagai aliran sesat.</p>
<p>Mengenai insiden pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura beberapa waktu lalu, Umar berpendapat insiden hanyalah ditumpangi pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat Islam dengan kedok ajaran Syiah yang dituding sesat.<br />
Kata Umar, MUI tidak pernah menyatakan, bahwa Syiah itu sesat. Syiah dianggap salah satu mazhab yang benar, sama halnya dengan ahli sunnah wal jama’ah. Kendati pun ada perbedaan pandangan, kata dia, Islam tidak pernah menghalalkan kekerasan, apalagi perusakan tempat ibadah dan majelis taklim seperti terjadi di Sampang.</p>
<p>Ajaran Syiah, kata Umar, sudah diakui di dunia islam sebagai mazhab yang benar sampai saat ini. “Karena itu jangan kita membuat peryataan yang bisa mengeluapkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita dan bisa menyebabkan korban.”</p>
<p><strong>Said Aqil Siraj (Ketua NU)</strong></p>
<p>Menurut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, ada desain besar di balik aksi pembakaran pesantren penganut Syiah di Sampang, Madura. Tak mungkin peristiwa tersebut terjadi tanpa ada yang membuatnya. Padahal kerukunan hidup beragama di sana sebelumnya baik-baik saja.</p>
<p>Said meminta pemerintah dan aparat keamanan bekerja lebih keras, mencegah aksi serupa terulang di kemudian hari. “Ini pasti ada big design-nya. Ada pihak-pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia,” kata Said.</p>
<p>Menurut Said Aqil, Sunni dan Syiah hanya dijadikan alat seolah-olah memang ada permusuhan. Padahal tidak, mereka dari dulu sampai sekarang hidup damai berdampingan. Ketua Umum PBNU itu meminta semua pihak bisa menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. “Pihak ketiga itu selalu melancarkan provokasi supaya konflik terus terjadi. Dan bukan tidak mungkin kasus serupa akan terjadi di kemudian hari,” katanya.</p>
<p>Prof Dr Said Agil Siraj mengungkapkan, di sejumlah negara Islam maupun Timur Tengah yang hidup faham Suni dan Syiah, dapat hidup rukun dan berdampingan. ”Bahkan Mufti Syria Badruddin Hassun yang berasal dari Suni, fatwa-fatwanya sangat didengar oleh kelompok Syiah,” jelas Kiai Siraj seraya menambahkan kondisi serupa terjadi di Saudi Arabia, Pakistan, maupun Libanon.</p>
<p>Bahkan di Libanon Selatan, lanjut Said, Hizbullah dari kelompok Syiah didukung juga oleh kelompok Suni. Dikatakan Said, sepanjang sejarah, perbedaan yang terjadi antara Suni dan Syiah sebenarnya, terkait soal kekuasaan atau lazim disebut imamah. Karena itu, kelompok Syiah memasukkan masalah imamah ke dalam rukun agama dan sejak dini anak-anak mereka diajarkan pengetahuan tentang imamah. “Dalam perkembangan Islam, kedua kelompok Suni dan Syiah sama-sama memberikan andil dan peran yang sangat besar dalam peradaban Islam,” tegas kyai Siraj.</p>
<p>Said menyebut sejumlah tokoh Syiah yang memberikan andil besar bagi kemajuan Islam. Sebut saja misalnya Ibnu Sina, seorang filsuf yang juga dikenal sebagai seorang dokter, Jabir bin Hayyan yang dikenal sebagai penemu ilmu hitung atau aljabbar, dan seorang sufi Abu Yazid al Busthami. Mereka yang beraliran Syiah ini telah menyumbangkan ilmunya bagi kemajuan Islam. “Jadi, kedua kelompok ini adalah aset yang sangat berharga bagi umat Islam.”</p>
<p><strong>Syafii Maarif (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah)</strong></p>
<p>Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengutuk keras aksi pembakaran terhadap pondok pesantren Syiah di Kecamatan Karang Penang, Sampang. Terlebih jika aksi pembakaran tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan keagamaan.</p>
<p>Menurutnya, kebenaran bukanlah milik individu apalagi kelompok. Syafii mengatakan, Syiah telah diakui sebagai mazhab kelima dalam Islam. Dia pun menyatakan bahwa setiap orang, sekalipun atheis berhak hidup. Terpenting, katanya, bisa hidup rukun dan toleran.</p>
<p><strong>Din Syamsudin (Ketua Muhammadiyah)</strong></p>
<p>Pada Konferensi Persatuan Islam Sedunia yang berlangsung 4-6 Mei 2008 di Teheran, Iran, Din Syamsuddin pernah mengatakan, bahwa Sunni dan Syi’ah ada perbedaan, tapi hanya pada wilayah cabang (furu’yat), tidak pada wilayah dasar agama (akidah). Menurut Din, Sunni dan Syi’ah berpegang pada akidah Islamiyah yang sama, walau ada perbedaan derajat penghormatan terhadap sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad, yakni Ali bin Abi Thalib.</p>
<p>Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengatakan, sewajarnya jika dua kekuatan besar Islam ini (Sunni dan Syi’ah) bersatu melawan dua musuh utama umat saat ini yaitu kemiskinan dan keterbelakangan. (Detikcom 5 Mei 2008)</p>
<p>Dikatakan Din, seandainya tidak dicapai titik temu, maka perlu dikembangkan tasamuh atau toleransi. Seluruh elemen umat Islam dalam kemajemukannya perlu menemukan “kalimat sama” (kalimatun sawa) dalam merealisasikan misi kekhalifahan di muka bumi.</p>
<p>Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan bahwa persatuan umat Islam khususnya antara kaum Sunni dan kaum Syiah, adalah mutlak perlu sebagai prasyarat kejayaan Islam. Kejayaan umat Islam pada abad-abad pertengahan juga didukung persatuan dan peran serta kedua kelompok umat Islam tersebut. (Desastian/dbs)<br />
<a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/01/04/17291/inilah-tokoh-para-pembela-paham-sesat-syiah/">http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/01/04/17291/inilah-tokoh-para-pembela-paham-sesat-syiah/</a></p>
<p>Syi&#8217;ah muncul saat Mu&#8217;awiyah berontak terhadap Khalifah &#8216;Ali sehingga akhirnya Islam pecah jadi 3 bagian: Sunni (Pendukung Mu&#8217;awiyah), Syi&#8217;ah Ali (Pendukung Ali), dan Khawarij (Orang-orang yang keluar dari Islam). Saat itu aqidah dan ibadah ummat Islam baik Sunni, Syi&#8217;ah, mau pun Khawarij adalah sama. Namun Khawarij dianggap sesat atau keluar dari Islam karena mengkafirkan sesama Muslim dan menghalalkan darah ummat Islam.</p>
<p>Khawarij ingin membunuh Mu&#8217;awiyah dan Ali karena menganggap mereka berdua sumber fitnah. Namun hanya Ali yang terbunuh. Mu&#8217;awiyah selamat dan jadi khalifah.</p>
<p>Meski awalnya sama, namun seiring perjalanan waktu mulai timbul perbedaan. Sunni mengambil hadits dari seluruh sahabat. Syi&#8217;ah hanya mengambil dari Ali dan dari keturunan Husein bin Ali. Syi&#8217;ah tidak mengakui Mu&#8217;awiyah sebagai Khalifah. Sebaliknya mereka mengakui Ali dan keturunan Nabi dari Siti Fatimah dan Ali sebagai Imam. Di antaranya adalah Hasan, Husein. Urutan Imamnya:</p>
<p>Urutan imam mereka yaitu:</p>
<ol>
<li><a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali bin Abi Thalib</a> (<a title="600" href="http://id.wikipedia.org/wiki/600">600</a>–<a title="661" href="http://id.wikipedia.org/wiki/661">661</a>), juga dikenal dengan <em>Amirul Mukminin</em></li>
<li><a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan bin Ali</a> (<a title="625" href="http://id.wikipedia.org/wiki/625">625</a>–<a title="669" href="http://id.wikipedia.org/wiki/669">669</a>), juga dikenal dengan <em>Hasan al-Mujtaba</em></li>
<li><a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain bin Ali</a> (<a title="626" href="http://id.wikipedia.org/wiki/626">626</a>–<a title="680" href="http://id.wikipedia.org/wiki/680">680</a>), juga dikenal dengan <em>Husain asy-Syahid</em></li>
<li><a title="Ali bin Husain" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain">Ali bin Husain</a> (<a title="658" href="http://id.wikipedia.org/wiki/658">658</a>–<a title="713" href="http://id.wikipedia.org/wiki/713">713</a>), juga dikenal dengan <em>Ali Zainal Abidin</em></li>
<li>Muhammad bin Ali (<a title="676" href="http://id.wikipedia.org/wiki/676">676</a>–<a title="743" href="http://id.wikipedia.org/wiki/743">743</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Muhammad al-Baqir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir">Muhammad al-Baqir</a></em></li>
<li>Jafar bin Muhammad (<a title="703" href="http://id.wikipedia.org/wiki/703">703</a>–<a title="765" href="http://id.wikipedia.org/wiki/765">765</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Ja'far ash-Shadiq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq">Ja&#8217;far ash-Shadiq</a></em></li>
<li>Musa bin Ja&#8217;far (<a title="745" href="http://id.wikipedia.org/wiki/745">745</a>–<a title="799" href="http://id.wikipedia.org/wiki/799">799</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Musa al-Kadzim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musa_al-Kadzim">Musa al-Kadzim</a></em></li>
<li>Ali bin Musa (<a title="765" href="http://id.wikipedia.org/wiki/765">765</a>–<a title="818" href="http://id.wikipedia.org/wiki/818">818</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Ali ar-Ridha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_ar-Ridha">Ali ar-Ridha</a></em></li>
<li>Muhammad bin Ali (<a title="810" href="http://id.wikipedia.org/wiki/810">810</a>–<a title="835" href="http://id.wikipedia.org/wiki/835">835</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Muhammad al-Jawad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Jawad">Muhammad al-Jawad</a></em> atau Muhammad at Taqi</li>
<li>Ali bin Muhammad (<a title="827" href="http://id.wikipedia.org/wiki/827">827</a>–<a title="868" href="http://id.wikipedia.org/wiki/868">868</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Ali al-Hadi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_al-Hadi">Ali al-Hadi</a></em></li>
<li>Hasan bin Ali (<a title="846" href="http://id.wikipedia.org/wiki/846">846</a>–<a title="874" href="http://id.wikipedia.org/wiki/874">874</a>), juga dikenal dengan <em><a title="Hasan al-Asykari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_al-Asykari">Hasan al-Asykari</a></em></li>
<li>Muhammad bin Hasan (<a title="868" href="http://id.wikipedia.org/wiki/868">868</a>—), juga dikenal dengan <em><a title="Muhammad al-Mahdi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Mahdi">Muhammad al-Mahdi</a></em></li>
</ol>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi'ah">http://id.wikipedia.org/wiki/Syi&#8217;ah</a></div>
<div></div>
<div>Itu adalah Imam dari Syi&#8217;ah Imamiyah yang merupakan kelompok Syi&#8217;ah terbesar.</div>
<div>Sebagian kaum Sunni menuduh bahwa ajaran Syi&#8217;ah adalab buatan Yahudi Abdullah bin Saba&#8217; yang masuk Islam di zaman Khalifah Usman guna menimbulkan perpecahan. Oleh sebab itu ada kelompok Sunni yang menuding Syi&#8217;ah = Yahudi:</div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Saba'">http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Saba&#8217;</a></div>
<div></div>
<div>Namun kaum Syi&#8217;ah menolak. Allamah Murtadha Askari telah mengesan dan membuktikan bahawa cerita Abdullah ibn Saba&#8217; yang terdapat dalam versi sunni adalah bersumberkan dari Al-Tabari (w.310H/922M), Ibn Asakir (w571H/1175M), Ibn Abi Bakr (w741H/1340M) dan al-Dhahabi (w747H/1346M). Mereka ini sebenarnya telah mengambil cerita Abdullah ibn Saba&#8217; dari satu sumber iaitu Sayf ibn Umar dalam bukunya al-Futuh al-kabir wa al-riddah dan al-Jamal wal-masir Aishah wa Ali [Murtadha Askari, Abdullah ibn Saba' wa digar afsanehaye tarikhi, Tehran, 1360 H].Sayf adalah seorang penulis yang tidak dipercayai oleh kebanyakan penulis-penulis rijal seperti Yahya ibn Mu&#8217;in (w233/847H), Abu Dawud (w275H/888M), al-Nasai (w303H/915M), Ibn Abi Hatim (w327H/938M), Ibn al-Sukn (w353H/964M), Ibn Hibban (w354H/965M), al-Daraqutni (w385H/995M), al-Hakim (w405H/1014M), al-Firuzabadi (w817H/1414M), Ibn Hajar (w852H/1448M), al-Suyuti (w911H/1505M, dan al-Safi al-Din (w923H/1517M).</div>
<div>Tapi memang jika kelompok Syi&#8217;ah Ali yang merupakan sahabat Nabi disebut taqlid terhadap ajaran Abdullah bin Saba&#8217; aneh juga. Sebab Sahabat Nabi adalah satu generasi terbaik. Mereka mungkin bisa terperdaya oleh taktik pecah-belah yang dilakukan Abdullah bin Saba&#8217;. Tapi jika mengikuti ajaran buatan Abdulllah bin Saba&#8217; yaitu Syi&#8217;ah yang sesat itu sangat aneh. Apa kemudian Hasan, Husen, <a title="Ali bin Husain" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain">Ali bin Husain</a> (<a title="658" href="http://id.wikipedia.org/wiki/658">658</a>–<a title="713" href="http://id.wikipedia.org/wiki/713">713</a>), Muhammad bin Ali (<a title="676" href="http://id.wikipedia.org/wiki/676">676</a>–<a title="743" href="http://id.wikipedia.org/wiki/743">743</a>), juga dikenal dengan <a title="Muhammad al-Baqir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Baqir">Muhammad al-Baqir</a>, Jafar bin Muhammad (<a title="703" href="http://id.wikipedia.org/wiki/703">703</a>–<a title="765" href="http://id.wikipedia.org/wiki/765">765</a>), juga dikenal dengan <a title="Ja'far ash-Shadiq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq">Ja&#8217;far ash-Shadiq</a> yang merupakan keturunan Nabi akhirnya tertipu mengikuti ajaran sesat Abdullah bin Saba&#8217;?</div>
<div>Apalagi Imam Ja&#8217;far Ash Shadiq pendiri Madzhab Ja&#8217;fariyah merupakan guru dari Imam Hanafi dan Imam Malik yang merupakan 2 tokoh dari 4 Madzhab Sunni. Tak mungkin beliau tertipu oleh Yahudi. Prof. Dr Quraish Shihab meragukan tuduhan para sahabat dan keturunan Nabi taqlid terhadap ajaran Syi&#8217;ah buatan Yahudi lewat bukunya &#8220;“Sunni-Syiah Bergandengan Tangan, Mungkinkah ?&#8221;</div>
<div>Ada pula yang menuding bahwa Imam Ja&#8217;far menolak dijadikan Imam oleh Syi&#8217;ah. Jika itu benar, harusnya Imam Ja&#8217;far menolak secara terbuka sehingga kaum Syi&#8217;ah membatalkannya menjadi Imam. Bahkan jika perlu menulis 1 buku kesesatan Syi&#8217;ah karena ini adalah perkara besar:</div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq">http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq</a></div>
<div></div>
<div>Ada Syi&#8217;ah yang sesat, agak sesat, dan ada juga yang lurus. Terhadap Syi&#8217;ah yang menTuhankan Ali, menganggap Al Qur&#8217;an palsu kita nyatakan itu adalah kafir. Yang menghina sahabat dan istri Nabi &#8216;Aisyah itu sesat dan kita ajak mereka agar menghentikan hal itu dengan baik-baik. Tapi terhadap yang lurus, hendaknya kita juga bertoleransi meski ummat Islam tetap harus lurus sesuai Al Qur&#8217;an dan Hadits.</div>
<div>Ada pun dalil-dalil untuk menyesatkan bahkan mengkafirkan Syi&#8217;ah selain ada yang benar, ada juga yang dusta. Jika Syi&#8217;ah itu memang kafir seluruhnya, tentu Jema&#8217;ah Iran yang 99% Syi&#8217;ah itu tidak boleh pergi Haji untuk menginjak Tanah Suci Mekkah karena Mekkah itu haram bagi orang-orang kafir. Toh nyatanya kaum Syi&#8217;ah dari dulu hingga tahun 2011 kemarin tetap berhaji dan umrah ke tanah Suci. Iran mendapat kuota Haji 50 ribu orang dari pemerintah Arab Saudi.</div>
<div>
<p>Pernyataan bahwa Al Kafi adalah Kitab Hadits yang setara dengan Sahih Bukhari dan Muslim juga menyesatkan karena menurut Ulama Syi&#8217;ah sendiri 58% dari hadits di Al Kafi adalah dhoif/palsu. Sementara Kulayni sendiri menyatakan hadits yang sesuai dengan Al Qur&#8217;an terimalah dan hadits yang berlawanan dengan Al Qur&#8217;an tolaklah. Silahkan lihat:</p>
<p>Kulayni also states, in reference to hadiths:<br />
&#8220;whatever (hadith) agrees with the Book of God (the Qur&#8217;an), accept it. And whatever contradicts it, reject it&#8221;<br />
Mulla Baqir Majlisi stating in his commentary on al-Kafi, named Mir’at al-’Uqul, that 58% of narrations in al-Kafi are unreliable.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kitab_al-Kafi">http://en.wikipedia.org/wiki/Kitab_al-Kafi</a></p>
<p>Jika Bukhari dari 200 ribu hadits akhirnya hanya memuat sekitar 7000 hadits. Kulayni mengumpulkan hadits apa adanya tanpa menyaringnya.</p>
<p>Menurut Ulama Syi&#8217;ah Zayn al-Din al-`Amili, yang dikenal sebagai al-Shahid al-Thani (911-966/1505-1559), yang meneliti sanad Al Kafi,  5.072 hadits dinyatakan Sahih, 144 hadits Hasan, 1118 muwaththoq, 302 hadits qowi, dan 9.485 dhaif/lemah. Karena itulah mungkin Kitab Syi&#8217;ah tersebut jarang didapat karena perlu ulama untuk menentukan kesahihannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<h1>Membongkar Kesesatan Syiah</h1>
<p>Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari, Lc.</p>
<div>
<p>Serupa tapi tak sama. Barangkali ungkapan ini tepat untuk menggambarkan Islam dan kelompok Syi’ah. Secara fisik, memang sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Namun jika ditelusuri -terutama dari sisi aqidah- perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga, tidak mungkin disatukan.</p>
<p>Apa Itu Syi’ah?<br />
Syi’ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah, 3/61, karya Azhari dan Tajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi. Dinukil dari kitab Firaq Mu’ashirah, 1/31, karya Dr. Ghalib bin ‘Ali Al-Awaji)</p>
<p>Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal, 2/113, karya Ibnu Hazm)</p>
<p>Syi’ah, dalam sejarahnya mengalami beberapa pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok ini terpecah menjadi lima sekte yaitu Kaisaniyyah, Imamiyyah (Rafidhah), Zaidiyyah, Ghulat, dan Isma’iliyyah. Dari kelimanya, lahir sekian banyak cabang-cabangnya. (Al-Milal Wan Nihal, hal. 147, karya Asy-Syihristani)</p>
<p>Dan tampaknya yang terpenting untuk diangkat pada edisi kali ini adalah sekte Imamiyyah atau Rafidhah, yang sejak dahulu hingga kini berjuang keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Dengan segala cara, kelompok sempalan ini terus menerus menebarkan berbagai macam kesesatannya. Terlebih lagi kini didukung dengan negara Iran-nya.<br />
Rafidhah , diambil dari yang menurut etimologi bahasa Arab bermakna , meninggalkan (Al-Qamus Al-Muhith, hal. 829).</p>
<p>Sedangkan dalam terminologi syariat bermakna: Mereka yang menolak imamah (kepemimpinan) Abu Bakr dan ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, berlepas diri dari keduanya, dan mencela lagi menghina para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Badzlul Majhud fi Itsbati Musyabahatir Rafidhati lil Yahud, 1/85, karya Abdullah Al-Jumaili)</p>
<p>Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata:<br />
“Aku telah bertanya kepada ayahku, siapa Rafidhah itu? Maka beliau menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar’.” (Ash-Sharimul Maslul ‘Ala Syatimir Rasul hal. 567, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)</p>
<p>Sebutan “Rafidhah” ini erat kaitannya dengan Zaid bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abu Thalib dan para pengikutnya ketika memberontak kepada Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan di tahun 121 H. (Badzlul Majhud, 1/86)</p>
<p>Asy-Syaikh Abul Hasan Al-Asy’ari berkata:<br />
“Zaid bin ‘Ali adalah seorang yang melebihkan ‘Ali bin Abu Thalib atas seluruh shahabat Rasulullah, mencintai Abu Bakr dan ‘Umar, dan memandang bolehnya memberontak1 terhadap para pemimpin yang jahat. Maka ketika ia muncul di Kufah, di tengah-tengah para pengikut yang membai’atnya, ia mendengar dari sebagian mereka celaan terhadap Abu Bakr dan ‘Umar. Ia pun mengingkarinya, hingga akhirnya mereka (para pengikutnya) meninggalkannya. Maka ia katakan kepada mereka:</p>
<p>“Kalian tinggalkan aku?” Maka dikatakanlah bahwa penamaan mereka dengan Rafidhah dikarenakan perkataan Zaid kepada mereka “Rafadhtumuunii.” (Maqalatul Islamiyyin, 1/137). Demikian pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (13/36).</p>
<p>Rafidhah pasti Syi’ah, sedangkan Syi’ah belum tentu Rafidhah. Karena tidak semua Syi’ah membenci Abu Bakr dan ‘Umar sebagaimana keadaan Syi’ah Zaidiyyah.</p>
<p>Rafidhah ini terpecah menjadi beberapa cabang, namun yang lebih ditonjolkan dalam pembahasan kali ini adalah Al-Itsna ‘Asyariyyah.</p>
<p>Siapakah Pencetusnya?<br />
Pencetus pertama bagi faham Syi’ah Rafidhah ini adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan’a) yang bernama Abdullah bin Saba’ Al-Himyari, yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan.2</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:<br />
“Asal Ar-Rafdh ini dari munafiqin dan zanadiqah (orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran, pen). Pencetusnya adalah Abdullah bin Saba’ Az-Zindiq. Ia tampakkan sikap ekstrim di dalam memuliakan ‘Ali, dengan suatu slogan bahwa ‘Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala dosa, pen).” (Majmu’ Fatawa, 4/435)</p>
<p>Sesatkah Syi’ah Rafidhah ?<br />
Berikut ini akan dipaparkan prinsip (aqidah) mereka dari kitab-kitab mereka yang ternama, untuk kemudian para pembaca bisa menilai sejauh mana kesesatan mereka.</p>
<p>a. Tentang Al Qur’an<br />
Di dalam kitab Al-Kaafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih Al-Bukhari di sisi kaum muslimin), karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (2/634), dari Abu Abdullah (Ja’far Ash-Shadiq), ia berkata : “Sesungguhnya Al Qur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (ada) 17.000 ayat.”</p>
<p>Di dalam Juz 1, hal 239-240, dari Abu Abdillah ia berkata: “…Sesungguhnya di sisi kami ada mushaf Fathimah ‘alaihas salam, mereka tidak tahu apa mushaf Fathimah itu. Abu Bashir berkata: ‘Apa mushaf Fathimah itu?’ Ia (Abu Abdillah) berkata: ‘Mushaf 3 kali lipat dari apa yang terdapat di dalam mushaf kalian. Demi Allah, tidak ada padanya satu huruf pun dari Al Qur’an kalian…’.”<br />
(Dinukil dari kitab Asy-Syi’ah Wal Qur’an, hal. 31-32, karya Ihsan Ilahi Dzahir)</p>
<p>Bahkan salah seorang “ahli hadits” mereka yang bernama Husain bin Muhammad At-Taqi An-Nuri Ath-Thabrisi telah mengumpulkan sekian banyak riwayat dari para imam mereka yang ma’shum (menurut mereka), di dalam kitabnya Fashlul Khithab Fii Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbab, yang menjelaskan bahwa Al Qur’an yang ada ini telah mengalami perubahan dan penyimpangan.</p>
<p>b. Tentang shahabat Rasulullah<br />
Diriwayatkan oleh Imam Al-Jarh Wat Ta’dil mereka (Al-Kisysyi) di dalam kitabnya Rijalul Kisysyi (hal. 12-13) dari Abu Ja’far (Muhammad Al-Baqir) bahwa ia berkata: “Manusia (para shahabat) sepeninggal Nabi, dalam keadaan murtad kecuali tiga orang,” maka aku (rawi) berkata: “Siapa tiga orang itu?” Ia (Abu Ja’far) berkata: “Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi…” kemudian menyebutkan surat Ali Imran ayat 144. (Dinukil dari Asy-Syi’ah Al-Imamiyyah Al-Itsna ‘Asyariyyah Fi Mizanil Islam, hal. 89)</p>
<p>Ahli hadits mereka, Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini berkata: “Manusia (para shahabat) sepeninggal Nabi dalam keadaan murtad kecuali tiga orang: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi.” (Al-Kafi, 8/248, dinukil dari Asy-Syi’ah Wa Ahlil Bait, hal. 45, karya Ihsan Ilahi Dzahir)</p>
<p>Demikian pula yang dinyatakan oleh Muhammad Baqir Al-Husaini Al-Majlisi di dalam kitabnya Hayatul Qulub, 3/640. (Lihat kitab Asy-Syi’ah Wa Ahlil Bait, hal. 46)</p>
<p>Adapun shahabat Abu Bakr dan ‘Umar, dua manusia terbaik setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka cela dan laknat. Bahkan berlepas diri dari keduanya merupakan bagian dari prinsip agama mereka. Oleh karena itu, didapati dalam kitab bimbingan do’a mereka (Miftahul Jinan, hal. 114), wirid laknat untuk keduanya:</p>
<p>Ya Allah, semoga shalawat selalu tercurahkan kepada Muhammad dan keluarganya, laknatlah kedua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar), setan dan thaghut keduanya, serta kedua putri mereka…(yang dimaksud dengan kedua putri mereka adalah Ummul Mukminin ‘Aisyah dan Hafshah)<br />
(Dinukil dari kitab Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18, karya As-Sayyid Muhibbuddin Al-Khatib)</p>
<p>Mereka juga berkeyakinan bahwa Abu Lu’lu’ Al-Majusi, si pembunuh Amirul Mukminin ‘Umar bin Al-Khaththab, adalah seorang pahlawan yang bergelar “Baba Syuja’uddin” (seorang pemberani dalam membela agama). Dan hari kematian ‘Umar dijadikan sebagai hari “Iedul Akbar”, hari kebanggaan, hari kemuliaan dan kesucian, hari barakah, serta hari suka ria. (Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18)</p>
<p>Adapun ‘Aisyah dan para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya, mereka yakini sebagai pelacur -na’udzu billah min dzalik-. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab mereka Ikhtiyar Ma’rifatir Rijal (hal. 57-60) karya Ath-Thusi, dengan menukilkan (secara dusta) perkataan shahabat Abdullah bin ‘Abbas terhadap ‘Aisyah: “Kamu tidak lain hanyalah seorang pelacur dari sembilan pelacur yang ditinggalkan oleh Rasulullah…” (Dinukil dari kitab Daf’ul Kadzibil Mubin Al-Muftara Minarrafidhati ‘ala Ummahatil Mukminin, hal. 11, karya Dr. Abdul Qadir Muhammad ‘Atha)</p>
<p>Demikianlah, betapa keji dan kotornya mulut mereka. Oleh karena itu, Al-Imam Malik bin Anas berkata: “Mereka itu adalah suatu kaum yang berambisi untuk menghabisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak mampu. Maka akhirnya mereka cela para shahabatnya agar kemudian dikatakan bahwa ia (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) adalah seorang yang jahat, karena kalau memang ia orang shalih, niscaya para shahabatnya adalah orang-orang shalih.” (Ash-Sharimul Maslul ‘ala Syatimirrasul, hal. 580)</p>
<p>c. Tentang Imamah (Kepemimpinan Umat)<br />
Imamah menurut mereka merupakan rukun Islam yang paling utama3. Diriwayatkan dari Al-Kulaini dalam Al-Kaafi (2/18) dari Zurarah dari Abu Ja’far, ia berkata: “Islam dibangun di atas lima perkara:… shalat, zakat, haji, shaum dan wilayah (imamah)…” Zurarah berkata: “Aku katakan, mana yang paling utama?” Ia berkata: “Yang paling utama adalah wilayah.” (Dinukil dari Badzlul Majhud, 1/174)</p>
<p>Imamah ini (menurut mereka -red) adalah hak ‘Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu dan keturunannya sesuai dengan nash wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun selain mereka (Ahlul Bait) yang telah memimpin kaum muslimin dari Abu Bakr, ‘Umar dan yang sesudah mereka hingga hari ini, walaupun telah berjuang untuk Islam, menyebarkan dakwah dan meninggikan kalimatullah di muka bumi, serta memperluas dunia Islam, maka sesungguhnya mereka hingga hari kiamat adalah para perampas (kekuasaan). (Lihat Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 16-17)</p>
<p>Mereka pun berkeyakinan bahwa para imam ini ma’shum (terjaga dari segala dosa) dan mengetahui hal-hal yang ghaib. Al-Khumaini (Khomeini) berkata: “Kami bangga bahwa para imam kami adalah para imam yang ma’shum, mulai ‘Ali bin Abu Thalib hingga Penyelamat Umat manusia Al-Imam Al-Mahdi, sang penguasa zaman -baginya dan bagi nenek moyangnya beribu-ribu penghormatan dan salam- yang dengan kehendak Allah Yang Maha Kuasa, ia hidup (pada saat ini) seraya mengawasi perkara-perkara yang ada.” (Al-Washiyyah Al-Ilahiyyah, hal. 5, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/192)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Minhajus Sunnah, benar-benar secara rinci membantah satu persatu kesesatan-kesesatan mereka, terkhusus masalah imamah yang selalu mereka tonjolkan ini.</p>
<p>d. Tentang Taqiyyah<br />
Taqiyyah adalah berkata atau berbuat sesuatu yang berbeda dengan keyakinan, dalam rangka nifaq, dusta, dan menipu umat manusia. (Lihat Firaq Mu’ashirah, 1/195 dan Asy-Syi’ah Al-Itsna ‘Asyariyyah, hal. 80)</p>
<p>Mereka berkeyakinan bahwa taqiyyah ini bagian dari agama. Bahkan sembilan per sepuluh agama. Al-Kulaini meriwayatkan dalam Al-Kaafi (2/175) dari Abu Abdillah, ia berkata kepada Abu Umar Al-A’jami: “Wahai Abu ‘Umar, sesungguhnya sembilan per sepuluh dari agama ini adalah taqiyyah, dan tidak ada agama bagi siapa saja yang tidak ber-taqiyyah.” (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/196)</p>
<p>Oleh karena itu Al-Imam Malik ketika ditanya tentang mereka beliau berkata:<br />
“Jangan kamu berbincang dengan mereka dan jangan pula meriwayatkan dari mereka, karena sungguh mereka itu selalu berdusta.”</p>
<p>Demikian pula Al-Imam Asy-Syafi’i berkata:<br />
“Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Rafidhah dalam persaksian palsu.” (Mizanul I’tidal, 2/27-28, karya Al-Imam Adz-Dzahabi)</p>
<p>e. Tentang Raj’ah<br />
Raj’ah adalah keyakinan hidupnya kembali orang yang telah meninggal. ‘Ahli tafsir’ mereka, Al-Qummi ketika menafsirkan surat An-Nahl ayat 85, berkata: “Yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah raj’ah, kemudian menukil dari Husain bin ‘Ali bahwa ia berkata tentang ayat ini: ‘Nabi kalian dan Amirul Mukminin (‘Ali bin Abu Thalib) serta para imam ‘alaihimus salam akan kembali kepada kalian’.” (Dinukil dari kitab Atsarut Tasyayyu’ ‘Alar Riwayatit Tarikhiyyah, hal. 32, karya Dr. Abdul ‘Aziz Nurwali)</p>
<p>f. Tentang Al-Bada’<br />
Al-Bada’ adalah mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Mereka berkeyakinan bahwa Al-Bada’ ini terjadi pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan mereka berlebihan dalam hal ini. Al-Kulaini dalam Al-Kaafi (1/111), meriwayatkan dari Abu Abdullah (ia berkata): “Tidak ada pengagungan kepada Allah yang melebihi Al-Bada’.” (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/252). Suatu keyakinan kafir yang sebelumnya diyakini oleh Yahudi4.</p>
<p>Demikianlah beberapa dari sekian banyak prinsip Syi’ah Rafidhah, yang darinya saja sudah sangat jelas kesesatan dan penyimpangannya. Namun sayang, tanpa rasa malu Al-Khumaini (Khomeini) berkata: “Sesungguhnya dengan penuh keberanian aku katakan bahwa jutaan masyarakat Iran di masa sekarang lebih utama dari masyarakat Hijaz (Makkah dan Madinah, pen) di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan lebih utama dari masyarakat Kufah dan Iraq di masa Amirul Mukminin (‘Ali bin Abu Thalib) dan Husein bin ‘Ali.” (Al-Washiyyah Al-Ilahiyyah, hal. 16, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, hal. 192)</p>
<p>Perkataan Ulama tentang Syi’ah Rafidhah<br />
Asy-Syaikh Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili di dalam kitabnya Al-Intishar Lish Shahbi Wal Aal (hal. 100-153) menukilkan sekian banyak perkataan para ulama tentang mereka. Namun dikarenakan sangat sempitnya ruang rubrik ini, maka hanya bisa ternukil sebagiannya saja.</p>
<p>1. Al-Imam ‘Amir Asy-Sya’bi berkata:<br />
“Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih dungu dari Syi’ah.” (As-Sunnah, 2/549, karya Abdullah bin Al-Imam Ahmad)</p>
<p>2. Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri ketika ditanya tentang seorang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar, beliau berkata:<br />
“Ia telah kafir kepada Allah.” Kemudian ditanya: “Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?” Beliau berkata: “Tidak, tiada kehormatan (baginya)….” (Siyar A’lamin Nubala, 7/253)</p>
<p>3. Al-Imam Malik dan Al-Imam Asy-Syafi’i, telah disebut di atas.</p>
<p>4. Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata:<br />
“Aku tidak melihat dia (orang yang mencela Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Aisyah) itu orang Islam.” (As-Sunnah, 1/493, karya Al-Khallal)</p>
<p>5. Al-Imam Al-Bukhari berkata:<br />
“Bagiku sama saja apakah aku shalat di belakang Jahmi, dan Rafidhi atau di belakang Yahudi dan Nashara (yakni sama-sama tidak boleh -red). Mereka tidak boleh diberi salam, tidak dikunjungi ketika sakit, tidak dinikahkan, tidak dijadikan saksi, dan tidak dimakan sembelihan mereka.” (Khalqu Af’alil ‘Ibad, hal. 125)</p>
<p>6. Al-Imam Abu Zur’ah Ar-Razi berkata:<br />
“Jika engkau melihat orang yang mencela salah satu dari shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ketahuilah bahwa ia seorang zindiq. Yang demikian itu karena Rasul bagi kita haq, dan Al Qur’an haq, dan sesungguhnya yang menyampaikan Al Qur’an dan As Sunnah adalah para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh mereka mencela para saksi kita (para shahabat) dengan tujuan untuk meniadakan Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka (Rafidhah) lebih pantas untuk dicela dan mereka adalah zanadiqah.” (Al-Kifayah, hal. 49, karya Al-Khathib Al-Baghdadi)</p>
<p>Demikianlah selayang pandang tentang Syi’ah Rafidhah, mudah-mudahan bisa menjadi pelita dalam kegelapan dan embun penyejuk bagi pencari kebenaran…Amin.</p>
<p>Sumber : http://www.asysyariah.com</p>
<p><a href="http://shirotholmustaqim.wordpress.com/2012/01/14/membongkar-kesesatan-syiah/">http://shirotholmustaqim.wordpress.com/2012/01/14/membongkar-kesesatan-syiah/</a></p>
</div>
</div>
<div></div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sesuai berita di atas, Syi&#8217;ah ada yang sesat, ada yang agak sesat, dan ada pula yang lurus.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/2058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/2058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/2058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/2058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/2058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/2058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/2058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/2058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/2058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/2058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/2058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/2058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/2058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/2058/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2058&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/21/rekomendasi-mui-tentang-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagai Hadits Tentang Dajjal</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/20/berbagai-hadits-tentang-dajjal/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/20/berbagai-hadits-tentang-dajjal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 08:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Hari Akhir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=2052</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang Kiamat, akan muncul Dajjal (bahasa Arab: الدّجّال al-dajjāl). Artinya pembohong besar. Bisa disebut juga sebagai Al Masih Dajjal. Dajjal ini kelak akan diperangi oleh Imam Mahdi dan Nabi Isa. Ciri-cirinya menurut berbagai hadits adalah sebagai berikut. Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda keturunan Yahudi yang rambutnya sangat keriting, matanya menonjol, seolah-olah saya menyamakannya dengan Abul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2052&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Menjelang Kiamat, akan muncul Dajjal (bahasa Arab: الدّجّال al-dajjāl). Artinya pembohong besar. Bisa disebut juga sebagai Al Masih Dajjal. Dajjal ini kelak akan diperangi oleh Imam Mahdi dan Nabi Isa.<br />
Ciri-cirinya menurut berbagai hadits adalah sebagai berikut. Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda keturunan Yahudi yang rambutnya sangat keriting, matanya menonjol, seolah-olah saya menyamakannya dengan Abul &#8216;Uzza bin Qathan. Dajjal itu akan keluar di Khallah, suatu jalanan yang terletak antara Syam dan Irak, kemudian dia membuat kerusakan besar. Badannya besar dan berwarna merah.</p>
<p style="text-align:justify;">Isa Al Masih akan menemukannya di Luddin dan membunuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2052"></span>Dari Annawwas bin Sam&#8217;an r.a., katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. menyebut-nyebutkan perihal Dajjal pada suatu pagi. Beliau s.a.w. menguraikan Dajjal itu kadang-kadang suaranya direndahkan dan kadang-kadang diperkeraskan dan Dajjal itu sendiri oleh beliau s.a.w. kadang-kadang dihinanya, tetapi kadang-kadang diperbesarkan hal ihwalnya sebab amat besarnya fitnah yang akan ditimbulkan olehnya itu, sehingga kita semua mengira seolah-olah Dajjal itu sudah ada di kelompok pohon kurma. Setelah pada suatu ketika kita pergi ke tempatnya, beliau s.a.w. kiranya telah mengetahui apa yang ada di dalam perasaan kita, lalu bertanya: &#8220;Ada persoalan apakah engkau semua ini?&#8221; Kita menjawab: &#8220;Ya Rasulullah, Tuan menyebut-nyebutkan Dajjal pada suatu pagi, Tuan merendahkan serta mengeraskan suara dan Dajjal itu Tuan hinakan, juga Tuan perbesarkan peristiwanya karena besarnya fitnah yang akan ditimbulkan olehnya, sehingga kita semua mengira bahwa ia sudah ada di kelompok pohon kurma.&#8221; Beliau s.a.w. lalu bersabda: &#8220;Kecuali Dajjal, itulah yang paling saya takutkan kalau menimpa atas dirimu semua. Jikalau ia keluar dan saya masih ada di kalangan engkau semua, maka sayalah penantangnya untuk melindungi engkau semua. Tetapi jikalau ia keluar dan saya sudah tidak ada di kalangan engkau semua, maka setiap manusia adalah sebagai penantang guna melindungi dirinya sendiri dan Allah adalah penggantiku dalam melindungi setiap orang Muslim. Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda yang rambutnya sangat keriting, matanya menonjol, seolah-olah saya menyamakannya dengan Abul &#8216;Uzza bin Qathan. Maka barangsiapa yang dapat bertemu dengannya, maka hendaklah membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi. Dajjal itu akan keluar di Khallah, suatu jalanan yang terletak antara Syam dan Irak, lalu membuat kerusakan di bagian sebelah kanannya dan juga membuat kerusakan di bagian sebelah kirinya. Maka itu hai hamba-hamba Allah, tetapkanlah keimananmu semua.&#8221; Kita para sahabat bertanya: &#8220;Ya Rasulullah, berapa lama ia menetap di bumi?&#8221; Beliau s.a.w. menjawab: &#8220;Empat puluh hari, yang sehari -hari pertama- itu lamanya sama dengan setahun, yang sehari lagi -hari kedua- lamanya seperti sebulan, yang sehari sesudah itu -hari ketiga- seperti sejum&#8217;at -yakni seminggu, sedang hari-hari yang selain tiga hari itu adalah sebagaimana keadaan hari-hari pada masamu sekarang ini.&#8221; Kita bertanya lagi: &#8220;Ya Rasulullah, dalam sehari yang panjang waktunya sebagaimana setahun itu, apakah kita cukup mengerjakan seperti shalat sehari saja -yakni lima waktu?&#8221; Beliau s.a.w. menjawab: &#8220;Tidak cukup, maka itu perkirakanlah menurut kadar jaraknya masing-masing.&#8221; Jadi tetap lima kali dalam perkiraan sehari seperti sekarang. Kita bertanya pula: &#8220;Ya Rasulullah, bagaimanakah kecepatannya dalam menjelajah bumi?&#8221; Beliau s.a.w. bersabda: &#8220;Yaitu bagaikan hujan yang didorong oleh angin dari arah belakangnya. Dajjal itu datang kepada sesuatu kaum, lalu ia mengajak mereka, kemudian mereka itu beriman padanya dan mengikuti apa yang dikehendaki olehnya. Ia menyuruh langit supaya menurunkan hujan, lalu turunlah hujan, ia menyuruh bumi supaya menumbuhkan tanaman, lalu tumbuhlah tanamannya. Selanjutnya kembalilah ternak-ternak mereka tergembala di situ dalam keadaan bergumbul -atau berpunuk- sepanjang -atau sebesar- yang pernah ada, juga mempunyai tetek sekenyang yang pernah ada -yakni penuh air susu- dan terpanjang pantatnya -sebab semuanya kenyang. Seterusnya datanglah Dajjal itu pada sesuatu kaum, lalu mereka ini diajaknya mengikuti kehendaknya, tetapi mereka menolak, kemudian kembalilah Dajjal itu meninggalkan mereka. Kaum yang menolak ini -karena ketetapan keimanannya- pada keesokan harinya telah menjadi kering daerahnya -seolah-olah telah lama tidak kehujanan dan kosong sama sekali dari rumput dan tanaman lain-lain, juga tidak lagi mereka memiliki harta benda sedikitpun. Dajjal itu lalu berjalan melalui puing-puing -bekas istana yang rusak-rusak-, kemudian ia berkata: &#8220;Keluarkanlah harta-harta simpananmu,&#8221; tiba-tiba harta-harta di situ dapat diambil dan mengikuti perjalanan Dajjal itu sebagaimana lebah-lebah mengikuti rajanya. Setelah itu Dajjal memanggil seorang pemuda yang penuh jiwa kepemudaannya -menurut riwayat yang dimaksudkan ialah Al-Hidhr-, lalu ia memukul pemuda ini dengan pedang, sehingga terpotonglah tubuhnya menjadi dua bagian dengan kecepatan bagaikan lemparan anak panah pada sasarannya. Tetapi Dajjal lalu memanggil pemuda yang sudah mati itu, lalu ia hidup kembali dan menghadapnya, sedang wajahnya berseri-seri sambil tertawa. Dalam keadaan sebagaimana di atas itu, tiba-tiba Allah Ta&#8217;ala mengutus Isa al-Masih putera Maryam. Ia turun di menara -atau rumah tinggi- putih warnanya, yang terletak di sebelah selatan Damsyik, yaitu mengenakan dua lembar pakaian yang bersumba, dengan meletakkan kedua tapak tangannya atas sayap dua malaikat. Jikalau ia menundukkan kepalanya, maka mencucurlah air dari kepalanya itu, sedang apabila ia mengangkatnya, maka berjatuhanlah daripadanya permata-permata besar bagaikan mutiara. Maka tiada seorang kafirpun yang berdiam di sesuatu tempat yang dapat mencium bau tubuhnya itu, melainkan ia pasti mati dan jiwanya itu terhenti sejauh terhentinya pandangan matanya. Selanjutnya al-Masih mencari Dajjal itu sehingga dapat menemukannya di pintu gerbang negeri Luddin, kemudian ia membunuhnya. Seterusnya Isa a.s. mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari kejahatan Dajjal itu, lalu ia mengusap wajah-wajah mereka -maksudnya melapangkan kesukaran-kesukaran yang mereka alami selama kekuasaan Dajjal tersebut- dan ia memberitahukan kepada mereka bahwa mereka akan memperoleh derajat yang tinggi dalam syurga. Dalam keadaan yang sedemikian itu lalu Allah memberikan wahyu kepada Isa a.s. bahwasanya Aku -Allah- telah mengeluarkan beberapa orang hambaKu yang tiada kekuasaan bagi siapapun untuk menentang serta berlawanan perang dengan mereka itu. Maka itu kumpulkanlah hamba-hambaKu -yang menjadi kaum mu&#8217;minin- itu ke gunung Thur. Orang-orang yang dikeluarkan oleh Allah itu ialah bangsa Ya&#8217;juj dan Ma&#8217;juj. Mereka itu mengalir secara cepat sekali dari setiap tempat yang tinggi. Kemudian berjalanlah barisan pertama dari mereka itu di danau Thabariyah, lalu minum airnya, selanjutnya berjalanlah barisan terakhir dari mereka lalu mereka ini berkata: &#8220;Danau ini tentunya tadi masih ada airnya -dan kini sudah habis.&#8221; Nabiyullah Isa a.s. serta sekalian sahabat-sahabatnya dikurung -yakni dikepung dari segala jurusan sehingga tidak dapat keluar-, sampai-sampai nilai sebuah kepala lembu bagi seorang diantara mereka itu adalah lebih berharga dari seratus uang dinar emas bagi seorang diantara engkau semua pada hari ini. Nabiyullah Isa a.s. dan sahabat-sahabatnya radhiallahu &#8216;annum semuanya merendahkan diri kepada Allah Ta&#8217;ala memohonkan agar kesukaran itu segera dilenyapkan. Allah Ta&#8217;ala lalu menurunkan ulat atas bangsa Ya&#8217;juj dan Ma&#8217;juj tadi di leher-leher mereka, kemudian menjadilah mereka itu sebagai korban yang mati seluruhnya dalam waktu sekaligus, seperti kematian seorang manusia. Nabiyullah Isa a.s. serta sahabat-sahabatnya radhiallahu &#8216;anhum lalu turun ke bumi. Mereka tidak menemukan sejengkal tanahpun di bumi itu melainkan terpenuhi oleh bau busuk dan bau bacin mayat-mayat bangsa-bangsa Ya&#8217;juj dan Ma&#8217;juj tadi. Selanjutnya Nabiyullah Isa a.s. dan sahabat-sahabatnya radhiallahu &#8216;annum sama merendahkan diri lagi kepada Allah Ta&#8217;ala sambil memohonkan agar mayat-mayat mereka dilenyapkan. Allah Ta&#8217;ala menurunkan burung sebesar batang-batang leher unta dan burung inilah yang membawa mereka lalu meletakkan mereka itu di sesuatu tempat yang telah dikehendaki oleh Allah. Seterusnya Allah &#8216;Azza-wajalla lalu menurunkan hujan yang tidak tertutup daripadanya tempat yang bertanah keras ataupun yang lunak -yakni semuanya pasti terkena siraman hujan itu-, kemudian hujan itu membasuh merata di bumi sehingga menyebabkan bumi itu bersih bagaikan kaca. Kepada bumi itu lalu dikatakan: &#8220;Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan luapkanlah keberkahanmu.&#8221; Maka pada saat itu sekelompok manusia cukup makan dari sebiji buah delima saja -karena amat besarnya. Merekapun dapat bernaung di bawah kulit tempurung delima tadi dan dikaruniakanlah keberkahan dalam air susu, sehingga sesungguhnya seekor unta yang mengandung air susu sesungguhnya dapat mencukupi segolongan besar dari para manusia, seekor lembu yang mengandung air susu dapat mencukupi sekabilah manusia, sedang seekor kambing yang mengandung susu dapat mencukupi sedesa manusia. Seterusnya di waktu mereka dalam keadaan yang sedemikian itu, tiba-tiba Allah Ta&#8217;ala mengirimkan angin yang sejuk nyaman, lalu angin itu mengambil nyawa kaum mu&#8217;minin itu dari bawah ketiaknya. Jadi angin itulah yang mencabut jiwa setiap orang mu&#8217;min dan setiap orang muslim. Kini yang tertinggal adalah golongan manusia yang jahat-jahat yang saling bercampur-baur -antara lelaki dan perempuan- sebagaimana bercampur baurnya sekelompok keledai. Maka di atas mereka inilah menjelang tibanya hari kiamat.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Hadits di atas ternyata beraksi selama 14 bulan dan 14 hari. Namun kerusakannya luar biasa. Namun di era bom nuklir sekarang ini kita paham bahwa waktu seperti itu cukup lama untuk berbuat kerusakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dajjal awalnya cuma mengaku sebagai Nabi. Setelah itu dia mengaku sebagai Tuhan:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Al Bahili, “Di awal kemunculannya, ia berkata: ‘Aku adalah Nabi. Padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata: ‘Aku adalah Rabb kalian’, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati.” (HR. Ibnu Majjah. II/512-516)</p>
<p><strong>Dajjal buta sebelah matanya. Dan di antara kedua matanya tertulis huruf Kaf, Fa, dan Ro (Kafir).</strong></p>
<p>Dari Anas r.a., katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Tiada seorang Nabipun yang diutus oleh Allah, melainkan ia benar-benar memberikan peringatan kepada umatnya tentang makhluk yang buta sebelah matanya serta maha pendusta. Ingatlah sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya dan sesungguhnya Tuhanmu &#8216;Azzawajalla semua itu tidaklah buta sebelah mata seperti Dajjal. Di antara kedua matanya itu tertulislah huruf-huruf kaf, fa&#8217;, ra&#8217; -yakni kafir.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p><strong>Dajjal juga membawa air (surga) dan api (neraka). Apa yang kita lihat sebagai api, ternyata air. Sedang yang kita lihat seperti air, ternyata api:</strong></p>
<p>Dari Buraidah r.a., katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Tidakkah engkau semua suka saya beritahu perihal Dajjal, yaitu yang belum pernah diberitahukan oleh seorang Nabipun kepada kaumnya. Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya dan sesungguhnya ia datang dengan sesuatu sebagai perumpamaan syurga dan neraka. Maka yang ia katakan bahwa itu adalah syurga, sebenarnya adalah neraka.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah s.a.w. menyebut-nyebutkan Dajjal di hadapan orang banyak, lalu berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah itu tidak buta sebelah matanya. Ingatlah bahwa sesungguhnya al-Masih Dajjal itu buta sebelah matanya yang sebagian kanan, seolah-olah matanya itu adalah sebuah biji anggur yang menonjol.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Rib&#8217;iy bin Hirasy, katanya: &#8220;Saya berangkat dengan Abu Mas&#8217;ud al-Anshari ke tempat Hudzaifah al-Yaman ra, lalu Abu Mas&#8217;ud berkata kepadanya: &#8220;Beritahukanlah kepadaku apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah s.a.w. perihal Dajjal.&#8221; Hudzaifah lalu berkata: &#8220;Nabi s.a.w. bersabda: &#8220;Sesungguhnya Dajjal itu keluar dan sesungguhnya beserta Dajjal itu ada air dan api. Adapun yang dilihat oleh para manusia sebagai air, maka sebenarnya itu adalah api yang membakar, sedang apa yang dilihat oleh para manusia sebagai api, maka sebenarnya itu adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang menemui Dajjal diantara engkau semua, hendaklah masuk dalam benda yang dilihatnya sebagai api, karena sesungguhnya ini adalah air tawar dan nyaman sekali.&#8221; Setelah itu Abu Mas&#8217;ud berkata: &#8220;Sayapun benar-benar pernah mendengar yang seperti itu.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abdullah bin &#8216;Amr bin al-&#8217;Ash ra, katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Dajjal itu akan keluar kepada umatku kemudian menetap selama empat puluh lamanya, tetapi saya tidak mengerti apakah itu empat puluh hari atau empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah mengutus Isa putera Maryam a.s. lalu ia mencari Dajjal kemudian merusakkannya -yakni membunuhnya. Kemudian para manusia itu menetap selama tujuh tahun di saat itu tidak ada permusuhan sama sekali antara dua orang manusiapun. Selanjutnya Allah &#8216;Azzawajalla mengutus angin yang dingin dari arah Syam (Palestina). Maka tidak ada seorangpun yang menetap di atas permukaan bumi yang dalam hati orang itu ada timbangan seberat semut kecil dari kebaikan atau keimanan, melainkan pasti akan dicabut nyawanya sehingga andaikata salah seorang dari engkau semua ada yang masuk di dalam perut gunung, juga pasti akan dimasuki oleh angin tadi, sampai dapat tercabut nyawanya. Akhirnya yang ketinggalan adalah manusia-manusia yang buruk kelakuannya yang suka cepat-cepat melakukan keburukan dan kezaliman sampai dapat diumpamakan sebagai keringanan burung yang sedang terbang atau angan-angan binatang buas yang hendak memangsa. Orang-orang tersebut tidak mengerti apa-apa yang baik dan tidak mengingkari apa-apa yang buruk -yakni kemungkaran dibiarkan belaka. Seterusnya lalu muncullah syaitan yang menjelma sebagai manusia lalu berkata: &#8220;Alangkah baiknya kalau engkau semua suka mengikuti perintahku?&#8221; Orang-orang sama berkata: &#8220;Apakah yang engkau perintahkan kepada kita?&#8221; Kemudian syaitan tersebut mengajak mereka menyembah berhala-berhala. Keadaan para manusia di saat itu adalah sangat luas rezekinya, senang hidupnya. Selanjutnya ditiupkanlah dalam sangkakala, maka tiada seorangpun yang mendengarnya melainkan ia menurunkan lehernya yang sebelah dan mengangkat yang sebelah lainnya. Pertama-tama orang yang mendengarnya itu ialah seorang yang sedang memperbaiki pelur kolam untanya, lalu ia tidak sadarkan diri dan semua manusia di sekitarnyapun tidak sadarkan diri -terus mati. Kemudian Allah mengirimkan atau sabdanya: Menurunkan hujan bagaikan rintik-rintik atau bagaikan bayangan, lalu dari air itu tumbuhlah seluruh tubuh para manusia, terus ditiupkanlah pula sekali lagi sangkakala tersebut tiba-tiba orang-orang itu sama berdiri bangun sambil memperhatikan keadaan di waktu itu, kemudian ada yang mengucapkan: &#8220;Hai sekalian manusia, marilah sama mendekat di hadapan Tuhanmu semua,&#8221; dan kepada semua malaikat diperintahkan: &#8220;Hentikan dulu orang-orang itu, sebab sesungguhnya mereka akan ditanya lebih dulu.&#8221; Kemudian dikatakan pula: &#8220;Keluarkan olehmu semua orang-orang itu perlu dikirim ke neraka.&#8221; Selanjutnya ditanyakan: &#8220;Dari berapa?&#8221; Lalu dijawab: &#8220;Dari setiap seribu -orang- sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang.&#8221; Sabdanya: &#8220;Itulah hari yang dapat membuat anak-anak kecil menjadi beruban dan itulah hari dibukanya betis manusia, karena amat kebingungan sekali.&#8221; (Riwayat Muslim) Alliitu ialah batang leher, artinya ialah merendahkan lehernya yang sebelah dan mengangkat sebelah yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dajjal tidak akan bisa memasuki kota Mekkah dan Madinah:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Anas r.a., katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Tiada suatu negeripun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorongpun dari lorong-lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turunlah di suatu tanah yang berpasir -di luar Madinah- lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan-goncangan itu Allah akan mengeluarkan akan setiap orang kafir dan munafik.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dajjal kemudian akan muncul di Khurasan diikuti oleh orang-orang yang wajahnya seperti tameng yang ditempa palu (Bangsa Mongol / Cina?):</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tirmidzi, Ibn Majah, Hakim, Ahmad, dan Dhiya’ dalam al-Mukhtar, dari Abu Bakar Shiddiq yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhya Dajjal muncul disebuah daerah di timur bernama Khurasan. Ia diikuti oleh orang-orang yang wajahnya seperti tameng yang ditempa palu.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dajjal juga akan diikuti 70 ribu kaum Yahudi Isfahan yang memakai pakaian pendeta:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Anas r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Yang mengikuti Dajjal dari golongan kaum Yahudi Isfahan itu ada sebanyak tujuh puluh ribu orang. Mereka itu mengenakan pakaian kependetaan.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Ummu Syarik ra bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda: &#8220;Sesungguhnya sekalian manusia itu sama melarikan diri dari gangguan Dajjal yaitu ke gunung-gunung.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Imran bin Hushain ra, katanya: &#8220;Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Tiada suatu peristiwapun antara jarak waktu semenjak Allah menciptakan Adam sampai datangnya hari kiamat nanti, yang lebih besar daripada perkara Dajjal.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya: &#8220;Dajjal keluar lalu ada seorang dari golongan kaum mu&#8217;minin, ia ditemui oleh beberapa orang penyelidik yakni para penyelidik dari Dajjal. Mereka berkata kepada orang itu: &#8220;Kemana engkau bersengaja pergi?&#8221; Ia menjawab: &#8220;Saya sengaja akan pergi ke tempat orang yang keluar -yakni yang baru muncul dan yang dimaksudkan ialah Dajjal.&#8221; Mereka berkata: &#8220;Adakah engkau tidak beriman dengan Tuhan kita -yakni Dajjal-?&#8221; Ia menjawab: &#8220;Tuhan kita tidak samar-samar lagi sifat-sifat keagungannya sedangkan Dajjal itu tampaknya saja menunjukkan kedustaannya.&#8221; Orang-orang itu sama berkata: &#8220;Bunuhlah ia.&#8221; Sebagian orang berkata kepada yang lainnya: &#8220;Bukankah engkau semua telah dilarang oleh Tuhanmu kalau membunuh seorang tanpa memperoleh persetujuannya -yakni Dajjal-?&#8221; Merekapun pergilah dengan membawa orang itu ke Dajjal. Setelah Dajjal dilihat oleh orang mu&#8217;min itu, lalu orang mu&#8217;min tadi berkata: &#8220;Hai sekalian manusia, sesungguhnya inilah Dajjal yang disebut-sebutkan oleh Rasulullah s.a.w. Dajjal memerintah pengikut-pengikutnya menangkap orang mu&#8217;min itu lalu ia ditelentangkan pada perutnya. Dajjal berkata: &#8220;Ambillah ia lalu lukailah kepala dan mukanya.&#8221; Seterusnya ia diberi pukulan bertubi-tubi pada punggung serta perutnya. Dajjal berkata: &#8220;Adakah engkau tidak suka beriman kepadaku?&#8221; Orang mu&#8217;min itu berkata: &#8220;Engkau adalah al-Masih maha pendusta.&#8221; Ia diperintah menghadap kemudian digergajilah ia dengan gergaji dari pertengahan tubuhnya, yaitu antara kedua kakinya -maksudnya dibelah dua. Dajjal lalu berjalan antara dua potongan tubuh itu, kemudian berkata: &#8220;Berdirilah.&#8221; Orang mu&#8217;min tadi terus berdiri lurus-lurus, kemudian Dajjal berkata padanya. &#8220;Adakah engkau tidak suka beriman kepadaku?&#8221; Ia berkata: &#8220;Saya tidak bertambah melainkan kewaspadaan dalam menilai siapa sebenarnya engkau itu.&#8221; Selanjutnya orang mu&#8217;min itu berkata: &#8220;Hai sekalian manusia, janganlah ia sampai dapat berbuat sedemikian tadi kepada seorangpun dari para manusia, setelah saya sendiri mengalaminya.&#8221; Ia diambil lagi oleh Dajjal untuk disembelih. Kemudian Allah membuat tabir tembaga yang terletak antara leher sampai ke tengkuknya, maka tidak ada jalan bagi Dajjal untuk dapat membunuhnya. Seterusnya Dajjal lalu mengambil orang tadi, yaitu kedua tangan serta kedua kakinya, lalu melemparkannya. Orang-orang sama mengira bahwa sesungguhnya orang itu dilemparkan olehnya ke neraka, tetapi sebenarnya ia dimasukkan dalam syurga.&#8221; Setelah itu Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Orang itulah sebesar-besar para manusia dalam hal kesyahidannya -yakni kematian syahidnya- di sisi Allah yang menguasai semesta alam ini.&#8221; Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Imam Bukhari juga meriwayatkan sebagiannya dengan uraian yang semakna dengan di atas itu. Almasalihu yaitu para pengintai atau penyelidik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari al-Mughirah bin Syu&#8217;bah r.a., katanya: &#8220;Tiada seorangpun yang lebih banyak pertanyaannya mengenai hal Dajjal daripada saya sendiri. Sesungguhnya Dajjal itu tidak akan membahayakan dirimu.&#8221; Saya berkata: &#8220;Orang-orang sama berkata bahwa Dajjal itu mempunyai segunung tumpukan roti dan sungai air.&#8221; Beliau s.a.w. bersabda: &#8220;Hal itu adalah lebih mudah bagi Allah daripada yang dapat dilakukan oleh Dajjal.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/2052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/2052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/2052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/2052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/2052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/2052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/2052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/2052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/2052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/2052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/2052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/2052/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/2052/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/2052/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2052&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/20/berbagai-hadits-tentang-dajjal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ciri Khawarij: Tak Mengamalkan Al Qur&#8217;an dan Membunuh Muslim</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/18/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/18/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=2032</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762) Satu dari ciri kaum Khawarij menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2032&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada <strong>orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala</strong>. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)</p>
<p style="text-align:justify;">Satu dari ciri kaum Khawarij menurut Nabi Muhammad adalah mereka membaca Al Qur&#8217;an dan Hadits, namun tidak diamalkan. Ucapannya tidak melampaui kerongkongan mereka. Hanya di mulut saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:<br />
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. <strong>Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka</strong>. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2032"></span></p>
<h1>سيخرج في آخر الزمان قوم أحدث الأسنان سفهاء الأحلام</h1>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur&#8217;an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<h1>يخرج قوم من أمتي يقرئون القرآن يحسبون لهم وهو عليهم لاتجاوز صلاتهم تراقيهم</h1>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Suatu kaum dari umatku akan keluar membaca Al Qur&#8217;an, mereka mengira bacaan Al-Qur&#8217;an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka.&#8221; (HR. Muslim)</strong></p>
<h1>يحسنون القيل ويسيئون الفعل يدعون إلى كتاب الله وليسوا منه في شيء</h1>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.&#8221; (HR. Al-Hakim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai ayat Al Qur&#8217;an dan Hadits mereka pakai, namun kesimpulan lain yang mereka dapat dan amalkan. Berbagai caci-maki terhadap sesama Muslim seperti Ahlul Bid&#8217;ah, Sesat, Kafir dan sebagainya terlontar dari mulut mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok Khawarij ini tak segan-segan menista ummat Islam yang berbeda pendapat dengan mereka dengan berbagai sebutan yang mereka sendiri tidak suka. Padahal itu dilarang oleh Allah SWT:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 11-12]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)</p>
<p style="text-align:justify;">Ayat Al Qur&#8217;an dan hadits di atas sering mereka ucapkan. Namun sering pula mereka langgar sehingga mereka mengumpat dan bersangka buruk terhadap sesama Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika diingatkan dengan enteng mereka berdalih: &#8220;Ah mereka bukan Muslim!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak pantas bagi seorang Muslim untuk mudah menganggap sesat atau mengkafirkan sesama Muslim yang masih sholat dan mengucapkan 2 kalimat syahadah. Jika begitu, maka mereka itu lemah imannya atau mungkin justru tidak punya iman:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan</strong>; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar.</strong> Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align:justify;">Di saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang sedang mengucapkan, “Laa ilaaha illallaah, ” Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, “Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah.” <strong>Usamah lalu berkata, “Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kamu mengetahui isi hatinya?”</strong> [HR Bukhari dan Muslim]</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat hadits di atas saat Usamah berkilah: &#8220;Ah dia berpura2&#8243; Ah dia taqiyah! Ah dia berbohong. Tidak pantas kita berdalih seperti itu karena kita manusia tidak tahu isi hati mereka. Kita hanya bisa menilai zahir lisan, tulisan, dan perbuatan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski mengkafirkan sesama Muslim itu resikonya sangat berat, kaum Khawarij selalu menemukan cara untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Zar r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang memanggil orang lain dengan sebutan kekafiran atau berkata bahwa orang itu musuh Allah, padahal yang dikatakan sedemikian itu sebenarnya tidak, melainkan kekafiran itu kembalilah pada dirinya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila ada seseorang berkata kepada saudaranya -sesama Muslimnya-: “Hai orang kafir,” maka salah seorang dari keduanya -yakni yang berkata atau dikatakan- kembali dengan membawa kekafiran itu. Jikalau yang dikatakan itu benar-benar sebagaimana yang orang itu mengucapkan, maka dalam orang itulah adanya kekafiran, tetapi jikalau tidak, maka kekafiran itu kembali kepada orang yang mengucapkannya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka gemar berdusta dan mengadu-domba sesama Muslim meski tahu dosanya amat besar:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Allah Ta’ala berfirman: “Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.” (al-Qalam: 11)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Hudzaifah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak dapat masuk syurga seorang yang gemar mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaih)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan melalui dua buah kubur, lalu bersabda: “Sesungguhnya kedua orang yang mati ini disiksa, tetapi tidaklah mereka disiksa karena kesalahan besar. Ya, tetapi sebenarnya besar juga -bila dilakukan secara terus menerus-. Adapun yang seorang diantara keduanya itu dahulunya -ketika di dunia- suka berjalan dengan melakukan adu domba, sedang yang lainnya, maka ia tidak suka menghabiskan sama sekali dari kencingnya -yakni di waktu kencing kurang memperdulikan kebersihan serta kesucian dari najis-.” Muttafaq ‘alaih. Ini adalah lafaz dari salah satu riwayat Imam Bukhari. Para ulama berkata bahwa maknanya: “Tidaklah mereka itu disiksa karena melakukan kesalahan yang besar,” yakni bukan kesalahan besar menurut anggapan kedua orang tersebut. Ada yang mengatakan bahwa itu merupakan hal besar -berat- baginya untuk meninggalkannya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Tahukah engkau semua, apakah kedustaan besar itu? Yaitu Namimah atau banyak bicara adu domba antara para manusia.” (Riwayat Muslim) Al’adhha dengan fathahnya ‘ain muhmalah dan sukunnya dhad mu’jamah dan dengan ha’ menurut wazan Alwajhu. Ada yang mengatakan Al’idhatu dengan kasrahnya ‘ain dan fathahnya dhad mu’jamah menurut wazan Al’idatu, artinya ialah kedustaan serta kebohongan besar. Menurut riwayat pertama, maka al’adhhu adalah mashdar, dikatakan: ‘adhahahu ‘adhhan artinya melemparnya dengan kedustaan atau pengadu-dombaan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Meski Allah dan RasulNya memerintahkan ummat Islam bersatu, namun kaum Khawarij ini meski sering mengutip ayat dan hadits tentang itu selalu memecah-belah persatuan ummat Islam dengan berbagai dalih. Mereka merasa hanya merekalah yang benar. Yang lain sesat atau kafir:</p>
<p style="text-align:justify;">“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka gemar berbantah-bantahan panjang lebar hanya untuk menimbulkan fitnah dan melemahkan kekuatan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al Anfaal 46]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/03/13/ummat-islam-itu-satu-dan-jangan-berpecah-belah">http://media-islam.or.id/2011/03/13/ummat-islam-itu-satu-dan-jangan-berpecah-belah</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya meski mengaku ingin berpegang pada sunnah, namun dengan bersahabat dengan kaum Yahudi dan Nasrani dan menganggap kaum tersebut lebih baik daripada sesama Muslim, mereka ingkar Al Qur’an. Ingkar kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok Khawarij ini boleh dikata sebagian besar menghabiskan waktunya untuk menyakiti ummat Islam baik dengan lisan, tulisan, bahkan pedang. Para penyembah berhala atau orang-orang kafir justru aman dari kejahatan mereka sebagaimana sabda Nabi Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya:</p>
<p style="text-align:justify;">Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:<br />
Ali ra. yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yang masih dalam bijinya kepada Rasulullah saw., kemudian Rasulullah saw. membagikannya kepada beberapa orang, Aqra` bin Habis Al-Hanzhali, Uyainah bin Badr Al-Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al-Amiri, seorang dari Bani Kilab, Zaidul Khair At-Thaiy, seorang dari Bani Nabhan. Orang-orang Quraisy marah dan berkata: Apakah baginda memberi para pemimpin Najed, dan tidak memberikan kepada kami? Rasulullah saw. bersabda: Aku melakukan itu adalah untuk mengikat hati mereka. Kemudian datang seorang lelaki yang berjenggot lebat, kedua tulang pipinya menonjol, kedua matanya cekung, jidatnya jenong dan kepalanya botak. Ia berkata: Takutlah kepada Allah, ya Muhammad! Rasulullah saw. bersabda: Siapa lagi yang taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Apakah Dia mempercayai aku atas penduduk bumi, sedangkan kamu tidak mempercayai aku? Lalu laki-laki itu pergi. Seseorang di antara para sahabat minta izin untuk membunuh laki-laki itu (diriwayatkan bahwa orang yang ingin membunuh itu adalah Khalid bin Walid), tetapi Rasulullah saw. bersabda: <em>Sesungguhnya diantara bangsaku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala.</em> Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/16/kadang-kebenaran-tidak-hanya-satu/">http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/16/kadang-kebenaran-tidak-hanya-satu/</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kita mungkin terkagum-kagum pada ayat-ayat Al Qur&#8217;an dan Hadits-hadits Nabi yang dibawakan oleh kaum Khawarij tersebut, namun itu semua tidak mereka amalkan. Bahkan mereka injak-injak. Mereka bersikap keras dan zalim terhadap sesama Islam dan justru lemah-lembut terhadap orang-orang kafir harbi.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/">http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Khawarij ini seperti kaum Yahudi yang akan dilempar masuk neraka karena hanya bicara tanpa melakukan apa yang dia ucapkan:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?&#8221; [Al Baqarah 44] </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pada hari kiamat seorang dihadapkan dan dilempar ke neraka. Orang-orang bertanya, “Hai Fulan, mengapa kamu masuk neraka sedang kamu dahulu adalah orang yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah perbuatan mungkar?” Orang tersebut menjawab, “Ya benar, dahulu aku menyuruh berbuat ma’ruf, sedang aku sendiri tidak melakukannya. Aku mencegah orang lain berbuat mungkar sedang aku sendiri melakukannya.” (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Khawarij ini berpendapat hanya ada 1 kebenaran, yaitu pendapat mereka dan memaksakan kehendaknya kepada yang lain. Padahal dalam Islam itu ada dikenal Khilafiyah atau beda pendapat. Oleh karena itulah ada 4 Madzhab: Hanafi, Maliki, Syafi&#8217;ie, dan Hambali. Semua madzhab itu benar. Tidak ada yang salah. Dan Imam Malik juga menolak saat Sultan Harun Al Rasyid meminta agar Madzhab Maliki dipakai sebagai satu-satunya Madzhab di negara Islam. Beliau khawatir nanti di tempat lain yang memakai madzhab lain bisa berontak.</p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman Nabi pun para sahabat biasa berbeda pendapat:</p>
<p style="text-align:justify;">Umar bin Khattab berkata: “Aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca surat Al-Furqan di masa hidupya Rasulullah SAW, aku mendengar bacaannya, tiba-tiba ia membacanya dengan beberapa huruf yang belum pernah Rasulullah SAW membacakannya kepadaku sehingga aku hampir beranjak dari shalat, kemudian aku menunggunya sampai salam. Setelah ia salam aku menarik sorbannya dan bertanya: “Siapa yang membacakan surat ini kepadamu?”. Ia menjawab: “Rasulullah SAW yang membacakannya kepadaku”, aku menyela: “Dusta kau, Demi Allah sesungguhnya Rasulullah SAW telah membacakan surat yang telah kudengar dari yang kau baca ini”.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu aku pergi membawa dia menghadap Rasulullah SAW lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah aku telah mendengar lelaki ini, ia membaca surat Al-Furqan dengan beberapa huruf yang belum pernah engkau bacakan kepadaku, sedangkan engkau sendiri telah membacakan surat Al-Furqan ini kepadaku”. Rasulullah SAW menjawab: “Hai Umar! lepaskan dia. “Bacalah Hisyam!”. Kemudian ia membacakan bacaan yang tadi aku dengar ketika ia membacanya. Rasululllah SAW bersabda: “Begitulah surat itu diturunkan” sambil menyambung sabdanya: “Bahwa Al-Qur’an ini diturunkan atas tujuh huruf maka bacalah yang paling mudah!”.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam satu riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendengarkan pula bacaan sahabat Umar r.a. kemudian beliau bersabda: “Begitulah bacaan itu diturunkan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat berbeda pun dalam berpuasa di perjalanan para sahabat tidak saling cela. Ada yang berbuka, ada pula yang tetap berpuasa:</p>
<p style="text-align:justify;">Anas bin Maalik berkata: “Kami sedang bermusafir bersama dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam semasa Ramadhan dan di kalangan kami ada yang berpuasa, ada yang tidak berpuasa. Golongan yang berpuasa tidak menyalahkan orang yang tidak berpuasa dan golongan yang tidak berpuasa tidak menyalahkan orang yang berpuasa. [ hadist riwayat Bukhari and Muslim]</p>
<p style="text-align:justify;">Dari situ kita tahu bahwa kebenaran itu KADANG-KADANG tidak hanya satu. Bisa 2 bahkan 7 seperti cara membaca Al Qur&#8217;an di atas. Nabi membenarkan mereka semua dan tidak mencela salah satu kelompok. Jika dipaksakan hanya satu meski yang lain tidak suka, maka akan timbul perpecahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ciri Khawarij lainnya adalah akhlak yang buruk. Nabi dan ummat Islam yang baik memiliki akhlak yang mulia. Penuh kasih sayang. Bukan kekejian:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. &#8221; [Al Anbiyaa' 107]</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Muhammad itu diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Al Bazzaar)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya orang yang akhlaknya rendah, keji, dan suka bermusuhan adalah orang yang dibenci Allah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa. (AR. Ath-Thahawi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Orang yang paling dibenci Allah ialah yang bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi jika kita ikut pengajian, tapi gurunya akhlaknya buruk dan kita pun jadi kasar, niscaya itu pengajian yang sesat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang ada orang yang merasa berjihad/mujahid, namun akhlaknya kasar dan sombong. Tidak punya adab. Padahal Nabi yang merupakan Mujahid Agung akhlaknya sangat sempurna. Pernah saya bertamu menemui Brigjen Rustam Kastor di markas Laskar Jihad. Selama 2 jam di situ tidak disuguhi air putih sama sekali. Sementara Brigjen Rustam Kastor saat diberikan minuman teh dengan sopan tidak meminumnya karena menghormati kami. Saya pikir, sebelum berjihad, harusnya laskar jihad di situ menjihad akhlaknya terlebih dulu agar punya sopan santun untuk menghormati tamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi itulah beberapa ciri kaum Khawarij yang sebetulnya jika kita tidak taqlid dan membaca Al Qur&#8217;an dan Hadits dengan cerdas, mereka itu meski dalihnya menghidupkan Sunnah, pada dasarnya Ingkar Al Qur&#8217;an dan Ingkar Sunnah.</p>
<p style="text-align:justify;">Referensi:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.dakwatuna.com/2008/10/1295/khawarij-dan-sifat-sifatnya/#ixzz1jsDLFG6u">http://www.dakwatuna.com/2008/10/1295/khawarij-dan-sifat-sifatnya/#ixzz1jsDLFG6u</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/2032/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2032&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/18/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kadang Kebenaran Tidak Hanya Satu</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/16/kadang-kebenaran-tidak-hanya-satu/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/16/kadang-kebenaran-tidak-hanya-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 04:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=2028</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang ada kelompok Islam yang ekstrim yang memandang kebenaran hanya 1. Jika 1 benar (biasanya kelompok mereka), maka yang lain salah. Sesat atau Kafir. Wal hasil, mereka pun jadi kelompok Khawarij yang menganggap semua Muslim selain kelompok mereka adalah sesat atau kafir, bahkan boleh dibunuh. Padahal kebenaran kadang menurut Nabi bisa lebih dari 1. Saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2028&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Terkadang ada kelompok Islam yang ekstrim yang memandang kebenaran hanya 1. Jika 1 benar (biasanya kelompok mereka), maka yang lain salah. Sesat atau Kafir. Wal hasil, mereka pun jadi kelompok Khawarij yang menganggap semua Muslim selain kelompok mereka adalah sesat atau kafir, bahkan boleh dibunuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal kebenaran kadang menurut Nabi bisa lebih dari 1. Saat para sahabat beberapa kali berselisih karena adanya perbedaan, saat Nabi menengahi ternyata semua sahabat itu benar. Tidak ada yang salah. Nabi tidak mencela salah satu dari mereka sebagai ahli bid&#8217;ah, sesat, kafir, dan sebagainya sebagaimana sebagian kaum Khawarij sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2028"></span>Sebagai contoh para Sahabat Nabi pernah berselisih bahkan nyaris berkelahi saat terjadi perbedaan cara membaca Al Qur&#8217;an. Ternyata Nabi menjelaskan bahwa ada 7 cara membaca Al Qur&#8217;an sehingga ada 7 cara yang berbeda-beda meski semuanya benar. Tentu saja arti/isinya tetap sama. Silahkan lihat hadits-hadits tentang itu di bawah di antaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Imam Bukhari dan Imam Muslim</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dalam shahihnya meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas r.a. bahwa ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Jibril membacakan Al-Qur&#8217;an kepadaku dengan satu hurut kemudian aku mengulanginya. (Setelah itu) senantiasa aku meminta tambah dan iapun menambahiku sampai dengan tujuh huruf&#8221;. Imam Muslim menambahkan: &#8220;Ibnu Syihab mengatakan: Telah sampai berita padaku bahwa tujuh huruf itu untuk perkara yang satu yang tidak diselisihkan halal haramnya&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">2. Imam Bukhari</p>
<p style="text-align:justify;">Meriwayatkan yang lafazhnya dari Bukhari bahwa; Umar bin Khattab berkata: &#8220;Aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca surat Al-Furqan di masa hidupya Rasulullah SAW, aku mendengar bacaannya, tiba-tiba ia membacanya dengan beberapa huruf yang belum pernah Rasulullah SAW membacakannya kepadaku sehingga aku hampir beranjak dari shalat, kemudian aku menunggunya sampai salam. Setelah ia salam aku menarik sorbannya dan bertanya: &#8220;Siapa yang membacakan surat ini kepadamu?&#8221;. Ia menjawab: &#8220;Rasulullah SAW yang membacakannya kepadaku&#8221;, aku menyela: &#8220;Dusta kau, Demi Allah sesungguhnya Rasulullah SAW telah membacakan surat yang telah kudengar dari yang kau baca ini&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu aku pergi membawa dia menghadap Rasulullah SAW lalu aku bertanya: &#8220;Wahai Rasulullah aku telah mendengar lelaki ini, ia membaca surat Al-Furqan dengan beberapa huruf yang belum pernah engkau bacakan kepadaku, sedangkan engkau sendiri telah membacakan surat Al-Furqan ini kepadaku&#8221;. Rasulullah SAW menjawab: &#8220;Hai Umar! lepaskan dia. &#8220;Bacalah Hisyam!&#8221;. Kemudian ia membacakan bacaan yang tadi aku dengar ketika ia membacanya. Rasululllah SAW bersabda: &#8220;Begitulah surat itu diturunkan&#8221; sambil menyambung sabdanya: &#8220;Bahwa Al-Qur&#8217;an ini diturunkan atas tujuh huruf maka bacalah yang paling mudah!&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam satu riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendengarkan pula bacaan sahabat Umar r.a. kemudian beliau bersabda: &#8220;Begitulah bacaan itu diturunkan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat berbeda pun dalam berpuasa di perjalanan para sahabat tidak saling cela. Ada yang berbuka, ada pula yang tetap berpuasa:</p>
<p style="text-align:justify;">Anas bin Maalik berkata: &#8220;Kami sedang bermusafir bersama dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam semasa Ramadhan dan di kalangan kami ada yang berpuasa, ada yang tidak berpuasa. Golongan yang berpuasa tidak menyalahkan orang yang tidak berpuasa dan golongan yang tidak berpuasa tidak menyalahkan orang yang berpuasa. [ hadist riwayat Bukhari and Muslim]</p>
<p style="text-align:justify;">Terhadap 2 laki-laki yang berbeda saat shalat tidak mendapatkan air pun Nabi membenarkan keduanya. Semua benar. Tidak ada yang salah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Dari Abu Said al-Khudri. Diriwayatkan, suatu ketika dua laki-laki melakukan perjalanan. Ketika waktu shalat tiba, keduanya tak mendapatkan air. Maka, mereka pun bertayamum. Tak lama kemudian, keduanya mendapatkan air—setelah shalat. Lalu, salah seorang di antara keduanya mengulang shalat dengan berwudhu. Sementara temannya tidak mengulangi lagi shalatnya.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Ketika bertemu Nabi saw, keduanya memaparkan perbedaan pendapat itu. Kepada yang tidak mengulang shalatnya, Nabi saw bersabda, “Engkau telah menepati sunnah <a href="http://bandung.blogspot.com/"><span style="color:#000000;">dan</span></a> shalatmu sah.“ Adapun kepada laki-laki yang berwudhu <a href="http://bandung.blogspot.com/"><span style="color:#000000;">dan</span></a> mengulang shalatnya, Nabi saw bersabda, “Anda mendapatkan dua pahala.“ (HR Abu Daud <a href="http://bandung.blogspot.com/"><span style="color:#000000;">dan</span></a> Nasai). </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bandung.blogspot.com/2011/04/memahami-perbedaan.html#ixzz1jaLRIw2z">http://bandung.blogspot.com/2011/04/memahami-perbedaan.html#ixzz1jaLRIw2z</a></p>
<div style="text-align:justify;">Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar c, bahwa Rasulullah n bersabda pada peristiwa Ahzab:</div>
<div style="text-align:justify;">لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ. فَأَدْرَكَ بَعْضُهُمْ الْعَصْرَ فِي الطَّرِيقِ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَا نُصَلِّي حَتَّى نَأْتِيَهَا. وَقَالَ بَعْضُهُمْ: بَلْ نُصَلِّي، لَمْ يُرِدْ مِنَّا ذَلِكَ. فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُعَنِّفْ وَاحِدًا مِنْهُمْ</div>
<div style="text-align:justify;">“Janganlah ada satupun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah.” Lalu ada di antara mereka mendapati waktu ‘Ashar di tengah jalan, maka berkatalah sebagian mereka: “Kita tidak shalat sampai tiba di sana.” Yang lain mengatakan: “Bahkan kita shalat saat ini juga. Bukan itu yang beliau inginkan dari kita.” Kemudian hal itu disampaikan kepada Rasulullah n namun beliau tidak mencela salah satunya.”</div>
<div style="text-align:justify;">Ibnu Hajar Al-’Asqalani v (dalam Al-Fath) setelah menerangkan sebagian isi hadits ini mengatakan: “Kesimpulan dari kisah ini ialah bahwa para sahabat ada yang memahami larangan ini berdasarkan hakikatnya. Mereka tidak memedulikan habisnya waktu sebagai penguat larangan yang kedua terhadap larangan pertama yaitu menunda shalat sampai akhir waktunya. Mereka menjadikan hadits ini sebagai dalil bolehnya menunda waktu shalat karena disibukkan oleh peperangan, sama halnya dengan kejadian pada masa itu, dalam peristiwa Khandaq. Juga telah disebutkan dalam hadits Jabir z bahwa mereka shalat ‘Ashar setelah matahari terbenam karena sibuk berperang… Yang lain memahaminya sebagai kiasan untuk mendorong mereka agar bersegera menuju Bani Quraizhah.</div>
<div style="text-align:justify;">Dari hadits ini, jumhur mengambil kesimpulan tidak ada <a title="dosa" href="http://asysyariah.com/dosa.html">dosa</a> atas mereka yang sudah berijtihad, karena Rasulullah n tidak mencela salah satu dari dua kelompok sahabat tersebut.”</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Bahkan di zaman Sahabat pun yang namanya perbedaan penafsiran itu sudah ada. Namun hendaknya dalam berbeda tersebut kita tidak saling cela, saling hina, bahkan mengkafirkan dan membunuh kelompok lain. Karena itu adalah tindakan kaum Khawarij yang keluar dari Islam.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Saat Mu&#8217;awiyah berontak kepada Khalifah Ali ra, ummat Islam terbagi 3. Pertama Sunni yang mendukung Mu&#8217;awiyah. Kedua Syi&#8217;ah Ali yang mendukung Khalifah Ali. Ketiga adalah Khawarij. Dari sisi Aqidah dan amal saat itu mereka semua sama karena berasal dari Islam yang satu. Perpecahan saat itu hanya karena faktor politik. Faktor kekuasaan.</div>
<div style="text-align:justify;">Namun Khawarij dianggap sesat/keluar dari Islam karena mereka mengkafirkan sesama Muslim di luar kelompok mereka. Bahkan mereka membunuh Khalifah Ali yang merupakan sahabat utama dan juga sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Ciri dari kaum Khawarij adalah mereka merasa benar sendiri dan yang lain salah. Mereka memaksakan pendapat mereka ke kelompok yang lain agar diterima sebagai satu-satunya kebenaran. Mereka menganggap ulama lain di luar kelompok mereka sesat. Jangankan ulama, dedengkot Khawarij saja menganggap Nabi Muhammad sebagai tidak adil/sesat.</div>
<div style="text-align:justify;">Mereka sering mengucapkan Al Qur&#8217;an dan Hadits. Sayangnya ucapan itu tidak melampaui tenggorokan mereka. Tidak mereka amalkan. Al Qur&#8217;an dan Hadits mereka pakai justru untuk membid&#8217;ahkan/menyesatkan/mengkafirkan orang Islam. Sementara para penyembah berhala dan orang-orang kafir justru aman dari lisan dan tangan mereka. Oleh sebab itu ada ungkapan: Nabi itu gemar mengIslamkan orang Kafir. Namun Khawarij gemar mengKafirkan Orang Islam.</div>
<div style="text-align:justify;">Kaum Khawarij ini meski merasa benar seperti memurnikan ajaran Islam atau Tauhid, namun justru melanggar banyak perintah Allah dalam Al Qur&#8217;an. Di antaranya:</div>
<div style="text-align:justify;">1. Mereka buruk sangka/su&#8217;u zhon terhadap sesama Muslim. Mengolok-olok dan menghina sesama Muslim. Mereka cari-cari aib/kesalahan sesama Muslim (padahal hanya Nabi yang maksum) untuk disebarkan. Ini melanggar firman Allah di Surat Al Hujuraat 11-12.</div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/03/13/ummat-islam-itu-satu-dan-jangan-berpecah-belah">http://media-islam.or.id/2011/03/13/ummat-islam-itu-satu-dan-jangan-berpecah-belah</a></div>
<div style="text-align:justify;">2. Memecah belah persatuan Islam dengan menganggap sesat/kafir sesama Muslim. Ini berlawanan dengan surat Al Hujuraat 10, Surat Ali ‘Imran 103-105,  dan berbagai hadits Nabi yang menyatakan ummat Islam itu satu dan ibarat 1 tubuh.</div>
<div style="text-align:justify;">3. Gemar berdebat hanya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan. Hadits saja mereka perdebatkan panjang lebar hanya untuk membid&#8217;ahkan/menganggap sesat Muslim lainnya meski lawannya juga punya pegangan hadits dan Al Qur&#8217;an. Padahal jangankan hadits, Al Qur&#8217;an saja jika tak jelas maknanya (Mutasyabihaat) dilarang Allah untuk diperdebatkan jika hanya menimbulkan fitnah [Ali ‘Imran 7]</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Di antara kaum Khawarij ini menurut Nabi berasal dari Najd [HR Bukhari] yang ada di sebelah Timur Madinah [Shahih Muslim No.1776].</div>
<div style="text-align:justify;">Paling sering isyu yang dipakai adalah Bid&#8217;ah untuk memecah-belah ummat Islam. Meski untuk ibadah yang qoth&#8217;i seperti sholat 5 waktu, puasa, dsb sudah jelas dan penambahan terhadap itu misalnya sholat wajib jadi 6 waktu atau Subuh 4 roka&#8217;at adalah bid&#8217;ah yang tidak dapat ditolerir, namun ada pula hal-hal yang meski sekilas itu bid&#8217;ah, tapi itu bukan bid&#8217;ah yang sesat.</div>
<div style="text-align:justify;">Misalnya Nabi melarang penulisan Al Qur&#8217;an karena saat itu memang proses turunnya Al Qur&#8217;an sedang berjalan. Namun begitu turunnya Al Qur&#8217;an sudah sempurna dan Nabi telah wafat, Umar ra menyarankan kepada Khalifah Abu Bakar ra agar segera mengumpulkan dan menuliskan Al Qur&#8217;an agar Al Qur&#8217;an tidak lenyap mengingat banyak sahabat yang hafal Al Qur&#8217;an mati syahid di peperangan. Abu Bakar meski sempat menolak karena menganggap itu bid&#8217;ah, akhirnya mengikuti saran Umar dan mengumpulkan Al Qur&#8217;an. Pada saat Khalifah Usman ra, Al Qur&#8217;an selesai dikumpulkan dalam bentuk Mushaf Usmani yang ditulis sebanyak 7 salinan yang dikirim ke berbagai kota.</div>
<div style="text-align:justify;">Jadi penulisan Al Qur&#8217;an bukan bid&#8217;ah. Demikian pula pengumpulan Hadits yang juga dilarang Nabi dan Sahabat, akhirnya mulai dibukukan jika tidak, maka hadits-hadits akan terlupakan. Padahal di hadits banyak petunjuk Nabi tentang rincian sholat, puasa, zakat, dsb. Itu juga bukan Bid&#8217;ah.</div>
<div style="text-align:justify;">Khalifah Umar ra yang mengumpulkan orang-orang yang shalat tarawih sendiri-sendiri jadi berjama&#8217;ah di masjid pun bukan bid&#8217;ah yang sesat. Jadi dalam memvonis bid&#8217;ah harus hati-hati. Tidak semua hal yang tidak ada pada zaman Nabi itu bid&#8217;ah sehingga kita menghina orang yang melakukan Bid&#8217;ah sebagai Ahlul Bid&#8217;ah padahal mereka itu mengucapkan kalimat Syahadah dan sholat.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Kelompok Khawarij ini meski jumlahnya sedikit, namun bangga dengan kelompoknya dan menganggap hanya mereka yang benar. Mereka merasa sebagai Gharibin (orang asing) yang jumlahnya sedikit di saat kebanyakan Muslim lainnya sesat. Mereka pakai hadits 72 golongan Islam sesat dan hanya 1 golongan yang benar untuk membenarkan bahwa memang kelompok yang sedikit (kelompok mereka) itulah yang benar dan yang lain salah.</div>
<div style="text-align:justify;">Padahal di hadits tersebut dijelaskan bahwa kelompok yang selamat adalah kelompok Ahlus Sunnah Wal JAMA&#8217;AH. Arti kata Jama&#8217;ah itu banyak. Bukan sedikit/sempalan. Jadi meski 1 golongan, bisa jadi jumlahnya 1 milyar lebih. Sedang yang 72 golongan itu paling sekitar 1 juta saja per kelompok.</div>
<div style="text-align:justify;">Gharibin itu pun berlaku setelah Imam Mahdi meninggal karena saat Imam Mahdi hidup, mayoritas ummat Islam itu benar dan berjaya. Apalagi ada hadits Nabi yang menyatakan ummat Nabi tak mungkin sepakat di atas kesesatan.</div>
<p style="text-align:justify;">Dari &#8216;Umar bin Khaththab Radhiyallahu &#8216;anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الاِثْنَيْنِ أَبْعَدُ وَمَنْ أَرَادَ بِحَبْحَةِ الْجَنَّةِ فَعَلَيْهِ بِالْجَماعَةِ</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Tetaplah bersama jamaah dan waspadalah terhadap perpecahan. Sesungguhnya setan bersama satu orang, namun dengan dua orang lebih jauh. Dan barang siapa yang menginginkan surga paling tengah maka hendaklah bersama jamaah&#8221;</strong></p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">[Shahîh, diriwayatkan Ibnu Abu 'Ashim dalam as-Sunnah (87), Imam Ahmad dalam Musnad-nya (1/18), Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya (2165), Imam al-Hakim dalam Mustadrak-nya (387), dan Imam al-Ajuri dalam asy-Syariah (5)]</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<h1 style="text-align:justify;">كُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّ اللهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم عَلَى ضَلاَلَةٍ</h1>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tetaplah kalian bersama jamaah maka sesungguhnya Allah tidak menghimpun umat Muhammad di atas kesesatan.&#8221;</strong></p>
<div style="text-align:justify;">Sanadnya jayyid, diriwayatkan Imam Ibnu &#8216;Ashim dalam Sunnah-nya (85). Hadits ini diriwayatkan Imam ath-Thabrani dari dua jalan, dan salah satu jalurnya para perawinya terpercaya sebagaimana yang telah disebutkan dalam Majma Zawa`id (5/219</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;">Dari Anas bin Malik Radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">إِنَّ أُمَّتِي لاَ تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلاَلَةٍ .</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Sesungguhnya, umatku tidak akan sepakat di atas kesesatan. &#8220;</strong></p>
<div style="text-align:justify;">Shahîh, diriwayatkan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (3950) dan al-Khathib at-Tibrizi dalam Misykatul- Mashabih (174). Diriwayatkan juga oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya (2167), al-Khathib at-Tibrizi dalam Misykatul-Mashabih (174), dan al-Hakim dalam Mustadrak-nya (391, 392, 393, 394, 395, 396 dan 397) dari Ibnu &#8216;Umar dengan lafazh: “Sesungguhnya Allah tidak menghimpun umatku atau umat Muhammad di atas kesesatan”. Hadits ini dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam al-Miskât (no. 173) dan terdapat shahid dari hadits Ibnu &#8216;Abbas yang dikeluarkan at-Tirmidzi dan al-Hakim serta yang lainnya dengan sanad yang shahîh. Lihat Shahîhul Jami&#8217;, al-Albâni (1/378, no. 1848)</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Jadi perbedaan pendapat itu biasa. Lain orang, lain pula pendapatnya. Bahkan kita sendiri kadang bingung akan pilihan yang harus kita pilih. Kita harus toleran dalam perbedaan selama masih dalam koridor syari&#8217;ah. Jangan sampai kita berpecah-belah setiap ada perbedaan yang ada sehingga timbul fitnah.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">40. Menyebutkan golongan Khawarij dan sifat mereka</div>
<div style="text-align:justify;">
<p>Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:<br />
Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1761)</p>
<p>Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:<br />
Ali ra. yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yang masih dalam bijinya kepada Rasulullah saw., kemudian Rasulullah saw. membagikannya kepada beberapa orang, Aqra` bin Habis Al-Hanzhali, Uyainah bin Badr Al-Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al-Amiri, seorang dari Bani Kilab, Zaidul Khair At-Thaiy, seorang dari Bani Nabhan. Orang-orang Quraisy marah dan berkata: Apakah baginda memberi para pemimpin Najed, dan tidak memberikan kepada kami? Rasulullah saw. bersabda: Aku melakukan itu adalah untuk mengikat hati mereka. Kemudian datang seorang lelaki yang berjenggot lebat, kedua tulang pipinya menonjol, kedua matanya cekung, jidatnya jenong dan kepalanya botak. Ia berkata: Takutlah kepada Allah, ya Muhammad! Rasulullah saw. bersabda: Siapa lagi yang taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Apakah Dia mempercayai aku atas penduduk bumi, sedangkan kamu tidak mempercayai aku? Lalu laki-laki itu pergi. Seseorang di antara para sahabat minta izin untuk membunuh laki-laki itu (diriwayatkan bahwa orang yang ingin membunuh itu adalah Khalid bin Walid), tetapi Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara bangsaku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)</p>
<p>41. Anjuran untuk membunuh orang-orang Khawarij</p>
<p>Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:<br />
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)</p>
<p>42. Golongan Khawarij adalah seburuk-buruk manusia</p>
<p>Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.:<br />
Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776)</p>
<p>Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]</p>
</div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://myquran.org/forum/index.php?topic=71875.0">http://myquran.org/forum/index.php?topic=71875.0</a></p>
<p style="text-align:justify;">3. Imam Muslim</p>
<p style="text-align:justify;">Meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubay Bin Ka&#8217;ab ia berkata: &#8220;Aku berada di masjid, tiba-tiba masuklah lelaki, ia shalat kemudian membaca bacaan yang aku ingkari. Setelah itu masuk lagi lelaki lain membaca berbeda dengan bacaan kawannya yang pertama&#8221;. Setelah kami selesai shalat, kami bersama-sama masuk ke rumah Rasulullah SAW, lalu aku bercerita: &#8220;Bahwa si lelaki ini membaca bacaan yang aku ingkari dan kawannya ini membaca berbeda dengan bacaan kawannya yang pertama&#8221;. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkan keduanya untuk membaca.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mereka membaca Rasulullah SAW menganggap baik bacaannya. Setelah menyaksikan hal itu, terhapuslah dalam diriku sikap untuk mendustakan, tidak seperti halnya diriku ketika masa Jahiliyyah. Nabi menjawab demikian tatkala beliau melihat diriku bersimbah peluh karena kebingungan, ketika itu keadaan kami seolah-olah berkelompok-kelompok di hadapan Allah Yang Maha Agung.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melihat saya dalam keadaan demikian, beliau menegaskan pada diriku dan berkata: &#8220;Hai Ubay! Aku diutus untuk membaca Qur&#8217;an dengan suatu huruf lahjah (dialek)&#8221;, kemudian aku meminta pada Jibril untuk memudahkan umatku, dia membacakannya dengan huruf kedua, akupun meminta lagi padanya untuk memudahkan umatku, lalu ia menjawab untuk ketiga kalinya. &#8220;Hai Muhammad, bacalah Qur&#8217;an dalam 7 lahjah dan terserah padamu Muhammad apakah setiap jawabanku kau susul dengan pertanyaan permintaan lagi&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian aku menjawabnya: &#8220;Wahai Allah! Ampunilah umatku, ampunilah umatku dan akan kutangguhkan yang ketiga kalinya pada saat dimana semua makhluk mencintaiku sehingga Nabi Ibrahim as&#8221;. Imam Qurthubi berkata: &#8220;Denyutan hati ini (dalam jiwa Ubay) akibat dari sabda Rasulullah SAW ketika orang-orang bertanya kepadanya: &#8220;Bahwasanya kami mendapatkan sesuatu dalam diri kami, dimana seseorang merasa berat sekali untuk mengatakannya&#8221;. Rasulullah SAW bertanya: &#8220;Apakah sudah kalian temui jawabannya?&#8221;. &#8220;Ya&#8221; jawab mereka. Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Itu adalah iman yang jelas&#8221;. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">4. Al-Hafizh Abu Ya&#8217;la</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam musnad kabirnya meriwayatkan: &#8220;Bahwa Utsman r.a. pada suatu hari ia berkata di atas mimbar: &#8220;Aku sebut nama Allah teringat seorang lelaki yang mendengar Rasulullah SAW bersabda: bahwa Al-Qur&#8217;an diturunkan dengan tujuh huruf yang kesemuanya tegas lagi sempurna&#8221;. Ketika Umar berdiri para hadirin berkata: &#8220;Al-Qur&#8217;an diturunkan dengan tujuh huruf yang kesemuanya tegas dan lengkap&#8221;. Kemudian Utsman r.a. berkata: &#8220;Saya menyaksikannya bersama mereka&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Imam Muslim</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan sanad dari Ubay bin Ka&#8217;ab meriwayatkan bahwa Nabi SAW ketika berada di Oase Bani Ghaffar didatangi malaikat Jibril a.s. lalu Jibril berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah SWT telah memerintah engkau unfuk membacakan Al-Qur&#8217;an kepada ummatmu dengan satu huruf&#8221;. Nabi menjawab: &#8220;Aku meminta dulu kepada Allah sehat dan ampunannya, sebab ummatku tidak mampu menjalankan perintah itu&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Jibril datang untuk kedua kalinya, seraya berkata: &#8220;Allah SWT telah memerintahkan kau untuk membacakan Al-Qur&#8217;an dengan dua huruf&#8221;. Nabi menjawab: &#8220;Aku meminta sehat dan ampunan dulu kepada Allah, karena ummatku tidak kuat menjalankannya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Jibril datang lagi untuk ketiga kalinya dan berkata: &#8220;Allah SWT telah memerintahkan kau untuk membacakan Al-Qur&#8217;an kepada ummatmu dengan tiga huruf. Nabi menjawab: &#8220;Aku minta sehat dan maghfirah dulu kepada Allah, sebab ummatku tidak sanggup mengerjakannya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Jibril datang lagi untuk keempat kalinya seraya berkata: &#8220;Kau telah diperintahkan Allah untuk membacakan Al-Qur&#8217;an kepada ummatmu dengan tujuh huruf dan huruf mana saja yang mereka baca berarti benar&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">6. At-Turmudzy</p>
<p style="text-align:justify;">Juga meriwayatkan dari Ubay bin Ka&#8217;ab, ia mengatakan: &#8220;Rasulullah SAW berjumpa dengan Jibril di gundukan Marwah&#8221;. Ia (Ka&#8217;ab) berkata: &#8220;Kemudian Rasul berkata kepada Jibril bahwa aku ini diutus untuk ummat yang ummy (tidak bisa menulis dan membaca). Diantaranya ada yang kakek-kakek tua, nenek-nenek bangka dan anak-anak&#8221;. Jibril menjawab: &#8220;Perintahkan, membaca Al-Qur&#8217;an dengan tujuh huruf&#8221;. Imam Turmudzy mengatakan: &#8220;Hadits ini hasan lagi shahih&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suatu lafazh lain disebutkan: &#8220;Barangsiapa membacanya dengan satu huruf saja berarti telah membaca seperti ia (Nabi) membaca&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dituturkan dalam lafazh Hudzaefah, kemudian aku berkata: &#8220;Wahai Jibril bahwa aku diutus untuk ummat yang ummiyah di dalamnya terdapat orang lelaki, perempuan, anak-anak, pelayan (babu) dan kakek tua yang tidak bisa membaca sama sekali&#8221;. Jibril balik berkata: &#8220;Bahwa Al-Qur&#8217;an diturunkan dengan tujuh huruf&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">7. Imam Ahmad</p>
<p style="text-align:justify;">Mengeluarkan hadits dengan sanadnya dari Abi Qais maula &#8216;Amar bin &#8216;Ash dari &#8216;Amr, &#8220;Bahwa ada seseorang ini berdiri sehingga tidak terang membaca satu ayat Al-Qur&#8217;an&#8221;. Kemudian &#8216;Amr berkata kepadanya: &#8220;Sebenarnya ayat itu begini dan begini&#8221;. Setelah itu ia mengatakan hal itu kepada Rasulullah SAW, Rasulullah SAW menjawab: &#8220;Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an itu diturunkan dengan tujuh huruf, mana saja yang kalian baca berarti benar dan jangan kalian saling meragukan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Ath-Thabary dan Ath-Thabrany</p>
<p style="text-align:justify;">Meriwayatkan dari Zaid bin Arqam. Ia berkata: &#8220;Ada seseorang datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata: &#8220;Ibnu Mas&#8217;ud telah membacakan sebuah surat kepadaku seperti yang telah dibacakan oleh Zaid bin Tsabit dan membacakan pula kepadaku Ubay bin Ka&#8217;ab. Ternyata bacaan mereka berbeda-beda. Maka bacaan siapa yang saya ambil?&#8221;. Rasulullah SAW terdiam, sedangkan shahabat &#8216;Ali berada di sampingnya, kemudian &#8216;Ali berkata: &#8220;Setiap orang diantara kalian hendaklah membaca menurut pengetahuannya, karena kesemuanya baik lagi indah&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Ibnu Jarir Ath-Thabary</p>
<p style="text-align:justify;">Mengeluarkan hadits dari Abi Hurairah, bahwa ia berkata: &#8220;Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an ini diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah semampunya dan tidak berdosa. Tetapi jangan sekali-kali mengakhiri dzikir rahmat dengan adzab atas dzikir &#8216;adzab dengan rahmat&#8221;.</p>
<h2 style="text-align:justify;" align="justify">SESUATU YANG MEMILIKI LANDASAN DALAM SYARIAT TIDAK DINILAI SEBAGAI BID&#8217;AH</h2>
<p style="text-align:justify;" align="justify">Sesuatu yang baru itu, jika ia mempunyai asal dan sumber dalam syariat, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai bid&#8217;ah. Banyak hal yang dibuat oleh kaum Muslimin yang mempunyai asal dan landasan dalam syariat. Misalnya, penulisan dan pengkompilasian (penggabungan) <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> dalam satu mushaf, seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar berdasarkan usul Umar r.a..</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya Abu Bakar merasa berat untuk melaksanakan rencana itu. Ia berkata, &#8220;Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw.?&#8221; Namun, Umar terus membujuknya dan memberikan argumentasi betapa pentingnya hal itu hingga akhirnya Abu Bakar menerima usul itu dan melaksanakannya.<sup><span style="color:#ff0000;">[<a name="23"></a>23]</span></sup> Karena, hal itu demi kebaikan dan kepentingan kaum muslimin, meskipun hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw.. Agama Islam dapat dipertahankan dengan menjaga dan memelihara <span style="color:#ffffff;">Al</span>-Qur an itu, dan <span style="color:#ffffff;">Al</span>-Qur an adalah pokok agama, sumber, dan pokok yang abadi. Oleh karena itu, kita harus menjaga <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> dari kemungkinan tercecer atau mengalami kesimpangsiuran.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi saw telah mengizinkan pencatatan wahyu saat wahyu diturunkan. Dan, beliau memiliki sekretaris yang bertugas mencatat wahyu-wahyu yang diturunkan (Zaid bin Tsabit). Semua itu dilakukan dalam upaya menjaga dan memelihara <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span>.</p>
<p style="text-align:justify;" align="justify">Selama masa hidup Nabi saw., beliau tidak mengkompilasikan <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> dalam satu kesatuan. Karena, pada saat itu, ayat-ayat <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> terus turun secara beriringan, dan Allah SWT terkadang mengubah sebagian ayat yang telah diturunkan kepada Rasulullah saw. itu. Sehingga, jika ayat-ayat yang diturunkan itu langsung dikompilasikan ke dalam satu kesatuan, niscaya akan ditemukan kesulitan jika terjadi perubahan dari Allah SWT. Terkadang, saat suatu ayat diturunkan, Rasulullah saw. memerintahkan kepada para pencatat wahyu, letakkanlah ayat ini dalam surah itu (surah tertentu), dan masing-masing surah dalam <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> belum diketahui sudah lengkap atau belum ayat-ayatnya, hingga seluruh ayat <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> selesai diturunkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Surah <span style="color:#ffffff;">al</span>-Baqarah misalnya, ia turunkan pada permulaan era Madinah. Namun, ayat-ayat dalam surah itu baru terlengkapi setelah lewat delapan tahun. Dan, di dalamnya terdapat ayat-ayat yang oleh ulama dikelompokkan sebagai ayat-ayat yang terakhir diturunkan. Seperti pendapat yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa ayat <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> yang terakhir diturunkan adalah firman Allah SWT: &#8220;Dan, peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).&#8221; (<span style="color:#ffffff;">al</span>-Baqarah: 281)</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, selama masa itu, Nabi saw. melarang upaya pengkompilasian <span style="color:#ffffff;">Al</span>-Qur an. Namun, saat kelengkapan <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> telah diketahui, setelah wafatnya Rasulullah saw., maka para sahabat merasa aman dari kemungkinan adanya penambahan dan pengurangan <span style="color:#ffffff;">Al</span>-Qur an. Oleh karena itu, mereka segera mencatat ayat-ayat <span style="color:#ffffff;">Al</span>-<span style="color:#ffffff;">Qur&#8217;an</span> yang berserakan dalam berbagai media dan mengkompilasikannya dalam satu mushaf. Dengan demikian, hal ini mempunyai dasar dan sandaran dalam syariat sehingga perbuatan itu tidak dapat dianggap sebagai bid&#8217;ah.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh yang lain adalah tindakan Umar r.a. yang menyatukan orang-orang yang melaksanakan shalat tarawih dalam satu jamaah shalat di bawah satu imam shalat, yaitu Ubay bin Ka&#8217;ab. Sebelumnya, mereka melaksanakan shalat tarawih secara terpisah-pisah dengan imam shalat masing-masing. Bukhari meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdul Qaari bahwa ia berkata, &#8220;Aku berjalan bersama Umar Ibnul-Khaththab pada malam bulan Ramadhan menuju masjid. Pada saat itu, kami menemukan masyarakat melakukan shalat (tarawih) secara terpisah-pisah. Ada yang shalat sendirian dan ada pula yang shalat dengan diikuti oleh beberapa orang makmum. Melihat itu Umar berkata, &#8220;Aku berpendapat, seandainya semua orang disatukan dalam jamaah shalat (tarawih) di bawah pimpinan satu orang imam niscaya akan lebih baik.&#8221; Dan, rencananya Umar akan mengangkat Ubay bin Ka&#8217;ab sebagai imam shalat mereka. Kemudian, pada malam lainnya, aku kembali berjalan bersama Umar (menuju masjid). Saat itu, kami telah mendapati orang-orang sedang melaksanakan shalat (tarawih) di bawah pimpinan satu imam shalat mereka. Melihat itu Umar berkomentar, &#8220;Bid&#8217;ah<sup><span style="color:#ff0000;">[<a name="24"></a>24]</span></sup> yang paling baik adalah ini. Dan, orang yang saat ini tidur adalah lebih baik dari mereka yang melaksanakan qiyamullail pada saat ini karena mereka (yang masih tidur) akan melaksanakannya pada akhir malam, sedangkan orang lainnya melaksanakannya pada awal malam.&#8221;<sup><span style="color:#ff0000;">[<a name="25"></a>25]</span></sup></p>
<p style="text-align:justify;">Kata &#8220;bid&#8217;ah&#8221; yang diucapkan oleh Umar tadi, yakni kalimat &#8220;bid&#8217;ah yang paling baik adalah ini&#8221; adalah kata bid&#8217;ah dengan pengertian lughawi &#8216;etimologis&#8217;, bukan dengan pengertian terminologis syariat. Karena, kata bid&#8217;ah dalam pengertian etimologis adalah &#8220;sesuatu yang baru diciptakan atau baru diperbuat&#8221; yang belum pernah ada sebelumnya. Yang dimaksud oleh Umar dengan ucapannya itu adalah, manusia sebelumnya belum pemah melaksanakan shalat tarawih dalam kesatuan jamaah shalat seperti itu. Meskipun pada dasarnya, shalat tarawih secara jamaah itu sendiri pernah terjadi pada masa Nabi saw.. Karena, beliau mendorong kaum muslimin untuk melaksanakan shalat itu. Dan, banyak orang yang mengikuti shalat tarawih beliau selama beberapa malam. Namun, saat beliau mendapati banyak orang yang berkumpul untuk melaksanakan shalat tarawih bersama beliau, beliau tidak menemui mereka lagi untuk shalat bersama. Kemudian, pada pagi harinya, beliau bersabda, &#8220;Aku melihat apa yang kalian lakukan itu, dan yang menghalangi diriku untuk keluar dan shalat (tarawih) bersama kalian adalah karena aku takut jika shalat itu sampai diwajibkan atas kalian.&#8221;<sup><span style="color:#ff0000;">[<a name="26"></a>26]</span></sup></p>
<p style="text-align:justify;">Kekhawatiran ini, yakni kekhawatiran Rasulullah saw. jika Allah SWT mewajibkan shalat tarawih itu, menjadi hilang dengan wafatnya Nabi saw.. Dengan begitu, hilang pula faktor yang menghalangi dilaksanakannya shalat tarawih dalam satu kesatuan jamaah shalat.<sup><span style="color:#ff0000;">[<a name="27"></a>27]</span></sup></p>
<p style="text-align:justify;">Yang terpenting, makna &#8220;mukhtara&#8217;ah (sesuatu yang baru diciptakan atau baru diperbuat)&#8221; itu adalah sesuatu yang tidak diperintahkan oleh syariat.</p>
<p style="text-align:justify;" align="justify">Dari sini, ulama salaf kemudian mengkompilasikan ilmu-ilmu syariat, kemudian menciptakan ilmu-ilmu baru untuk mendukung syariat itu. Seperti, ilmu ushul fiqih, ilmu musthalah hadits, ilmu-ilmu bahasa Arab, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;" align="justify"><a name="[23]"></a>[23] Demikian juga halnya dengan Zaid bin Tsabit yang diperintahkan oleh Abu Bakar untuk mengumpulkan catatan-catatan ayat <span style="color:#ffffff;">Al</span>-Qur an dan mengkompilasikannya. Namun, Abu Bakar terus mendorong Zaid hingga Allah SWT melapangkan dadanya, sebagaimana telah terjadi dengan Umar dan Abu Bakar r.a..</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="[24]"></a>[24] Asy-Syathibi berkata bahwa Umar menamakannya seperti itu, dengan melihatnya dari unsur luarnya, yaitu suatu pebuatan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saw.. Juga tidak pernah terjadi pada masa Abu Bakar r.a.. Namun, bid&#8217;ah yang diucapkannya itu bukan bid&#8217;ah dengan pengertian terminologis. Maka, siapa yang menamakan perbuatan tadi sebagai bid&#8217;ah, dengan pengertian bid&#8217;ah seperti itu, maka tidak ada yang perlu diperdebatkan dalam masalah istilah dan terminologi. Lihat <span style="color:#ffffff;">al</span>-I&#8217;tishaam, 1/195.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="[25]"></a>[25] Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shalat Tarawih bab &#8220;Fadhlu man Qaama Ramadhaan&#8221;. Dan, lafal hadits tadi dikutip darinya. Juga diriwayatkan oleh Malik dalam kitab <span style="color:#ffffff;">al</span>-Muwaththa, bab &#8220;Bad&#8217;u Qiyaam Layaali Ramadhaan&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="[26]"></a>[26] Aisyah r.a. berkata,&#8221;Nabi saw. shalat (sunnah pada malam bulan Ramadhan) di masjid, maka orang-orang kemudian mengikuti shalat beliau itu. Pada malam kedua, beliau kembali shalat, dan kali ini para jamaah semakin bertambah banyak. Setelah itu, pada malam ketiga atau keempat, orang-orang berkumpul di masjid, namun Nabi saw. tidak keluar dari rumah beliau. Pada pagi harinya, Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Aku melihat apa yang kalian lakukan itu, dan yang menghalangi diriku untuk keluar dan shalat (tarawih) bersama kalian adalah karena aku takut jika shalat itu sampai diwajibkan atas kalian.&#8221; hadits Muttafaq &#8216;afaih. Lihat karya asy-syaukani, Nailul Authar, 3/61, Darul Fikr.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="[27]"></a>[27] Asy-Syathibi berkata bahwa perhatikanlah, dalam hadits ini&#8211;yakni hadits Aisyah tadi&#8211;ada indikasi yang menunjukkan bahwa perbuatan itu adalah sunnah karena, dengan kenyataan Rasulullah saw. melakukan qiyamullail Ramadhan (shalat sunnah pada malam bulan Ramadhan) dengan berjamaah di masjid, pada hari pertama dan kedua. Ini menunjukkan bahwa perbuatan itu sah dan boleh dilaksanakan. Sementara, dengan tidak keluarnya Rasulullah saw (pada malam ketiga atau keempat) itu karena mengkhawatirkan jika shalat qiyamullail Ramadhan diwajibkan bagi umat Islam, hal itu sama sekali tidak menunjukkan pelarangan perbuatan itu. Karena, masa ini adalah masa turunnya wahyu dan syariat sehingga bisa saja jika perbuatan itu kemudian diwajibkan bagi umat Islam. Oleh karena itu, ketika illat syariat itu telah hilang dengan wafatnya Rasulullah saw., maka kembalilah hukum masalah itu kepada hukum asalnya. Dengan demikian, perbuatan ihi secara jelas dibolehkan dan tidak ada penasakhan (penghapusan hukum) baginya. Lihat <span style="color:#ffffff;">al</span>-I&#8217;tishaam, 1/194.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://almanhaj.or.id/content/2944/slash/0">http://almanhaj.or.id/content/2944/slash/0</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/2028/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2028&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/16/kadang-kebenaran-tidak-hanya-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Mengkafirkan Sesama Muslim</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/11/jangan-mengkafirkan-sesama-muslim/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/11/jangan-mengkafirkan-sesama-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 04:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=2010</guid>
		<description><![CDATA[Untuk Menentukan Apakah Seseorang itu Muslim atau Kafir ini daftar periksanya: Iman: 1. Apakah dia beriman kepada Allah? 2. Apakah dia beriman kepada Malaikat Allah? 3. Apakah dia beriman kepada Kitab Allah? 4. Apakah dia beriman kepada Rasul Allah? 5. Apakah dia beriman kepada Hari Akhir? 6. Apakah dia beriman kepada Qadla dan Qadar? Islam: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2010&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Menentukan Apakah Seseorang itu Muslim atau Kafir ini daftar periksanya:</p>
<p>Iman:<br />
1. Apakah dia beriman kepada Allah?<br />
2. Apakah dia beriman kepada Malaikat Allah?<br />
3. Apakah dia beriman kepada Kitab Allah?<br />
4. Apakah dia beriman kepada Rasul Allah?<br />
5. Apakah dia beriman kepada Hari Akhir?<br />
6. Apakah dia beriman kepada Qadla dan Qadar?</p>
<p><span id="more-2010"></span>Islam:<br />
1. Apakah dia mengucapkan 2 kalimat Syahadah?<br />
2. Apakah dia sholat wajib 5 waktu?<br />
3. Apakah dia membayar zakat jika mencapai nishab dan haul?<br />
4. Apakah dia berpuasa di bulan Ramadhan?<br />
5. Apakah dia berhaji jika mampu?</p>
<p>Jika dia melakukan itu semua, haram bagi kita untuk mengkafirkannya. Jika ternyata dia tidak kafir, kitalah yang kafir. Jadi resikonya berat. Tidak main-main.</p>
<p>Dari Abu Zar r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Barangsiapa yang memanggil orang lain dengan sebutan kekafiran atau berkata bahwa orang itu musuh Allah, padahal yang dikatakan sedemikian itu sebenarnya tidak, melainkan kekafiran itu kembalilah pada dirinya sendiri.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dari Ibnu Umar radhiallahu &#8216;anhuma, katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Apabila ada seseorang berkata kepada saudaranya -sesama Muslimnya-: &#8220;Hai orang kafir,&#8221; maka salah seorang dari keduanya -yakni yang berkata atau dikatakan- kembali dengan membawa kekafiran itu. Jikalau yang dikatakan itu benar-benar sebagaimana yang orang itu mengucapkan, maka dalam orang itulah adanya kekafiran, tetapi jikalau tidak, maka kekafiran itu kembali kepada orang yang mengucapkannya sendiri.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Wa&#8217;alaikum salam wr wb</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/2010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/2010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/2010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/2010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/2010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/2010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/2010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/2010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/2010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/2010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/2010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/2010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/2010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/2010/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2010&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/11/jangan-mengkafirkan-sesama-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Neraka Bagi Orang yang Suka Mengadu-domba Manusia</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/09/neraka-bagi-orang-yang-suka-mengadu-domba-manusia/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/09/neraka-bagi-orang-yang-suka-mengadu-domba-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 05:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dosa - Kemunkaran]]></category>
		<category><![CDATA[Adu Domba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=2008</guid>
		<description><![CDATA[Neraka adalah tempat bagi orang yg suka mengadu-domba sehingga manusia saling perang/bunuh. Para pengadu-domba ini gemar memfitnah dan menyebar kabar bohong untuk mengadu-domba manusia. Allah Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.&#8221; (al-Qalam: 11) Dari Hudzaifah r.a. katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Tidak dapat masuk syurga seorang yang gemar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2008&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Neraka adalah tempat bagi orang yg suka mengadu-domba sehingga manusia saling perang/bunuh. Para pengadu-domba ini gemar memfitnah dan menyebar kabar bohong untuk mengadu-domba manusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.&#8221; (al-Qalam: 11)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<strong> Dari Hudzaifah r.a. katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Tidak dapat masuk syurga seorang yang gemar mengadu domba.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2008"></span><br />
<strong>Dari Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan melalui dua buah kubur, lalu bersabda: &#8220;Sesungguhnya kedua orang yang mati ini disiksa, tetapi tidaklah mereka disiksa karena kesalahan besar. Ya, tetapi sebenarnya besar juga -bila dilakukan secara terus menerus-. Adapun yang seorang diantara keduanya itu dahulunya -ketika di dunia- suka berjalan dengan melakukan adu domba, sedang yang lainnya, maka ia tidak suka menghabiskan sama sekali dari kencingnya -yakni di waktu kencing kurang memperdulikan kebersihan serta kesucian dari najis-.&#8221; Muttafaq &#8216;alaih. Ini adalah lafaz dari salah satu riwayat Imam Bukhari. Para ulama berkata bahwa maknanya: &#8220;Tidaklah mereka itu disiksa karena melakukan kesalahan yang besar,&#8221; yakni bukan kesalahan besar menurut anggapan kedua orang tersebut. Ada yang mengatakan bahwa itu merupakan hal besar -berat- baginya untuk meninggalkannya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Ibnu Mas&#8217;ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: &#8220;Tahukah engkau semua, apakah kedustaan besar itu? Yaitu Namimah atau banyak bicara adu domba antara para manusia.&#8221; (Riwayat Muslim) Al&#8217;adhha dengan fathahnya &#8216;ain muhmalah dan sukunnya dhad mu&#8217;jamah dan dengan ha&#8217; menurut wazan Alwajhu. Ada yang mengatakan Al&#8217;idhatu dengan kasrahnya &#8216;ain dan fathahnya dhad mu&#8217;jamah menurut wazan Al&#8217;idatu, artinya ialah kedustaan serta kebohongan besar. Menurut riwayat pertama, maka al&#8217;adhhu adalah mashdar, dikatakan: &#8216;adhahahu &#8216;adhhan artinya melemparnya dengan kedustaan atau pengadu-dombaan.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/2008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/2008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/2008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/2008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/2008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/2008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/2008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/2008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/2008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/2008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/2008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/2008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/2008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/2008/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=2008&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/09/neraka-bagi-orang-yang-suka-mengadu-domba-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salafi Wahabi Memecah Belah Islam dari Dalam?</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 04:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi Wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=1978</guid>
		<description><![CDATA[Pertamakali saya menganggap gerakan Wahabi itu bagus. Niatnya untuk memurnikan ajaran Islam. Tapi lama-kelamaan kok jadi ekstrim membahas masalah-masalah furu&#8217;iyah dan khilafiyah dengan ujung-ujungnya membid&#8217;ahkan dan mengkafirkan sesama Muslim. Sebelumnya saya jelaskan sebagaimana pendapat Ketua FPI, Habib Rizieq Syihab, selain Wahabi Takfiri dan Khawarij yang harus diluruskan, adapula Wahabi yang masih toleran dan bisa diajak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=1978&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/12/arabas.jpg?w=468" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamakali saya menganggap gerakan Wahabi itu bagus. Niatnya untuk memurnikan ajaran Islam. Tapi lama-kelamaan kok jadi ekstrim membahas masalah-masalah furu&#8217;iyah dan khilafiyah dengan ujung-ujungnya membid&#8217;ahkan dan mengkafirkan sesama Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya saya jelaskan sebagaimana pendapat Ketua FPI, Habib Rizieq Syihab, selain Wahabi Takfiri dan Khawarij yang harus diluruskan, adapula Wahabi yang masih toleran dan bisa diajak dialog.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara yang mereka ributkan dan vonis bid&#8217;ah adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">- Dzikir berjama&#8217;ah</p>
<p style="text-align:justify;">- Dzikir dengan suara keras seperti shalat &#8216;Isya</p>
<p style="text-align:justify;">- Isbal</p>
<p style="text-align:justify;">- Maulid Nabi</p>
<p style="text-align:justify;">- Pengajaran Sifat 20 yang disusun Imam Abu Hasan Al Asy&#8217;ari</p>
<p style="text-align:justify;">dsb</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan vonis bid&#8217;ah, artinya yang dituduh itu sesat dan masuk neraka.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1978"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ustad Arifin Ilham dengan Majelis Zikir Az Zikro mereka anggap bid&#8217;ah dan sesat:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin <strong>dzikir bid’ah</strong> model Arifin Ilham bisa dikatakan sebagai majelis dzikir yang disebutkan di dalam nash-nash tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan “majalis adz dzikir” yg dinisbahkan kepada model dan cara berdzikirnya Arifin Ilham lbh pantas dinamakan sebagai <strong>“majelis makr ”</strong> dan bukan majelis dzikr. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari <strong>kesesatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://blog.re.or.id/bid-ahnya-dzikir-jama-ah-ala-arifin-ilham-5-manhaj.htm">http://blog.re.or.id/bid-ahnya-dzikir-jama-ah-ala-arifin-ilham-5-manhaj.htm</a></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin orang-orang yang berzikir dianggap sesat sementara orang-orang yang berjudi atau mabuk-mabukan di kafe bebas dari cacian kelompok tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok Salafi Wahabi ini dalam memahami Al Qur&#8217;an sepotong-sepotong tanpa memakai akal dan juga pendapat para Salaf seperti Imam Madzhab (Bukan Ibnu Taimiyyah yg lahir di tahun 728 H).</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8220;Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. &#8221; [Luqman 19]</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8220;Ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut&#8221; [Maryam 3]</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Ibnu ’Abbas Ra. berkata: “bahwasanya dzikir dengan suara keras setelah selesai shalat wajib adalah biasa pada masa Rasulullah SAW”. Kata Ibnu ’Abbas, “Aku segera tahu bahwa mereka telah selesai shalat, kalau suara mereka membaca dzikir telah kedengaran”.[Lihat Shahih Muslim I, Bab Shalat. Hal senada juga diungkapkan oleh al Bukhari (lihat: Shahih al Bukhari hal: 109, Juz I)]</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung berfirman: Aku adalah menurut sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia berzikir (dengan menyebut nama)Ku. Jika ia mengingat Aku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam Diri-Ku, dan jika ia menyebut nama-Ku dalam sekelompok manusia, maka Aku menyebutnya dalam sekelompok manusia yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku mendekatinya sehasta, jika ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku mendekatinya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berlari kecil. [HR. Muslim, Kitab az-Zikr, No. 2/2675].</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari Abi Musa, ia berkata: Kami pernah bersama Nabi saw dalam suatu perjalanan. Kemudian orang-orang mengeraskan suara dalam bertakbir. Lalu Nabi saw bersabda: Hai manusia, kecilkanlah suaramu, sebab kamu tidak berdoa kepada orang yang tuli dan jauh, melainkan kamu berdoa kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat, dan Dia bersamamu … [HR. Muslim, Kitab az-Zikr, No. 44/2704].</p>
<p style="text-align:justify;">Dari berbagai hadits di atas sebetulnya kita bisa menarik kesimpulan bahwa dzikir berjama&#8217;ah dan suara jahar/keras seperti sholat Subuh, Maghrib, dan Isya itu dibolehkan. Jika tidak, tentu dalam sholat tersebut kita dilarang mengeraskan suara.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang dilarang adalah suara keras yang berteriak-teriak seperti keledai sehingga mengganggu orang lain. Ibaratnya jika ada orang berbicara dengan kita dengan berteriak-teriak dengan suara keras tentu kita tersinggung bukan? Kita tidak tuli. Tapi kalau berbisik-bisik tidak kedengaran juga kita tidak bisa mendengar.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dzikir berjama&#8217;ah dan bersuara keras itu dilarang, dan orang dzikir sendirian dengan tidak bersuara, niscaya kita tidak akan bisa mendapatkan berbagai dzikir dari Nabi. Afala ta&#8217;quluun. Apakah kalian tidak berakal? Begitu kata Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak pantas juga bagi seorang Muslim untuk mudah menganggap sesat atau mengkafirkan sesama Muslim yang masih sholat dan mengucapkan 2 kalimat syahadah. Jika begitu, maka mereka itu lemah imannya atau mungkin justru tidak punya iman:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan</strong>; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar.</strong> Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align:justify;">Di saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang sedang mengucapkan, “Laa ilaaha illallaah, ” Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, “Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah.” Usamah lalu berkata, “Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kamu mengetahui isi hatinya?” [HR Bukhari dan Muslim]</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/">http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Salafi Wahabi ini begitu bengis terhadap sesama Muslim. Namun terhadap kaum kafir seperti Yahudi dan Nasrani (AS dan Israel) mereka amat bersahabat. Orang yang benar-benar beriman dan ingin memurnikan ajaran Islam tidak akan begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Syi&#8217;ah mereka kafirkan. Di Timur Tengah, mereka saling bunuh dan bom masjid dengan kaum Syi&#8217;ah. Di Indonesia, kelompok Aswaja/NU sudah kenyang dibid&#8217;ah-bid&#8217;ahkan oleh mereka terkait hal di atas. Demo Hizbut Tahrir mereka anggap Bid&#8217;ah. Bahkan terhadap sesama Salafi pun mereka pecah dan saling caci sehingga kata-kata yang tidak pantas seperti &#8220;KECOAK&#8221; dilontarkan kepada sesama mereka:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abdul Mu&#8217;thi:</strong><br />
Khususnya yang berkenaan tentang Abu Nida&#8217;, Aunur Rafiq, Ahmad Faiz serta <strong>kecoak-kecoak</strong> yang ada di bawah mereka. Mereka ternyata tidak berubah seperti sedia kala, dalam mempertahankan hizbiyyah yang ada pada mereka <em>(<a href="http://www.salafy.or.id/" target="_blank">www.salafy.or.id</a>, manhaj: &#8220;Bahaya jaringan JI dari Kuwait dan At Turots&#8221;, Abdul Mu&#8217;thi, Abu Ubaidah Syafrudin dan Abdurahman Wonosari).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;area=showposts;u=27174">http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;area=showposts;u=27174</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://salafytobat.wordpress.com/2008/09/11/salafy-haraky-vs-salafy-yamani-vs-salafy-sururi/">http://salafytobat.wordpress.com/2008/09/11/salafy-haraky-vs-salafy-yamani-vs-salafy-sururi/</a></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata Ular dilontarkan terhadap sesama Muslim:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Nah liciknya, ketika salafi dan jihadi sedang bertempur membela manhajnya masing-masing, kelompok <a href="http://muhibbulislam.wordpress.com/2010/07/10/adakah-bidah-hasanah/" target="_blank">bid’ah hasanah</a> menyelusup ke dalam barisan jihadi seperti <strong>ular berbisa</strong> lalu menebar racunnya secara membabi buta, entah kepada jihadi atau kepada <a href="http://muhibbulislam.wordpress.com/2011/04/03/mengenal-salaf-dan-salafi/" target="_blank">salafi</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://muhibbulislam.wordpress.com/2011/04/30/salafi-antara-jihad-dan-bencana-bid%E2%80%99ah-hasanah/">http://muhibbulislam.wordpress.com/2011/04/30/salafi-antara-jihad-dan-bencana-bid%E2%80%99ah-hasanah/</a></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin seorang ulama kata-katanya penuh dengan &#8220;Kebun Binatang&#8221;? Kata-kata seperti &#8220;Kecoak&#8221;, &#8220;Ular Berbisa&#8221; dilabelkan kepada manusia. Jangankan ulama/dai, bagi orang awam pun itu tidak pantas. Allah benci dengan orang yang seperti itu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa. (AR. Ath-Thahawi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Orang yang paling dibenci Allah ialah yang bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Muhammad itu diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Al Bazzaar)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Surat Al Hujuraat 11-12 Allah melarang orang-orang yang beriman mengolok-olok dan memaki satu kaum dan menggunjing (ghibah) orang lain. Orang yang melakukan itu di akhirat kelak akan memakan bangkai yang busuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin kita mengaku <strong>&#8220;MENGHIDUPKAN SUNNAH&#8221;</strong> jika kita <strong>&#8216;MEMATIKAN AL QUR&#8217;AN&#8221;</strong>? Melanggar ayat-ayat Al Qur&#8217;an di atas seperti memaki manusia sebagai Kecoak dan Ular?</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Muhammad dan orang Islam yang benar itu kasih sayang dengan sesama dan keras terhadap orang-orang kafir. Bukan seperti Salafi Wahabi di atas:</p>
<p style="text-align:justify;">“<strong>Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.</strong>Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al Fath 29]</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu <strong>kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir,</strong> yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah 54]</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak jarang kaum Salafi Wahabi memperdebatkan hadits-hadits meski &#8220;lawannya&#8221; juga punya argumen dari Hadits Bukhari seperti Abu Bakar yang Isbal tapi tidak dihukum haram oleh Nabi. Akibatnya timbul fitnah dan perpecahan. Padahal jangankan hadits, Al Qur&#8217;an saja jika isinya tidak jelas (Mutasyabihat) Allah melarang kita untuk memperdebatkannya karena khawatir timbul perpecahan:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>&#8220;Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur&#8217;an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta&#8217;wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta&#8217;wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: &#8220;Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.&#8221; Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. : [Ali 'Imran 7]</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dakwah Nabi adalah menyeru manusia kepada kalimat Tauhid. Masuk ke dalam Islam. Untuk itu Nabi mengirim berbagai surat ajakan masuk Islam ke Kaisar Romawi Heraklius, Kisra Persia, Raja Mesir Muqowqis, dsb. Nah kalau Wahabi bukan menyeru orang-orang kafir ke dalam Islam atau pun mengajarkan pokok2 ajaran Islam tapi justru meributkan hal-hal furu&#8217;iyah/khilafiyyah dsb yang akhirnya mengeluarkan vonis bahwa kelompok Muslim ini bid&#8217;ah, kelompok Muslim itu sesat. Merusak Persatuan Islam dan Ukhuwah Islamiyah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Al An’aam:159]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi bukannya memurnikan ajaran Islam, justru melanggar banyak ayat-ayat Al Qur&#8217;an dan menimbulkan perpecahan ummat Islam.</p>
<p>Video Siapakah Wahabi:</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/"><img src="http://img.youtube.com/vi/2mnvT6WuAzA/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align:justify;">Di bawah beberapa tulisan tentang Salafi Wahabi. Di antaranya resensi dari seorang Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tentang buku <a title="Permanent Link to Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi" href="http://immugm.web.id/2011/03/09/review-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi/" rel="bookmark">Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi</a>. Ada juga tulisan dari seorang Aswaja.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Dari awal, ternyata pendiri Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab membantu Ibnu Suud untuk bughot terhadap Kekhalifahan Turki Usmani dengan dibantu kaum kafir harbi Inggris. Akibatnya Turki lemah sehingga Palestina pun jatuh ke tangan Inggris. Dari Inggris, Palestina diserahkan ke Zionis Yahudi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah video bagaimana penjajah Inggris membantu Wahabi dengan dana dan senjata untuk berontak kepada Kekhalifahan Islam Turki Usmani. Di kemudian hari, Wahabi jadi pelayan Amerika dalam membantai sesama Muslim di Iraq, Afghanistan, dan sebagainya dengan menyediakan dana dan pangkalan militer:</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/"><img src="http://img.youtube.com/vi/o3vkdLIn3wQ/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align:justify;">Hingga sekarang pun Arab Saudi dengan paham Wahabi akrab dengan AS yang merupakan pendukung utama Israel. Arab Saudi menyediakan pangkalan militer bagi tentara AS guna membantai jutaan Muslim di Iraq dan Afghanistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah video tentang Wahabi. Di antaranya Wahabi membantai ummat Islam di Mekkah dan Madinah dengan alasan ummat Islam di Mekkah dan Madinah adalah kafir/musyrik. Jika ummat Islam di Mekkah dan Madinah kafir/musyrik, lalu di mana ummat Islam yang lurus?</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/"><img src="http://img.youtube.com/vi/BfEd0PLbHvM/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, Muhammad bin Abdul Wahab lahir di Najd (Nejed), tempat yang dikatakan Nabi sebagai tempat kegoncangan, fitnah-fitnah, dan tanduk setan:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Ibnu Umar berkata, &#8220;Nabi berdoa, &#8216;Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.&#8217; Mereka berkata, Terhadap Najd kami.&#8217; Beliau berdoa, &#8216;Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.&#8217; Mereka berkata, &#8216;Dan Najd kami.&#8217; Beliau berdoa, &#8216;Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.&#8217; Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, &#8216;Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.&#8217;&#8221; [HR Bukhari]</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Abdul_Wahhab">http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Abdul_Wahhab</a></p>
<p style="text-align:justify;">Inilah peta Najd:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/najad_one.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2022" title="najad_one" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/najad_one.jpg?w=500&#038;h=459" alt="" width="500" height="459" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Walau pun kaum Salafi berdalih bahwa Najd yang dimaksud bukan Najd di dekat Riyadh yang terkenal itu, tapi di Iraq, namun pendapat itu keliru. Pertama saat Hadits itu muncul ada orang Najd asli (bukan dari Iraq). Jika bukan Najd itu yang dimaksud, tentu Nabi akan menjelaskan bahwa Najd di Iraq lah agar mereka tidak tersinggung dan tidak timbul FITNAH.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, di hadits lain disebut bahwa Najd yang dimaksud di sebelah timur Madinah. Jelas itu Najd di dekat Riyadh karena posisinya pas di timur. Sedang Iraq posisi di peta agak disebelah utara:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: </strong><br />
<strong>Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saat Mu&#8217;awiyah berontak kepada Khalifah Ali, Islam terbagi 3: Sunni (Pendukung Mu&#8217;awiyah), Syi&#8217;ah Ali (Pendukung Ali), dan Khawarij. Pada dasarnya Khawarij itu aqidah dan amalnya adalah Islam. Namun karena mereka mengkafirkan orang Islam di luar kelompoknya bahkan membunuh Sayidina Ali, maka jumhur ulama menganggap Khawarij keluar dari Islam. Bukan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi meski mengaku &#8220;Menghidupkan Sunnah&#8221;, namun jika mengkafirkan orang yang membaca Syahadah dan Sholat (meyakini 6 rukun Iman dan melaksanakan 5 rukun Islam) apalagi sampai membunuhnya, mereka adalah Khawarij. Bukan Islam.</p>
<p>Dari <strong>Abu Huroiroh</strong> ra bahwasanya Nabi SAW bersabda:</p>
<h1 align="right">إذا قال الرجل لأخيه يا كافر فقد باء به أحدهما</h1>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Apabila seseorang mengatakan kepada saudaranya: Wahai orang kafir, maka perkataan itu akan menimpa salah satu dari keduanya.&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Barangsiapa mengangkat senjata melawan kita, bukanlah termasuk golongan kita.&#8221; Muttafaq Alaihi.  </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada ayat-ayat Al Qur&#8217;an di atas juga dijelaskan jika orang Islam itu lemah-lembut terhadap sesama dan keras terhadap orang-orang kafir. Jadi jika terhadap sesama Muslim begitu keras seperti mengkafirkan bahkan membunuh, dia bukan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Waspadailah kaum Khawarij meski mengaku Muslim dan begitu fasih membaca Al Qur&#8217;an, namun mereka justru mengkafirkan dan memerangi ummat Islam sedang penyembah berhala dan oramg-oramg kafir seperti Yahudi dan Nasrani justru aman dari tangan mereka:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:</strong><br />
<strong> Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1761)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:</strong><br />
<strong> Ali ra. yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yang masih dalam bijinya kepada Rasulullah saw., kemudian Rasulullah saw. membagikannya kepada beberapa orang, Aqra` bin Habis Al-Hanzhali, Uyainah bin Badr Al-Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al-Amiri, seorang dari Bani Kilab, Zaidul Khair At-Thaiy, seorang dari Bani Nabhan. Orang-orang Quraisy marah dan berkata: Apakah baginda memberi para pemimpin Najed, dan tidak memberikan kepada kami? Rasulullah saw. bersabda: Aku melakukan itu adalah untuk mengikat hati mereka. Kemudian datang seorang lelaki yang berjenggot lebat, kedua tulang pipinya menonjol, kedua matanya cekung, jidatnya jenong dan kepalanya botak. Ia berkata: Takutlah kepada Allah, ya Muhammad! Rasulullah saw. bersabda: Siapa lagi yang taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Apakah Dia mempercayai aku atas penduduk bumi, sedangkan kamu tidak mempercayai aku? Lalu laki-laki itu pergi. Seseorang di antara para sahabat minta izin untuk membunuh laki-laki itu (diriwayatkan bahwa orang yang ingin membunuh itu adalah Khalid bin Walid), tetapi Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara bangsaku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)</strong></p>
<h2>Anjuran untuk membunuh orang-orang Khawarij</h2>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:</strong><br />
<strong> Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)</strong></p>
<h2>Golongan Khawarij adalah seburuk-buruk manusia</h2>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.:</strong><br />
<strong> Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776)</strong></p>
<h1 style="text-align:justify;">Referensi:</h1>
<h2>Pandangan FPI terhadap Wahabi:</h2>
<p style="text-align:justify;" align="\&quot;justify\&quot;"><span style="font-family:&quot;">Ada pun Pandangan FPI terhadap WAHABI sebagai berikut : FPI membagi WAHABI dengan semua sektenya juga menjadi TIGA GOLONGAN ; Pertama, WAHABI TAKFIRI yaitu Wahabi yang mengkafirkan semua muslim yang tidak sepaham dengan mereka, juga menghalalkan darah sesama muslim, lalu bersikap MUJASSIM yaitu mensifatkan Allah SWT dengan sifat-sifat makhluq, dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari USHULUDDIN yang disepakati semua MADZHAB ISLAM. Wahabi golongan ini KAFIR dan wajib diperangi.</span></p>
<p style="text-align:justify;" align="\&quot;justify\&quot;"><span style="font-family:&quot;">Kedua, WAHABI KHAWARIJ yaitu yang tidak berkeyakinan seperti Takfiri, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan mau pun tulisan terhadap para Ahlul Bait Nabi SAW seperti Ali RA, Fathimah RA, Al-Hasan RA dan Al-Husein RA mau pun &#8216;Itrah/Dzuriyahnya. Wahabi golongan ini SESAT sehingga mesti dilawan dan diluruskan.</span></p>
<p style="text-align:justify;" align="\&quot;justify\&quot;"><span style="font-family:&quot;">Ketiga, WAHABI MU&#8217;TADIL yaitu mereka yang tidak berkeyakinan Takfiri dan tidak bersikap Khawarij, maka mereka termasuk MADZHAB ISLAM yang wajib dihormati dan dihargai serta disikapi dengan DA&#8217;WAH dan DIALOG dalam suasana persaudaraan Islam.</span></p>
<p align="\&quot;justify\&quot;"><a href="http://fpi.or.id/?p=detail&amp;nid=98">http://fpi.or.id/?p=detail&amp;nid=98</a></p>
<h2 align="\&quot;justify\&quot;">Pandangan Habib Munzir Al Musawa dari Majelis Rasulullah tentang Wahabi:</h2>
<p style="text-align:justify;" align="\&quot;justify\&quot;">beda dengan orang orang wahabi, mereka tak punya sanad guru, namun bisanya cuma menukil dan memerangi orang muslim.</p>
<p>mereka memerangi kebenaran dan memerangi ahlussunnah waljamaah, memaksakan akidah sesatnya kepada muslimin dan memusyrikkan orang orang yg shalat.</p>
<p align="\&quot;justify\&quot;"><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=5&amp;func=view&amp;id=5324&amp;catid=8">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=5&amp;func=view&amp;id=5324&amp;catid=8</a></p>
<p style="text-align:justify;" align="\&quot;justify\&quot;">salaf, artinya adalah kaum yg terdahulu, salaf adalah istilah bagi Ulama Ulama yg terdahulu di masa setelah Tabi&#8217; Tabiin, namun kaum penganut ajaran wahabi menamakan dirinya salafy, padahal mereka tak mengikuti ajaran ulama salaf yg terkenal berbudi luhur, ahli ibadah, ahli ilmu syariah.<br />
mereka ini muncul di akhir zaman justru membawa ajaran sesat dan mengaku salaf.</p>
<p align="\&quot;justify\&quot;"><a href="http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=5&amp;func=view&amp;id=957&amp;catid=7">http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=5&amp;func=view&amp;id=957&amp;catid=7</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://immugm.web.id/2011/03/09/review-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi/">http://immugm.web.id/2011/03/09/review-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi/</a></p>
<div style="text-align:justify;">
<div><a title="Permanent Link to Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi" href="http://immugm.web.id/2011/03/09/review-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi/" rel="bookmark">Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi</a></div>
<div><a title="Posts by IMM UGM" href="http://immugm.web.id/author/IMM%20UGM/" rel="author">IMM UGM</a></div>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<p>oleh M. Zulfi Ifani*</p>
<p><em><img title="sejarah berdarah salafi wahabi" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2011/03/sejarah-berdarah-sekter-salafy-wahabi.jpg?w=237&#038;h=368" alt="" width="237" height="368" />“Mereka memerangi orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala”</em></p>
<p>(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasai, dan Ahmad)</p>
<blockquote><p><strong>Data Buku</strong></p>
<p>Penulis: Syaikh Idahram</p>
<p>Penerbit: Pustaka Pesantren (Grup LKIS)</p>
<p>Tahun Terbit: 2011</p>
<p>Harga Netto: 50.000</p></blockquote>
<p>Ketika akan memulai menulis review buku ini saya sedikit ragu. Ada sedikit ragu untuk bersiap menghadapi serangan atau bahkan hujatan dari kelompok Salafi yang kebakaran jenggot melihat kelompok mereka dikritik sedemikian rupa. Saya kira sudah jadi identitas bagi kelompok Salafi untuk ringan lisan mengkafirkan, membid’ahkan dan menyesatkan orang/kelompok yang tidak sejalan dengan pemikiran mereka.</p>
<p>Buku ini saya temui di pameran buku di Jogja Expo Center beberapa hari lalu. Ditulis oleh seorang penulis Syaikh Idahram (yang saya sayangkan, biografi singkat penulis tidak dijelaskan sedikitpun di buku ini. Sepertinya ini nama pena). Selain penulis tersebut, buku ini juga di-endorser oleh beberapa tokoh kompeten yaitu: KH. Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Dzikir Adz Zikra), KH. DR. Ma’ruf Amien (Ketua MUI) dan Prof. Said Agil Siraj (Ketua Umum PBNU).</p>
<p>KH. Ma’ruf Amien misalnya menyatakan bahwa “Buku ini layak dibaca oleh siapa pun. Saya berharap setelah membaca buku ini, seorang muslim meningkat kesadarannya, bertambah kasih-sayangnya, rukun dengan saudaranya, <strong>santun dengan sesama umat, lapang dada dalam menerima perbedaan</strong> dan adil dalam menyikapi permasalahan.”</p>
<p><strong>Ringkasan, Sangat Ringkas</strong></p>
<p>Adapun buku ini terbagi ke dalam 6 bab pembahasan. <strong>Bab pertama, bercerita tentang seluk beluk Salafi</strong>. Saya mencatat bahwa berdirinya kelompok (atau sekte menurut penulis buku) tidak lepas pula dari kepentingan ekonomi-politik duet Muhammad bin Saud dan Muhammad bin Abdul Wahab untuk melepaskan diri dari Kekhalifahan Turki Utsmani dan mendirikan negara/pemerintahan baru. Terbukti hari ini, dinasti Raja Saudi didukung pewaris madzhab Salafi Wahabi bergandengan tangan duduk satu meja dengan pihak barat dalam banyak hal.</p>
<p><strong>Bab kedua, bercerita tentang sejarah kejahatan Salafi</strong>. Susah untuk dipercaya, dan mungkin memang harus dikonfirmasi terlebih lebih lanjut. Tapi, data dan fakta yang disampaikan penulis cukuplah kuat untuk membuktikan tuduhan kejahatan ini. Beberapa peristiwa terkini, seperti pembantaian jamaah haji dari Yaman (tahun 1921) sejumlah hampir 1000 orang. Juga jamaah haji dari Iran (tahun 1986), sedikitnya 329 orang tewas dan ribuan lainnya terluka. Anda tahu kenapa jamaah Iran dibantai? Jawabannya karena mereka berdemo melaknat negeri-negeri barat. Bagaimana pendapat anda? Kalau anda tidak merasa aneh dan miris, justru saya akan mempertanyakan ke-Islaman anda…</p>
<p><strong>Bab ketiga, bercerita tentang hadits-hadits Rasul tentang Salafi</strong>. Ada beberapa hadits yang diangkat, akan tetapi Hadits Bukhari, Muslim, dan Hakim sepertinya cukup mewakili: <em>“Akan terjadi di tengah umatku perbedaan dan perpecahan. Akan muncul suatu kaum yang membuatmu kagum, dan mereka juga kagum terhadap diri mereka sendiri. Namun orang-orang yang membunuh mereka lebih utama di sisi Allah daripada mereka. Mereka baik perkataannya, namun buruk perbuatannya. Mereka mengajak kepada kitab Allah, tetapi tidak mewakili Allah sama sekali. Jika kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah.”</em></p>
<p>Saya kira kalau kelompok umat Islam lain konsisten bertindak secara tekstual (seperti yang dipraktekkan Salafi), bisa jadi kelompok Salafi sudah dibunuh sejak dulu –tidak akan ada yang rugi saya kira. Akan tetapi, saya kira sebagian umat Islam lebih cerdas dan arif dalam melihat perbedaan sehingga tidak gegabah dan bodoh dalam bertindak.</p>
<p><strong>Bab keempat, bercerita tentang fatwa-fatwa yang menyimpang dari Salafi Wahabi</strong>. Seperti biasa yang kita tahu, bahwa fatwa-fatwa mereka seringkali otoriter dan bila tidak dilaksanakan lalu kuasa bahasa bermain (sesat, kafir, bid’ah, boikot sampai halal darahnya). Saya heran hari seperti ini sempat-sempatnya memfatwakan haramnya belajar bahasa selain bahasa arab, gila bukan? Menurut Salafi belajar bahasa selain arab adalah bentuk <em>tasyabbuh kuffar</em> (menyerupai orang-orang kafir). Entah dimana akal sehat ditaruh pada fatwa ini. Padahal bahasa adalah ilmu alat yang amat penting, tanpa bahasa ilmu tidak akan pernah menyebar luas, dakwah pun hanya akan terjepit di lokal tertentu.</p>
<p>Selain fatwa aneh haram belajar bahasa lain, ada juga fatwa-fatwa janggal lain seperti: haram membawa jenazah dengan mobil, ucapan hari raya adalah bid’ah dan sesat, dsb.</p>
<p><strong>Bab kelima, bercerita tentang kerancuan konsep dan manhaj Salafi</strong>.  Inti dari bab ini kurang lebih senada dengan buku Prof. Said Ramadhan Al Buthi <em>Assalafiyyah Marhalatun Zamaniyyatun mubârakatun lâ Madzhabun Islâmiyyun </em>yang menyatakan bahwa Salafi pada dasarnya hanyalah sebuah fase sejarah bukan madzhab. Ada dua argumen yang harusnya dijadikan catatan: <em>Pertama</em>, bahwa kaum Salaf pun ketika itu tidak selalu seragam dalam menghadapi permasalahan. Adalah suatu kejanggalan ketika sekarang harus diseragamkan, atau jangan-jangan keseragaman ini bukan muncul dari kaum Salaf tapi justru dari pemaksaan ajaran Muhammad ibnu Abdul Wahab??</p>
<p><em>Kedua</em>,  kelompok Salafi begitu gencar mengkampanyekan anti taqlid dan madzhabiyah (Syafii, Hanbali, Hanafi dan Malik). Sayangnya, mereka tidak konsisten! Justru mereka sendiri sangat taqlid terhadap ulama mereka seperti Syekh bin Baz, Syekh bin Utsaimin, Syekh bin Fauzan, dll. Lucu bukan?? Lucu sekali…</p>
<p><strong>Epilog<em></em></strong></p>
<p>Hari ini perbedaan yang sifatnya <em>furuiyah</em> seharusnya tidak dihadapi dengan semangat bid’ah-membid’ahkan atau bahkan kafir-mengkafirkan. Itu terlalu jauh dan kasar terhadap sesama umat Islam. Kalau konsisten dengan Salaf, seharusnya akhlak Rasul mereka junjung tinggi, bukan justru akhlak Khawarij yang gemar menuduh kafir, bid’ah dan sesat.</p>
<p>Pada akhirnya, hari ini sudah jelas siapa musuh Islam. Sudah jelas siapa yang harus kita lawan bersama-sama. Jangan sampai kelompok anti Islam, dari Zionis maupun barat terus menertawai umat Islam yang lebih senang ribut di internal alih-alih mensolidkan diri.<strong></strong></p>
<p><strong>*</strong>Ketua Umum IMM UGM 2009-2010</p>
</div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/07/28/kelompok-salafy-paling-tidak-ikutilah-jalan-yang-ditempuh-jakfar-umar-thalib/">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/07/28/kelompok-salafy-paling-tidak-ikutilah-jalan-yang-ditempuh-jakfar-umar-thalib/</a></p>
<h2 style="text-align:justify;"><a title="Kelompok Salafy, Paling Tidak, Ikutilah Jalan yang Ditempuh Jakfar Umar Thalib !!!" href="http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/07/28/kelompok-salafy-paling-tidak-ikutilah-jalan-yang-ditempuh-jakfar-umar-thalib/" rel="bookmark">Kelompok Salafy, Paling Tidak, Ikutilah Jalan yang Ditempuh Jakfar Umar Thalib !!!</a></h2>
<div style="text-align:justify;">Posted on JuliUTCbSat, 28 Jul 2007 18:47:38 +0000000000pmSat, 28 Jul 2007 18:47:38 +000047 11, 2007 by Salafy</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a title="jakfar-umar-thalib.jpg" href="http://salafyindonesia.files.wordpress.com/2007/07/jakfar-umar-thalib.jpg"><img src="http://salafyindonesia.files.wordpress.com/2007/07/jakfar-umar-thalib.thumbnail.jpg?w=468" alt="jakfar-umar-thalib.jpg" /></a><br />
Seorang muslim manapun sebenarnya sedikit-banyak memiliki kadar kesalafian dalam dirinya meskipun ia tidak pernah menggembar-gemborkan pengakuan bahwa ia seorang salafi. Sebagaimana juga pengakuan kesalafian seseorang juga tidak pernah dapat menjadi jaminan bahwa ia benar-benar mengikuti jejak para al-Salaf al-Shalih, dan –menurut penulis- ini sama persis dengan pengakuan kemusliman siapapun yang terkadang lebih sering berhenti pada taraf pengakuan belaka. Jakfar Umar Thalib (eks panglima Laskar Jihad) dalam pengakuan akan kesalahannya mengatakan: “Sayapun sempat menganggap bahwa mayoritas kaum muslimin adalah Ahlul Bid’ah dan harus disikapi sebagai Ahlul Bid’ah. Maka tampaklah Dakwah Salafiyyah yang saya perjuangkan menjadi terkucil, kaku dan keras. Saya telah salah paham dengan apa yang saya pelajari dari kitab-kitab para Ulama’ tersebut di atas tentang sikap Ahlul Bid’ah. Saya sangka Ahlul Bid’ah itu ialah semua orang yang menjalankan bid’ah secara mutlak…”</p>
<p style="text-align:justify;">——————————————————————–<br />
<strong>Kelompok Salafy, Paling Tidak, Ikutilah Jalan yang Ditempuh Jakfar Umar Thalib !!!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok yang menamakan diri sebagai Salafy yang berorientasi ke Wahabisme selayaknya mengikuti apa yang telah ditempuh oleh Jakfar Umar Thalib. Dengan tetap memegang akidah Wahabismenya, ia lebih lunak. Dalam arti, pengkafiran (menuduh selainnya sebagai kelompok sesat karena perbuatan bid’ah, syirik dan khurafat) yang selama ini dilakukannya kini telah ditanggalkannya. Namun sayang, justru sifat terpuji semacam itulah, akhirnya Jakfar Umar Thalib dinyatakan sebagai telah keluar dari manhaj Salafy. Lantas, apakah Salafy harus selalu identik dengan ‘pengkafiran’? Jika itu yang terjadi maka jangan salahkan jika mayoritas pengikut Islam di Tanah Air yang Ahlusunah wal Jamaah (pengikut empat mazhab resmi Ahlusunah) tidak akan memberi kesempatan sedikitpun terhadap kelompok Salafy untuk bergerak. Akhirnya, kelompok minoritas yang kaku ini, untuk menutupi keminoritasnya di depan public, mereka gunakan sarana internet (site, blog, milis dsb) sebagai sarana untuk berdakwah. Dengan kepemilikan setiap anggota Salafy media dakwah di internet tadi, sehingga seakan Salafy di Indonesia -secara kuantitas- bertumbuh secara pesat dan dapat merekrut banyak orang. Padahal kenyataan di lapangan tidaklah seacam itu. Belum lagi perpecahan di tubuh Salafy sendiri -yang satu dengan lainnya saling menyesatkan- semakin mempertajam kemerosotan kualitas dan kuantitas pengikut Salafy di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalaupun para pengikut sekte Salafy tidak mau menanggalkan baju kumuh Salafisme (baca: Wahabisme) yang tidak sesuai dengan nuansa zaman -terkhusus sekarang ini- dan secara lebih khusus lagi kondisi local Nusantara, maka paling tidak lakukanlah apa yang dilakukan oleh orang seperti Jakfar Umar Thalib yang cenderung lebih moderat. Tulisan di bawah ini akan sedikit-banyak menyingkapkan kepada kita tentang gerakan Salafy di Indonesia. Silahkan menyimak !?</p>
<p style="text-align:justify;">UNIVERSITAS INDONESIA – PROGRAM PASCASARJANA</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PROGRAM STUDI KAJIAN TIMUR TENGAH DAN ISLAM</strong></p>
<p style="text-align:justify;">KEKHUSUSAN KAJIAN ISLAM – JAKARTA 2006</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh: Muh. Ikhsan 7105090722</p>
<p style="text-align:justify;">Dosen: DR. Muhammad Lutfi Zuhdi, MA</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>GERAKAN SALAFI MODERN DI INDONESIA</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<ol>Sebuah Upaya Membedah Akar Pertumbuhan dan Ide-ide Substansialnya</ol>
</ol>
<ol style="text-align:justify;">Muhammad Ikhsan</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengantar</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia nampaknya memang akan selalu menjadi lahan subur lahir dan tumbuhnya berbagai gerakan Islam dengan berbagai ragamnya; baik yang “hanya sekedar” perpanjangan tangan dari gerakan yang sebelumnya telah ada, ataupun yang dapat dikategorikan sebagai gerakan yang benar-benar baru. Dan sejarah pergerakan Islam Indonesia benar-benar telah menjadi saksi mata terhadap kenyataan itu selama beberapa kurun waktu lamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kini, di era modern ini, mata sejarah semakin “dimanjakan” oleh kenyataan itu dengan tumbuhnya aneka gerakan Islam modern yang masing-masing menyimpan keunikannya tersendiri. Jagat pergerakan Islam Indonesia modern tidak hanya diramaikan oleh organisasi semacam Muhammadiyah dan NU, tapi disana ada pemain-pemain baru yang juga secara perlahan –namun pasti- mulai menanamkan pengaruhnya. Mulai dari yang mengandalkan perjuangan politis hingga yang lebih memilih jalur gerakan sosial-kemasyarakatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu gerakan Islam tersebut adalah yang menyebut diri mereka sebagai Salafi atau Salafiyah. Salah satu peristiwa fenomenal gerakan ini yang sempat “menghebohkan” adalah kelahiran Laskar Jihad yang dimotori oleh Ja’far Umar Thalib pada 6 April 2000 pasca meletusnya konflik bernuansa SARA di Ambon dan Poso.[1]</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan singkat ini akan mencoba mengulas sejarah dan ide-ide penting gerakan ini, sekaligus memberikan beberapa catatan kritis yang diharapkan dapat bermanfaat tidak hanya bagi gerakan ini namun juga bagi semua gerakan Islam di Tanah Air.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa Itu Salafi?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kata Salafi adalah sebuah bentuk penisbatan kepada al-Salaf. Kata al-Salaf sendiri secara bahasa bermakna orang-orang yang mendahului atau hidup sebelum zaman kita.[2] Adapun makna al-Salaf secara terminologis yang dimaksud di sini adalah generasi yang dibatasi oleh sebuah penjelasan Rasulullah saw dalam haditsnya:</p>
<p style="text-align:justify;">“Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di masaku, kemudian yang mengikuti mereka, kemudian yang mengikuti mereka…” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hadits ini, maka yang dimaksud dengan al-Salaf adalah para sahabat Nabi saw, kemudian tabi’in, lalu atba’ al-tabi’in. Karena itu, ketiga kurun ini kemudian dikenal juga dengan sebutan al-Qurun al-Mufadhdhalah (kurun-kurun yang mendapatkan keutamaan).[3] Sebagian ulama kemudian menambahkan label al-Shalih (menjadi al-Salaf al-Shalih) untuk memberikan karakter pembeda dengan pendahulu kita yang lain.[4] Sehingga seorang salafi berarti seorang yang mengaku mengikuti jalan para sahabat Nabi saw, tabi’in dan atba’ al-tabi’in dalam seluruh sisi ajaran dan pemahaman mereka.[5]</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di sini nampak jelas bahwa sebenarnya tidak masalah yang berarti dengan paham Salafiyah ini, karena pada dasarnya setiap muslim akan mengakui legalitas kedudukan para sahabat Nabi saw dan dua generasi terbaik umat Islam sesudahnya itu; tabi’in dan atba’ al-tabi’in. Atau dengan kata lain seorang muslim manapun sebenarnya sedikit-banyak memiliki kadar kesalafian dalam dirinya meskipun ia tidak pernah menggembar-gemborkan pengakuan bahwa ia seorang salafi. Sebagaimana juga pengakuan kesalafian seseorang juga tidak pernah dapat menjadi jaminan bahwa ia benar-benar mengikuti jejak para al-Salaf al-Shalih, dan –menurut penulis- ini sama persis dengan pengakuan kemusliman siapapun yang terkadang lebih sering berhenti pada taraf pengakuan belaka.</p>
<p style="text-align:justify;">‘Ala kulli hal, penggunaan istilah Salafi ini secara khusus mengarah pada kelompok gerakan Islam tertentu setelah maraknya apa yang disebut “Kebangkitan Islam di Abad 15 Hijriyah”. Terutama yang berkembang di Tanah Air, mereka memiliki beberapa ide dan karakter yang khas yang kemudian membedakannya dengan gerakan pembaruan Islam lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejarah Kemunculan Salafi di Indonesia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak dapat dipungkiri bahwa gerakan Salafi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh ide dan gerakan pembaruan yang dilancarkan oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab di kawasan Jazirah Arabia. Menurut Abu Abdirrahman al-Thalibi[6], ide pembaruan Ibn ‘Abd al-Wahhab diduga pertama kali dibawa masuk ke kawasan Nusantara oleh beberapa ulama asal Sumatera Barat pada awal abad ke-19. Inilah gerakan Salafiyah pertama di tanah air yang kemudian lebih dikenal dengan gerakan kaum Padri, yang salah satu tokoh utamanya adalah Tuanku Imam Bonjol. Gerakan ini sendiri berlangsung dalam kurun waktu 1803 hingga sekitar 1832. Tapi, Ja’far Umar Thalib mengklaim –dalam salah satu tulisannya[7]- bahwa gerakan ini sebenarnya telah mulai muncul bibitnya pada masa Sultan Aceh Iskandar Muda (1603-1637).</p>
<p style="text-align:justify;">Disamping itu, ide pembaruan ini secara relatif juga kemudian memberikan pengaruh pada gerakan-gerakan Islam modern yang lahir kemudian, seperti Muhammadiyah, PERSIS, dan Al-Irsyad. “Kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah” serta pemberantasan takhayul, bid’ah dan khurafat kemudian menjadi semacam isu mendasar yang diusung oleh gerakan-gerakan ini. Meskipun satu hal yang patut dicatat bahwa nampaknya gerakan-gerakan ini tidak sepenuhnya mengambil apalagi menjalankan ide-ide yang dibawa oleh gerakan purifikasi Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab. Apalagi dengan munculnya ide pembaruan lain yang datang belakangan, seperti ide liberalisasi Islam yang nyaris dapat dikatakan telah menempati posisinya di setiap gerakan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun 80-an, -seiring dengan maraknya gerakan kembali kepada Islam di berbagai kampus di Tanah air- mungkin dapat dikatakan sebagai tonggak awal kemunculan gerakan Salafiyah modern di Indonesia. Adalah Ja’far Umar Thalib salah satu tokoh utama yang berperan dalam hal ini. Dalam salah satu tulisannya yang berjudul “Saya Merindukan Ukhuwah Imaniyah Islamiyah”, ia menceritakan kisahnya mengenal paham ini dengan mengatakan:[8]</p>
<p style="text-align:justify;">“Ketika saya belajar agama di Pakistan antara tahun 1986 s/d 1987, saya melihat betapa kaum muslimin di dunia ini tercerai berai dalam berbagai kelompok aliran pemahaman. Saya sedih dan sedih melihat kenyataan pahit ini. Ketika saya masuk ke medan jihad fi sabilillah di Afghanistan antara tahun tahun 1987 s/d 1989, saya melihat semangat perpecahan di kalangan kaum muslimin dengan mengunggulkan pimpinan masing-masing serta menjatuhkan tokoh-tokoh lain…</p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun-tahun jihad fi sabilillah itu saya mulai berkenalan dengan para pemuda dari Yaman dan Surian yang kemudian mereka memperkenalkan kepada saya pemahaman Salafus Shalih Ahlus Sunnah wal Jamaah. Saya mulai kenal dari mereka seorang tokoh dakwah Salafiyah bernama Al-‘Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i…</p>
<p style="text-align:justify;">Kepiluan di Afghanistan saya dapati tanda-tandanya semakin menggejala di Indonesia. Saya kembali ke Indonesia pada akhir tahun 1989, dan padajanuari 1990 saya mulai berdakwah. Perjuangan dakwah yang saya serukan adalah dakwah Salafiyah…”</p>
<p style="text-align:justify;">Ja’far Thalib sendiri kemudian mengakui bahwa ada banyak yang berubah dari pemikirannya, termasuk diantaranya sikap dan kekagumannya pada Sayyid Quthub, salah seorang tokoh Ikhwanul Muslimin yang dahulu banyak ia lahap buku-bukunya. Perkenalannya dengan ide gerakan ini membalik kekaguman itu 180 derajat menjadi sikap kritis yang luar biasa –untuk tidak mengatakan sangat benci-.[9]</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping Ja’far Thalib, terdapat beberapa tokoh lain yang dapat dikatakan sebagai penggerak awal Gerakan Salafi Modern di Indonesia, seperti: Yazid Abdul Qadir Jawwaz (Bogor), Abdul Hakim Abdat (Jakarta), Muhammad Umar As-Sewed (Solo), Ahmad Fais Asifuddin (Solo), dan Abu Nida’ (Yogyakarta). Nama-nama ini bahkan kemudian tergabung dalam dewan redaksi Majalah As-Sunnah –majalah Gerakan Salafi Modern pertama di Indonesia-, sebelum kemudian mereka berpecah beberapa tahun kemudian.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun tokoh-tokoh luar Indonesia yang paling berpengaruh terhadap Gerakan Salafi Modern ini –di samping Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab tentu saja- antara lain adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Ulama-ulama Saudi Arabia secara umum.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Syekh Muhammad Nashir al-Din al-Albany di Yordania (w. 2001)</p>
<p style="text-align:justify;">3. Syekh Rabi al-Madkhaly di Madinah</p>
<p style="text-align:justify;">4. Syekh Muqbil al-Wadi’iy di Yaman (w. 2002).</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu ada tokoh-tokoh lain selain ketiganya, namun ketiga tokoh ini dapat dikatakan sebagai sumber inspirasi utama gerakan ini. Dan jika dikerucutkan lebih jauh, maka tokoh kedua dan ketiga secara lebih khusus banyak berperan dalam pembentukan karakter gerakan ini di Indonesia. Ide-ide yang berkembang di kalangan Salafi modern tidak jauh berputar dari arahan, ajaran dan fatwa kedua tokoh tersebut; Syekh Rabi’ al-Madkhaly dan Syekh Muqbil al-Wadi’iy. Kedua tokoh inilah yang kemudian memberikan pengaruh besar terhadap munculnya gerakan Salafi ekstrem, atau –meminjam istilah Abu Abdirrahman al-Thalibi- gerakan Salafi Yamani.[10]</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan pandangan antara pelaku gerakan Salafi modern setidaknya mulai mengerucut sejak terjadinya Perang Teluk yang melibatkan Amerika dan Irak yang dianggap telah melakukan invasi ke Kuwait. Secara khusus lagi ketika Saudi Arabia “mengundang” pasukan Amerika Serikat untuk membuka pangkalan militernya di sana. Saat itu, para ulama dan du’at di Saudi –secara umum- kemudian berbeda pandangan: antara yang pro[11] dengan kebijakan itu dan yang kontra.[12] Sampai sejauh ini sebenarnya tidak ada masalah, karena mereka umumnya masih menganggap itu sebagai masalah ijtihadiyah yang memungkinkan terjadinya perbedaan tersebut. Namun berdasarkan informasi yang penulis dapatkan nampaknya ada pihak yang ingin mengail di air keruh dengan “membesar-besarkan” masalah ini. Secara khusus, beberapa sumber[13] menyebutkan bahwa pihak Menteri Dalam Negeri Saudi Arabia saat itu–yang selama ini dikenal sebagai pejabat yang tidak terlalu suka dengan gerakan dakwah yang ada- mempunyai andil dalam hal ini. Upaya inti yang dilakukan kemudian adalah mendiskreditkan mereka yang kontra sebagai khawarij, quthbiy (penganut paham Sayyid Quthb), sururi (penganut paham Muhammad Surur ibn Zain al-‘Abidin), dan yang semacamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Momentum inilah yang kemudian mempertegas keberadaan dua pemahaman dalam gerakan Salafi modern –yang untuk mempermudah pembahasan oleh Abu ‘Abdirrahman al-Thalibi disebut sebagai-: Salafi Yamani dan Salafi Haraki.[14] Dan sebagaimana fenomena gerakan lainnya, kedua pemahaman inipun terimpor masuk ke Indonesia dan memiliki pendukung.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ide-ide Penting Gerakan Salafi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan paling mendasar yang muncul kemudian adalah apa yang menjadi ide penting atau karakter khas gerakan ini dibanding gerakan lainnya yang disebutkan sedikit-banyak terpengaruh dengan ide purifikasi Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab di Jazirah Arabia?</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya ada beberapa ide penting dan khas gerakan Salafi Modern dengan gerakan-gerakan tersebut, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Hajr Mubtadi’ (Pengisoliran terhadap pelaku bid’ah)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai sebuah gerakan purifikasi Islam, isu bid’ah tentu menjadi hal yang mendapatkan perhatian gerakan ini secara khusus. Upaya-upaya yang mereka kerahkan salah satunya terpusat pada usaha keras untuk mengkritisi dan membersihkan ragam bid’ah yang selama ini diyakini dan diamalkan oleh berbagai lapisan masyarakat Islam. Dan sebagai sebuah upaya meminimalisir kebid’ahan, para ulama Ahl al-Sunnah menyepakati sebuah mekanisme yang dikenal dengan hajr al-mubtadi’ atau pengisoliran terhadap mubtadi’. [15] Dan tentu saja, semua gerakan salafi sepakat akan hal ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, pada prakteknya di Indonesia, masing-masing faksi –salafi Yamani dan haraki- sangat berbeda. Dalam hal ini, salafi Yamani terkesan membabi buta dalam menerapkan mekanisme ini. Fenomena yang nyata akan hal ini mereka terapkan dengan cara melemparkan tahdzir (warning) terhadap person yang bahkan mengaku mendakwahkan gerakan salafi. Puncaknya adalah ketika mereka menerbitkan “daftar nama-nama ustadz yang direkomendasikan” dalam situs mereka www.salafy.or.id.[16] Dalam daftar ini dicantumkan 86 nama ustadz dari Aceh sampai Papua yang mereka anggap dapat dipercaya untuk dijadikan rujukan, dan ‘uniknya’ nama-nama itu didominasi oleh murid-murid Syekh Muqbil al-Wadi’i di Yaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara Salafi Haraki cenderung melihat mekanisme hajr al-mubtadi’ ini sebagai sesuatu yang tidak mutlak dilakukan, sebab semuanya tergantung pada maslahat dan mafsadatnya. Menurut mereka, hajr al-mubtadi’ dilakukan tidak lebih untuk memberikan efek jera kepada sang pelaku bid’ah. Namun jika itu tidak bermanfaat, maka boleh jadi metode ta’lif al-qulub-lah yang berguna.[17]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Sikap terhadap politik (parlemen dan pemilu).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain yang menjadi ide utama gerakan ini adalah bahwa gerakan Salafi bukanlah gerakan politik dalam arti yang bersifat praktis. Bahkan mereka memandang keterlibatan dalam semua proses politik praktis seperti pemilihan umum sebagai sebuah bid’ah dan penyimpangan. Ide ini terutama dipegangi dan disebarkan dengan gencar oleh pendukung Salafi Yamani. Muhammad As-Sewed misalnya –yang saat itu masih menjabat sebagai ketua FKAWJ mengulas kerusakan-kerusakan pemilu sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">a. Pemilu adalah sebuah upaya menyekutukan Allah (syirik) karena menetapkan aturan berdasarkan suara terbanyak (rakyat), padahal yang berhak untuk itu hanya Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">b. Apa yang disepakati suara terbanyak itulah yang dianggap sah, meskipun bertentangan dengan agama atau aturan Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">c. Pemilu adalah tuduhan tidak langsung kepada islam bahwa ia tidak mampu menciptakan masyarakat yang adil sehingga membutuhkan sistem lain.</p>
<p style="text-align:justify;">d. Partai-partai Islam tidak punya pilihan selain mengikuti aturan yang ada, meskipun aturan itu bertentangan dengan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">e. Dalam pemilu terdapat prinsip jahannamiyah, yaitu menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan-tujuan politis, dan sangat sedikit yang selamat dari itu.</p>
<p style="text-align:justify;">f. Pemilu berpotensi besar menanamkan fanatisme jahiliah terhadap partai-partai yang ada.[18]</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan Salafi Haraki yang cenderung menganggap masalah ini sebagai persoalan ijtihadiyah belaka. Dalam sebuah tulisan bertajuk al-Musyarakah fi al-Intikhabat al-Barlamaniyah yang dimuat oleh situs islamtoday.com (salah satu situs yang dianggap sering menjadi rujukan mereka dikelola oleh DR. Salman ibn Fahd al-‘Audah) misalnya, dipaparkan bahwa sistem peralihan dan penyematan kekuasaan dalam Islam tidak memiliki sistem yang baku. Karena itu, tidak menutup mungkin untuk mengadopsi sistem pemilu yang ada di Barat setelah ‘memodifikasi’nya agar sesuai dengan prinsip-prinsip politik Islam. Alasan utamanya adalah karena hal itu tidak lebih dari sebuah bagian adminstratif belaka yang memungkinkan kita untuk mengadopsinya dari manapun selama mendatangkan mashlahat.[19] Maka tidak mengherankan jika salah satu ormas yang dianggap sebagai salah satu representasi faksi ini, Wahdah Islamiyah, mengeluarkan keputusan yang menginstruksikan anggotanya untuk ikut serta dalam menggunakan hak pilihnya dalam pemilu-pemilu yang lalu.[20]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Sikap terhadap gerakan Islam yang lain.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan pendukung gerakan Salafi modern di Indonesia terhadap berbagai gerakan lain yang ada sepenuhnya merupakan imbas aksiomatis dari penerapan prinsip hajr al-mubtadi’ yang telah dijelaskan terdahulu. Baik Salafi Yamani maupun Haraki, sikap keduanya terhadap gerakan Islam lain sangat dipengaruhi oleh pandangan mereka dalam penerapan hajr al-mubtadi’. Sehingga tidak mengherankan dalam poin inipun mereka berbeda pandangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Salafi Haraki cenderung ‘moderat’ dalam menyikapi gerakan lain, maka Salafi Yamani dikenal sangat ekstrim bahkan seringkali tanpa kompromi sama sekali. Fenomena sikap keras Salafi Yamani terhadap gerakan Islam lainnya dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut:<br />
<strong><br />
a. Sikap terhadap Ikhwanul Muslimin</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali tidak berlebihan jika dikatakan Ikhwanul Muslimin nampaknya menjadi musuh utama di kalangan Salafi Yamani. Mereka bahkan seringkali memelesetkannya menjadi “Ikhwanul Muflisin”.[21] Tokoh-tokoh utama gerakan ini tidak pelak lagi menjadi sasaran utama kritik tajam yang bertubi-tubi dari kelompok ini. Di Saudi sendiri –yang menjadi asal gerakan ini-, fenomena ‘kebencian’ pada Ikhwanul Muslimin dapat dikatakan mencuat seiring bermulanya kisah Perang Teluk bagian pertama. Adalah DR. Rabi’ ibn Hadi al-Madkhali yang pertama kali menyusun berbagai buku yang secara spesifik menyerang Sayyid Quthb dan karya-karyanya. Salah satunya dalam buku yang diberi judul “Matha’in Sayyid Quthb fi Ashab al-Rasul” (Tikaman-tikaman Sayyid Quthub terhadap Para Sahabat Rasul).[22]</p>
<p style="text-align:justify;">Sepengetahuan penulis, fenomena ini bisa dibilang baru mengingat pada masa-masa sebelumnya beberapa tokoh Ikhwan seperti Syekh Muhammad al-Ghazali dan DR. Yusuf al-Qaradhawi pernah menjadi anggota dewan pendiri Islamic University di Madinah, dan banyak tokoh Ikhwan lainnya yang diangkat menjadi dosen di berbagai universitas Saudi Arabia. Dalam berbagai penulisan ilmiah –termasuk itu tesis dan disertasi- pun karya-karya tokoh Ikhwan –termasuk Fi Zhilal al-Qur’an yang dikritik habis oleh DR. Rabi al-Madkhali- sering dijadikan rujukan. Bahkan Syekh Bin Baz –Mufti Saudi waktu itu- pernah mengirimkan surat kepada Presiden Mesir, Gamal Abdul Naser untuk mencabut keputusan hukuman mati terhadap Sayyid Quthb.[23]</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait dengan ini misalnya, Ja’far Umar Thalib misalnya menulis:</p>
<p style="text-align:justify;">Di tempat Syekh Muqbil pula saya mendengar berita-berita penyimpangan tokoh-tokoh yang selama ini saya kenal sebagai da’i dan penulis yang menganu pemahaman salafus shalih. Tokoh-tokoh yang telah menyimpang itu ialah Muhammad Surur bin Zainal Abidin, Salman Al-Audah, Safar Al-Hawali, A’idl Al-Qarni, Nasir Al-Umar, Abdurrahman Abdul Khaliq. Penyimpangan mereka terletak pada semangat mereka untuk mengelu-elukan tokoh-tokoh yang telah mewariskan berbagai pemahaman sesat di kalangan ummat Islam, seperti Sayyid Qutub, Hasan Al-Banna, Muhammad Abduh, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Rasyid Ridha dan lain-lainnya. [24]</p>
<p style="text-align:justify;">Dan jauh sebelum itu, Ja’far Umar Thalib juga melontarkan celaan yang sangat keras terhadap DR. Yusuf al-Qaradhawy –salah seorang tokoh penting Ikhwanul Muslimin masa kini- dengan menyebutnya sebagai ‘aduwullah (musuh Allah) dan Yusuf al-Qurazhi (penisbatan kepada salah satu kabilah Yahudi di Madinah, Bani Quraizhah). Meskipun kemudian ia dikritik oleh gurunya sendiri, Syekh Muqbil di Yaman, yang kemudian mengganti celaan itu dengan mengatakan: Yusuf al-Qaradha (Yusuf Sang penggunting syariat Islam).[25] Di Indonesia sendiri, sikap ini berimbas kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dianggap sebagai representasi Ikhwanul Muslimin di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum, ada beberapa hal yang dianggap sebagai penyimpangan oleh kalangan Salafi Yamani dalam tubuh Ikhwanul Muslimin, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">- Bai’at yang dianggap seperti bai’at sufiyah dan kemiliteran.[26]</p>
<p style="text-align:justify;">- Adanya marhalah (fase-fase) dalam dakwah yang menyerupai prinsip aliran Bathiniyah.[27]</p>
<p style="text-align:justify;">- Organisasi kepartaian (tanzhim hizb).[28]</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan yang disebut Salafi Haraki, mereka cenderung kooperatif dalam melihat gerakan-gerakan Islam yang ada dalam bingkai “nata’awan fima ittafaqna ‘alaih, wa natanashahu fima ikhtalafna fihi.”[29] Karena itu, faksi ini cenderung lebih mudah memahami bahkan berinteraksi dengan kelompok lain, termasuk misalnya Ikhwanul Muslimin. Meskipun untuk itu kelompok inipun harus rela diberi cap “Sururi” oleh kelompok Salafi Yamani. Yayasan Al-Sofwa, misalnya, masih mengakomodir kaset-kaset ceramah beberapa tokoh PKS seperti DR.Ahzami Sami’un Jazuli.[30]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>b. Sikap terhadap Sururiyah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum, Sururi atau Sururiyah adalah label yang disematkan kalangan Salafi Yamani terhadap Salafi Haraki yang dianggap ‘mencampur-adukkan’ berbagai manhaj gerakan Islam dengan manhaj salaf. Kata Sururiyah sendiri adalah penisbatan kepada Muhammad Surur bin Zainal Abidin. Tokoh ini dianggap sebagai pelopor paham yang mengadopsi dan menggabungkan ajaran Salafi dengan Ikhwanul Muslimin. Disamping Muhammad Surur, nama-nama lain yang sering dimasukkan dalam kelompok ini adalah DR. Safar ibn ‘Abdirrahman al-Hawali, DR. Salman ibn Fahd Al-‘Audah –keduanya di Saudi- dan Abdurrahman Abdul Khaliq dari Jam’iyyah Ihya’ al-Turats di Kuwait.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah tulisan berjudul Membongkar Pikiran Hasan Al-Banna-Sururiyah (III) diuraikan secara rinci pengertian Sururiyah itu:[31]</p>
<p style="text-align:justify;">“Ada sekelompok orang yang mengikuti kaidah salaf dalam perkara Asma dan Sifat Allah, iman dan taqdir. Tapi, ada salah satu prinsip mereka yang sangat fatal yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Mereka terpengaruh oleh prinsip Ikhwanul Muslimin. Pelopor aliran ini bernama Muhammad bin Surur.</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad bin Surur yang lahir di Suriah dahulunya adalah Ikhwanul Muslimin. Kemudian ia menyempal dari jamaah sesat ini dan membangun gerakannya sendiri berdasarkan pemikiran-pemikiran Sayyid Quthub (misalnya masalah demonstrasi, kudeta dan yang sejenisnya)…”[32]</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan yang sama juga menyimpulkan beberapa sisi persamaan antara Sururiyah dengan Ikhwanul Muslimin, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">- Keduanya sama-sama mengkafirkan golongan lain dan pemerintah muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">- Keduanya satu ide dalam masalah demonstrasi, mobilisasi dan selebaran-selebaran.</p>
<p style="text-align:justify;">- Keduanya sama dalam masalah pembinaan revolusi dalam rangka kudeta.</p>
<p style="text-align:justify;">- Keduanya sama dalam hal tanzhim dan sistem kepemimpinan yang mengerucut (piramida).</p>
<p style="text-align:justify;">- Keduanya sama-sama tenggelam dalam politik.[33]</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja banyak ‘tuduhan’ sebenarnya terlalu tergesa-gesa untuk tidak mengatakan membabi buta. Ada yang tidak mempunyai bukti akurat, atau termasuk persoalan yang sebenarnya termasuk kategori ijtihad dan tidak bisa disebut sebagai kesesatan (baca: bid’ah).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Sikap terhadap pemerintah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum, sebagaimana pemerintah yang umum diyakini Ahl al-Sunnah –yaitu ketidakbolehan khuruj atau melakukan gerakan separatisme dalam sebuah pemerintahan Islam yang sah-, Gerakan Salafi juga meyakini hal ini. Itulah sebabnya, setiap tindakan atau upaya yang dianggap ingin menggoyang pemerintahan yang sah dengan mudah diberi cap Khawarij, bughat atau yang semacamnya.[34]</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tulisannya yang bertajuk “Membongkar Pemikiran Sang Begawan Teroris (I), Abu Hamzah Yusuf misalnya menulis:</p>
<p style="text-align:justify;">“Tokoh-tokoh yang disebutkan Imam Samudra di atas (maksudnya: Salman al-Audah, Safar al-Hawali dan lain-lain –pen) tidaklah berjalan di atas manhaj Salaf. Bahkan perjalanan hidup mereka dipenuhi catatan hitam yang menunjukkan mereka jauh dari manhaj Salaf…</p>
<p style="text-align:justify;">Tak ada hubungan antara tokoh-tokoh itu dengan para ulama Ahlus Sunnah. Bahkan semua orang tahu bahwa antara mereka berbeda dalam hal manhaj (metodologi). Tokoh-tokoh itu berideologikan Quthbiyyah, Sururiyah, dan Kharijiyah…”[35]</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam “Mereka Adalah Teroris” juga misalnya disebutkan:</p>
<p style="text-align:justify;">“…Kemudian dilanjutkan tongkat estafet ini oleh para ruwaibidhah (sebutan lain untuk Khawarij -pen) masa kini semacam Dr. Safar Al-Hawali, Salman Al-Audah dan sang jagoan konyol Usamah bin Laden. Sementara Imam Samudra hanyalah salah satu bagian kecil saja dari sindikat terorisme yang ada di Indonesia. Kami katakan ini karena di atas Imam Samudra masih ada tokoh-tokoh khawarij Indonesia yang lebih senior seperti: Abdullah Sungkar alias Ustadz Abdul Halim, Abu Bakar Ba’asyir alias Ustadz Abdush Shamad.”[36]</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan ini disebabkan karena tokoh-tokoh yang dimaksud dikenal sebagai orang-orang yang gigih melontarkan kritik ‘pedas’ terhadap pemerintah Kerajaan Saudi Arabia terutama dalam kasus penempatan pangkalan militer AS di sana. Sementara dua nama terakhir dikenal sebagai orang-orang yang gigih memformalisasikan syariat Islam di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai konsekwensi dari prinsip ini, maka muncul kesan bahwa kaum Salafi cenderung ‘enggan’ melontarkan kritik terhadap pemerintah. Meskipun sesungguhnya manhaj al-Salaf sendiri memberikan peluang untuk itu meskipun dibatasi secara “empat mata” dengan sang penguasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun pada prakteknya kemudian, ternyata prinsip inipun sedikit banyak telah dilanggar oleh mereka sendiri. Abu ‘Abdirrahman al-Thalibi misalnya –yang menulis kritik tajam terhadap gerakan ini- menyebutkan salah satu penyimpangan Salafi Yamani: “Sikap Melawan Pemerintah”. Ia menulis:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dalam beberapa kasus, jelas-jelas Salafy Yamani telah melawan pemerintah yang diakui secara konsensus oleh Ummat Islam Indonesia, khususnya melalui tindakan-tindakan Laskar Jihad di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal 6 April 2000, mereka mengadakan tabligh akbar di Senayan, tak lama kemudian mereka berdemo di sekitar Istana Negara dimana Abdurrahman Wahid sedang berada di dalamnya. Kenyataan yang sangat mengherankan, mereka bergerak secara massal dengan membawa senjata-senjata tajam. Belum pernah Istana Negara RI didemo oleh orang-orang bersenjata, kecuali dalam peristiwa di atas. Masih bisa dimaklumi, meskipun melanggar hukum, jika yang melakukannya adalah anggota partai komunis yang dikenal menghalalkan kekerasan, tetapi perbuatan itu justru dilakukan oleh para pemuda yang mewarisi manhaj Salafus Shalih. Masya Allah, Salafus Shalih mana yang mereka maksudkan?”[37]</p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain lagi adalah bahwa hingga kini mereka masih saja melancarkan kritik yang pedas terhadap Partai Keadilan Sejahtera –yang dianggap sebagai bagian dari Ikhwanul Muslimin di Indonesia-. Namun kenyataannya sekarang bahwa Partai ini telah menjadi bagian dari pemerintahan Indonesia yang sah. Beberapa anggota mereka duduk sebagai anggota parlemen, ada yang menjadi menteri dalam kabinet, bahkan mantan ketuanya, Hidayat Nur Wahid saat ini menjabat sebagai Ketua MPR-RI. Bukankah berdasarkan kaidah yang selama ini mereka gunakan, kritik pedas mereka terhadap PKS dapat dikategorikan sebagai tindakan khuruj atas pemerintah?<br />
<strong><br />
“Ja’far Umar Thalib Telah Meninggalkan Kita…”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat mungkin dapat dijadikan sebagai bukti fase baru perkembangan gerakan Salafi di Indonesia. Setelah sebelumnya dijelaskan bahwa dalam perjalanannya gerakan ini terbagi menjadi setidaknya 2 faksi: Yamani dan haraki, maka setidaknya sejak dewan eksekutif FKAWJ membubarkan FKAWJ dan Laskar Jihad pada pertengahan Oktober 2002, ada hembusan angin perubahan yang sangat signifikan di tubuh gerakan ini. Salafi Yamani ternyata kemudian berpecah menjadi 2 kelompok: yang pro Ja’far dan yang kontra terhadapnya.<br />
Ja’far Umar Thalib sejak saat itu dapat dikatakan menjadi ‘bulan-bulanan’ kelompok eks Laskar Jihad yang kontra dengannya. Apalagi setelah DR.Rabi’ al-Madkhali –ulama yang dulu sering ia jadikan rujukan fatwa- justru mengeluarkan tahdzir terhadapnya. Pesantrennya di Yogyakarta pun mulai ditinggalkan oleh mereka yang dulu menjadi murid-muridnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Uniknya, kelompok yang kontra terhadapnya justru ‘dipimpin’ oleh Muhammad Umar As-Sewed, orang yang dulu menjadi tangan kanannya (wakil panglima) saat menjadi panglima Laskar Jihad. Ja’far Thalib-pun mulai dekat dengan orang-orang yang dulu dianggap tidak mungkin bersamanya. Arifin Ilham ‘Majlis Az-Zikra’ dan Hamzah Haz, contohnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, Qomar ZA –redaktur majalah Asy-Syariah yang dulu adalah murid Ja’far Umar Thalib- menulis artikel pendek berjudul “Ja’far Umar Thalib Telah Meninggalkan Kita…”.[38] Di sana antara lain ia menulis:</p>
<p style="text-align:justify;">“Adapun sekarang betapa jauh keadaannya dari yang dulu (Ja’far Umar Thalib, red). Jangankan majlis yang engkau tidak mau menghadirinya saat itu, bahkan sekarang majlis dzikirnya Arifin Ilham kamu hadiri, mejlis Refleksi Satu Hati dengan para pendeta dan biksu kamu hadiri (di UGM, red), majlis dalam peresmian pesantren Tawwabin yang diprakarsai oleh Habib Riziq Syihab, Abu Bakar Baa’syir Majelis Mujahidin Indonesia dan lain-lain. Kamu hadiri juga peringatan Isra’ Mi’raj sebagaimana dinukil dalam majalah Sabili dan banyak lagi…</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah gurumu yang sampai saat ini kamu suka menebeng di belakangnya yaitu Syekh Muqbil, semoga Allah merahmatinya, akan tetap memujimu dengan keadaanmu yang semacam ini??…</p>
<p style="text-align:justify;">Asy-Syaikh Rabi’ berkata: “…Dan saya katakan: Dialah yang meninggalkan kalian dan meninggalkan manhaj ini (manhaj Ahlus Sunnah)…”</p>
<p style="text-align:justify;">Ja’far sendiri belakangan nampak menyadari sikap kerasnya yang berlebihan di masa awal dakwahnya. Dan nampaknya, apa yang ia lakukan belakangan ini –meski menyebabkannya menjadi sasaran kritik bekas pendukungnya- adalah sebuah upayanya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Dalam artikelnya, “Saya Merindukan Ukhuwwah Imaniyah Islamiyah” , ia menulis pengakuan itu dengan mengatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">“…Saya lupa dengan keadaan yang sesungguhnya mayoritas ummat di Indonesia yang tingkat pemahamannya amat rendah tentang Islam. Saya saat itu menganggap tingkat pemahaman ummatku sama dengan tingkat pemahaman murid-muridku. Akibatnya ketika saya menyikapi penyelewengan ummat dari As-Sunnah, saya anggap sama dengan penyelewengan orang-orang yang ada di sekitarku yang selalu saya ajari ilmu. Tentu anggapan ini adalah anggapan yang dhalim. Dengan anggapan inilah akhirnya saya ajarkan sikap keras dan tegas terhadap ummat yang menyimpang dari As-Sunnah walaupun mereka belum mendapat penyampaian ilmu Sunnah. Sayapun sempat menganggap bahwa mayoritas kaum muslimin adalah Ahlul Bid’ah dan harus disikapi sebagai Ahlul Bid’ah. Maka tampaklah Dakwah Salafiyyah yang saya perjuangkan menjadi terkucil, kaku dan keras. Saya telah salah paham dengan apa yang saya pelajari dari kitab-kitab para Ulama’ tersebut di atas tentang sikap Ahlul Bid’ah. Saya sangka Ahlul Bid’ah itu ialah semua orang yang menjalankan bid’ah secara mutlak.”[39]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah paparan singkat tentang gerakan Salafi modern di Indonesia. Sudah tentu masih banyak sisi gerakan ini yang belum tertuang dalam tulisan ini. Dan di bagian akhir tulisan ini, ada beberapa catatan kritis yang perlu penulis kemukakan atas gerakan ini:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Diperlukan kajian yang komperhensif tentang sejarah masa lalu ummat Islam, dan termasuk didalamnya sejarah generasi As-Salaf Ash-Shalih yang menjadi panutan semua gerakan Islam –tentu saja dengan kadar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain-. Dan khusus untuk pendukung gerakan Salafi ini, ada banyak sisi kehidupan As-Salaf yang mungkin terlupakan; seperti: kesantunan dan kearifan dalam menyikapi perbedaan yang masih mungkin untuk ditolerir, serta bersikap proporsional dan adil dalam menyikapi kesalahan atau kekeliruan pihak lain.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Salah satu kesalahan utama pendukung gerakan ini –khususnya Salafi Yamani- adalah ketidaktepatan dalam menyimpulkan apakah sesuatu itu dapat dikategorikan sebagai manhaj baku kalangan As-Salaf atau bukan. Dalam kasus di lapangan, seringkali karakter pribadi seorang ulama dianggap sebagai bagian dari manhaj Salafi. Padahal kita semua memahami bahwa setiap orang memiliki tabiat dasar yang nyaris berbeda. Jika Abu Bakr dikenal dengan kelembutannya, maka Umar dikenal dengan ketegasannya. Berbeda lagi dengan Abu Dzar yang keteguhan prinsipnya membuat dia lebih cocok hidup sendiri daripada terlalu banyak melakukan interaksi sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kasus Salafi misalnya, sebagian pendukungnya banyak mengadopsi karakter Syekh Rabi atau Syekh Muqbil misalnya, yang memang dikenal dengan karakter pribadi yang keras. Padahal masih banyak ulama rujukan mereka yang cenderung lebih toleran dan elegan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, memang tidak ada gading yang tak retak. Setiap anak Adam itu berpotensi melakukan kesalahan, namun sebaik-baik orang yang selalu terjatuh dalam kesalahan adalah yang selalu bertaubat dan menyadari kesalahannya, kata Nabi saw. Setiap gerakan sudah tentu memiliki sisi positif dan negatif. Yang terbaik pada akhirnya adalah yang mampu meminimalisir sisi negatifnya dan semakin hari memiliki perubahan yang dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahul muwaqqiq!</p>
<p style="text-align:justify;">Cipinang Muara, pertengahan Mei 2006<br />
——————————————————————————–</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DAFTAR PUSTAKA :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. Beberapa Kerusakan Pemilu. Muhammad Umar As-Sewed. Majalah SALAFY. Edisi XXX. Tahun 1999H.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Daftar Ustadz yang Terpercaya. www.freelists.org/archives/Salafi/12-2003/msg00017.html</p>
<p style="text-align:justify;">3. Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi. Abu Abdirrahman Al-Thalibi. Hujjah Press. Jakarta. Cetakan kedua. Maret 2006.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Gerakan Salafi Radikal di Indonesia. Penyunting: Jamhari dan Jajang Jahroni. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta. Cetakan pertama. 2004.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Hajr al-Mubtadi’. Bakr ibn ‘Abdillah Abu Zaid. Dar Ibn al-Jauzi. Dammam. Cetakan kedua. 1417H.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Indonesia Bacgrounder: Why Salafism and Terrorism Mostly Don’t Mix. International Crisis Group. Asia Report no.83.13 September 2004.</p>
<p style="text-align:justify;">7. Ja’far Umar Thalib: Sang Ustadz yang Penuh Warna. www.tempointeraktive.com.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Ja’far Umar Thalib Telah Meninggalkan Kita. Qomar ZA. Lc. www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=664.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Al-Khithab al-Dzahaby. Bakr ibn ‘Abdillah Abu Zaid. Maktabah al-Sunnah. Kairo. Cetakan pertama. 1418H.</p>
<p style="text-align:justify;">10. Lisan al-‘Arab. Abu al-Fadhl Muhammad ibn Manzhur. Dar Shadir. Beirut. Cetakan pertama. 1410H.</p>
<p style="text-align:justify;">11. Madarik al-Nazhar fi al-Siyasah baina al-Tathbiqat al-Syar’iyyah wa al-Infi’alat al-Hamasiyah. ‘Abd al-Malik ibn Ahmad Ramadhany al-Jaza’iry. Dar Sabil al-Mu’minin. Dammam. Cetakan kedua. 1418H.</p>
<p style="text-align:justify;">12. Membongkar Pikiran Hasan al-Banna-Ikhwanul Muslimin (II). www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=336.</p>
<p style="text-align:justify;">13. Membongkar Pikiran Hasan al-Banna-Sururiyah (III). www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=338.</p>
<p style="text-align:justify;">14. Mereka Adalah Teroris. Luqman bin Muhammad Ba’abduh.</p>
<p style="text-align:justify;">15. Al-Musyarakah fi al-Intikhabat al-Barlamaniyah. DR. ‘Abdullah ibn Ibrahim al-Thuraiqy. www.islamtoday.net/print.cfm?artid=2869 dan www.islamtoday.net/print.cfm?artid=2896.</p>
<p style="text-align:justify;">16. Pasang Surut Menegakkan Syariah Islamiyah. Ja’far Umar Thalib. Majalah SALAFY. Edisi 40. Tahun 1422/2001.</p>
<p style="text-align:justify;">17. Penjelasan Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah tentang Pemilihan Umum. www.wahdah.or.id.</p>
<p style="text-align:justify;">18. Persaksian Tentang Yayasan Al-Sofwa. Muhammad Umar As-Sewed. www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=557.</p>
<p style="text-align:justify;">19. Saya Merindukan Ukhuwah Imaniyah Islamiyah. Ja’far Umar Thalib. Majalah SALAFY. Edisi 5. Tahun 1426/2005.</p>
<p style="text-align:justify;">[1] Lih. Majalah SALAFY, edisi 5 Tahun 2005, hal. 13.</p>
<p style="text-align:justify;">[2] Lih. Lisan al-Arab, entri Sa-La-Fa.</p>
<p style="text-align:justify;">[3] Lih. Madarik al-Nazhar, hal. 30, Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, hal. 8</p>
<p style="text-align:justify;">[4] Ibid.</p>
<p style="text-align:justify;">[5] Dari kata ini kita kemudian sering mendengarkan kata bentukan lainnya seperti Salafiyah (yang berarti ajaran atau paham kesalafan) atau Salafiyun/Salafiyin yang merupakan bentuk plural dari Salafi.</p>
<p style="text-align:justify;">[6] Lih. Dakwah Salafiyah, hal. 10 dan hal.30-31.</p>
<p style="text-align:justify;">[7] Pasang Surut Menegakkan Syari’ah Islamiyah, majalah SALAFY, hal. 2-12, edisi 40 tahun 1422/2001. Seputar masalah ini juga dapat dilihat dalam Laporan International Crisis Group bertajuk “Indonesia Backgrounder: Why Salafism and Terrorism Mostly Don’t Mix”, Asia Report no.83, 13 September 2004, hal. 5-6.</p>
<p style="text-align:justify;">[8] Majalah SALAFY, hal. 3 (Edisi 5, Tahun 2005).</p>
<p style="text-align:justify;">[9] Lih. Ja’far Umar Thalib: Sang Ustadz yang Penuh Warna, http://www.tempointeraktive.com</p>
<p style="text-align:justify;">[10] Lih. Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, hal.13</p>
<p style="text-align:justify;">[11] Yang pro dalam hal ini misalnya adalah Hai’ah Kibar al-‘Ulama (Dewan Ulama Besar) di sana yang saat itu diketuai oleh Syekh Abd al-Aziz ibn Baz.</p>
<p style="text-align:justify;">[12] Yang kontra dalam hal ini misalnya adalah Syekh Hamud al-‘Uqla (seorang ulama senior yang selevel dengan ‘Abd al-Aziz ibn Baz), Safar ibn ‘Abd al-Rahman al-Hawali, Salman ibn Fahd al-‘Audah, dan ‘Aidh ibn ‘Abdillah al-Qarni. Tiga nama terakhir kemudian sempat di penjara, namun setelah lepasnya dari penjara ketiganya kemudian menjadi tokoh yang sering dijadikan rujukan pendapat oleh Pemerintah Saudi terutama dalam upaya meredam radikalisme alumni jihad Afghan.</p>
<p style="text-align:justify;">[13] Informasi ini penulis dengarkan dari beberapa dosen Islamic University of Madinah, seperti DR. Shalih al-Fa’iz dan DR. Rusyud al-Rusyud.</p>
<p style="text-align:justify;">[14] Lih. Dakwah Salafiyah, hal. 20</p>
<p style="text-align:justify;">[15] Lih. Pembahasan lengkap tentang masalah ini dalam Hajr al-Mubtadi’, karya DR. Bakr ibn Abdillah Abu Zaid.</p>
<p style="text-align:justify;">[16] Lih. Daftar Ustadz yang Terpercaya.</p>
<p style="text-align:justify;">[17] Lih. Hajr al-Mubtadi’, hal.19.</p>
<p style="text-align:justify;">[18] Lih. Beberapa Kerusakan Pemilu,Muhammad Umar As-Sewed, Majalah SALAFY, edisi XXX, hal. 8-15. Lihat juga wawancara dengan Eko Rahardjo, ketua divisi penerangan FKAWJ tanggal 10 Agustus 2004 dalam Gerakan Salafi Radikal di Indonesia, hal. 121.</p>
<p style="text-align:justify;">[19] Lih. Al-Musyarakah fi al-Intikhabat al-Barlamaniyah, DR. ‘Abdullah ibn Ibrahim al-Thuraiqy, www.islamtoday.net/print.cfm?artid=2869 dan www.islamtoday.net/print.cfm?artid=2896 . Dalam tulisan yang sama, ia menawarkan sebuah sistem pemilu Islam yang mengadopsi konsep Ahl al-Hill wa-‘Aqd yang hanya melibatkan ‘orang-orang pilihan’ dan bukan seluruh rakyat di sebuah tempat.</p>
<p style="text-align:justify;">[20] Lih. Penjelasan Dewan Syariah Wahdah Islamiyah tentang Pemilihan Umum, www.wahdah.or.id.</p>
<p style="text-align:justify;">[21] Lih. Kesaksian Tentang Yayasan Al-Sofwa, hal.2, www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=557.</p>
<p style="text-align:justify;">[22] Buku ini diterbitkan oleh Maktabah al-Ghuraba’ di Madinah.</p>
<p style="text-align:justify;">[23] Lih. Al-Khithab al-Dzahaby, karya DR.Bakr ibn Abdillah Abu Zaid. Buku kecil ini pada mulanya adalah surat balasan Syekh Bakr untuk DR.Rabi’ yang memintanya memberi pengantar atas bukunya yang mengkritik Sayyid Quthb secara tidak proporsional. Permintaan itu justru ditolak dan dijawab dengan surat ini. DR.Bakr Abu Zaid adalah anggota Dewan Ulama Besar Saudi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Konfrensi Fikih Internasional Rabithah Alam Islami di Mekkah.</p>
<p style="text-align:justify;">[24] Saya Merindukan Ukhuwwah Imaniyah Islamiyah, majalah SALAFY hal.6, edisi 5 tahun ke 5.</p>
<p style="text-align:justify;">[25] Lih. Majalah SALAFY edisi 3 tahun 1416, juga Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak hal. 34.</p>
<p style="text-align:justify;">[26] Lih. Membongkar Pikiran Hasan al-Banna-Ikhwanul Muslimin (II), hal.3</p>
<p style="text-align:justify;">[27] Ibid., hal.6</p>
<p style="text-align:justify;">[28] Ibid., hal.8</p>
<p style="text-align:justify;">[29] Uniknya prinsip ini justru diucapkan oleh Syekh Nashiruddin al-Albani dengan mengadopsi dan melakukan sedikit koreksi redaksional atas prinsip Ikhwanul Muslimin: “Nata’wanu fima ittafaqna alaih wa na’dzuru ba’dhuna ba’dhan fima ikhtalafna fihi.”</p>
<p style="text-align:justify;">[30] Lih. Persaksian tentang Yayasan Al Sofwa, www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=557.</p>
<p style="text-align:justify;">[31] Lih. www.freelists.or/archives/salafy/11-2003/msg00034.html.</p>
<p style="text-align:justify;">[32] www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=338 .</p>
<p style="text-align:justify;">[33] Ibid., hal. 2</p>
<p style="text-align:justify;">[34] Lih. Mereka Adalah Teroris, hal.664-702. Buku setebal 720 halaman ini ditulis oleh Luqman Ba’abduh –salah seorang murid Syekh Muqbil ibn Hadi al-Wadi’i di Indonesia- untuk membantah buku yang ditulis Imam Samudra, Aku Melawan Teroris.</p>
<p style="text-align:justify;">[35] Membongkar Pemikiran Sang Begawan Teroris (I), www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=878.</p>
<p style="text-align:justify;">[36] Mereka Adalah Teroris, hal.59</p>
<p style="text-align:justify;">[37] Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, hal.69</p>
<p style="text-align:justify;">[38] Lih. www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=664.</p>
<p style="text-align:justify;">[39] Majalah SALAFY, edisi 5 tahun ke 5, hal. 9-10</p>
<h1 style="text-align:justify;">Resensi Buku Salafi Wahabi dari situs NU:</h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/12/34226/Buku/Menelanjangi_Kesesatan_Salafi_Wahabi.html">http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/12/34226/Buku/Menelanjangi_Kesesatan_Salafi_Wahabi.html</a></p>
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>BUKU</td>
<td width="5"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>
<div>
<div>24/10/2011 14:27</div>
<p><img src="http://www.nu.or.id/oneMODUL/oneGALLERY/dinamic_img/mid/1317972620.jpg" alt="" align="left" />Menelanjangi Kesesatan Salafi Wahabi<em>Judul: Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi</em><br />
<em>Penulis: Syaikh Idahram</em><br />
<em>Penerbit: LKiS Yogyakarta</em><br />
<em>Cetakan: I, 2011 </em><br />
<em>Tebal: 340 halaman, 13,5 x 20,5 cm </em><br />
<em>ISBN: 602-8995-02-3</em><br />
<em>Peresensi: Hairul Anam</em></p>
<p>Selama ini, kaum Salafi Wahabi selalu getol menyesatkan umat Islam yang tak selaras dengan ideologinya. Mereka cenderung melakukan beragam cara, terutama melalui tindakan-tindakan anarkis yang meresahkan banyak kalangan.</p>
<p>Padahal, ketika dilakukan kajian mendalam, justru Salafi Wahabi-lah yang sarat dengan pemahaman menyesatkan. Sesat karena berbanding terbalik dengan ajaran Islam yang terkandung di dalam hadis dan al-Qur’an. Setidaknya, buku ini memberikan gambaran jelas akan hal itu.</p>
<p>Buku berjudul Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi, ini secara komprehensif mengungkap kesesatan pemikiran para ulama yang menjadi panutan utama kaum Salafi Wahabi. Didalamnya dijelaskan betapa para ulama Salafi Wahabi itu menggerus otentisitas ajaran Islam, disesuaikan dengan kepentingan mereka. Terdapat tiga tokoh utama Salafi Wahabi: Ibnu Taimiyah al-Harrani, Muhammad Ibnu Abdul Wahab, dan Muhammad Nashiruddin al-Albani. Pemikiran mereka nyaris tidak membangun jarak dengan kerancuan serta beragam penyimpangan.</p>
<p>Penyimpangan yang dilakukan Ibnu Taimiyah (soko guru Salafi Wahabi) ialah meliputi spirit menyebarkan paham bahwa zat Allah sama dengan makhluk-Nya, meyakini kemurnian Injil dan Taurat bahkan menjadikannya referensi, alam dunia dan makhluk diyakini kekal abadi, membenci keluarga Nabi, menghina para sahabat utama Nabi, melemahkan hadis yang bertentangan dengan pahamnya, dan masih banyak lagi lainnya.</p>
<p>Dalam pada itu, wajar manakala ratusan ulama terkemuka dari berbagai mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Ja’fari/Ahlul Bait, dan Syiah Itsna Asyariah) sepakat atas kesesatan Ibnu Taimiyah, juga kesesatan orang-orang yang mengikutinya, kaum Salafi Wahabi. Lihat di antaranya kitab<em> al-Wahhabiyah fi Shuratiha al-Haqiqiyyah</em> karya Sha’ib Abdul Hamid dan kitab <em>ad-Dalil al-Kafi fi ar-Raddi ‘ala al-Wahhabi </em>karya Syaikh Al-Bairuti. (hal. 90).</p>
<p>Sebagai penguat dari fenomena itu, terdapat ratusan tokoh ulama, ahli fikih dan qadhi yang membantah Ibnu Taimiyah. Para ulama Indonesia pun ikut andil dalam menyoroti kesesatan Ibnu Taimiyah ini, seperti  KH Muhammad Hasyim Asy’ari (Rais ‘Am Nahdhatul Ulama dari Jombang Jawa Timur), KH. Abu al-Fadhl (Tuban Jawa Timur), KH. Ahmad Abdul Hamid (Kendal Jawa Tengah), dan ulama-ulama nusantara tersohor lainnya.</p>
<p>Pendiri Salafi Wahabi, Muhammad Ibnu Abdul Wahab, juga membiaskan pemikiran yang membuat banyak umat Islam galau kehidupannya. Ragam nama dan pemikiran ulama yang menguak penyimpangannya dimunculkan secara terang-terangan dalam buku ini, dilengkapi dengan argumentasi yang nyaris tak bisa terpatahkan.</p>
<p>Dibanding Ibnu Taimiyah, sikap keberagamaan Abdul Wahab tak kalah memiriskan. Ada sebelas penyimpangan Abdul Wahab yang terbilang amat kentara. Yakni: Mewajibkan umat Islam yang mengikuti mazhabnya hijrah ke Najd, mengharamkan shalawat kepada Nabi, menafsirkan al-Qur’an &amp; berijtihad semaunya, mewajibkan pengikutnya agar bersaksi atas kekafiran umat Islam, merasa lebih baik dari Rasulullah, menyamakan orang-orang kafir dengan orang-orang Islam, mengkafirkan para pengguna kata “sayyid”, mengkafirkan ulama Islam di zamannya secara terang-terangan, mengkafirkan imam Ibnu Arabi, Ibnu Sab’in dan Ibnu Faridh, mengkafirkan umat Islam yang tidak mau mengkafirkan, dan memuji kafir Quraisy-munafik-murtad tapi mencaci kaum Muslimin. (hal. 97-120).</p>
<p>Nasib Abdul Wahab tidak jauh beda dengan Ibnu Taimiyah; ratusan tokoh ulama sezaman dan setelahnya menyatakan kesesatannya. Di antara para ulama yang menyatakan hal itu adalah ulama terkenal Ibnu Abidin al-Hanafi di dalam kitab <em>Radd al-Mukhtar ‘ala ad-Durr al-Mukhtar.</em> Juga Syaikh ash-Shawi al-Mishri dalam hasyiah-nya atas kitab <em>Tafsir al-Jalalain</em> ketika membahas pengkafiran Abdul Wahab terhadap umat Islam.</p>
<p>Searah dengan Ibnu Taimiyah dan Abdul Wahab, Muhammad Nashiruddin al-Albani melakukan tindakan yang membentur kemurnian ajaran Islam. Ia telah mengubah hadis-hadis dengan sesuatu yang tidak boleh menurut Ulama Hadis. Sehingga, sebagaimana diakui Prof Dr Muhammad al-Ghazali, al-Albani tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam menetapkan nilai suatu hadis, baik shahih maupun dhaif.</p>
<p>Selain ketiga ulama di atas, ada 18 ulama Salafi Wahabi yang juga diungkap dalam buku ini. Mereka telah menelorkan banyak karya dan memiliki pengaruh besar terhadap konstelasi pemikiran kaum Salafi Wahabi. Di samping itu, Syaikh Idahram juga menghimbau agar umat Islam mewaspadai terhadap tokoh Salafi Wahabi generasi baru. Mereka adalah anak murid para ulama Salafi Wahabi. Secara umum, mereka berdomisili di Saudi Arabia.</p>
<p>Menariknya, buku ini kaya perspektif. Referensi yang digunakannya langsung merujuk pada sumber utama. Data-datanya terbilang valid. Validitas data tersebut dapat dimaklumi, mengingat karya fenomenal ini berpangkal dari hasil penelitian selama sembilan tahun, mulai 2001 sampai 2010. Selamat membaca!</p>
<p><em>* Penggiat buku di Intitut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Sumenep.</em></p>
<p><a href="http://www.didiksugiarto.com/2011/11/resensi-buku-sejarah-berdarah-sekte.html">http://www.didiksugiarto.com/2011/11/resensi-buku-sejarah-berdarah-sekte.html</a></p>
<h3>Resensi Buku: Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi</h3>
<div></div>
<div>
<div><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/sejarah2bwahabi.jpg"><img src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/sejarah2bwahabi.jpg?w=320&#038;h=164" alt="" width="320" height="164" border="0" /></a></div>
<p>Judul Buku : Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi Penulis : Syaikh Idahram Penerbit : Pustaka Pesantren, Yogyakarta Cetakan : I, 2011 Tebal : 280 Halaman Peresensi : Imam S Arizal*)</p>
<p>Keyakinan bahwa hanya ada kebenaran tunggal akan menjadi bencana bagi kehidupan beragama. Setidaknya hal itulah yang terekam dari perjalanan sejarah sekte salafi wahabi. Sejarah gerakan ini dipenuhi dengan darah umat islam. Banyak sekali tragedi-tragedi kemanusiaan, kekerasan dan bahkan pembunuhan yang mewarnai perjalanan dan pengembangan gerakan wahabi. Pun demikian, tak jarang Tuhan dijadikan alat legeitimasi untuk melangsungkan misi gerakan wahabi.</p>
<p>Wahabi adalah gerakan pembaharuan dan pemurnian Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman at-Tamimi (1115-1206 H / 1703-1792 M) dari Najd, Semenanjung Arabia. Istilah Wahabi telah dikenal semasa Ibn Abdul Wahab hidup, tapi bukan atas inisiatif dirinya melainkan berasal dari lawan-lawannya. Ini berarti, istilah Wahabi merupakan bagian dari rangkaian stigma terhadap gerakannya.</p>
<p>Kaum Wahabi mengklaim sebagai muslim yang berkiblat pada ajaran Islam yang pure, murni. Mereka sering juga menamakan diri sebagai muwahiddun, yang berarti pendukung ajaran yang memurnikan keesaan Allah (tauhid). Tetapi, mereka juga menyatakan bahwa mereka bukanlah sebuah mazhab atau kelompok aliran Islam baru, tetapi hanya mengikuti seruan (dakwah) untuk mengimplementasikan ajaran Islam yang (paling) benar.</p>
<p>Tujuan awal aliran Wahabi adalah mengembalikan umat kepada ajaran Islam yang murni seperti yang termuat dalam Alquran dan sunah. Karenanya, tauhid merupakan tema pokok dalam doktrin Wahabi. John L Esposito menegemukakan bahwa Abdul Wahhab memandang tauhid sebagai agama Islam itu sendiri.</p>
<p>Dengan semangat puritannya, Abdul Wahhab hendak membebaskan Islam dari semua perusakan yang diyakininya telah menggerogoti Islam seperti tasawuf, tawasul, rasionalisme, ajaran Syiah dan berbagai praktik inovasi bidah. Wahabisme memperlihatkan kebencian yang luar biasa terhadap semua bentuk intelektualisme, mistisisme, dan sektarianisme.‘Abd al-Wahhab sendiri gemar membuat daftar panjang keyakinan dan perbuatan yang dinilainya munafik, yang bila diyakini atau diamalkan akan segera mengantarkan seorang muslim berstatus kafir.</p>
<p>Sejak kelahirannya, aliran wahabi sangat lekat dengan tradisi kekerasan. Bersama Dinasti Saud, kaum wahabi berusaha menundukkan suku-suku di Jazirah Arab di bawah bendera Wahabi/Saudi. Menyamun, menyerang, dan menjarah suku tetangga adalah praktik yang luas dilakukan suku-suku Badui di Jazirah Arab sepanjang sejarahnya. Setiap suku yang belum masuk wahabi diberi dua tawaran jelas: masuk wahabi atau diperangi sebagai orang-orang musyrik dan kafir (hlm. 119).</p>
<p>Dalam doktrinnya, setiap muslim yang tidak mempunyai pemahaman dan praktik agama Islam yang persis seperti wahabi dianggap murtad dan karenanya memerangi mereka diperbolehkan, atau bahkan diwajibkan. Razia, penggerebekan dan perampokan pun dilakukan. Dengan demikian, predikat muslim hanya merujuk secara eksklusif kepada para pengikut wahabi, seperti kata “muslim” yang digunakan dalam buku Unwan al-Majd fi Tarikh al-Najd, salah satu buku sejarah resmi wahabisme.</p>
<p>Gerakan wahabi telah melakukan keganasan dan kekejaman di kota Karbala (1216 H/1802 M) dengan pembunuhan yang tidak mengenal batas perikemanusiaan. Mereka telah membunuh puluhan ribu orang Islam, selama kurun waktu 12 tahun ketika mereka menyerang dan menduduki kota Karbala serta kawasan sekitarnya, termasuk Najaf.</p>
<p>Pada tahun 1803 M, kaum wahabi menyerang dan memberangus kota Thaif. Di kota itu mereka membunuh sibuan penduduk sipil, termasuk wanita dan anak-anak yatim. Bahkan, menurut Muhammad Muhsin al-Amin, mereka turut menyembelih bayi yang masih di pangkuan ibunya dan wanita-wanita hamil, sehingga tiada seorang pun yang terlepas dari kekejaman wahabi (hlm. 77).</p>
<p>Setelah mereka merampas, merusak segala yang ada, membunuh orang-orang tak berdosa, dan melakukan keganasan yang tidak terkira terhadap umat islam, mereka melanjutkan kebrutalannya menuju Makkah. Ibnu Bisyr dalam kitabnya Unwan al-Majd fi Tarikh Najd, menguraikan bahwa pada bulan Muharram 1220 H/1805 M, wahabi di Makkah membunuh ribuan umat islam yang sedang menunaikan ibadah haji. Dalam cacatan lain disebutkan, pembunuhan bukan hanya terjadi pada jamaah haji, melainkan juga pada masyarakat sipil.</p>
<p>Aksi kekerasan wahabi tidak berhenti sampai disitu. Pada tahun 1341 H/1921 M tentara wahabi membantai seribu orang lebih rombongan jamaah haji asal Yaman yang sedang menuju Makkah tanpa sebab yang jelas. Tahun 1408 H/1986 M mereka juga menyerang jamaah haji asal Iran. Peristiwa itu menewaskan 329 orang dan ribuan lainnya luka-luka (hlm. 99-100).</p>
<p>Selain membunuh masyarakat sipil, tentara wahabi juga melakukan pembakaran terhadap perpustakaan-perpustakaan Islam. Di antara kasus pembakaran buku-buku yang paling fenomenal adalah pembakaran buku-buku yang terdapat di Perpustakaan Arab (Maktabah Arabiyah) di Makkah al-Mukarramah. Perpurkaan ini termasuk perpustakaan yang paling berharga dan paling bernilai historis. Bagaimana tidak, sedikitnya ada 60.000 buku-buku langka dan sekitar 40.000 masih berupa manuskrip yang sebagiaannya adalah hasil diktean dari Nabi Muhammad kepada para sahabatnya, sebagian lagi dari Khulafaur Rasyidin, dan para sahabat Nabi yang lainnya. Semua buku-buku tersebut dibumi-hanguskan oleh para tentara wahabi.</p>
<p>Itulah sebagian kecil dari sisi gelap perjalanan sekte wahabi yang termuat dalam buku ini. Karya Syaikh Idahram ini cukup kritis dan merupakan suatu karya ilmiah penting bagi bangsa Indonesia. Bahkan dalam pengantarnya, Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, memuji karya besar ini. menurutnya, belum ditemukan karya setajam ini sebelumnya dalam mengkritisi Gerakan Salafi Wahabi.</p>
<p>Imam S Arizal, Peneliti Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikitan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.</p>
<p>Kekecewaan Seorang (Mantan?) Salafi:</p>
<p><a href="http://ihwansalafy.wordpress.com/2007/11/11/fakta-nyata-ketika-doktrin-hadits-iftiraqperpecahan-dijadikan-landasan-manhaj/">http://ihwansalafy.wordpress.com/2007/11/11/fakta-nyata-ketika-doktrin-hadits-iftiraqperpecahan-dijadikan-landasan-manhaj/</a></p>
<h1>Perpecahan di Kalangan Salafi:</h1>
<p>Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji:</p>
<p>KITA KATAKAN: apalagi yang kalian tunggu wahai hizbiyyun? Abu Nida&#8217;,<br />
Ahmad Faiz dan kelompok kalian At-Turatsiyyin!! Bukankah kalian<br />
menunggu pernyataan dari Kibarul Ulama&#8217;? Bahkan &#8216;kita hadiahkan&#8217; kepada kalian fatwa dari barisan ulama salafiyyin yang mentahdzir Big Boss kalian!! Kenapa kalian tidak bara&#8217; dan lari dari At-Turats?! Mengapa kalian masih tetap menjilat dan mengais-ngais makanan, proyek-proyek darinya?! (lihat 5).</p>
<p>Walhasil, perpecahan diantara salafi terjadi beberapa kelompok dan<br />
diantara mereka merasa paling dirinya paling benar. Kelompok-kelompok<br />
yang berpecah belah dan saling menganggap sesat itu antara lain:</p>
<p>Kelompok Al-Muntada (sururiyah) yang didirikan oleh Salafi London yakni Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin, kemudian di Indonesia membentuk kelompok Al-Sofwah dan Al-Haramain dengan pentolannya Muhammad Kholaf, Abdul Hakim bin Abdat, Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Ainul Harits (Jakarta) dan Abu Haidar (As-Sunnah Bandung).</p>
<p>Ini juga dari kedustaan dia, membangun masjidnya ahlul bid&#8217;ah, Hadza<br />
Al-Sofwah, dan Yazid Jawwas mengatakan &#8220;Al-Sofwah itu Salafy&#8221;, padahal tadinya ketika dia masih sama kita dia mengatakan bahwa Al-Sofwa itu ikhwani, Surury, tapi ketika dia bersama mereka sudah meninggalkan Salafiyyin, terus omongnya sudah lain.</p>
<p>Sehingga apa yang mereka sebarkan dari prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasulullah, dan bertentangan dengan 180 derajat (lihat 2).</p>
<p>Kemudian kelompok Jami&#8217;atuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan<br />
Islam) yang didirikan oleh salafi Kuwait Abdurrahman Abdul Khaliq, di<br />
Indonesia membentuk kelompok Ma&#8217;had Jamilurahman As-Salafy dan Islamic Center Bin Baaz (Jogya) dengan pentolannya Abu Nida&#8217; Aunur Rafiq Ghufron (Ma&#8217;had Al-Furqan Gresik), Ahmad Faiz (Ma&#8217;had Imam Bukhari Solo), dan lain-lain.</p>
<p>Lantas bagaimana menyikapi orang-orang at Turots/Abu Nida&#8217; cs ini?<br />
Syaikh Muqbil memberikan kaidah tentang orang-orang yang padanya ada<br />
pemikiran hizbiyah, bahkan Abdurahman Abdul Kholiq dicap adalah<br />
mubtadi&#8217;. Dengan keadaan Abu Nida&#8217; yang demikian, apakah sudah bisa<br />
memastikan bahwa Abu Nida&#8217; adalah hizbi? Ya (Syaikh Yahya al Hajuri).</p>
<p>Disinilah perlunya membedakan antara Salafiyyin dan At Turots,<br />
sebagaimana Allah tegaskan tidak akan sama orang yang berilmu dan<br />
beramal, dibanding orang yang beramal dengan kejahilan (lihat 6).</p>
<p>Ada lagi kelompok salafi lain seperti FK Ahlussunnah wal jamaah (FKAWJ) dan Lasykar Jihad yang didirikan oleh Ja&#8217;far Umar Thalib, yang juga dianggap sesat oleh salafi lainnya.</p>
<p>Abdurahman Wonosari:</p>
<p>Sebagian orang menganggap kita yang telah berlepas diri dari kesesatan Ja&#8217;far Umar Thalib (JUT). Namun ketika jelas setelah nasihat dari para Ulama&#8217; atas JUT, namun dia enggan menerimanya bahkan justru dia meninggalkan kita, maka Allah memudahkan kita berlepas diri daripadanya. Bahkan memudahkan syabab kembali kepada Al Haq, tanpa harus bersusah-payah. Padahal sebelumnya, banyak yang ingin menjatuhkan JUT dari sisi akhlak dan muammalahnya.</p>
<p>Qadarallah, selama ini kita disibukkan dengan jihad (th 2000 &#8211; 2002),<br />
yang dengan jihad tercapai kebaikan-kebaikan, tidak diingkari juga<br />
adanya terjerumusnya dalam perkara siyasah/politik. Dan hal ini,<br />
membikin syaikh Rabi&#8217; bin Hadi menasehatkan dengan menyatakan: &#8220;Dulunya jihad kalian adalah jihad Salafy, kemudian berubah menjadi jihad ikhwani.&#8221; Mendengar peringatan yang demikian, alhamdulillah, Allah sadarkan kita semua, langsung bangkit dan kemudian berusaha membubarkan FKAWJ (Forum Komunikasi Ahlusunnah wal Jama&#8217;ah, red) dan menghentikan komandonya JUT (Laskar Jihad Ahlusunnah wal Jama&#8217;ah, red). Alhamdulillah.&#8221; (lihat 6).</p>
<p>Kemudian kelompok salafi lainnya Ponpes Dhiyaus Sunnah (Cirebon) dengan Muhammad Umar As-Sewed. lihat 2 dan 6 Kelompok yang satu ini merasa salafi yang paling asli diantara salafi-salafi asli lainya, karena merujuk kepada ulama-ulama salafi Saudi.</p>
<p>Saking kerasnya pertentangan diantara kelompok salafi itu, mereka<br />
memperlakukan kelompok salafi lain telah keluar dari salafi dan<br />
dianggap sesat dan bid&#8217;ah oleh salafi lainnya,</p>
<p>Muhammad Umar As-Sewed (Cirebon):</p>
<p>Dalam syarhus Sunnah dalam aqidatus salaf ashabul hadits, kemudian<br />
dalam Syariah Al-Ajurry, kemudian Minhaj Firqatun najiyah Ibnu<br />
Baththah, itu semua ada. Yang menunjukkan mereka semua sepakat untuk<br />
memperingatkan ummat dari ahlul bid&#8217;ah dan mentahdzir ahlul bid&#8217;ah,<br />
membenci mereka, menghajr mereka, memboikot mereka dan tidak bermajlis dengan mereka, itu sepakat. Sehingga apa yang mereka sebarkan dari prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasulullah, dan bertentangan dengan 180 derajat (lihat 2).</p>
<p>Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di negara-negara Arab-pun<br />
juga demikian, diantara ulama salafi sendiri mengklaim merekalah salafi yang asli dan harus diikuti, sedangkan yang lain sesat dan harus dihindari pengajian-pengajian, buku-buku dan kaset-kasetnya. Salafi yang merasa asli menyatakan bahwa merekalah pengikut shalafush shalih yang benar, sedangkan salafi yang lain hanya mengaku-ngaku saja sebagai salafi. Begitu juga sebaliknya!</p>
<p>Ada kelompok ulama semisal Abdullah bin Abdil Aziz bin Baz, Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Muhammad bin Rabi&#8217; Al-Madkhali, dan lain-lain. (Saudi), Muqbil bin Haadi, Yahya Al-Hajuri (Yaman), Muhammad bin Abdurrahman Al-Maghrawi (Maroko), Falah bin Ismail, Falah bin Tsani As-Su&#8217;aidi, Walid Al-Kandari, Mubarak bin Saif Al-Hajiri (Kuwait).</p>
<p>Disisi lain terdapat pula ulama salafi yang mereka anggap sesat semisal Abdurrahman Abdul Khaliq (Kuwait), Muhammad Quthb (ex IM yang dianggap masuk salafi), Muhammad Surur bin Nayif Zainal (London), dan lain-lain (lihat 5). Abdurrahman Abdul Khaliq misalnya, beliau mendirikan Jami&#8217;atuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan Islam) di Kuwait juga menggunakan landasan yang sama sebagai salafi, yakni menyatukan langkah dengan menjadikan Al-Quran dan sunnah serta mengikuti salafush shalih sebagai sumber tasyri&#8217;, mengembalikan setiap persoalan kepada kalamullah dan rasul-Nya (lihat 7, hal 11). Tetapi Abdurrahman Abdul Khaliq dianggap sesat dan bid&#8217;ah oleh salafi yang lain, karena beliau membentuk hizbi (lihat 6).</p>
<p>Begitu juga Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin yang mendirikan<br />
Al-Muntada di London, juga mengaku sebagai salafi. Tetapi karena beliau mengkritik dengan keras kebijakan kerajaan Saudi yang bersekutu dengan kafir AS untuk memerangi Iraq pada perang teluk, beliau juga mencela ulama-ulama yang menjadi budak kerajaan Saudi dengan mecari-carikan dalil yang sesuai dengan kebijakan penguasa kerajaan (lihat 4, hal 78-82 catatan kaki). Disamping itu beliau menggunakan prinsip IM:<br />
&#8220;Nata&#8217;awan fima tafakna wa na&#8217;dziru ba&#8217;dina ba&#8217;don fi makhtalahna&#8221;<br />
atau &#8220;Kita saling kerjasama apa yang kita sepakati dan kita hormat-menghormati saling memaklumi apa yang kita berbeda&#8221; (lihat 2).<br />
Sehingga beliau dianggap sesat dan bukan lagi sebagai salafi.</p>
<p><a href="http://salafytobat.wordpress.com/2008/09/11/salafy-haraky-vs-salafy-yamani-vs-salafy-sururi/">http://salafytobat.wordpress.com/2008/09/11/salafy-haraky-vs-salafy-yamani-vs-salafy-sururi/</a></p>
<h2>Perseteruan Salafi Wahabi dengan Habib Munzir Al Musawwa dari Majelis Rasulullah. Harusnya ummat Islam itu satu:</h2>
<p><a href="http://ummatipress.com/Ummati%20Press/jawaban-habib-munzir/">http://ummatipress.com/Ummati%20Press/jawaban-habib-munzir/</a></p>
<p><a id="comment-2385" href="http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/195--pendalilan-habib-munzir-untuk-membolehkan-istighootsah-kepada-mayat-seri-2#comment-2385">#</a> Abdullah As-Salafy 2011-10-20 02:43</p>
<div id="comment-body-2385">Assalammualaiku m ustadz, ada bantahan buat anda dari muridnya abu salafy yg bernama ahmad syahid di www.ummatipress.com.<br />
Dan alhamdulillah juga telah diklarifikasi oleh ustadz Abul Jauzaa&#8217; yang menunjukan dungunya Ahmad Syaahid yang memaksa agar ustadz Firanda dicap pendusta. akan tetapi Alhamdulillah pembela kebenaran dan pembela aqidah ahlus sunnah bukan hanya ustadz Firanda saja, masih terlalu banyak pembela kebenaran. silahkan lihat www.abul-jauzaa.blogspot.com/2011/10/beberapa-catatan-tentang-ijmaa.html<br />
Kalau ternyata ustadz Firanda toh salah dalam menyebutkan riwayat dari para ulama, karena ada rawi yang lemah itu sudah dicap oleh Ahmad Syahid sebagai pendusta murokkab (pendusta kuadrat) maka cap apakah yang akan dicap oleh AHmad Syahid kepada Habib Munzir yang menyebutkan hadits palsu dari Nabi.., berdalil dengan riwayat palsu dari Ibnu Abbaas&#8230;, berdusta atas nama Imam Syafii dan Ibnu Hajar??? apakah akan dicap oleh Ahmad Syahid bahwa Habib Munzir pendusta super kuadrat??!!!</div>
<div><a href="http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/195--pendalilan-habib-munzir-untuk-membolehkan-istighootsah-kepada-mayat-seri-2">http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/195&#8211;pendalilan-habib-munzir-untuk-membolehkan-istighootsah-kepada-mayat-seri-2</a></div>
</div>
<div></div>
<div>
<p>Rupanya pengafiran sesama Muslim (yang sering kali dibarengi dengan penghalalan darah, harta dan kehormatan) sekarang menjadi gaya kaum NEO KHAWARIJ yang dilakoni oleh sebagian kaum yang menamakan diri mereka sebagai Pengikut Salaf/Salafi dan kaum awam selain mereka yang pikirannya telkah dipermainkan oleh para pemuka agama yang <em>sû’</em>!</p>
<p>Kalau dahulu Imam Ali as. mereka kafirkan dan mereka halalkan darahnya! Kini kaum Neo Khawarij mengulang aksi gilanya dengan mengafirkan kelompok yang mencintai dan mengikuti Ali bin Abi Thalib ra.</p>
<p>Sementara, para ulama kita, Ahlusunnah, mereka tidak pernah mengafirkan kaum Syi’ah dan sangat berhati-hati dalam menjatuhkan vonis kafir kepada ahli <em>La Ila Illallah Muhammadun rasulullah</em>! Allamah Sayyid Muhammad Alawi al Maliki -Guru besar para Kyia di Indonesia, tidak terkecuali para Kyia Madura- sangat tegas sikapnya! Beliau mengecam keras pengafiran Syi’ah! menurut beliau Syi’ah adalah bagian dari mazhab-mazhab Islam dan kaum Syi’ah adalah saudara kita… meerka Muslimun!</p>
<p><strong>Jadi!</strong></p>
<p>jadi, sampai kapankah kaum Muslim, khususnya sebagian ulama Ahlusunnah wal Jama’ah mau ditipu habis-habisan oleh pikiran kotor kaum Khawarij <em>judud</em>?! dan kemudian mengerahkan massa untuk mengafirkan sesama Muslim?</p>
<p>Apa yang terjadi di Sampang Madura bukti bahaya kaum Takfiriyyûn alias Wahalb alias Neo Khawarij yang ajarannya ditegakkan di atas teror dan pengafiran sesama Muslim!</p>
<p>Karenanya, ini adalah tangggung jawab semua Muslim, khususnya para ulama untuk tidak mendiamkan kesatuan umat Islam dikoyak-koyak oleh pihak ketiga yang memaukan hancurnya persatuan Umat Islam!</p>
<p><strong>Awas Bahaya Dari Kaum Takfiriyyun!</strong></p>
<p>Yang gemar mengafirkan kaum Muslimin adalah hanya kaum Salafi Wahhabi… hanya kerena bermaksud bertabarruk dengan makam Nabi saw, atau makam seorang wali , misalnya, kaum NU divinis KAFIR dan MUSYRIK! Sekarang -karena alasan-alasan polotis- mereka mengarahkan vonis pengafirannya kepada Syi’ah</p>
<p>Menurut Ketu PB NU, Kyia Said Aqi Siraj bahwa: Ada pihak-pihak yang ingin suasana Indonesia menjadi rusuh dan tak tenang.</p>
<p>Sejak dari dulu, di Madura tak pernah ada ketegangan antara penganut Sunni dan Syi’ah. Tambah Kyia Aqil.</p>
<p>Kalaupun terjadi seperti insiden pembakaran Kamis lalu, jelas ada tangan tan terlihat yang menginginkan terjadinya bentrokan. Jelas perbedaan Sunni-Syi’ah dijadikan alat.  (Baca Jawa Pos, edisi Minggu,1/1/2012)</p>
<p><a href="http://abusalafy.wordpress.com/2012/01/02/ali-bin-abi-thalib-ra-aja-mereka-kafirkan/">http://abusalafy.wordpress.com/2012/01/02/ali-bin-abi-thalib-ra-aja-mereka-kafirkan/</a></p>
<p>Perdebatan Salafi dengan Aswaja:</p>
<ol>
<li id="comment-9">
<div id="div-comment-9">
<div><strong><a href="http://antosalafy.wordpress.com/" rel="external nofollow">antosalafy</a></strong>, on <a title="" href="http://abusalafy.wordpress.com/tentang-kami/#comment-9">Juli 20, 2007 at 7:06 am</a> said:</div>
<p>Tulisan-tulisanmu mencela salafy dan dakwah salafiyah, sedangkan kau sendiri menggunakan nama abu salafy. Seharusnya kau pakai nama Abu Kadzdzab! Nama Abu Kadzdzab lebih cocok buat kau.</p>
<div></div>
</div>
</li>
<li id="comment-11">
<div id="div-comment-11">
<div>
<div><img src="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=32&amp;d=identicon&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><strong>abusalafy</strong>, on <a title="" href="http://abusalafy.wordpress.com/tentang-kami/#comment-11">Juli 20, 2007 at 4:58 pm</a> said:</p>
</div>
<p>Salam mas antonsalafy</p>
<p>tolong komentari tulisan blog ini yang dianggap mencela salafy? semua tulisan kami InsyaAllah semua ada referensinya. Perlu anda ketahui salaf nggak kayak sampean itu.</p>
<p>kami membuat blog ini karena celaan-celaan orang-orang yang ngaku-ngaku pengikut salaf tapi mencela, bukan hanya sekedar mencela tapi menyesatkan, membid’ahkan dan mensyirikkan umat Islam yang lain. karena-nya kami akan ungkap pemikiran dan ajaran yang nyeleneh dari kaum yang ngaku-ngaku salaf itu, dan yang suka mencela dan menyakiti hati umat Islam yang lain.</p>
<p>tolong kasi difinisi salaf menurut anda? anda termasuk salaf yang mana? salaf-nya Syekh Muqbil-kah? atau Salafnya Fauzan al-Anshari atau salafnya Jakfar Umar Thalib? atau salafnya Syeikh Aidh al-Qarni yang kedua-duanya (Jakfar dan Aidh Al-Qarni) difatwa sesat oleh kelompok saudara sendiri yang mengaku salaf. Bisa baca fatwa pensesatan kedua orang tersebut di blog ini atau bisa anda buka langsung di salafy online. Biar anda tahu yang hoby menyesatkan orang lain itu kelompok “salaf” anda sendiri.</p>
<p>ini fatwanya tolong dibaca dan anda fikirkan yang suka mencela orang lain itu kami atau kelompok “salaf” anda?:</p>
<p>1. <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=508" rel="nofollow">Syeikh Aidh Al-Qarni Sesat</a><br />
2. <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=664" rel="nofollow">Jakfar Umar Thalib Sudah Meninggalkan Salaf</a></p>
</div>
</li>
</ol>
<p><a href="http://abusalafy.wordpress.com/tentang-kami/">http://abusalafy.wordpress.com/tentang-kami/</a></p>
<p><a href="http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/02/15/sisi-kesamaan-wahaby-dengan-khawarij/">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/02/15/sisi-kesamaan-wahaby-dengan-khawarij/</a></p>
<h1>Dokumen Ekspos Pendiri Saudi Yakinkan Inggris untuk Dirikan Negara Yahudi</h1>
<p><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/suratsaudi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2060" title="suratsaudi" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/suratsaudi.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>Sebuah dokumen kuno mengungkapkan bagaimana Sultan Abdul Aziz, pendiri Arab Saudi meyakinkan Inggris untuk menciptakan sebuah negara Yahudi di tanah Palestina, sebuah laporan berita mengatakan.</p>
<p>Dokumen, mengekspos komitmen mendalam dari Raja Saudi pertama dengan Inggris dan memberikan jaminan kepada pemerintah Inggris untuk memberikan Palestina kepada Yahudi.</p>
<p><a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/dokumen-kuno-ekspos-pendiri-saudi-yakinkan-inggris-untuk-dirikan-negara-yahudi-di-palestina.htm">http://www.eramuslim.com/berita/dunia/dokumen-kuno-ekspos-pendiri-saudi-yakinkan-inggris-untuk-dirikan-negara-yahudi-di-palestina.htm</a></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/1978/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/1978/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/1978/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/1978/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/1978/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/1978/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/1978/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/1978/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/1978/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/1978/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/1978/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/1978/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/1978/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/1978/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=1978&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/12/arabas.jpg?w=468" medium="image" />

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/najad_one.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">najad_one</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2011/03/sejarah-berdarah-sekter-salafy-wahabi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sejarah berdarah salafi wahabi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafyindonesia.files.wordpress.com/2007/07/jakfar-umar-thalib.thumbnail.jpg?w=468" medium="image">
			<media:title type="html">jakfar-umar-thalib.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.nu.or.id/oneMODUL/oneGALLERY/dinamic_img/mid/1317972620.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/sejarah2bwahabi.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=32&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image" />

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2012/01/suratsaudi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">suratsaudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Video Sifat 20: Penjelasan Sifat-sifat Tuhan yang Sejati</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2011/12/23/video-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2011/12/23/video-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 01:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[TV Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=1971</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah Video Sifat 20 dari Kitab yang disusun oleh Imam Abu Hasan Al Asy&#8217;ari. Berisi penjelasan sifat-sifat yang hanya ada pada Tuhan yang sejati. Jika ada &#8220;Tuhan&#8221; atau sesembahan yang tidak memiliki sifat itu, maka dia bukan Tuhan yang asli. Misalnya Sifat-sifat Tuhan itu: Maha Esa/Satu, Maha Hidup, Maha Kuasa, Tidak serupa dengan makhlukNya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=1971&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://syiarislam.wordpress.com/2011/12/23/video-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati/"><img src="http://img.youtube.com/vi/G-URhmv0s0U/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah Video Sifat 20 dari Kitab yang disusun oleh Imam Abu Hasan Al Asy&#8217;ari. Berisi penjelasan sifat-sifat yang hanya ada pada Tuhan yang sejati. Jika ada &#8220;Tuhan&#8221; atau sesembahan yang tidak memiliki sifat itu, maka dia bukan Tuhan yang asli.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya Sifat-sifat Tuhan itu: Maha Esa/Satu, Maha Hidup, Maha Kuasa, Tidak serupa dengan makhlukNya, Terdahulu, dsb. Maka jika ada Tuhan yang 3, bisa mati/wafat, lemah, mirip manusia, baru lahir setelah makhluk lain ada, maka dia bukan Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1971"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari sifat-sifat yang kita pelajari ini, kita akan yakin hanya Allah tuhan yang sejati.</p>
<p style="text-align:justify;">Sederhana bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Mohon disebarkan ke yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Silahkan lihat juga video-video lainnya di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/category/mitv/">http://media-islam.or.id/category/mitv</a></p>
<p>Silahkan baca juga tulisan lengkap tentang Sifat 20 di:</p>
<p><a href="http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/">http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/1971/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/1971/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/1971/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/1971/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/1971/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/1971/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/1971/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/1971/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/1971/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/1971/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/1971/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/1971/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/1971/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/1971/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=1971&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2011/12/23/video-sifat-20-penjelasan-sifat-sifat-tuhan-yang-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Allah Memakai Emas dan Perak Sebagai Nishab Zakat?</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2011/12/21/mengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2011/12/21/mengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 02:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=1969</guid>
		<description><![CDATA[Inilah mengapa Allah memakai Emas dan Perak sebagai patokan Nishab Zakat. Bukan uang kertas. Uang Kertas 100 trilyun dolar Zimbabwe nilainya cuma US$ 5 (Rp 45.000)! Orang harus bawa setumpuk uang untuk belanja sehari2.  Ini pemiskinan massal. Kezaliman thd rakyat! &#8220;&#8230;Allah Tahu, sedang kamu tidak tahu!&#8221; [Al Baqarah 216] Tahun 90-an ongkos naik bis cuma Rp [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=1969&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2548" class="wp-caption alignleft" style="width: 271px"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/uangzimbabwe.jpg"><img class="size-full wp-image-2548 " title="100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/uangzimbabwe.jpg?w=500" alt="100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!"   /></a><p class="wp-caption-text">100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!</p></div>
<p style="text-align:justify;">Inilah mengapa Allah memakai Emas dan Perak sebagai patokan Nishab Zakat. Bukan uang kertas.</p>
<p>Uang Kertas 100 trilyun dolar Zimbabwe nilainya cuma US$ 5 (Rp 45.000)! Orang harus bawa setumpuk uang untuk belanja sehari2.  Ini pemiskinan massal. Kezaliman thd rakyat!</p>
<p><strong>&#8220;&#8230;Allah Tahu, sedang kamu tidak tahu!&#8221; [Al Baqarah 216]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 90-an ongkos naik bis cuma Rp 100. Tahun 2000-an jadi Rp 2000. 10 tahun saja naik 20x lipat. Padahal gaji pada kurun itu belum tentu naiknya segitu. Jadi uang kertas itu pemiskinan massal. Padahal kalau digaji misalnya dgn 10 gram emas, niscaya dari 1400 tahun lalu hingga sekarang, meski jumlahnya tak berubah, nilainya juga tidak turun.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah dan RasulNya sudah memberi contoh pemakaian emas dan perak sebagai uang. Bukan uang kertas yang tiap tahun nilainya selalu turun dan sering terkena Krisis Keuangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%E2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/"><span id="more-1969"></span></a></p>
<p style="text-align:justify;">Emas dan Perak karena punya nilai riel dibanding kertas, lebih stabil dan lebih tahan terhadap inflasi. Contohnya, 1 dinar (4,25 gram emas 22 karat) pada zaman Nabi bisa dipakai untuk membeli 1-2 ekor kambing. Ada satu hadits yang merupakan bukti sejarah stabilitas uang dinar di Hadits Riwayat Bukhari sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi saw. memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau, lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi saw. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanahpun, ia pasti beruntung.” (H.R.Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini pun dengan <a href="http://media-islam.or.id/">kurs 1 dinar=Rp 2,2 juta</a>, kita bisa mendapat 1 kambing besar atau 2 ekor kambing kecil. Stabil bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Hiperinflasi adalah penyakit umum dari Uang Kertas Fiat (uang yang tidak dijamin emas, perak, dan barang2 berharga lainnya). Banyak krisis keuangan terjadi di dunia termasuk di AS, Yunani, Turki, Indonesia, Zimbabwe, dsb karena uang kertas yang mereka pakai sebetulnya tidak berharga.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationgermany1923.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2567" title="Inflation, Tapezieren mit Geldscheinen" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationgermany1923.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Foto di atas orang Jerman memakai uang sebagai wallpaper di tahun 1923. Ini karena nilainya sudah hampir tidak ada harganya karena hiperinflasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/german_hyperinflation.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2568" title="German_Hyperinflation" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/german_hyperinflation.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Gambar di atas menunjukkan turunnya nilai uang kertas Jerman Reich Mark. 1 Januari 2018 1 gram emas bisa dibeli dengan 3 Reich Mark. Pada 30 November 1923 (kurang dari 6 tahun) 1 gram emas nilainya sudah 3.000.000.000.000 Reich Mark. Uang Jerman turun hingga 1/1 trilyun hanya dalam waktu kurang dari 6 tahun! Sementara nilai emas stabil.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationhungary1946.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2569" title="inflationhungary1946" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationhungary1946.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Gambar di atas menunjukkan bagaimana uang kertas Hongaria akhirnya jadi sampah tak berharga yang harus dibuang di jalan pada tahun 1946. Nilai terbesar pada uang kertas adalah 100 quintillion pengo pada tahun 1946 oleh Bank Nasional Hongaria. Nilainya 100.000.000.000.000.000.000). Tapi disingkat jadi 1.000.000.000 b-pengo.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasca Perang Dunia II, Hongaria mencatat inflasi bulanan tertinggi: 41.900.000.000.000.000% (4.19 × 10<sup>16</sup>% or 41.9 quadrillion percent) pada bulan Juli 1946. Harga naik 2 x lipat setiap 15,3 jam.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflation1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2574" title="inflation" src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflation1.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Foto di atas menunjukkan karena inflasi, akhirnya orang memakai gerobak untuk membawa uang kertasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara Zimbabwe per 14 November 2008 inflasi tahunannya mencapai 89,7 <a title="Sextillion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sextillion">sextillion</a> (10<sup>21</sup>) percent. Inflasinya per bulan 5473%. Harga naik 2x lipat setiap 5 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan. Harga barang bisa naik 2 x lipat setiap 15,3 jam. Padahal gaji kita belum tentu naik sebesar itu. Jadi uang kertas sesungguhnya memiskinkan rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya segelintir orang yang punya akses untuk mencetak uang atau membungakan uang saja yang bisa menikmati keuntungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara pemerintah menutupi inflasi adalah dengan melakukan redenominasi/revaluasi. Misalnya Turki merevaluasi Lira pada 1 Januari 2005 sehingga 1.000.000 Lira Lama (Turkish Lira-TRL) diganti dengan 1 Lira Turki Baru (TRY).</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia tahun 1959 pada Zaman Soekarno pernah terjadi Sanering yang bukan hanya memangkas bilangan angka pada uang, tapi juga nilainya sehingga daya beli rakyat hancur. Yang jelas uang kertas yang tidak ada harganya tersebut banyak menimbulkan penderitaan pada rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya mengapa Allah memakai emas dan perak sebagai Nishab Zakat.</p>
<h1 style="text-align:justify;"><strong>&#8220;&#8230;Allah Tahu, sedang kamu tidak tahu!&#8221; [Al Baqarah 216]</strong></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%E2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/">http://media-islam.or.id/2011/06/28/uang-dinar-emas-dan-dirham-perak-%E2%80%93-solusi-islam-mengatasi-riba-dan-inflasikemiskinan/</a></p>
<p style="text-align:justify;">Referensi:</p>
<h2 style="text-align:justify;">Hyperinflation and the currency</h2>
<p style="text-align:justify;">As noted, in countries experiencing hyperinflation, the <a title="Central bank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Central_bank">central bank</a> often prints money in larger and larger denominations as the smaller denomination notes become worthless. This can result in the production of some interesting <a title="Banknote" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Banknote">banknotes</a>, including those denominated in amounts of 1,000,000,000 or more.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>By late 1923, the <a title="Weimar Republic" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Weimar_Republic">Weimar Republic</a> of Germany was issuing two-trillion Mark banknotes and postage stamps with a face value of fifty billion Mark. The highest value banknote issued by the Weimar government&#8217;s Reichsbank had a face value of 100 trillion Mark (100,000,000,000,000; 100 million million).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-12">[13]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-13">[14]</a></sup> At the height of the inflation, one US dollar was worth 4 trillion German marks. One of the firms printing these notes submitted an invoice for the work to the Reichsbank for 32,776,899,763,734,490,417.05 (3.28 × 10<sup>19</sup>, or 33<a title="Quintillion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Quintillion">quintillion</a>) Marks.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-14">[15]</a></sup></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>The largest denomination banknote ever officially issued for circulation was in 1946 by the <a title="Hungarian National Bank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_National_Bank">Hungarian National Bank</a> for the amount of 100 quintillion <a title="Pengő" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peng%C5%91">pengő</a> (100,000,000,000,000,000,000, or 10<sup>20</sup>; 100 million million million) <a href="http://bankjegy.szabadsagharcos.org/xxcentury/p136.htm" rel="nofollow">image</a>. (There was even a banknote worth 10 times more, i.e. 10<sup>21</sup> pengő, printed, but not issued <a href="http://bankjegy.szabadsagharcos.org/xxcentury/p137.htm" rel="nofollow">image</a>.) The banknotes however did not depict the numbers, &#8220;hundred million b.-pengő&#8221; (&#8220;hundred million trillion pengő&#8221;) and &#8220;one milliard b.-pengő&#8221; were spelled out instead. This makes the 100,000,000,000,000 <a title="Zimbabwean dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbabwean_dollar">Zimbabwean dollar</a> banknotes the note with the greatest number of zeros shown.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>The Post-World War II hyperinflation of Hungary held the record for the most extreme monthly inflation rate ever — 41,900,000,000,000,000% (4.19 × 10<sup>16</sup>% or 41.9 quadrillion percent) for July, 1946, amounting to prices doubling every 15.3 hours. By comparison, recent figures (as of 14 November 2008) estimate Zimbabwe&#8217;s annual inflation rate at 89.7 <a title="Sextillion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sextillion">sextillion</a> (10<sup>21</sup>) percent.,<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-cato-15">[16]</a></sup> which corresponds to a monthly rate of 5473%, and a doubling time of about five days. In figures, that is 89,700,000,000,000,000,000,000%.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">One way to avoid the use of large numbers is by declaring a new unit of currency (an example being, instead of 10,000,000,000 Dollars, a bank might set 1 new dollar = 1,000,000,000 old dollars, so the new note would read &#8220;10 new dollars.&#8221;) An example of this would be Turkey&#8217;s revaluation of the <a title="Lira" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lira">Lira</a> on 1 January 2005, when the old <a title="Turkish lira" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Turkish_lira">Turkish lira</a> (TRL) was converted to the <a title="New Turkish lira" href="http://en.wikipedia.org/wiki/New_Turkish_lira">New Turkish lira</a> (TRY) at a rate of 1,000,000 old to 1 new Turkish Lira. While this does not lessen the actual value of a currency, it is called <a title="Redenomination" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Redenomination">redenomination</a> or <a title="Revaluation" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Revaluation">revaluation</a> and also happens over time in countries with standard inflation levels. During hyperinflation, currency inflation happens so quickly that bills reach large numbers before revaluation.</p>
<p style="text-align:justify;">Some banknotes were stamped to indicate changes of denomination. This is because it would take too long to print new notes. By the time new notes were printed, they would be obsolete (that is, they would be of too low a denomination to be useful).</p>
<p style="text-align:justify;">Metallic coins were rapid casualties of hyperinflation, as the scrap value of metal enormously exceeded the face value. Massive amounts of coinage were melted down, usually illicitly, and exported for hard currency.</p>
<p style="text-align:justify;">Governments will often try to disguise the true rate of inflation through a variety of techniques. None of these actions addresses the root causes of inflation and they, if discovered, tend to further undermine trust in the currency, causing further increases in inflation. <a title="Price controls" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Price_controls">Price controls</a>will generally result in shortages and hoarding and extremely high demand for the controlled goods, resulting in disruptions of <a title="Supply chain" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Supply_chain">supply chains</a>. Products available to consumers may diminish or disappear as businesses no longer find it sufficiently profitable (or may be operating at a loss) to continue producing and/or distributing such goods at the legal prices, further exacerbating the shortages.</p>
<h2>Examples of hyperinflation</h2>
<h3>Angola</h3>
<p>Angola experienced hyperinflation from 1991 to 1995. It was a result of exchange restrictions following the introduction of the novo kwanza (<a title="ISO 4217" href="http://en.wikipedia.org/wiki/ISO_4217">AON</a>) to replace the original <a title="Angolan kwanza" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Angolan_kwanza">kwanza</a> (AOK) in 1990. At the first months of 1991, the highest denomination was 50 000 AON. By 1994, the highest denomination was 500 000 kwanzas. In the 1995 currency reform, the readjusted kwanza (AOR) replaced the novo kwanza at the ratio of 1 000 AON to 1 AOR, but hyperinflation continued as further denominations of up to 5 000 000 AOR were issued. In the 1999 currency reform, the kwanza (AOA) was reintroduced at the ratio of 1 million AOR to 1 AOA. Currently, the highest denomination banknote is 2 000 AOA and the overall impact of hyperinflation was 1 AOA = 1 billion AOK.</p>
<h3>Argentina</h3>
<p>Argentina went through steady inflation from 1975 to 1991. At the beginning of 1975, the highest denomination was 1,000 <a title="Argentine peso" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argentine_peso">pesos</a>. In late 1976, the highest denomination was 5,000 pesos. In early 1979, the highest denomination was 10,000 pesos. By the end of 1981, the highest denomination was 1,000,000 pesos. In the 1983 currency reform, 1 peso argentino was exchanged for 10,000 pesos. In the 1985 currency reform, 1 austral was exchanged for 1,000 pesos argentinos. In the 1992 currency reform, 1 new peso was exchanged for 10,000 australes. The overall impact of hyperinflation: 1 (1992) peso = 100,000,000,000 pre-1983 pesos.</p>
<h5>Criticism of the official view</h5>
<p>Ellen Brown, author of Web of Debt, admits that the left-oriented policy that Argentina had had since 1947, when <a title="Juan Peron" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Juan_Peron">Juan Peron</a> came to power, did actually create inflation. But the inflation did not become a national crisis until during the eight years that followed Peron&#8217;s death in 1974. During these years the inflation rose to 206 percent, due to a &#8220;deliberate radical devaluation of the currency of the new government, along with a 175 percent increase in oil prices&#8221;. This devaluation was, as she sees it, done with the hidden purpose of destabilizing the economy (to create a chaos). And it was, in any case, not caused by a sudden and massive increase in the printing of money by the government. She also cites Professor Escudé who writes that this devaluation led both to &#8220;the astronomical high inflation&#8221; and &#8220;to the spread of a speculative financial system that became a hallmark of Argentina&#8217;s financial life&#8221;.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Citation needed" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed">citation needed</a></em>]</sup></p>
<h3>Austria</h3>
<p>In 1922, inflation in Austria reached 1426%, and from 1914 to January 1923, the consumer price index rose by a factor of 11836, with the highest banknote in denominations of 500,000 <a title="Austro-Hungarian krone" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Austro-Hungarian_krone">krones</a>.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-16">[17]</a></sup></p>
<h3>Belarus</h3>
<p>Belarus experienced steady inflation from 1994 to 2002. In 1993, the highest denomination was 5,000 <a title="Belarusian ruble" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Belarusian_ruble">rublei</a>. By 1999, it was 5,000,000 rublei. In the 2000 currency reform, the ruble was replaced by the new ruble at an exchange rate of 1 new ruble = 1,000 old rublei. The highest denomination in 2008 was 100,000 rublei, equal to 100,000,000 pre-2000 rublei.</p>
<h3>Bolivia</h3>
<p>Bolivia experienced its worst inflation between 1984 and 1986. Before 1984, the highest denomination was 1,000 <a title="Bolivian peso" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bolivian_peso">pesos bolivianos</a>. By 1985, the highest denomination was 10 Million pesos bolivianos. In 1985, a Bolivian note for 1 million pesos was worth 55 cents in US dollars, one-thousandth of its exchange value of $5,000 less than three years previously.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-17">[18]</a></sup> In the 1987 currency reform, the Peso Boliviano was replaced by the <a title="Boliviano" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Boliviano">Boliviano</a> at a rate of 1,000,000 : 1.</p>
<h3>Bosnia and Herzegovina</h3>
<p>Bosnia and Herzegovina went through its worst inflation in 1993. In 1992, the highest denomination was 1,000 <a title="Bosnia and Herzegovina dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bosnia_and_Herzegovina_dinar">dinara</a>. By 1993, the highest denomination was 100,000,000 dinara. In the <a title="Republika Srpska" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republika_Srpska">Republika Srpska</a>, the highest denomination was 10,000 dinara in 1992 and 10,000,000,000 dinara in 1993. 50,000,000,000 dinara notes were also printed in 1993 but never issued.</p>
<h3>Brazil</h3>
<p>From 1967–1994, the base currency unit was shifted seven times to adjust for inflation in the final years of the <a title="History of Brazil (1964–1985)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Brazil_(1964%E2%80%931985)">Brazilian military dictatorship</a>era. A 1967 <a title="Brazilian cruzeiro" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brazilian_cruzeiro">cruzeiro</a> was, in 1994, worth less than one trillionth of a US cent, after adjusting for multiple devaluations and note changes. In that same year, inflation reached a record 2,075.8%. A new currency called <a title="Brazilian real" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brazilian_real">real</a> was adopted in 1994, and hyperinflation was eventually brought under control.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-18">[19]</a></sup> The <em>real</em> was also the currency in use until 1942; 1 (current) real is the equivalent of 2,750,000,000,000,000,000 of Brazil&#8217;s first currency (called <em>réis</em> in Portuguese).</p>
<h3>Bulgaria</h3>
<p>In 1996, the Bulgarian economy collapsed due to the slow and mismanaged economic reforms of several governments in a row, shortages of wheat, and an unstable and decentralized banking system, which led to an inflation rate of 311% and the collapse of the <a title="Bulgarian lev" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bulgarian_lev">lev</a>, with the exchange rate to dollars reaching 3000. When pro-reform forces came into power in the spring 1997, an ambitious economic reform package, including introduction of a currency board regime and pegging the Bulgarian Lev to the German Deutsche Mark (and consequently to the euro), was agreed to with the <a title="International Monetary Fund" href="http://en.wikipedia.org/wiki/International_Monetary_Fund">International Monetary Fund</a> and the <a title="World Bank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/World_Bank">World Bank</a>, and the economy began to stabilize.</p>
<h3>China</h3>
<p>As the first user of <a title="Fiat currency" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fiat_currency">fiat currency</a>, China has had an early history of troubles caused by hyperinflation. The <a title="Yuan Dynasty" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yuan_Dynasty">Yuan Dynasty</a> printed huge amounts of fiat paper money to fund their wars, and the resulting hyperinflation, coupled with other factors, led to its demise at the hands of a revolution. The Republic of China went through the worst inflation 1948–49. In 1947, the highest denomination was 50,000 <a title="Chinese yuan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_yuan#First_yuan.2C_1889-1948">yuan</a>. By mid-1948, the highest denomination was 180,000,000 yuan. The 1948 currency reform replaced the yuan by the gold yuan at an exchange rate of 1 gold yuan = 3,000,000 yuan. In less than a year, the highest denomination was 10,000,000 gold yuan. In the final days of the civil war, the Silver Yuan was briefly introduced at the rate of 500,000,000 Gold Yuan. Meanwhile the highest denomination issued by a regional bank was 6,000,000,000 yuan (issued by Xinjiang Provincial Bank in 1949). After the <a title="Renminbi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Renminbi">renminbi</a> was instituted by the new communist government, hyperinflation ceased with a revaluation of 1:10,000 old <a title="First series of the renminbi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/First_series_of_the_renminbi">Renminbi</a> in 1955. The overall impact of inflation was 1 Renminbi = 15,000,000,000,000,000,000 pre-1948 yuan.</p>
<h3>Free City of Danzig</h3>
<p>Danzig went through its worst inflation in 1923. In 1922, the highest denomination was 1,000 <a title="Danzig mark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Danzig_mark">Mark</a>. By 1923, the highest denomination was 10,000,000,000 Mark.</p>
<h3>Georgia</h3>
<p>Georgia went through its worst inflation in 1994. In 1993, the highest denomination was 100,000 coupons [kuponi]. By 1994, the highest denomination was 1,000,000 coupons. In the 1995 currency reform, a new currency, the <a title="Georgian lari" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Georgian_lari">lari</a>, was introduced with 1 lari exchanged for 1,000,000 coupons.</p>
<h3>Germany</h3>
<div>Main article: <a title="Inflation in the Weimar Republic" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inflation_in_the_Weimar_Republic">Inflation in the Weimar Republic</a></div>
<p>Germany went through its worst inflation in 1923. In 1922, the highest denomination was 50,000 <a title="German Papiermark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/German_Papiermark">Mark</a>. By 1923, the highest denomination was 100,000,000,000,000 Mark. In December 1923 the exchange rate was 4,200,000,000,000 Marks to 1 US dollar.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-autogenerated1-19">[20]</a></sup> In 1923, the rate of inflation hit 3.25 × 10<sup>6</sup> percent per month (prices double every two days). Beginning on 20 November 1923, 1,000,000,000,000 old Marks were exchanged for 1 <a title="Rentenmark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rentenmark">Rentenmark</a> so that 4.2 Rentenmarks were worth 1 US dollar, exactly the same rate the Mark had in 1914.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-autogenerated1-19">[20]</a></sup></p>
<h3>Greece</h3>
<div>Main article: <a title="Hyperinflation in Greece (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Hyperinflation_in_Greece&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hyperinflation in Greece</a></div>
<p>Greece went through its worst inflation in 1944. In 1942, the highest denomination was 50,000 <a title="Greek drachma" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greek_drachma#Modern_drachma">drachmai</a>. By 1944, the highest denomination was 100,000,000,000 drachmai. In the 1944 currency reform, 1 new drachma was exchanged for 50,000,000,000 drachmai. Another currency reform in 1953 replaced the drachma at an exchange rate of 1 new drachma = 1,000 old drachmai. The overall impact of hyperinflation: 1 (1953) drachma = 50,000,000,000,000 pre 1944 drachmai. The Greek monthly inflation rate reached 8.5 billion percent in October 1944.</p>
<h3>Hungary, 1922–24</h3>
<div>See also: <a title="Hungarian korona" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_korona">Hungarian korona</a></div>
<p>The <a title="Treaty of Trianon" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Treaty_of_Trianon">Treaty of Trianon</a> and political instability between 1919 and 1924 led to a major inflation of Hungary’s currency. Unable to tax adequately, the government resorted to printing money and by 1922 inflation in Hungary had reached 98% per month.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:HUP_100MB_1946_obverse.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/HUP_100MB_1946_obverse.jpg/250px-HUP_100MB_1946_obverse.jpg" alt="" width="250" height="124" /></a></p>
<div>
<div><a title="Enlarge" href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:HUP_100MB_1946_obverse.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>The 100 million b.-pengő note was the highest denomination of banknote ever issued, worth 10<sup>20</sup>or 100 quintillion <a title="Hungarian pengő" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_peng%C5%91">Hungarian pengő</a> (1946).</p>
</div>
</div>
</div>
<h3>Hungary, 1945–46</h3>
<div>Main article: <a title="Hungarian pengő hyperinflation" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_peng%C5%91_hyperinflation">Hungarian pengő hyperinflation</a></div>
<p>Hungary went through the worst inflation ever recorded between the end of 1945 and July 1946. In 1944, the highest denomination was 1,000 <a title="Hungarian pengő" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_peng%C5%91">pengő</a>. By the end of 1945, it was 10,000,000 pengő. The highest denomination in mid-1946 was 100,000,000,000,000,000,000 pengő. A special currency the adópengő – or tax pengő – was created for tax and postal payments.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-20">[21]</a></sup> The value of the adópengő was adjusted each day, by radio announcement. On 1 January 1946 one adópengő equaled one pengő. By late July, one adópengő equaled 2,000,000,000,000,000,000,000 or 2×10<sup>21</sup> pengő. When the pengő was replaced in August 1946 by the <a title="Forint" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Forint">forint</a>, the total value of all Hungarian banknotes in circulation amounted to<sup>1</sup>/<sub>1,000</sub> of one US dollar.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-21">[22]</a></sup> It is the most severe known incident of inflation recorded, peaking at 1.3 × 10<sup>16</sup> percent per month (prices double every 15 hours).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-zwdinf-22">[23]</a></sup> The overall impact of hyperinflation: On 18 August 1946, 400,000,000,000,000,000,000,000,000,000 or 4×10<sup>29</sup> (four hundred <a title="Octillion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Octillion">octillion</a> (<a title="Short scale" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Short_scale">short scale</a>)) pengő became 1 forint.</p>
<p>Some historians believe<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-23">[24]</a></sup><sup>[<em><a title="Wikipedia:Identifying reliable sources" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Identifying_reliable_sources">unreliable source?</a></em>]</sup> that this hyperinflation was purposely started by trained Russian Marxists in order to destroy the Hungarian middle and upper classes.</p>
<h3>Israel</h3>
<div>See also: <a title="Israeli sheqel" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Israeli_sheqel">Israeli sheqel</a></div>
<p>Inflation accelerated in the 1970s, rising steadily from 13% in 1971 to 111% in 1979. From 133% in 1980, it leaped to 191% in 1983 and then to 445% in 1984, threatening to become a four-digit figure within a year or two. In 1985 Israel froze most prices by law<sup>[<em><a title="Wikipedia:Citation needed" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed">citation needed</a></em>]</sup> and enacted other measures as part of <a title="1985 Israel Economic Stabilization Plan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1985_Israel_Economic_Stabilization_Plan">an economic stabilization plan</a>. That same year, inflation more than halved, to 185%. Within a few months, the authorities began to lift the price freeze on some items; in other cases it took almost a year. By 1986, inflation was down to 19%.</p>
<h3>Krajina</h3>
<p>The <a title="Republic of Serbian Krajina" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republic_of_Serbian_Krajina">Republic of Serbian Krajina</a> went through its worst inflation in 1993. In 1992, the highest denomination was 50,000 <a title="Krajina dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Krajina_dinar">dinara</a>. By 1993, the highest denomination was 50,000,000,000 dinara. Note that this unrecognized country was reincorporated into Croatia in 1995.</p>
<h3>Mexico</h3>
<p>In spite of the Oil Crisis of the late 1970s (Mexico is a producer and exporter), and due to excessive social spending, Mexico defaulted on its external debt in 1982. As a result, the country suffered a severe case of capital flight and several years of hyperinflation and <a title="Mexican peso" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mexican_peso">peso</a> devaluation. On 1 January 1993, Mexico created a new currency, the nuevo peso (&#8220;new peso&#8221;, or MXN), which chopped 3 zeros off the old peso, an inflation rate of 10,000% over the several years of the crisis. (One new peso was equal to 1000 of the obsolete MXP pesos).</p>
<h3>North Korea, 1947–2009</h3>
<p>Though the <a title="North Korean Won" href="http://en.wikipedia.org/wiki/North_Korean_Won">North Korean Won</a> never technically failed, and is still the official currency of the reclusive communist nation, a 2009 revaluation showed the rest of the world rare cracks in the monolithic image Pyongyang presents. The government gave citizens seven days to turn in their old won for new won – with 1,000 of the old worth 10 of the new – but allowed a maximum exchange of 150,000 of the old won. That means each adult can exchange about US$740-worth of won. The revaluation and exchange cap wiped out the savings of many North Koreans, and reportedly caused unrest in parts of the country. According to a September 2009 <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/8394987.stm" rel="nofollow">BBC report</a>, some department stores in Pyongyang even stopped accepting North Korean won, instead insisting upon payment in U.S. Dollars, Chinese Yuan, Euros, or even Japanese Yen.</p>
<h3>Nicaragua</h3>
<p>Nicaragua went through the worst inflation from 1987 to 1990. From 1943 to April 1971, one US dollar equalled 7 <a title="Nicaraguan córdoba" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nicaraguan_c%C3%B3rdoba">córdobas</a>. From April 1971-early 1978, one US dollar was worth 10 córdobas. In early 1986, the highest denomination was 10,000 córdobas. By 1987, it was 1,000,000 córdobas. In the 1988 currency reform, 1 new córdoba was exchanged for 10,000 old córdobas. The highest denomination in 1990 was 100,000,000 new córdobas. In the 1991 currency reform, 1 new córdoba was exchanged for 5,000,000 old córdobas. The overall impact of hyperinflation: 1 (1991) córdoba = 50,000,000,000 pre-1988 córdobas.</p>
<h3>Peru</h3>
<p>Peru experienced its worst inflation from 1988–1990. In the 1985 currency reform, 1 inti was exchanged for 1,000 <a title="Peruvian sol" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peruvian_sol">soles</a>. In 1986, the highest denomination was 1,000 intis. But in September 1988, monthly inflation went to 132%. In August 1990, monthly inflation was 397%. The highest denomination was 5,000,000 intis by 1991. In the 1991 currency reform, 1 nuevo sol was exchanged for 1,000,000 intis. The overall impact of hyperinflation: 1 nuevo sol = 1,000,000,000 (old) soles.</p>
<h3>Philippines</h3>
<p>The Japanese government occupying the Philippines during the <a title="World War II" href="http://en.wikipedia.org/wiki/World_War_II">World War II</a> issued fiat currencies for general circulation. The Japanese-sponsored <a title="Second Philippine Republic" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Second_Philippine_Republic">Second Philippine Republic</a> government led by <a title="Jose P. Laurel" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jose_P._Laurel">Jose P. Laurel</a> at the same time outlawed possession of other currencies, most especially &#8220;guerilla money.&#8221; The fiat money was dubbed &#8220;Mickey Mouse Money&#8221; because it is similar to play money and is next to worthless. Survivors of the war often tell tales of bringing suitcase or <em>bayong</em> (native bags made of woven coconut or <a title="Buri" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Buri">buri</a> leaf strips) overflowing with Japanese-issued bills. In the early times, 75 Mickey Mouse <a title="Japanese government-issued Philippine fiat peso" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_government-issued_Philippine_fiat_peso">pesos</a> could buy one duck egg.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-LATimes.com_pera-24">[25]</a></sup> In 1944, a box of matches cost more than 100 Mickey Mouse pesos.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-25">[26]</a></sup></p>
<p>In 1942, the highest denomination available was 10 pesos. Before the end of the war, because of inflation, the Japanese government was forced to issue 100, 500 and 1000 peso notes.</p>
<h3>Poland, 1921–1924</h3>
<p>After Poland’s independence in 1918, the country soon began experiencing extreme inflation. By 1921, prices had already risen 251 times above those of 1914, but in the following three years they rose by 988,223%<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-26">[27]</a></sup> with a peak rate in late 1923 of prices doubling every nineteen and a half days.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-27">[28]</a></sup> At independence there was 8 <a title="Polish marka" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polish_marka">marek</a> per US dollar, but by 1923 the exchange rate was 6,375,000 marek (mkp) for 1 US dollar. The highest denomination was 10,000,000 mkp. In the 1924 currency reform there was a new currency introduced: 1 <a title="Polish złoty" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polish_z%C5%82oty#Second_z.C5.82oty.2C_1924-1950">zloty</a> = 1,800,000 mkp.</p>
<h3>Poland, 1989–1991</h3>
<p>Poland experienced a second hyperinflation between 1989 and 1991. The highest denomination in 1989 was 200,000 <a title="Polish zloty" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polish_zloty#Third_z.C5.82oty_.28PLZ.29.2C_1950-1994">zlotych</a>. It was 1,000,000 zlotych in 1991 and 2,000,000 zlotych in 1992; the exchange rate was 9500 zlotych for 1 US dollar in January 1990 and 19600 zlotych at the end of August 1992. In the 1994 currency reform, 1 new zloty was exchanged for 10,000 old zlotych and 1 US$ exchange rate was ca. 2.5 zlotych (new).</p>
<h3>Republika Srpska</h3>
<p><a title="Republika Srpska" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republika_Srpska">Republika Srpska</a> was a breakaway region of Bosnia. As with Krajina, it pegged its currency, the <a title="Republika Srpska dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republika_Srpska_dinar">Republika Srpska dinar</a>, to that of Yugoslavia. Their bills were almost the same as Krajina&#8217;s, but they issued fewer and did not issue currency after 1993.</p>
<h3>Romania</h3>
<p>Romania experienced hyperinflation in the 1990s. The highest denomination in 1990 was 100 <a title="Romanian leu" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Romanian_leu">lei</a> and in 1998 was 100,000 lei. By 2000 it was 500,000 lei. In early 2005 it was 1,000,000 lei. In July 2005 the leu was replaced by the new leu at 10,000 old lei = 1 new leu. Inflation in 2005 was 9%. <a href="http://www.imf.org/external/pubs/ft/weo/2006/01/data/dbcoutm.cfm?SD=2003&amp;ED=2007&amp;R1=1&amp;R2=1&amp;CS=3&amp;SS=2&amp;OS=C&amp;DD=0&amp;OUT=1&amp;C=968&amp;S=PCPIPCH&amp;RequestTimeout=120&amp;CMP=0&amp;x=57&amp;y=10" rel="nofollow">[2]</a> In July 2005 the highest denomination became 500 lei (= 5,000,000 old lei).</p>
<h3>Soviet Union / Russian Federation</h3>
<div>See also: <a title="Russian ruble" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Russian_ruble">Russian ruble</a></div>
<p>Between 1921 and 1922, inflation in the <a title="Soviet Union" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soviet_Union">Soviet Union</a> reached 213%.</p>
<p>In 1992, the first year of post-<a title="Soviet" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soviet">Soviet</a> economic reform, inflation was 2,520%. In 1993, the annual rate was 840%, and in 1994, 224%. The ruble devalued from about 40 r/$ in 1991 to about 5,000 r/$ in late 1997. In 1998, a denominated ruble was introduced at the exchange rate of 1 new ruble = 1,000 pre-1998 rubles. In the second half of the same year, ruble fell to about 30 r/$ as a result of <a title="1998 Russian financial crisis" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1998_Russian_financial_crisis">financial crisis</a>.</p>
<h3>Taiwan</h3>
<p>As the <a title="Chinese Civil War" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_Civil_War">Chinese Civil War</a> reached its peak, Taiwan also suffered from the hyperinflation that has ravaged China in late 1940s. Highest denomination issued was a 1,000,000 <a title="Old Taiwan dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Old_Taiwan_dollar">Dollar</a> Bearer&#8217;s Cheque. Inflation was finally brought under control at introduction of New Taiwan Dollar in 15 June 1949 at rate of 40,000 old Dollar = 1 New Dollar</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:100000-Kupon-1994-front.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d2/100000-Kupon-1994-front.jpg/200px-100000-Kupon-1994-front.jpg" alt="" width="200" height="90" /></a></p>
<div>
<div></div>
<p>A 100,000 <a title="Ukrainian karbovanets" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ukrainian_karbovanets">Ukrainian karbovantsi</a>(used between 1992 and 1996). In 1996, it was taken out of circulation, and was replaced by the Hryvnya at an exchange rate of 100,000 karbovantsi = 1 <a title="Hryvnya" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hryvnya">Hryvnya</a> (approx. USD 0.50 at that time, about USD 0.20 as of 2007). This translates to an average inflation rate of approximately 1400% per month between 1992 and 1996</p>
</div>
</div>
</div>
<h3>Ukraine</h3>
<p>Ukraine experienced its worst inflation between 1993 and 1995. In 1992, the <a title="Ukrainian karbovanets" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ukrainian_karbovanets">Ukrainian karbovanets</a>was introduced, which was exchanged with the defunct <a title="Soviet ruble" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Soviet_ruble">Soviet ruble</a> at a rate of 1 UAK = 1 SUR. Before 1993, the highest denomination was 1,000 karbovantsiv. By 1995, it was 1,000,000 karbovantsiv. In 1996, during the transition to the <a title="Hryvnya" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hryvnya">Hryvnya</a> and the subsequent phase out of the karbovanets, the exchange rate was 100,000 UAK = 1 UAH. This translates to a hyperinflation rate of approximately 1,400% per month. By some estimates, inflation for the entire calendar year of 1993 was 10,000% or higher, with retail prices reaching over 100 times their pre-1993 level by the end of the year.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-28">[29]</a></sup></p>
<h3>United States</h3>
<p>During the <a title="American Revolutionary War" href="http://en.wikipedia.org/wiki/American_Revolutionary_War">Revolutionary War</a>, when the <a title="Continental Congress" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Continental_Congress">Continental Congress</a> authorized the printing of paper currency called <a title="Continental (currency)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Continental_(currency)">continental currency</a>. The monthly inflation rate reached a peak of 47 percent in November 1779 (Bernholz 2003: 48). These notes depreciated rapidly, giving rise to the expression &#8220;not worth a continental.&#8221;</p>
<p>A second close encounter occurred during the <a title="U.S. Civil War" href="http://en.wikipedia.org/wiki/U.S._Civil_War">U.S. Civil War</a>, between January 1861 and April 1865, the <a title="Lerner Commodity Price Index (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Lerner_Commodity_Price_Index&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lerner Commodity Price Index</a> of leading cities in the eastern Confederacy states increased from 100 to over 9,000.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-29">[30]</a></sup> As the Civil War dragged on, the <a title="Confederate States of America dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Confederate_States_of_America_dollar">Confederate dollar</a> had less and less value, until it was almost worthless by the last few months of the war. Similarly, the Union government inflated its <a title="Greenback (money)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greenback_(money)">greenbacks</a>, with the monthly rate peaking at 40 percent in March 1864 (Bernholz 2003: 107).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-cato.org-30">[31]</a></sup></p>
<h3>Yugoslavia</h3>
<div>
<div>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:500000000000_dinars.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/500000000000_dinars.jpg/200px-500000000000_dinars.jpg" alt="" width="200" height="94" /></a></p>
<div>
<div></div>
<p>A 500 billion <a title="Yugoslav dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslav_dinar">Yugoslav dinar</a> <a title="Banknote" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Banknote">banknote</a>circa 1993, the largest <a title="Nominal value" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nominal_value">nominal value</a>ever officially printed in <a title="Yugoslavia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslavia">Yugoslavia</a>, the final result of hyperinflation.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Yugoslavia went through a period of hyperinflation and subsequent currency reforms from 1989–1994. The highest denomination in 1988 was 50,000 <a title="Yugoslav dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslav_dinar">dinars</a>. By 1989 it was 2,000,000 dinars. In the 1990 currency reform, 1 new dinar was exchanged for 10,000 old dinars. In the 1992 currency reform, 1 new dinar was exchanged for 10 old dinars. The highest denomination in 1992 was 50,000 dinars. By 1993, it was 10,000,000,000 dinars. In the 1993 currency reform, 1 new dinar was exchanged for 1,000,000 old dinars. However, before the year was over, the highest denomination was 500,000,000,000 dinars. In the 1994 currency reform, 1 new dinar was exchanged for 1,000,000,000 old dinars. In another currency reform a month later, 1 novi dinar was exchanged for 13 million dinars (1 novi dinar = 1 <a title="German mark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/German_mark">German mark</a> at the time of exchange). The overall impact of hyperinflation: 1 novi dinar = 1 × 10<sup>27</sup>~1.3 × 10<sup>27</sup> pre 1990 dinars. <a title="Yugoslavia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslavia">Yugoslavia</a>&#8216;s rate of inflation hit 5 × 10<sup>15</sup> percent cumulative inflation over the time period 1 October 1993 and 24 January 1994.</p>
<h3>Zaire (now the Democratic Republic of the Congo)</h3>
<p>Zaire went through a period of inflation between 1989 and 1996. In 1988, the highest denomination was 5,000 <a title="Zairean zaire" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zairean_zaire">zaires</a>. By 1992, it was 5,000,000 zaires. In the 1993 currency reform, 1 nouveau zaire was exchanged for 3,000,000 old zaires. The highest denomination in 1996 was 1,000,000 nouveaux zaires. In 1997, Zaire was renamed the Congo Democratic Republic and changed its currency to francs. 1 franc was exchanged for 100,000 nouveaux zaires. One post-1997 franc was equivalent to 3 × 10<sup>11</sup> pre 1989 zaires.</p>
<h3>Zimbabwe</h3>
<div>Main article: <a title="Hyperinflation in Zimbabwe" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation_in_Zimbabwe">Hyperinflation in Zimbabwe</a></div>
<div>
<div>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Zimbabwe_$100_trillion_2009_Obverse.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Zimbabwe_%24100_trillion_2009_Obverse.jpg/250px-Zimbabwe_%24100_trillion_2009_Obverse.jpg" alt="" width="250" height="125" /></a></p>
<div>
<div><a title="Enlarge" href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Zimbabwe_$100_trillion_2009_Obverse.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>The 100 trillion <a title="Zimbabwean dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbabwean_dollar">Zimbabwean dollar</a> banknote (10<sup>14</sup> dollars), equal to 10<sup>27</sup> pre-2006 dollars</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Hyperinflation in Zimbabwe was one of the few instances that resulted in the abandonment of the local currency. At independence in 1980, the <a title="Zimbabwe dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbabwe_dollar">Zimbabwe dollar</a> (ZWD) was worth about USD 1.25. Afterwards, however, rampant inflation and the collapse of the economy severely devalued the currency. Inflation was steady before <a title="Robert Mugabe" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Mugabe">Robert Mugabe</a> in 1998 began a program of land reforms that primarily focused on taking land from white farmers and redistributing those properties and assets to black farmers, which sent food production and revenues from export of food plummeting.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-31">[32]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-32">[33]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-33">[34]</a></sup> The result was that to pay its expenditures Mugabe’s government and <a title="Gideon Gono" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gideon_Gono">Gideon Gono</a>’s <a title="Reserve Bank of Zimbabwe" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Reserve_Bank_of_Zimbabwe">Reserve Bank</a> printed more and more notes with higher face values.</p>
<p>Hyperinflation began early in the twenty-first century, reaching 624% in 2004. It fell back to low triple digits before surging to a new high of 1,730% in 2006. The Reserve Bank of Zimbabwe revalued on 1 August 2006 at a ratio of 1 000 ZWD to each second dollar (ZWN), but year-to-year inflation rose by June 2007 to 11,000% (versus an earlier estimate of 9,000%). Larger denominations were progressively issued:</p>
<ol>
<li>5 May: banknotes or &#8220;bearer cheques&#8221; for the value of ZWN 100 million and ZWN 250 million.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-34">[35]</a></sup></li>
<li>15 May: new bearer cheques with a value of ZWN 500 million (then equivalent to about USD 2.50).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-35">[36]</a></sup></li>
<li>20 May: a new series of notes (“agro cheques”) in denominations of $5 billion, $25 billion and $50 billion.</li>
<li>21 July: “agro cheque” for $100 billion.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-36">[37]</a></sup></li>
</ol>
<p>Inflation by 16 July officially surged to 2,200,000%<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-37">[38]</a></sup> with some analysts estimating figures surpassing 9,000,000 percent.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-38">[39]</a></sup> As of 22 July 2008 the value of the ZWN fell to approximately 688 billion per 1 USD, or 688 trillion pre-August 2006 Zimbabwean dollars.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-39">[40]</a></sup></p>
<table>
<tbody>
<tr>
<th>Date of</p>
<p>redenomination</th>
<th>Currency</p>
<p>code</th>
<th>Value</th>
</tr>
<tr>
<td align="center">1 Aug 2006</td>
<td align="center">ZWN</td>
<td align="right">1 000 ZWD</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">1 Aug 2008</td>
<td align="center">ZWR</td>
<td align="right">10<sup>10</sup> ZWN</p>
<p>= 10<sup>13</sup> ZWD</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">2 Feb 2009</td>
<td align="center">ZWL</td>
<td align="right">10<sup>12</sup> ZWR</p>
<p>= 10<sup>22</sup> ZWN</p>
<p>= 10<sup>25</sup> ZWD</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>On 1 August 2008, the Zimbabwe dollar was redenominated at the ratio of 10<sup>10</sup> ZWN to each third dollar (ZWR).<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-40">[41]</a></sup> On 19 August 2008, official figures announced for June estimated the inflation over 11,250,000%.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-41">[42]</a></sup> Zimbabwe&#8217;s annual inflation was 231,000,000% in July<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-42">[43]</a></sup> (prices doubling every 17.3 days). For periods after July 2008, no official inflation statistics were released. Prof. Steve H. Hanke overcame the problem by estimating inflation rates after July 2008 and publishing the Hanke Hyperinflation Index for Zimbabwe.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-43">[44]</a></sup> Prof. Hanke’s HHIZ measure indicated that the inflation peaked at an annual rate of 89.7 sextillion percent (89,700,000,000,000,000,000,000%) in mid-November 2008. The peak monthly rate was 79.6 billion percent, which is equivalent to a 98% daily rate, or around7× 10<sup>108</sup> percent yearly rate. At that rate, prices were doubling every 24.7 hours. Note that many of these figures should be considered mostly theoretic, since the hyperinflation did not proceed at that rate a whole year.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-catohanke-44">[45]</a></sup></p>
<p>At its November 2008 peak, Zimbabwe&#8217;s rate of inflation approached, but failed to surpass, Hungary&#8217;s July 1946 world record.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-catohanke-44">[45]</a></sup> On 2 February 2009, the dollar was redenominated for the fourth time at the ratio of 10<sup>12</sup> ZWR to 1 ZWL, only three weeks after the $100 trillion banknote was issued on 16 January,<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-45">[46]</a></sup><sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-46">[47]</a></sup> but hyperinflation waned by then as official inflation rates in USD were announced and foreign transactions were legalised,<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-catohanke-44">[45]</a></sup> and on 12 April the dollar was abandoned in favour of using only foreign currencies. The overall impact of hyperinflation was 1 ZWL = 10<sup>25</sup> ZWD.</p>
<h2>[<a title="Edit section: Worst hyperinflations in world history" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Hyperinflation&amp;action=edit&amp;section=40">edit</a>]Worst hyperinflations in world history</h2>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<th colspan="5">Highest monthly inflation rates in history<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation#cite_note-catohanke-44">[45]</a></sup></th>
</tr>
<tr>
<th>Country</th>
<th>Currency name</th>
<th>Month with highest inflation rate</th>
<th>Highest monthly inflation rate</th>
<th>Equivalent daily inflation rate</th>
<th>Time required for prices to double</th>
</tr>
<tr>
<td>Hungary</td>
<td><a title="Hungarian pengő" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungarian_peng%C5%91">Hungarian pengő</a></td>
<td><a title="1946" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1946#July">July 1946</a></td>
<td>4.19 × 10<sup>16</sup> %</td>
<td>207.19%</td>
<td>15 hours</td>
</tr>
<tr>
<td>Zimbabwe</td>
<td><a title="Zimbabwe dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbabwe_dollar">Zimbabwe dollar</a></td>
<td><a title="2008" href="http://en.wikipedia.org/wiki/2008#November">November 2008</a></td>
<td>7.96 × 10<sup>10</sup> %</td>
<td>98.01%</td>
<td>24.7 hours</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Yugoslavia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslavia">Yugoslavia</a></td>
<td><a title="Yugoslav dinar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yugoslav_dinar">Yugoslav dinar</a></td>
<td><a title="1994" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1994#January">January 1994</a></td>
<td>3.13 × 10<sup>8</sup> %</td>
<td>64.63%</td>
<td>1.4 days</td>
</tr>
<tr>
<td>Germany</td>
<td><a title="German Papiermark" href="http://en.wikipedia.org/wiki/German_Papiermark">German Papiermark</a></td>
<td><a title="1923" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1923#October">October 1923</a></td>
<td>29,500%</td>
<td>20.87%</td>
<td>3.7 days</td>
</tr>
<tr>
<td>Greece</td>
<td><a title="Greek drachma" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greek_drachma">Greek drachma</a></td>
<td><a title="1944" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1944#October">October 1944</a></td>
<td>13,800%</td>
<td>17.84%</td>
<td>4.3 days</td>
</tr>
<tr>
<td>Taiwan (Republic of China)</td>
<td><a title="Old Taiwan dollar" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Old_Taiwan_dollar">Old Taiwan dollar</a></td>
<td><a title="1949" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1949#May">May 1949</a></td>
<td>2,178%</td>
<td>10.98%</td>
<td>6.7 days</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2></h2>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation">http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation</a></p>
<h1 style="text-align:justify;">How to Turn 100 Trillion Dollars Into Five and Feel Good About It</h1>
<p style="text-align:justify;">The Highest-Denominated Bill Ever Issued Gives Value to Worthless Zimbabwe Currency</p>
<p style="text-align:justify;">By PATRICK MCGROARTY And FARAI MUTSAKA</p>
<p style="text-align:justify;">A 100-trillion-dollar bill, it turns out, is worth about $5.</p>
<p style="text-align:justify;">Associated Press</p>
<p>A man in Harare, Zimbabwe, carried cash for groceries in 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">That&#8217;s the going rate for Zimbabwe&#8217;s highest denomination note, the biggest ever produced for legal tender—and a national symbol of monetary policy run amok. At one point in 2009, a hundred-trillion-dollar bill couldn&#8217;t buy a bus ticket in the capital of Harare.</p>
<p style="text-align:justify;">But since then the value of the Zimbabwe dollar has soared. Not in Zimbabwe, where the currency has been abandoned, but on eBay.</p>
<p style="text-align:justify;">The notes are a hot commodity among currency collectors and novelty buyers, fetching 15 times what they were officially worth in circulation. In the past decade, President Robert Mugabe and his allies attempted to prop up the economy—and their government—by printing money. Instead, the country&#8217;s central bankers sparked hyperinflation by issuing bills with more zeros.</p>
<p style="text-align:justify;">The 100-trillion-dollar note, circulated for just a few months before the Zimbabwe dollar was officially abandoned as the country&#8217;s legal currency in 2009, marked the daily limit people were allowed to withdraw from their bank accounts. Prices rose, wreaking havoc.</p>
<p style="text-align:justify;">The runaway inflation forced Zimbabweans to wait in line to buy bread, toothpaste and other essentials. They often carried bigger bags for their money than the few items they could afford with a devalued currency.</p>
<p style="text-align:justify;">Today, all transactions are in foreign currencies, mainly the U.S. dollar and the South African rand. But Zimbabwe&#8217;s worthless bills are valuable—at least outside the country. That Zimbabwe&#8217;s currency happened to be denoted in dollars has amplified appeal, say currency dealers and collectors, particularly after the global financial crisis and mounting public debts sparked inflationary fears in the U.S.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://online.wsj.com/article/SB10001424052748703730804576314953091790360.html">http://online.wsj.com/article/SB10001424052748703730804576314953091790360.html</a></p>
<h2 style="text-align:justify;">SATURDAY, 22 JANUARY 2011</h2>
<div>
<div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a name="782687547290502756"></a></p>
<h3 style="text-align:justify;"><a href="http://blog.inkyfool.com/2011/01/for-those-reading-historical-novels-or.html">For Those Reading Historical Novels (Or Mr Darcy Was Loaded)</a></h3>
<div style="text-align:justify;">
<div>Posted by M.H. Forsyth</div>
</div>
<div id="post-body-782687547290502756">
<div style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/zimbabwe-inflation.jpg"><img src="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/zimbabwe-inflation.jpg?w=125&#038;h=200" alt="" width="125" height="200" border="0" /></a>I&#8217;m reading <em>Wilt </em>by Thomas Sharpe at the moment. It&#8217;s terribly good fun so far but I have been troubled, dear reader, sorely troubled by prices. Money is terribly important in <em>Wilt</em>. The novel is all about class and budgets and careers. Henry Wilt himself earns £3,500 a year and his wife secretly spends seventy pounds on clothes and the starter in a restaurant costs 95p.</p>
<p style="text-align:justify;">Trouble is, I&#8217;ve no idea what that means in today&#8217;s green and folding. It&#8217;s only thirty-five years since Wilt was published, but inflation is such that I can make neither tail nor head of these (terribly important) details.</p>
<p style="text-align:justify;">I get the same thing reading <em>Pride and Prejudice</em>. People are always described as having an income of so many hundred or thousand a year, and the girls go wild (or don&#8217;t); but the modern reader is left scratching his head and furrowing his brow and wondering whether to go down to the library with a slide-rule and work everything out in compound inflation.</p>
<p style="text-align:justify;">Nevermore, dear calculating reader, nevermore. Use this:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://safalra.com/other/historical-uk-inflation-price-conversion/widget.html">http://safalra.com/other/historical-uk-inflation-price-conversion/widget.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">It&#8217;s so damned handy that I&#8217;ve installed it as a permanent widget on the right of the blog. I&#8217;m afraid that I couldn&#8217;t find one that would go straight to dollars and all those other funny foreign currencies that don&#8217;t have a picture of the Queen on them and are therefore worthless. But if you&#8217;re American (are you, dear reader? I&#8217;d so like to know), you can continue on to <a href="http://www.xe.com/ucc/convert.cgi?Amount=1&amp;From=GBP&amp;To=USD">a site like this</a> and find out that Mr Darcy&#8217;s £10,000 a year in 1813 is:</p>
<p style="text-align:justify;">£520,000 in modern Britain</p>
<p style="text-align:justify;">$831,869.95 in the USA</p>
<p style="text-align:justify;">$827,134.49 in Canada</p>
<p style="text-align:justify;">$841,250.62 Down Under</p>
<p style="text-align:justify;">€612,635.63 in those amusing countries beyond the English Channel</p>
<p style="text-align:justify;">And the rest of you can work it out for yourselves. The general point is that Mr Darcy is even richer than I am, and it&#8217;s no surprise that Miss Bennett fell in love with him.</p>
<div></div>
<div>The Inky Fool returns from the cash point</div>
<div><a href="http://blog.inkyfool.com/2011_01_01_archive.html">http://blog.inkyfool.com/2011_01_01_archive.html</a></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/1969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/1969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/1969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/1969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syiarislam.wordpress.com/1969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syiarislam.wordpress.com/1969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syiarislam.wordpress.com/1969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syiarislam.wordpress.com/1969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/1969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/1969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/1969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/1969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/1969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/1969/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&amp;blog=1703820&amp;post=1969&amp;subd=syiarislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2011/12/21/mengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/uangzimbabwe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationgermany1923.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Inflation, Tapezieren mit Geldscheinen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/german_hyperinflation.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">German_Hyperinflation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflationhungary1946.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">inflationhungary1946</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/inflation1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">inflation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/HUP_100MB_1946_obverse.jpg/250px-HUP_100MB_1946_obverse.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d2/100000-Kupon-1994-front.jpg/200px-100000-Kupon-1994-front.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/500000000000_dinars.jpg/200px-500000000000_dinars.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Zimbabwe_%24100_trillion_2009_Obverse.jpg/250px-Zimbabwe_%24100_trillion_2009_Obverse.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://agusnizami.files.wordpress.com/2011/12/zimbabwe-inflation.jpg?w=188" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
