<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Syiar Islam</title>
	<atom:link href="http://syiarislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syiarislam.wordpress.com</link>
	<description>Ayo belajar Iman, Islam, dan Ihsan sesuai Al Qur'an dan Hadits!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 03:59:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='syiarislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4c8415140f03c49b5e02f7cf5f529402?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Syiar Islam</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tauhid – 20 Sifat-sifat Allah yang Penting dan Wajib Kita Ketahui</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/09/tauhid-%e2%80%93-20-sifat-sifat-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/09/tauhid-%e2%80%93-20-sifat-sifat-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 01:09:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat 20]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu Tauhid (Aqidah/Iman) adalah hal yang paling penting yang harus dipelajari setiap Muslim. Bahkan harus dipelajari lebih dulu sebelum kita mempelajari/melakukan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa tergerak untuk melakukan ibadah jika dalam hati kita tidak ada iman? Bagaimana kita bisa ikhlas dan khusyuk beribadah jika kita tidak tahu/tidak yakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=761&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ilmu Tauhid (Aqidah/Iman) adalah hal yang paling penting yang harus dipelajari setiap Muslim. Bahkan harus dipelajari lebih dulu sebelum kita mempelajari/melakukan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa tergerak untuk melakukan ibadah jika dalam hati kita tidak ada iman? Bagaimana kita bisa ikhlas dan khusyuk beribadah jika kita tidak tahu/tidak yakin akan Allah dan sifat-sifatNya?</p>
<p style="text-align:justify;">Banyaknya ummat Islam di Indonesia yang menjadi murtad itu karena mereka nyaris tidak mempelajari dan meyakini ilmu Tauhid sehingga akhirnya tidak tahu Sifat-sifat Tuhan yang asli/sejati. Akhirnya mereka menyembah Tuhan yang sifatnya berlawanan dari sifat Allah seperti menyembah 3 Tuhan dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-761"></span>Pada Ilmu Tauhid ini diasumsikan orang belum memiliki iman yang kuat kepada Allah, apalagi Al Qur’an. Oleh karena itu dalilnya pun yang pertama dipakai adalah dalil Akal/Logika (Aqli). Setelah beriman, baru dalil Naqli (Al Qur’an) dikemukakan. Pada ilmu tentang Iman, maka Akal harus digunakan. Ada pun jika sudah beriman dan mengenai fiqih misalnya kenapa kalau kentut bukan (maaf) pantat yang dibasuh, tapi harus mencuci anggota badan lainnya, maka dalil Naqli (Al Qur’an dan Hadits) yang harus dipakai. Pada Tauhid, Aqli harus dipakai. Pada Fiqih, Naqli yang dipakai.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah Allah dalam Al Qur’an juga kerap menggunakan dalil Akal/Logika kepada kaum yang kafir atau imannya masih lemah. Hanya orang yang berakal saja yang dapat pelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230;Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali ‘Imran 7]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah juga kerap memakai ilmu pengetahuan seperti penciptaan langit dan bumi sebagai tanda bagi orang yang berakal:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” [Ali ‘Imran 190]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” [Al Jaatsiyah 5]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lihat ayat Al Waaqi’ah ayat 58 hingga 72. Allah menggunakan logika kepada manusia (termasuk kita yang membaca surat tersebut) agar menggunakan akal kita:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah 58-59]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah 72]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah menggunakan logika dan perumpamaan-perumpamaan (Tamtsil/Ibarat) agar orang yang berakal/berilmu meski dia belum beriman jadi berfikir dan beriman kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” [Al ‘Ankabuut 43]</p>
<p style="text-align:justify;">Baca juga ayat Al Hasyr 21, Al Kahfi 45, Al Kahfi 54, Ar Ruum 58, Az Zumar 27, dsb. Ada 58 ayat lebih tentang perumpamaan yang dikenal sebagai logika analogi.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh perumpamaan itu adalah ayat Al A’raaf 176, Al &#8216;Ankabuut 41, Al Baqarah 17, Al Baqarah 171, Al Baqarah 261, Al Baqarah 264, dan sebagainya.<br />
Keliru sekali jika ada orang yang menolak sama sekali penggunaan dalil Akal atau Logika apalagi jika itu ditujukan pada orang yang belum atau masih tipis imannya. Karena itu, banyak orang-orang yang dulunya kafir, akhirnya masuk Islam. Bayangkan, bagaimana mungkin orang mau mempercayai Al Qur’an (firman Allah) jika kepada Allah saja dia belum beriman? Karena itulah pendekatan akal digunakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai firman Allah seperti Afalaa Ta’qiluun, La’allakum Tatafakkaruun, Ulil Albaab merupakan perintah Allah pada manusia untuk menggunakan akal atau fikiran termasuk dalam beragama.</p>
<p style="text-align:justify;">Sifat Allah itu banyak/tidak terhitung. Namun seandainya ditulis 1 juta, 1 milyar, atau 1 trilyun, tentu kita tidak akan sanggup mempelajarinya bukan? Seorang ulama menulis 20 sifat yang wajib (artinya harus ada) pada Tuhan/Allah. Jika tidak memiliki sifat itu, berarti dia bukan Tuhan atau Allah. Minimal kita bisa memahami dan meyakini 13 dari sifat tersebut agar tidak tersesat. Setelah itu kita bisa mempelajari sifat Allah lainnya dalam Ama’ul Husna (99 Nama Allah yang Baik)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sifat-sifat itu adalah:<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Wujud (ada)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Wujud (ada). Tidak mungkin/mustahil Allah itu ‘Adam (tidak ada).<br />
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih komplek.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakkan benda tersebut di bawah mikroskop yang amat kuat).</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada?</p>
<p style="text-align:justify;">Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!</p>
<p style="text-align:justify;">Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Allah lah Yang meninggi-kan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia berse-mayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Artikel lengkap tentang Bukti Tuhan itu Ada dapat anda lihat di www.media-islam.or.id</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: Kunci Iman menyembah Allah. Kalau orang tidak mempercayai Allah itu ada, maka dia adalah Atheist. Tidak mungkin bisa ikhlas dan khusyu’ menyembah Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Qidam (Terdahulu)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Qidam (Terdahulu). Mustahil Allah itu Huduts (Baru).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dialah Yang Awal &#8230;” [Al Hadiid:3]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Allah yang menciptakan langit, bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan juga manusia.<br />
“Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu..?” [Al Mu'min:62]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, Allah adalah awal. Dia sudah ada jauh sebelum langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Tuhan itu baru ada atau lahir setelah makhluk lainnya ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, tidak mungkin lukisan Monalisa ada lebih dulu sebelum pelukis yang melukisnya, yaitu Leonardo Da Vinci. Demikian juga Tuhan. Tidak mungkin makhluk ciptaannya muncul lebih dulu, kemudian baru muncul Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Baqo’ (Kekal)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Baqo’ (Kekal). Tidak mungkin Allah itu Fana’ (Binasa).<br />
Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi mengurus makhluk ciptaannya. Jika Tuhan itu Fana’ atau mati, bagaimana nasib ciptaannya seperti manusia?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati&#8230;” [Al Furqon 58]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” [Ar Rahman:26-27]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu jika ada “Tuhan” yang wafat atau mati, maka itu bukan Tuhan. Tapi manusia biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: Jika kita mencintai Allah yang Maha Kekal dan selalu ada dan menjadikanNya teman serta pelindung, niscaya kita akan tetap sabar meski kehilangan segala yang kita cintai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Mukhollafatuhu lil hawaadits (Tidak Serupa dengan MakhlukNya)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu berbeda dengan makhlukNya (Mukhollafatuhu lil hawaadits). Mustahil Allah itu sama dengan makhlukNya (Mumaatsalaatuhu lil Hawaadits). Kalau sama dengan makhluknya misalnya sama lemahnya dengan manusia, niscaya “Tuhan” itu bisa mati dikeroyok atau disalib oleh manusia. Mustahil jika “Tuhan” itu dilahirkan, menyusui, buang air, tidur, dan sebagainya. Itu adalah manusia. Bukan Tuhan!</p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Maha Besar. Maha Kuasa. Maha Perkasa. Maha Hebat. Dan segala Maha-maha yang bagus lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230;Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia&#8230;” [Asy Syu’aro:11]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya sifat “Hidup” Allah beda dengan sifat “Hidup” makhluknya. Allah itu dari dulu, sekarang, kiamat, dan hingga hari akhirat nanti tetap hidup. Sebaliknya makhluknya seperti manusia dulu mati (tidak ada). Setelah itu baru dilahirkan dan hidup. Namun itu pun hanya sebentar. Paling lama 1000 tahun. Setelah itu mati lagi dan dikubur. Jadi meski sekilas sama, namun sifat “Hidup” Allah beda dengan makhlukNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga dengan sifat lain seperti “Kuat.” Allah selalu kuat dan kekuatannya bisa menghancurkan alam semesta. Sementara manusia itu dulu ketika bayi lemah dan ketika mati juga tidak berdaya. Saat hidup pun jika kena tsunami atau gempa apalagi kiamat, dia akan mati.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah itu Iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhluknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“.. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Al ‘Ankabuut:6]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan katakanlah: &#8220;Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa’ 111]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di dunia ini, semua orang saling membutuhkan. Bahkan seorang raja pun butuh penjahit pakaian agar dia tidak telanjang. Dia butuh pembuat bangunan agar istananya bisa berdiri. Dia butuh tukang masak agar bisa makan. Dia butuh pengawal agar tidak mati dibunuh orang. Dia butuh dokter jika dia sakit. Saat bayi, dia butuh susu ibunya, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya Allah berdiri sendiri. Dia tidak butuh makhluknya. Seandainya seluruh makhluk memujiNya, niscaya tidak bertambah sedikitpun kemuliaanNya. Sebaliknya jika seluruh makhluk menghinaNya, tidaklah berkurang sedikitpun kemuliaanNya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” [ Faathir 15]<br />
Hikmah: Tidak sombong dan memohon hanya kepada Allah. Karena Manusia ketika lahir butuh bantuan. Demikian pula ketika mati meski dia kaya dan berkuasa</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Wahdaaniyah (Esa)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Wahdaaniyah (Esa/Satu). Mustahil Allah itu banyak (Ta’addud) seperti 2, 3, 4, dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Maha Kuasa. Jika ada sekutuNya, maka Dia bukan yang Maha Kuasa lagi. Jika satu Tuhan Maha Pencipta, maka Tuhan yang lain kekuasaannya terbatas karena bukan Maha Pencipta.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan yang lain beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu” [Al Mu’minuun:91]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Katakanlah: &#8220;Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.<br />
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.<br />
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.&#8221; [Al Ikhlas:1-4]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, ummat Islam harus menyembah Tuhan Yang Maha Esa/Satu, yaitu Allah. Tidak pantas bagi ummat Islam untuk menyembah Tuhan selain Allah seperti Tuhan Bapa, Tuhan Anak, Roh Kudus. Tidak pantas juga bagi ummat Islam untuk menyembah 3 Tuhan di mana satu adalah yang Menciptakan, satu lagi yang merusak, dan terakhir yang memelihara.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: Tidak mempersekutukan Allah</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. Qudrat (Kuasa)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sifat Tuhan yang lain adalah Qudrat atau Maha Kuasa. Tidak mungkin Tuhan itu ‘Ajaz atau lemah. Jika lemah sehingga misalnya bisa ditangkap, disiksa, dan disalib, maka itu bukan Tuhan yang sesungguhnya. Hanya manusia biasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”&#8230; Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” [Al Baqarah:20]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”Jika Dia kehendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian tidak sulit bagi Allah.” [Fathiir:16-17]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: menyadari kekuasaan Allah dan tawakal kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. Iroodah (Berkehendak)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sifat Allah adalah Iroodah (Maha Berkehendak). Allah melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Mustahil Allah itu Karoohah (Melakukan sesuatu dengan terpaksa).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” [Huud:107]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka  Dia hanya mengatakan kepadanya: &#8220;Jadilah!&#8221; Lalu jadilah ia.” [Al Baqarah:117]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">“…Katakanlah : &#8220;Maka siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Fath:11]</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: tawakal kepada Allah dan selalu berdoa kepada Allah</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9. Ilmu (Mengetahui)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu berilmu (Maha Mengetahui). Mustahil Allah itu Jahal (Bodoh). Allah Maha Mengetahui karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu.<br />
Sedangkan manusia tahu bukan karena menciptakan, tapi sekedar melihat, mendengar, dan mengamati. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga manusia tetap saja tidak mampu menciptakan meski hanya seekor lalat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)&#8221; [Al An’aam:59]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu.&#8221; [Al Kahfi:109]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’:176]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10. Hayaat (Hidup)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Hayaat (Maha Hidup). Tidak mungkin Tuhan itu Maut (Mati). Jika Tuhan mati, maka bubarlah dunia ini. Tidak patut lagi dia disembah. Maha Suci Allah dari kematian/wafat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup kekal Yang tidak mati&#8230;” [Al Furqaan:58]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>11. Sama’ (Mendengar)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah bersifat Sama’ (Maha Mendengar). Mustahil Tuhan bersifat Shomam (Tuli).</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Maha Mendengar. Mustahil Allah tuli.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230; Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:256]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>12. Bashor (Melihat)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah bersifat Melihat. Mustahil Allah itu ‘Amaa (Buta).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Hujuraat:18]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: takut berbuat dosa karena Allah selalu melihat kita</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>13. Kalam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah bersifat Kalam (Berkata-kata). Mustahil Allah itu Bakam (Bisu)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230;Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” [An Nisaa’ 164]<br />
Jika kita meyakini ini, tentu kita tidak akan menyembah berhala yang tidak bisa bicara sebagai Tuhan [Al Anbiyaa’ 63-65]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah sifat-sifat Allah yang penting yang wajib kita ketahui agar kita tahu mana Tuhan yang asli dan mana yang bukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika sifat-sifat Tuhan itu kita pahami dan yakini, niscaya kita tidak akan menyembah 3 Tuhan atau Tuhan yang Mati atau Tuhan yang Lemah, dan sebagainya. Kita hanya mau menyembah Allah yang memiliki sifat-sifat di atas dengan sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pun sifat-sifat ke 14-20 sesungguhnya merupakan bentuk Subyektif/Pelaku dari Sifat nomor 7-13 yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>14. Qoodirun: Yang Memiliki sifat Qudrat<br />
15. Muriidun: Yang Memiliki Sifat Iroodah<br />
16. ‘Aalimun: Yang Mempunyai Ilmu<br />
17. Hayyun: yang Hidup<br />
18.  Samii’un: Yang Mendengar<br />
19. Bashiirun: Yang Melihat<br />
20. Mutakallimun: Yang Berkata-kata</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Insya Allah semua sifat-sifat Allah itu berdasarkan dalil Al Qur’an yang kuat jadi harus kita yakini kebenarannya. Ilmu Tauhid ini begitu penting. Sebab itu cetaklah dan sebarkanlah pada keluarga dan teman-teman anda untuk memperkuat aqidah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai manusia tentu tulisan ini tak lepas dari lupa dan salah. Insya Allah perbaikan dan penyempurnaan bisa anda dapatkan di www.media-islam.or.id</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<ul>
<li> Pelajaran Tauhid, Yayasan Pendidikan Agama dan Bahasa Arab An Nur, Kp. Jatijajar II Rt 05/08 No. 1 Cimanggis Depok, Telpon: 021-8747519</li>
<li> Ceramah Ustad Mohammad Hidayat MBA, di Masjid At Taubah Kebon Nanas Selatan, Otista, Jakarta Timur.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=761&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/09/tauhid-%e2%80%93-20-sifat-sifat-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai Alam. Jangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/04/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/04/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 01:30:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amal Jariyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Langit dan Bumi beserta seluruh isinya sebagai hadiah/rahmat bagi ummat manusia.
“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”  [Al Jaatsiyah 13]
Allah memberikan kita air untuk minum dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=752&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-756" title="gunung" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/gunung.jpg?w=469&#038;h=259" alt="gunung" width="469" height="259" />Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Langit dan Bumi beserta seluruh isinya sebagai hadiah/rahmat bagi ummat manusia.</p>
<p><strong>“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”  [Al Jaatsiyah 13]</strong></p>
<p>Allah memberikan kita air untuk minum dan juga bermacam-macam buah-buahan untuk dimakan.</p>
<p><strong><span id="more-752"></span>“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” [Ibrahim 32]</strong></p>
<p><strong>“Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” [Qaaf 9-11]</strong></p>
<p><strong>“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [Al An'aam 141] </strong></p>
<p>Berbagai tanaman bukan hanya memberi kita makanan, tapi juga udara yang segar dan bermacam-macam obat-obatan.</p>
<p>Allah juga memberi kita binatang ternak yang bisa kita makan dan kendarai.</p>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-757" title="ternak" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/ternak.jpg?w=470&#038;h=289" alt="ternak" width="470" height="289" /></p>
<p><strong>“Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”  [Al An'aam 142] </strong></p>
<p>Allah memberi kita laut dan sungai yang mengandung berbagai binatang air/ikan untuk kita makan.</p>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-758" title="IKAN" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/ikan.jpg?w=470&#038;h=305" alt="IKAN" width="470" height="305" /></p>
<p><strong>“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” [An Nahl 14]</strong></p>
<p>Allah telah memberi kita alam berupa air, udara, laut, sungai, tanah dan sebagainya yang bisa kita makan.</p>
<p><strong>“Katakanlah: &#8220;Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?&#8221; Katakanlah: &#8220;Allah&#8221;, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.” [Saba' 24]</strong></p>
<p>Allah memerintahkan kita juga untuk makan rezeki yang halal dan baik serta bersyukur kepada Allah dan menyembahnya.</p>
<p><strong>“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” [An Nahl 114]</strong></p>
<p>Jika alam ini baik, niscaya kita bisa mendapat makanan dan minuman yang baik dan sehat untuk kita. Tapi jika alam ini kotor atau rusak, niscaya kita sulit untuk mendapatkan makanan dan minuman tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi.</p>
<p><strong>“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” [Al A'raaf 56]</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-759" title="UDANG" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/udang.jpg?w=278&#038;h=320" alt="UDANG" width="278" height="320" />Sungai-sungai yang bersih seperti di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua memberikan banyak makanan kepada penduduknya berupa ikan, udang segar, atau bintang airnya untuk di makan. Berbagai ikan seperti ikan Arowana, ikan Mas, Mujair, Sepat, Gabus, Udang Besar, bahkan mamalia air seperti Pesut Mahakam ada di sungai yang bersih airnya.</p>
<p>Sebetulnya tidak perlu ada rakyat miskin yang kelaparan jika sungainya bersih karena mereka bisa memakan binatang atau pun tanaman yang hidup di sungai tersebut.</p>
<p>Namun manusia merusaknya dengan membuang berbagai kotoran/limbah dari rumah dan pabrik-pabrik sehingga sungainya kotor dan bau seperti Kali Ancol, Kali Sunter, Kali Ciliwung,dan sebagainya. Di kali Ancol, orang yang mencoba berenang di situ bisa gatal-gatal kulitnya dan mati karena bau dan kotornya. Tidak ada ikan atau udang yang bisa hidup di sana kecuali paling ikan Sapu-sapu yang banyak orang tidak mau memakannya karena jijik.</p>
<p>Nabi melarang kita membunuh manusia yang tidak bersalah atau pun menebang pohon semena-mena.</p>
<p><strong>Hadis riwayat Abu Syuraih Al-Adawi ra.: </strong></p>
<p><strong>Dalam satu hadits yang panjang Nabi bersabda: Sesungguhnya kota Mekah diharamkan oleh Allah dan bukan manusia yang mengharamkannya. Maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat menumpahkan darah dan menebang pohon di sana. ..Hendaklah orang yang hadir menyaksikan menyampaikan kepada orang yang tidak hadir!. (Shahih Muslim No.2413)</strong></p>
<p>Pohon mampu menurunkan suhu yang panas dari sinar matahari hingga 10<sup>0</sup> celsius dengan cara menghalangi sinar matahari hingga tidak menimpa langsung ke tubuh kita. Sayang manusia dengan berbagai alasan seperti takut kotor atau tidak mau keindahan gedungnya terhalang pohon, akhirnya menebang pohon. Akibatnya pemanasan global (Global Warming) pun makin menjadi-jadi. Bahkan di puncak pun seperti Taman Bunga yang hanya menanam bunga kecil-kecil dengan sedikit pohon yang rindang atau Kebun Teh, udara jadi serasa panas karena tidak ada pohon yang teduh menaungi badan kita.</p>
<p>Pohon juga memberikan oksigen/udara bersih untuk kita bernapas. Dengan banyaknya penebangan pohon di Jakarta karena pembangunan Mal dan Gedung Perkantoran atau pelebaran jalan, maka oksigen yang dikeluarkan pohon berkurang. Sementara asap kendaraan atau pun pabrik di Jabodetabek terus bertambah sehingga saat ini Jakarta merupakan kota dengan udara terkotor ketiga di dunia! Banyak orang termasuk anak-anak menderita batuk atau penyakit pernafasan lain secara kronis atau berulang-kali. Jakarta dalam jangka waktu dekat bisa jadi kota mati!</p>
<p>Berkali-kali Allah melarang kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi dan memberi azab berupa bencana alam sebagai siksanya. Contohnya penduduk Madyan diberi azab gempa karena membangkang:</p>
<p><strong>“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu&#8217;aib, maka ia berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.&#8221; </strong></p>
<p><strong>Maka mereka mendustakan Syu&#8217;aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.” [ Al 'Ankabuut 36-37]</strong></p>
<p>Meski Allah melarang ummat Islam untuk membuka aurat di depan umum, sayangnya banyak Muslimah yang membuka auratnya. Alasannya demi “Tuntutan Skenario” atau agar bisa mengikuti kontes “Puteri Indonesia” atau “Ratu Dunia.” Di kontes “Puteri Indonesia”, banyak muslimah yang dipaksa untuk melepas jilbabnya. Bahkan jika mereka lolos dan mengikuti kontes “Ratu Dunia”, mereka diharuskan berpakaian renang di depan umum!</p>
<p>Di antaranya adalah 2 finalisnya dari Minangkabau dan Aceh Nangroe Darussalam pada kontes Puteri Indonesia Oktober 2009. Padahal 2 daerah tersebut baru saja dilanda bencana besar berupa Tsunami Aceh tahun 2004 yang menewaskan 200 ribu orang dan Gempa Padang 30 September 2009 yang menewaskan 1.100 orang lebih! Allah memerintahkan para Muslimah untuk menutup aurat dan memakai jilbab di tempat umum. Namun mereka membukanya. Adakah mereka tidak takut akan siksa Allah yang sangat pedih? Mereka lebih memilih mematuhi perintah manusia ketimbang perintah Allah.</p>
<p>Di Indonesia ada pertemuan 4 lempeng tektonik raksasa yaitu: Eurasia, Indo-Australia, Filipina, dan Karolina. Gunung-gunung berapi pun menyebar di sepanjang pertemuan lempeng itu seperti gunung Kerinci, Gunung Krakatau, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Merapi, Gunung Agung, Gunung Tambora, dan sebagainya. Setiap 2 menit, lempeng tersebut bertumbukan. Namun Allah-lah yang menahan sehingga gempa besar tidak terjadi setiap 2 menit. Allah bisa saja membiarkan tumbukan tersebut menjadi besar dan berakibat fatal bagi manusia sehingga terjadi gempa besar yang mematikan seperti Gempa Yogya yang menewaskan 5000 orang atau pun gempa Padang.</p>
<p>Saya ingat betul sebelum gempa Yogya terjadi bagaimana Sri Sultan bersama istrinya diberitakan media massa menentang mati-matian RUU Anti Pornografi. Timbul kesan di hati saya Sri Sultan dan Istrinya tidak ingin kemaksiatan seperti Pornografi atau perzinahan dilarang oleh pemerintah. Bagaimana Allah tidak marah jika ada orang yang ingin kemaksiatan berjalan dengan bebas?</p>
<p>Malaysia berani mengusir Inul karena menganggap goyang “ngebor”nya Inul terlalu jorok dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Namun seorang Menteri yang berafiliasi dengan satu partai yang “berbau” Islam justru marah-marah karenanya. Di Indonesia berbagai goyang dangdut yang mesum dan jorok merajalela di TV, acara perkawinan, hingga kampanye pemilu partai politik. Bagaimanakah kita bisa mengharap Allah tidak menurunkan azabnya jika kemaksiatan terus berlangsung?</p>
<p>Allah melarang kita merusak tanaman dan juga binatang.</p>
<p><strong>“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. [Al Baqarah 205]</strong></p>
<p>Berapa banyak tanaman yang punah karena di tebang manusia? Padahal tanaman tersebut selain memberikan oksigen dan naungan bagi manusia juga memberikan makanan dan obat?</p>
<p>Berapa banyak binatang yang punah karena dibunuh manusia? Baik sengaja atau pun tidak sengaja seperti berbagai ikan segar yang kini sudah tidak ada lagi di banyak sungai di Jawa karena dikotori oleh manusia.</p>
<p>Begitu banyak Allah memberi kita nikmat berupa alam, flora, dan fauna sehingga Allah melarang kita merusaknya [Al A'raaf 74 dan Al Baqarah 60]</p>
<p>Allah juga memerintahkan kita untuk menyempurnakan takaran dan timbangan dan melarang kita mengurangi takaran dan timbangan:</p>
<p><strong>“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu&#8217;aib. Ia berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.&#8221; [Al A'raaf 85]</strong></p>
<p>Di Arab Saudi, takaran dan timbangan nyaris tidak berubah. Ketika tahun 1983 saya ke sana, harga satu minuman kaleng hanya 1 real. Ternyata sekarang pun harganya tetap sama. Bukan hanya minuman kaleng yang harganya tetap, tapi sajadah, kurma, bensin, dan sebagainya harganya tetap sama di dalam real. Akibatnya rakyatnya makmur dan bisa membangun rumah dan mobil yang kuat, aman, dan nyaman. Meski gaji tidak naik, namun mereka tetap bisa membeli barang dalam takaran dan timbangan yang sama.</p>
<p>Sebaliknya di Indonesia orang gemar mengurangi takaran dan timbangan. Istilah umum yang kita kenal adalah kenaikan barang/gaji. Pemerintah berulang-kali menaikan harga barang seperti BBM (tahun 2004 hanya Rp 1.800/ltr tahun 2009 jadi Rp 4.500/ltr), listrik, LPG, tarif Tol, dan sebagainya. Bahkan khusus tarif Tol, dibuat UU yang menentukan tarif Tol naik setiap 2 tahun sekali meski harusnya mereka sudah mencapai titik impas (BEP) sehingga harusnya justru turun karena tidak perlu mengeluarkan biaya besar seperti pembelian tanah/pembangunan jalan. Dengan kenaikan harga barang, dengan uang yang sama takaran/timbangan yang kita terima berkurang/dikurangi!</p>
<p>Meski pemerintah rajin menaikkan gaji pejabat, PNS, Tentara, dan Polri, sayangnya jumlahnya tidak sampai 5% dari jumlah penduduk Indonesia. 80% penduduk Indonesia justru gajinya tidak mengalami kenaikan bahkan banyak yang PHK karena perusahaan tidak mampu lagi membiayai biaya operasional yang makin membengkak. Akibatnya mayoritas rakyat Indonesia bertambah miskin setiap kali terjadi kenaikan harga barang atau pun gaji para pejabat dan PNS karena harga barang juga pasti ikut naik.</p>
<p>Nilai rupiah terus menyusut/berkurang. Jika tahun 1975 1 US$ = Rp 415 dan 1 Yen = Rp 1,5, sekarang 1 US$=Rp 9.500 dan 1 Yen = Rp 114. Artinya nilai rupiah terus menurun dan tidak ada harganya. Rakyat Indonesia bertambah miskin karena kenaikan penghasilan tidak setara dengan penurunan nilai rupiah.</p>
<p>Akibatnya mayoritas rakyat tidak mampu membangun rumah di tempat yang aman dan tahan gempa atau bencana lainnya. Kefakiran (kemiskinan) dekat dengan kekufuran, begitu kata Nabi. Kemiskinan yang merajalela akhirnya membuat angka kejahatan (penculikan, perampokan, korupsi, pembunuhan) naik. Gangguan Jiwa dan angka bunuh diri juga meningkat akibat kesulitan ekonomi. Setiap ada pembagian zakat yang dulu biasanya aman, kini sering ricuh dan menimbulkan korban jiwa akibat banyaknya fakir miskin yang berebut. Angka perceraian karena masalah ekonomi juga meningkat. 11,5 juta penduduk Indonesia menderita kelaparan (kurang gizi/busung lapar). Di Yahukimo Papua, 92 orang tewas pada periode Januari-September 2009! Itu semua adalah kerusakan masyarakat yang terjadi akibat ketamakan pihak pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa.</p>
<p><strong>“Dan bila dikatakan kepada mereka:&#8221;Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.&#8221; </strong></p>
<p><strong>Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [Al Baqarah 11-12]</strong></p>
<p>Mudah-mudahan dengan tulisan ini kita semua sadar dan berhenti berbuat kerusakan yang tidak kita sadari.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=752&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/04/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/gunung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/ternak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ternak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/ikan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IKAN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/udang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">UDANG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masjid Sederhana Tapi Bermanfaat. Bukan Mewah tapi Sepi</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/26/masjid-sederhana-tapi-bermanfaat-bukan-mewah-tapi-sepi/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/26/masjid-sederhana-tapi-bermanfaat-bukan-mewah-tapi-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 01:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ahli suffah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[masjid mewah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[Masjid adalah pusat ibadah ummat Islam. Di sanalah ummat Islam shalat berjama’ah dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.
Membangun masjid imbalannya sangat besar, yaitu: surga:
Usman bin Affan ra.: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (Shahih Muslim No.828)
Barangsiapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=743&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-746" title="masjid" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/masjid.jpg?w=146&#038;h=108" alt="masjid" width="146" height="108" />Masjid adalah pusat ibadah ummat Islam. Di sanalah ummat Islam shalat berjama’ah dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Membangun masjid imbalannya sangat besar, yaitu: surga:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Usman bin Affan ra.: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (Shahih Muslim No.828)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-743"></span>Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid (mushola) walaupun sebesar kandang unggas maka Allah akan membangun baginya rumah di surga. (HR. Asysyihaab dan Al Bazzar)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Meski demikian, tidak jarang saat ini banyak pengurus masjid yang membangun masjid secara berlebihan dengan bermegah-megahan. Ada yang sampai membuat masjid dengan kubah emas. Padahal ummat Islam masih banyak yang miskin dan terbelakang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironisnya lagi, masjid yang dibangun secara mewah tersebut lebih sering terkunci karena takut ada yang mencuri. Akibatnya orang justru sulit untuk beribadah. Mesjidnya mewah, tapi sepi dari orang yang beribadah. Apalagi ketika shalat subuh, kurang dari 5 shaf. Masjid akhirnya justru jadi tempat tujuan wisata. Bukan tempat orang untuk beribadah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Anas mengatakan, &#8220;Banyak orang yang akan bermegah-megahan dalam mendirikan masjid, tetapi mereka tidak memakmurkannya melainkan sedikit&#8221;[HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang beranggapan bahwa menghiasi masjid sehingga indahnya melebihi gereja atau sinagog itu adalah syiar Islam/dakwah, padahal Nabi mengecam hal itu sebagai mengikuti kaum Yahudi dan Kristen:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ibnu Abbas berkata, &#8220;Sesungguhnya, kalian akan bersungguh-sungguh menghiasi masjid-masjid kalian seperti orang-orang Yahudi dan Kristen menghiasi gereja dan rumah ibadah mereka.&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Aku tidak menyuruh kamu membangun masjid untuk kemewahan (keindahan) sebagaimana yang dilakukan kaum Yahudi dan Nasrani. (HR. Ibnu Hibban dan Abu Dawud)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang berpendapat bahwa Allah itu suka keindahan, oleh karena itu membangun masjid harus indah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi maksud hadits di atas adalah indah dalam arti rapi dan tidak berlebihan. Jika untuk jadi indah itu harus boros, megah, dan mewah, justru itu dibenci Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang boros atau menghambur-hamburkan uang secara berlebihan untuk sesuatu termasuk membangun masjid menurut Allah adalah saudara setan:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan <strong>janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan</strong> dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu penghematan penting dilakukan. Penggunaan pintu, jendela, atau pun bahan yang tembus sinar matahari (meski warna susu/krim agar tidak panas) bisa dipakai sehingga penggunaan lampu di siang hari yang cerah bisa dihindari. Ventilasi yang baik atau pun penanaman pohon untuk menghalangi sinar matahari bisa menurunkan suhu masjid agar tidak panas.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah membenci orang yang suka kemewahan dengan hukuman neraka:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230;Orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa&#8230;” [Huud 116]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu supaya mentaati Allah tetapi mereka melakukan kedurhakaan, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” [Al Israa’ 16]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.” [Al Waaqi’ah 45]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kebencian Allah terhadap orang yang hidup mewah tercermin di Saba’ ayat 34, Al Muzzammil 11, dan  Az Zukhruf ayat 23.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah membenci orang yang bermegah-megah sebagaimana disebut dalam Al Hadiid 20 dan At Takaatsur:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur 1]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya membangun masjid mewah/indah itu adalah satu tanda kiamat. Dan kiamat itu akan terjadi saat orang-orang sudah tidak beriman lagi kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya meski gereja-gereja Romawi, Mesir, dan Syams sangat bagus, namun Nabi tidak mau menandingi keindahannya. Padahal dalam segi kekuatan, kerajaan Romawi dan Persia di bawah ummat Islam. Nabi tetap membuat masjid yang sederhana dengan atap dari pelepah pohon kurma:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Said berkata, &#8220;Atap masjid terbuat dari pelepah-pelepah pohon kurma.&#8221;[HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umar juga melarang mewarnai masjid dengan warna merah dan kuning agar orang tidak tergoda akan keindahan masjid sehingga jadi tidak khusyuk beribadah untuk Allah SWT:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Umar menyuruh membangun masjid dan berkata, &#8220;Lindungilah manusia (yang berjamaah di dalamnya) dari hujan. Jangan sekali-kali diwarnai merah atau kuning karena hal itu dapat menyebabkan orang-orang tergoda (tidak khusuk).&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Abdullah bin Umar berkata bahwa masjid pada zaman Rasulullah saw dibangun dengan batu bata, atapnya dengan pelepah korma, dan tiangnya dengan batang pohon korma. Abu Bakar r.a. tidak menambahnya sedikit pun. Umar r.a. menambahnya dan membangun masjid seperti bangunan di masa Rasulullah saw dengan batu bata dan pelepah korma, dan mengganti tiangnya dengan kayu. Selanjutnya, Utsman r.a. mengubahnya dan melakukan penambahan yang banyak. Ia membangun dindingnya dengan batu yang diukir dan dibuat pola tertentu. Ia menjadikan tiang nya dari batu yang diukir dan atapnya dari kayu jati. [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Niat kita beribadah di masjid adalah untuk menyembah Allah. Bukan untuk mengagumi keindahan masjid.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya meski masjid di zaman Nabi sangat sederhana, namun manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Para pendatang bisa tidur dan bertempat tinggal di teras masjid yang biasa disebut Shuffah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Anas berkata, &#8220;Beberapa orang dari suku Ukal datang kepada Nabi Muhammad saw., kemudian mereka bertempat di teras masjid.&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang miskin yang tidak punya tempat tinggal juga berdiam di teras masjid/shuffah. Jumlahnya pada zaman Nabi sekitar 70 orang. Di antaranya adalah Abu Hurairah, Abu Darda, Abu Dzar, dan sebagainya. Karena tinggal di masjid, setiap ada ceramah dari Nabi, mereka mendengarnya sehingga akhirnya mereka menjadi alim. Mereka jadi tempat bertanya. Banyak hadits diriwayatkan oleh mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abdur Rahman bin Abu Bakar berkata, &#8220;Orang-orang Ahlush Shuffah (orang-orang yang berdiam di teras masjid) itu adalah orang-orang fakir.&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Hurairah berkata, &#8220;Aku melihat ada tujuh puluh orang dari Ahlush Shuffah, tiada seorang pun di antara mereka itu yang mempunyai selendang. Mereka hanya memiliki izar (kain panjang) atau lembaran-lembaran kain yang diikat seputar leher mereka. Di antara lembaran kain itu ada yang hanya sampai pada separo betis dan ada yang sampai pada kedua mata kaki, dan mereka menyatukannya dengan tangan mereka, karena khawatir aurat mereka terlihat&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Para sahabat Nabi yang kaya seperti Abu Bakar biasa memberikan makanan kepada Ashabus Shuffah [Shahih Muslim No.3833].</p>
<p style="text-align:justify;">Jika masjid sekarang punya shuffah untuk tempat tinggal bagi orang-orang miskin, serta orang-orang kaya mau memberi makan mereka, niscaya para gelandang dan anak-anak jalanan yang saat ini jumlahnya begitu banyak tidak akan berkeliaran di jalan dan kelaparan.</p>
<p style="text-align:justify;">Zaman Nabi, meski masjid sederhana, namun bagi orang-orang miskin manfaatnya begitu besar. Zaman sekarang meski masjid begitu mewah sampai ada yang berlapis emas, nyaris tidak bermanfaat bagi orang miskin. Jangankan untuk tempat tinggal orang miskin. Untuk orang beribadah saja sulit karena sering dikunci.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski demikian, masjid harus senantiasa bersih dan wangi sehingga orang betah tinggal di dalamnya. Tidak kotor, jorok, dan bau. Harus ada Merbot yang senantiasa menjaga kebersihan masjid. Ini tentu perlu manajemen yang baik dan rapi. Nabi pernah “menegur” seorang Arab Badui yang kencing di masjid dengan cara yang amat halus. Nabi tidak memarahinya. Namun langsung menyiram bekas air kencingnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rasulullah Saw menyuruh kita membangun masjid-masjid di daerah-daerah dan agar masjid-masjid itu dipelihara kebersihan dan keharumannya. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Zaman Nabi, masjid bukan hanya sekedar tempat shalat dan berzikir. Namun orang juga bisa menyenandungkan syair selama tidak mengganggu orang shalat (tidak di waktu shalat).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf: &#8220;Umar lewat di masjid dan Hasan sedang bersenandung. Hassan berkata kepada Umar yang memelototinya, &#8216;Aku pernah bersyair di dalamnya, sedangkan di sana ada orang yang lebih baik daripada engkau (Nabi Muhammad SAW).&#8217; Hassan lalu menoleh kepada Abu Hurairah seraya berkata: Aku meminta kepadamu dengan nama Allah, apakah kamu mendengar Rasulullah saw. bersabda, &#8216;Wahai Allah, kuatkanlah ia (Hasan) dengan ruh suci (Jibril).&#8217; Abu Hurairah menjawab, &#8216;Ya.&#8217; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan di HR Bukhari juga disebut Nabi bersama Siti ‘Aisyah pernah melihat orang-orang Habsyi bermain tombak.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, orang yang jadi tawanan atau bermasalah bisa diikat di tiang masjid. Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Abu Hurairah pada Kitab ke 21 &#8216;al-Amal fish Shalah&#8217;, Bab ke-10.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan di zaman Nabi, masjid juga ternyata mempunyai manfaat sosial seperti tempat merawat orang sakit. Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Aisyah yang tertera pada Kitab ke-64 &#8216;al-Maghazi&#8217;, Bab ke-72.&#8221; Bahwa Ummat Islam membuat kemah di masjid untuk orang-orang sakit dan lainnya. Saat sekarang, paling tidak di samping masjid orang membangun Majelis Ta’lim dengan Poliklinik Kesehatan untuk melayani masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Mimbar masjid:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahwa beberapa orang menemui Sahal bin Saad. Mereka berselisih mengenai jenis kayu mimbar Rasul. Lalu kataku (Sahal): Demi Allah saya benar-benar tahu jenis kayu mimbar itu dan siapa pembuatnya. Aku sempat melihat pertama kali Rasulullah saw. duduk di atas mimbar itu. Abu hazim berkata: Aku katakan kepada Abu Abbas: Ceritakanlah! Ia berkata: Rasulullah saw. pernah mengutus seseorang kepada istri Abu Hazim. Abu Hazim berkata bahwa beliau pada hari itu akan memberi nama anaknya, beliau bersabda: Lihatlah anakmu yang berprofesi tukang kayu. Dia telah membuatkan aku sebuah tempat di mana aku berbicara di hadapan orang. Dia telah membuatnya tiga anak tangga. Kemudian Rasulullah saw. menyuruh meletakkannya di tempat ini. Mimbar tersebut berasal dari kayu hutan. Aku sempat melihat Rasulullah berdiri di mimbar sambil membaca takbir yang diikuti oleh para sahabat. Setelah beberapa lama berada di atas mimbar, beliau turun mengundurkan diri lalu melakukan sujud di dasar mimbar. Kemudian beliau kembali hingga beliau selesai salat. Setelah itu beliau menghadap ke arah para sahabat dan bersabda: Wahai manusia, sesungguhnya tadi aku lakukan hal itu agar kalian mengikuti aku dan kalian dapat belajar tentang salatku. (Shahih Muslim No.847)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman Nabi saja ada orang-orang munafik yang sengaja membangun masjid (Masjid Dliror) untuk memecah-belah ummat Islam. Nabi dengan tegas menghancurkannya. Oleh karena itu, ummat Islam juga tetap harus mewaspadai usaha orang-orang munafik gaya baru yang jumlahnya niscaya bertambah besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan di antara orang-orang munafik itu ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan pada orang-orang mukmin, untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: &#8220;Kami tidak menghendaki selain kebaikan.&#8221; Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). [At Taubah:107]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hanya orang-orang yang beriman saja yang boleh memakmurkan masjid. Ada pun orang-orang musyrik tidak pantas karena mereka sendiri tidak beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad serta mempersekutukan Allah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” [At Taubah 17-18] </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian sekilas perbandingan masjid di zaman Nabi yang fungsi sosial dan kemasyarakatannya begitu besar dengan masjid sekarang. Memang ada masjid yang seperti zaman Nabi, namun sayangnya jumlahnya masih sedikit sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">HR Bukhari, HR Muslim, HR Abu Daud, HR Tirmidzi dari Hadits Web 3.0 dan Al Qur’an Digital yang bisa didownload di <a href="http://www.media-islam.or.id/">www.media-islam.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=743&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/26/masjid-sederhana-tapi-bermanfaat-bukan-mewah-tapi-sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/masjid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download File Presentasi Pemanfaatan IT Untuk Dakwah</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/21/download-file-presentasi-pemanfaatan-it-untuk-dakwah/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/21/download-file-presentasi-pemanfaatan-it-untuk-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 02:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Ada sekitar 1,6 milyar pengguna internet di seluruh dunia dan 25 juta pengguna dari Indonesia. Ini adalah satu jumlah yang luar biasa.
Dengan IT, kita bisa menjangkau lebih banyak orang hingga ke seluruh dunia dengan biaya yang sangat terjangkau dengan biaya 1 dinar (sekitar Rp 1,3 juta) atau bahkan kurang dari itu. Sebagai contoh, Ustad Yusuf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=735&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-736" title="IT Dakwah" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/itdakwah.jpg?w=470&#038;h=206" alt="IT Dakwah" width="470" height="206" />Ada sekitar 1,6 milyar pengguna internet di seluruh dunia dan 25 juta pengguna dari Indonesia. Ini adalah satu jumlah yang luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan IT, kita bisa menjangkau lebih banyak orang hingga ke seluruh dunia dengan biaya yang sangat terjangkau dengan biaya 1 dinar (sekitar Rp 1,3 juta) atau bahkan kurang dari itu. Sebagai contoh, Ustad Yusuf Mansur memiliki 195 ribu fans lebih di Facebook yang jumlahnya terus bertambah. Padahal 2-3 minggu sebelumnya hanya 160 ribu fans saja. Ustad Yusuf bisa memberi taushiyah bukan hanya berupa tulisan, namun juga suara bahkan video kepada 195 ribu lebih jemaahnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-735"></span>Kita bisa mencari berbagai informasi penting entah itu ayat Al Qur’an, Hadits, Berita, atau pun ilmu pengetahuan lainnya dengan cepat dan lengkap melalui IT</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bisa menyebarkan bukan hanya tulisan, suara, tapi juga video ke semua orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sini saya sediakan file presentasi Pemanfaatan IT untuk Dakwah yang semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Di sini dijelaskan pemakaian email, milis, instant messenger untuk dakwah, dan sebagainya. Anda bisa mendownload di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.ziddu.com/download/7002027/itdakwah.zip.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/7002027/itdakwah.zip.html</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perbaikan/penyempurnaan materi presentasi ini akan diupload di www.media-islam.or.id</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=735&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/21/download-file-presentasi-pemanfaatan-it-untuk-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/itdakwah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IT Dakwah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amar Ma’ruf Nahi Munkar &#8211; Memerintahkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/20/amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-munkar-memerintahkan-kebaikan-dan-mencegah-kemungkaran/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/20/amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-munkar-memerintahkan-kebaikan-dan-mencegah-kemungkaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 01:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[amar ma'ruf nahi munkar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Islam bukanlah agama individual/nafsi-nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap sesama. Menyuruh mengerjakan kebaikan dan Mencegah perbuatan mungkar.
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=732&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Islam bukanlah agama individual/nafsi-nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap sesama. Menyuruh mengerjakan kebaikan dan Mencegah perbuatan mungkar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran.” [Al ‘Ashr 2-3]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-732"></span>Dari surat Al ‘Ashr di atas jelas. Selain beriman dan mengerjakan perbuatan baik, kita juga harus nasehat-menasehati dengan kebenaran dan kesabaran. Artinya kita tidak bisa diam saja melihat kemungkaran, namun dengan sabar terus menasehati agar orang-orang lain juga ikut berbuat baik dan benar dan menghentikan perbuatan mungkar.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah menyebut orang yang shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai penolong agamaNya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma&#8217;ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” [Al Hajj 41]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Luqman juga menyuruh anaknya untuk menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar dan bersabar terhadap resiko yang mungkin dihadapi karena itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman 17] </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita dengan pemimpin yang zhalim dan menindas kita dan tidak mengabulkan segala doa kita:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Hendaklah kamu beramar ma&#8217;ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo&#8217;a dan tidak dikabulkan (do&#8217;a mereka). (HR. Abu Zar)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah mengutuk para pendeta Yahudi dan Nasrani karena mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar dan menyiksa mereka dengan bencana dan malapetaka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma&#8217;ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo&#8217;a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma&#8217;ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka. (HR. Ath-Thabrani)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita wajib melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar serta saling nasehat-menasehati. Tidak ada yang maksum selain Nabi. Oleh karena itu, manusia biasa, ustadz, ulama, atau murobbi dan sebagainya, jika keliru, kita wajib mengkoreksinya. Jika tidak, maka nasib kita seperti para Rabi Yahudi dan Rahib Nasrani yang dilaknat Allah. Jika kemaksiatan dan kemungkaran merajalela, maka Allah menurunkan siksa yang tidak hanya menimpa orang yang zalim saja.</p>
<p style="text-align:justify;">“<strong>Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” [Al Anfaal 25]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan pada shalat pun meski kita telah memilih Imam (pemimpin) yang paling alim dan paling saleh misalnya seperti Nabi Muhammad, tetap saja kita berkewajiban mengingatkan Imam jika mereka salah atau lupa dalam shalat. Apalagi jika manusia itu di bawah level Nabi seperti wali, ulama, murobi, dan sebagainya. Ini Nabi sendiri yang memerintahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan Nabi menyatakan bahwa jihad paling utama adalah menyampaikan kebenaran di depan penguasa yang zalim dan kejam meski dia menanggung resiko hukuman yang amat berat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jihad paling afdhol ialah menyampaikan perkataan yang adil di hadapan penguasa yang zalim dan kejam. (HR. Aththusi dan Ashhabussunan)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi menyatakan bahwa jika kita melihat kemungkaran, hendaknya kita merubah dengan tangan kita. Jika tidak mampu dengan lisan (ucapan) atau pun tulisan kita. Jika tidak mampu juga dengan hati (diam dan membenci dalam hati). Namun itu adalah selemah-lemahnya iman. Dengan hati ini artinya membenci dalam hati. Jika mampu dia akan merubahnya dengan lisan atau pun tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang saat ini sebagian ummat Islam yang untuk diam saja tidak mampu. Melainkan turut serta mendukung kemungkaran baik dengan lisan/tulisan mau pun tangan. Sebagai contoh meski Neoliberalisme yang diusung kaum kapitalis Yahudi dan Nasrani bertentangan dengan Islam,  sebagian ummat Islam justru mendukungnya karena kebodohannya. Begitu juga aliran sesat banyak yang berkembang dan didukung keberadaannya oleh sebagian Muslim. Ashobiyyah/fanatisme golongan/nasionalisme kebablasan yang memecah-belah ummat Islam di seluruh dunia hingga saling bunuh satu sama lain juga harus dicegah sekuat kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya seseorang dapat hidayah melalui kita, maka itu sangat baik bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit sampai terbenam.(HR. Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi berkata bahwa bukanlah dari golongan Nabi orang yang tidak mau beramar ma’ruf nahi munkar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak mengasihi dan menyayangi yang lebih muda, tidak menghormati orang yang lebih tua, dan tidak beramar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar. (HR. Tirmidzi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja dalam beramar ma’ruf nahi mungkar kita harus melakukannya dengan cara sebaik-baiknya sehingga tidak menyebabkan orang banyak menjauh.</p>
<p style="text-align:justify;">Permudahlah (segala urusan), jangan dipersulit dan ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan orang menjauh. (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah mengajarkan kita untuk berdebat dengan cara yang paling baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka..” [Al ‘Ankabuut 46]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik&#8230;” [An Nahl 125]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan jika perlu, karena menolaknya dengan cara yang sangat baik, akhirnya orang yang kita cegah itu berubah jadi teman yang setia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” [Fushshilat 34-35]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja jika kita diserang, kita wajib membela diri. Namun dengan cara-cara yang baik sehingga orang banyak yang simpati. Bukan dengan cara yang menimbulkan kebencian orang banyak. Nabi Muhammad SAW sudah membuktikannya sehingga orang yang dulu jadi musuhnya seperti Umar ra, Khalid bin Walid, Wahsyi, Abu Sofyan, dan sebagainya berubah menjadi sahabatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang ma&#8217;ruf dan mencegah yang mungkar kecuali memiliki tiga sifat, yakni lemah-lembut dalam menyuruh dan dalam melarang (mencegah), mengerti apa yang harus dilarang dan adil terhadap apa yang harus dilarang. (HR. Ad-Dailami)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar, kita harus melaksanakannya dulu. Ibda bi nafsik! Mulailah dari diri kita sendiri, kemudian baru menyuruh orang lain. Jika tidak, resikonya adalah dilempar ke neraka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pada hari kiamat seorang dihadapkan dan dilempar ke neraka. Orang-orang bertanya, &#8220;Hai Fulan, mengapa kamu masuk neraka sedang kamu dahulu adalah orang yang menyuruh berbuat ma&#8217;ruf dan mencegah perbuatan mungkar?&#8221; Orang tersebut menjawab, &#8220;Ya benar, dahulu aku menyuruh berbuat ma&#8217;ruf, sedang aku sendiri tidak melakukannya. Aku mencegah orang lain berbuat mungkar sedang aku sendiri melakukannya.&#8221; (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam memberi nasehat juga harus ada hari liburnya agar mereka tidak jenuh/bosan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nabi meniadakan pemberian pelajaran untuk beberapa hari karena khawatir kejenuhan kami. (HR. Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah baru menyiksa manusia jika mereka sudah tidak mau mencegah kemungkaran yang ada di hadapannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya Allah &#8216;Azza wajalla tidak menyiksa orang awam karena perbuatan dosa orang-orang yang khusus sehingga mereka melihat mungkar di hadapan mereka dan mereka mampu mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya. Kalau mereka berbuat demikian maka Allah menyiksa yang khusus dan yang awam seluruhnya. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah adalah orang yang paling banyak menasehati sesama (tentunya sesudah dia sendiri mengamalkannya).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah yang paling banyak berkeliling di muka bumi dengan bernasihat kepada manusia (makhluk Allah). (HR. Ath-Thahawi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perintah Allah jelas: Menyuruh orang berbuat baik dan mencegah perbuatan yang mungkar.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya: &#8220;Kamu kini jelas atas petunjuk dari Robbmu, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan Allah. Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih kesitu dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma&#8217;ruf, nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan Al Qur&#8217;an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tidak jarang orang karena kemewahan hidup dan cinta dunia akhirnya tidak mau lagi beramar ma’ruf nahi munkar. Bahkan karena mendapat uang atau jabatan, tidak segan-segan mereka justru mendukung kemungkaran dan mencegah perbuatan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar&#8230;” [An Nuur 21]</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT sehingga bisa mengerjakan perbuatan baik dan menjauhi kemungkaran serta mengajarkannya kepada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber:</p>
<p style="text-align:justify;">1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) &#8211; Dr. Muhammad Faiz Almath &#8211; Gema Insani Press</p>
<p style="text-align:justify;">Al Qur’an Digitan dan Hadits Web yang bisa didownload di <a href="http://www.media-islam.or.id/">www.media-islam.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=732&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/20/amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-munkar-memerintahkan-kebaikan-dan-mencegah-kemungkaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Riya, Bakhil dan Kikir</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/19/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/19/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Bakhil]]></category>
		<category><![CDATA[Kikir]]></category>
		<category><![CDATA[Riya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Riya

Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.

Ciri-ciri riya:
Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=729&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Riya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ciri-ciri riya:</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Ibnu Babawih).</p>
<p style="text-align:justify;"><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-729"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang riya’, maka amal perbuatannya sia-sia belaka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik. (HR. Ar-Rabii&#8217;)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad dan Al Hakim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Imam Al Ghazali mengumpamakan orang yang riya itu sebagai orang yang malas ketika dia hanya berdua saja dengan rajanya. Namun ketika ada budak sang raja hadir, baru dia bekerja dan berbuat baik untuk mendapat pujian dari budak-budak tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah orang yang riya juga begitu. Ketika hanya berdua dengan Allah Sang Raja Segala Raja, dia malas dan enggan beribadah. Tapi ketika ada manusia yang tak lebih dari hamba/budak Allah, maka dia jadi rajin shalat, bersedekah, dan sebagainya untuk mendapat pujian para budak. Adakah hal itu tidak menggelikan?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Agar terhindar dari riya, kita harus meniatkan segala amal kita untuk Allah ta’ala (Lillahi ta’ala).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Bakhil atau Kikir</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bakhil alias Kikir alias Pelit alias Medit adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Padahal segala harta kita termasuk diri kita adalah milik Allah. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa busana. Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya harta yang kita simpan itu bukan harta kita yang sejati. Saat kita mati tidak akan ada gunanya bagi kita. Begitu pula dengan harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli mobil dan rumah mewah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah atau disedekahkan. Harta tersebut akan jadi pahala yang balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al Hadiid 21]</p>
<p style="text-align:justify;">Insya Allah bersambung&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Baca juga:</p>
<h2><a href="http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/">Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya</a></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/729/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=729&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/19/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Luqman Kepada Anaknya</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/14/nasihat-luqman-kepada-anaknya/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/14/nasihat-luqman-kepada-anaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 01:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Luqman adalah seorang yang diberikan hikmah/kebijaksanaan oleh Allah. Satu hikmahnya adalah untuk selalu bersyukur kepada Allah:
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: &#8220;Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji&#8221;.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=726&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Luqman adalah seorang yang diberikan hikmah/kebijaksanaan oleh Allah. Satu hikmahnya adalah untuk selalu bersyukur kepada Allah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: &#8220;Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji&#8221;.  [Luqman 12]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Luqman mendidik anaknya agar tidak mempersekutukan Allah. Nasehat Luqman kepada anaknya wajib ditiru oleh ummat Islam lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-726"></span>Jangan Mempersekutukan Allah</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kelaliman yang besar&#8221;.  [Luqman 13]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ummat Islam tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah atau musyrik. <a href="http://media-islam.or.id/2007/09/06/tauhid-%E2%80%93-mengesakan-allah/">Syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah.</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2008/03/06/doa-untuk-ibu-bapak-orang-tua/"><strong>Berbuat Baik Kepada Orang Tua</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.  Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ [Luqman 14] </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ibu kita mengandung kita selama 9 bulan. Beliau juga sampai berdarah-darah dengan resiko kehilangan nyawa ketika melahirkan kita. Belum lagi mereka harus sabar merasakan rengekan dan tangisan kita bahkan mungkin pukulan kita ketika masih kecil. Mereka memberi kita makan, minum, pakaian, pendidikan, dan sebagainya. Sudah sepantasnya kita berbakti pada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak Mengikuti Orang Tua dalam Kemaksiatan dan Berbuat Baik kepada Mereka</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [Luqman 15] </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berbuat Baik Meski Sedikit</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lukman berkata: &#8220;Hai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya.  Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” [Luqman 16] </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengerjakan Shalat, Menyuruh Kebaikan dan Melarang Kemungkaran, serta Bersabar </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman 17] </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/"><strong>Jangan Sombong </strong></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18] </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rendah Hati dan Tidak Berkata Kasar</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” [Luqman 19] </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’an. Semoga kita semua bisa mengamalkannya dan mengajarkannya kepada anak kita.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/726/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=726&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/14/nasihat-luqman-kepada-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Surat Al Hujuraat untuk Kasus Indonesia vs Malaysia</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/12/pelajaran-surat-al-hujuraat-untuk-kasus-indonesia-vs-malaysia/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/12/pelajaran-surat-al-hujuraat-untuk-kasus-indonesia-vs-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 01:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persatuan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Pada kasus ketegangan antara Indonesia vs Malaysia di mana kedua penduduk kedua negara saling hina bahkan mengancam saling perang, ada baiknya kita kembali pada petunjuk Allah yang tercantum dalam surat Al Hujuraat.
[49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=718&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-722" title="peta Indonesia dan Malaysia bersatu" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/petaindonesiamalaysia.jpg?w=470&#038;h=133" alt="peta Indonesia dan Malaysia bersatu" width="470" height="133" />Pada kasus ketegangan antara Indonesia vs Malaysia di mana kedua penduduk kedua negara saling hina bahkan mengancam saling perang, ada baiknya kita kembali pada petunjuk Allah yang tercantum dalam surat Al Hujuraat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img title="Selebihnya..." src="https://agusnizami.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-718"></span>Ayat di atas berkaitan dengan seorang fasik yang menyiarkan kabar bohong kepada Nabi bahwa suku X tidak mau bayar zakat dan bahkan ingin membunuhnya. Namun Nabi tidak begitu saja percaya berita itu dan menyerang mereka. Nabi mengirim utusan ke suku X untuk menanyakan kebenarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Celakanya rakyat Indonesia dan Malaysia yang mayoritas Muslim banyak yang mempercayai begitu saja berita-berita yang disiarkan oleh kaum kafir dan sekuler tanpa mau memeriksa kebenarannya atau chek and recheck kepada pihak tertuduh. Tahun 1966 Indonesia dan Malaysia pernah perang. Sekarang juga nyaris perang.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama juga banyak yang tidak menyadari pentingnya penguasaan Media Massa agar ummat Islam tidak dijejali oleh berita yang disiarkan kaum kafir dan sekuler. Ummat Islam baru menguasai media cetak dan radio yang pemirsanya cuma 500 ribu atau kurang. Belum mampu menguasai TV yang bisa mempengaruhi 100 juta orang lebih sekali siaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak heran akhirnya pikiran ummat sesuai dengan opini publik yang dibentuk oleh kaum kafir dan sekuler.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[49.7] Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[49.8] sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saat Nabi ada, masih begitu mudah mengingatkan ummat dengan firman Allah karena mereka cinta pada keimanan dan benci pada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Sayangnya sekarang tidak ada tokoh sekelas Nabi yang dihormati ummat. Lebih parah lagi, ummat meski sudah diingatkan dengan firman Allah, Al Qur’an, tidak mau mengimaninya dan mengamalkannya. Sebagian tetap saja membangkang seperti Iblis yang sombong mentaati perintah Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[49.9] Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.  Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita tahu mayoritas penduduk Indonesia dan Malaysia adalah Muslim. Hanya segelintir yang kafir dan mungkin jadi biang pengadu-domba. Oleh karena itu hendaknya kita berusaha mendamaikan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Aneh rasanya jika kaum kafir dan sekuler berusaha “mendidik” ummat Islam untuk toleran dan cinta damai terhadap kaum kafir AS dan Eropa yang membantai ummat Islam di Iraq dan Afghanistan. Namun di sisi lain mereka menggunakan media massa yang mereka miliki untuk mengadu-domba ummat Islam Indonesia dengan Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>[49.10] Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ayat di atas merupakan firman Allah yang menyatakan mukmin itu bersaudara. Jadi harus berdamai.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>[49.11] Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.  Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[49.12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.  Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah memerintahkan ummat Islam untuk tidak saling mengejek atau menghina. Allah juga melarang kita berburuk-sangka, mencari kesalahan orang, dan membicarakan keburukan orang karena itu sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Terakhir Allah menegaskan bahwa kita semua adalah saudara karena memiliki nenek moyang yang sama, yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[49.13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Baru setelah itu dijadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Kita harus tahu bahwa negara Indonesia itu baru muncul tahun 1945 setelah bebas dari penjajahan Belanda dan Jepang. Itu pun petanya berubah di mana Papua baru masuk tahun 1966 dan Timor Timur masuk di tahun 1976 untuk kemudian keluar lagi dari Indonesia. Malaysia pun baru merdeka tahun 1957 dari penjajahan Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi di zaman sebelum penjajahan Portugis, Belanda, dan Inggris, baik Indonesia dan Malaysia pernah bersatu beberapa kali yaitu pada Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Kerajaan Malaka. Bahasa Melayu yang merupakan bahasa persatuan wilayah itu pun merupakan sumber dari Bahasa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Bangsa Indonesia dan Malaysia terpisah dalam 2 negara kurang dari 70 tahun. Tapi kita pernah tergabung dalam 1 negara di Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Malaka selama ratusan tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Ummat Islam itu satu. Bersaudara. Jangan biarkan ilusi negara yang berubah-rubah peta dan pemerintahannya seiring perkembangan zaman memecah-belah persatuan ummat Islam!</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi berkata, jika 2 muslim berperang atau saling bunuh, maka keduanya masuk neraka, tak peduli dia dari suku, bangsa, atau negara yang berbeda:</p>
<p style="text-align:justify;">Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, &#8220;Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi juga berkata bahwa orang yang marah karena fanatisme golongan/kebangsaan, maka jika dia mati dia mati dalam keadaan jahiliyah/kafir:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama&#8217;ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau marah karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka mati dalam keadaan jahiliyah. (HR. An-Nasaa&#8217;i)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hendaknya kita ummat Islam setelah mempelajari ayat Al Qur’an dan Hadits di atas segera taat dan tunduk. Sami’na wa atho’na. Tidak membangkang seperti Iblis.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://berita.liputan6.com/sosbud/200910/247117/Malaysia.Bantu.Korban.Gempa.Sumbar">http://berita.liputan6.com/sosbud/200910/247117/Malaysia.Bantu.Korban.Gempa.Sumbar</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Malaysia Bantu Korban Gempa Sumbar </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rinaldo</p>
<p style="text-align:justify;">11/10/2009 15:06</p>
<p style="text-align:justify;">Liputan6.com, Padang: Pemerintah Malaysia memberikan bantuan sebesar US$ 1 juta untuk perbaikan infrastruktur dan bangunan publik yang rusak di Sumatra Barat akibat gempa bumi pada 30 September lalu. Bantuan tersebut secara resmi diserahkan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi kepada Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Padang, Ahad (11/10).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menurut Ahmad Zahid, bantuan itu akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, gedung pemerintahan serta fasilitas umum seperti rumah ibadah dan sekolah yang rusak akibat gempa. Sebelumnya, pemerintah Malaysia telah mengirimkan bantuan yang diangkut dengan 15 pesawat terbang khusus yang juga membawa 15 tim relawan. Mereka langsung bergerak ke lokasi bencana pascagempa.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/718/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=718&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/12/pelajaran-surat-al-hujuraat-untuk-kasus-indonesia-vs-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/petaindonesiamalaysia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta Indonesia dan Malaysia bersatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="//agusnizami.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/09/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/09/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 03:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:
Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=715&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:</p>
<p><strong>Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)</strong><strong> </strong></p>
<p><span id="more-715"></span></p>
<p>Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.</p>
<p><strong>“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]</strong></p>
<p>Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.</p>
<p>Kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.</p>
<p><strong>Sombong</strong></p>
<p>Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.</p>
<p>Allah melarang kita untuk menjadi sombong:</p>
<p><strong>“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]</strong></p>
<p>Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:</p>
<p><strong>&#8220;Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .&#8221; [Al Mu’min 76]</strong></p>
<p>Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.</p>
<p>Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.</p>
<p>Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.</p>
<p>Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:</p>
<p>“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]</p>
<p>Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?</p>
<p><strong>‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)</strong></p>
<p>Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.</p>
<p>Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.</p>
<p><strong>Iri dan Dengki</strong></p>
<p>Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.</p>
<p>“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]</p>
<p>Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.</p>
<p>Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari) [HR Bukhari]</p>
<p>Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.</p>
<p>Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya&#8217;la)</p>
<p>Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:</p>
<p>“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.&#8221; [Al Falaq 5]</p>
<p>Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.</p>
<p><strong>Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/715/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=715&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/09/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin Membantu Korban Gempa Sumatera Barat?</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/02/ingin-membantu-korban-gempa-sumatera-barat/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/02/ingin-membantu-korban-gempa-sumatera-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:30:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ihsan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=708</guid>
		<description><![CDATA[
Inna lillahi wa inna ilaihi roji&#8217;uun.
Kita semua milik Allah dan akan kembali kepadanya.
Segala musibah dari tsunami Aceh, gempa Yogya, &#8220;tsunami&#8221; di Cireundeu, gempa Tasik Malaya, gempa Padang, Jambi, Sulawesi, dan sebagainya hendaknya membuat kita introspeksi, sabar, dan semakin dekat kepada Allah.
Di Detik.com disebut gempa 7,6 skala richter yang mengguncang Padang saat ini menewaskan 200 orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=708&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="gempa padang" src="http://media-islam.or.id/wp-content/uploads/2009/09/gempa-padang1.jpg" alt="gempa padang" width="298" height="225" />Inna lillahi wa inna ilaihi roji&#8217;uun.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita semua milik Allah dan akan kembali kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Segala musibah dari tsunami Aceh, gempa Yogya, &#8220;tsunami&#8221; di Cireundeu, gempa Tasik Malaya, gempa Padang, Jambi, Sulawesi, dan sebagainya hendaknya membuat kita introspeksi, sabar, dan semakin dekat kepada Allah.<img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Di Detik.com disebut gempa 7,6 skala richter yang mengguncang Padang saat ini menewaskan 200 orang dan kemungkinan besar akan bertambah lagi mengingat ribuan orang masih tertimbun reruntuhan. Menurut PBB diperkirakan korban tewas 1.100 orang lebih.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-708"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yang ingin membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana, bisa menyalurkannya lewat lembaga yang terpercaya di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://alamatislam.wordpress.com/category/lembaga-amil-zakat">http://alamatislam.wordpress.com/category/lembaga-amil-zakat</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di situ ada alamat dan nomor rekening beberapa Lembaga Amal Zakat terpercaya seperti PKPU, Dompet Dhu’afa, Rumah Zakat, Baitul Maal Hidayatullah, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Meski saya sudah memastikan nomor rekening dan alamatnya sudah terupdate (karena ternyata ada yang pindah alamat, nomor rekening, website, dan juga cp), silahkan klik lagi link Lembaga Amal Zakat yang ada di situ agar lebih yakin lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Gereja sudah bergerak mengirim uang dan relawan ke Sumatera Barat yang mayoritas Muslim. Apakah ummat Islam tidak bergerak melakukan hal yang sama untuk menolong saudaranya?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="gempa padang" src="http://media-islam.or.id/wp-content/uploads/2009/09/gempa-padang.jpg" alt="gempa padang" width="285" height="214" />Untuk meluaskan Syiar Dakwah Islam, ada baiknya ketimbang memakai nama: ”Hamba Allah”, bisa mengatas-namakan: Pembaca Situs Media Islam atau Anggota Milis Syiar Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar kesalahanmu.  [Asy Syuraa 30]</p>
<p><strong>Nomor Telepon Hotline Gempa Sumbar:</strong></p>
<p>Bagi yang tidak bisa menghubungi keluarganya bisa menelpon ke No Telp Hotline Gempa<strong> 0751 9824971 sd 9824980</strong></p>
<p><strong>Rekening Peduli Gempa dari Lembaga Islam</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Rumah Zakat</strong></p>
<p>BCA No Rek. 094.301.6001 a.n Yayasan Ummul Quro</p>
<p>Mandiri 132000 481 974 5</p>
<p><strong>PKPU Peduli Gempa Nasional</strong></p>
<p>BCA No Rek. 6000.34.7777</p>
<p>Mandiri 126.000.1005.114</p>
<p><strong>Dompet Dhuafa Solidaritas Gempa Indonesia</strong></p>
<p>BCA No Rek 237.300.6343</p>
<p>Telpon: 021-7416050</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kamis, 01/10/2009 10:25 WIB</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gempa 7,6 di Sumbar</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak Bukit Longsor, Evakuasi Korban Terhambat</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Priyadi, sekitar 200 warga di Kota Padang tewas akibat gempa kemarin. Ratusan rumah juga dilaporkan rusak parah akibat gempa yang kerusakannya lebih dahsyat dibanding gempa Yogyakarta itu</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.detiknews.com/read/2009/10/01/102521/1212595/10/banyak-bukit-longsor-evakuasi-korban-terhambat">http://www.detiknews.com/read/2009/10/01/102521/1212595/10/banyak-bukit-longsor-evakuasi-korban-terhambat</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Gempa 7 SR Guncang Jambi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kamis, 1 Oktober 2009 &#8211; 09:17 wib</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">JAKARTA &#8211; Gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter (SR) kembali mengguncang Sumatera, Kamis pagi ini. Kali ini gempa dirasakan di Jambi dan Bengkulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Baca selengkapnya di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://news.okezone.com/read/2009/10/01/337/261450/gempa-7-sr-guncang-jambi">http://news.okezone.com/read/2009/10/01/337/261450/gempa-7-sr-guncang-jambi</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kamis, 1 Oktober 2009, 11:00 WIB</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Video Evakuasi Korban Gempa Padang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hingga kini masih banyak warga yang diperkirakan terjebak di reruntuhan bangunan yang rubuh akibat gempa.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://video.vivanews.com/read/6271-evakuasi_korban_gempa_padang">http://video.vivanews.com/read/6271-evakuasi_korban_gempa_padang</a></p>
<p><strong>Nomor Telepon Hotline Gempa Sumbar:</strong></p>
<p>Bagi yang tidak bisa menghubungi keluarganya bisa menelpon ke No Telp Hotline Gempa<strong> 0751 9824971 sd 9824980</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perhatian dan Tindakan Gereja untuk Menolong Korban Gempa Sumbar:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>INDONESIA</strong><strong> Church</strong><strong> organizes emergency aid for quake victims</strong></p>
<p style="text-align:justify;">October 1, 2009  |  IJ08013.1569  |  439 words     Text size</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">JAKARTA (UCAN) &#8212; The Catholic Church and its agencies are organizing emergency assistance for victims of a powerful earthquake that struck West Sumatra&#8217;s coastal area on the afternoon of Sept. 30.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Our priority is to recruit and send volunteers to the place as soon as possible to help save people trapped under collapsed buildings and to collect the dead. Material aid will follow,&#8221; Father Paulus Sigit Pramudji, head of Caritas Indonesia or Karina, told UCA News Oct. 1.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.ucanews.com/2009/10/01/church-organizes-emergency-aid-for-quake-victims/">http://www.ucanews.com/2009/10/01/church-organizes-emergency-aid-for-quake-victims/</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>ACT Alert: West Sumatra Earthquake,  Indonesia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">ACT members YTBI, Yakkum Emergency Unit (YEU) and Church World Service (CWS) began mobilizing and coordinating their responses on Wednesday.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">YTBI has been communicating with their church partner, the Protestant Christian Church of Mentawai in Padang (GKPM). GKPM is in the area conducting assessments, and two YTBI staff members are preparing to bring aid via land from Medan (North Sumatra).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">YTBI has been able to mobilize local resources from various supporters of USD 20,000 to support provision of food and non food item assistance.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://alertnet.org/thenews/fromthefield/222031/125440354537.htm">http://alertnet.org/thenews/fromthefield/222031/125440354537.htm</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>UN: 1,100 dead in West Sumatra earthquake</strong></p>
<p>An estimated 1,100 people have died in the massive earthquake that struck Indonesia&#8217;s West Sumatra with the toll expected to rise, the United Nations said Thursday. The 7.6-magnitude earthquake struck Wednesday, hours after a more powerful one and a resulting tsunami ravaged some islands in the South Pacific.</p>
<p><a href="http://www.earthtimes.org/articles/show/288252,un-1100-dead-in-west-sumatra-earthquake.html">http://www.earthtimes.org/articles/show/288252,un-1100-dead-in-west-sumatra-earthquake.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/708/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=708&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/02/ingin-membantu-korban-gempa-sumatera-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-content/uploads/2009/09/gempa-padang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gempa padang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-content/uploads/2009/09/gempa-padang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gempa padang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>