<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Syiar Islam</title>
	<atom:link href="http://syiarislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syiarislam.wordpress.com</link>
	<description>Ayo belajar Iman, Islam, dan Ihsan sesuai Al Qur'an dan Hadits!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2009 05:48:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='syiarislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4c8415140f03c49b5e02f7cf5f529402?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Syiar Islam</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Cara Islam Menegakkan Hukum dan Keadilan</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/26/cara-islam-menegakkan-hukum-dan-keadilan/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/26/cara-islam-menegakkan-hukum-dan-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=809</guid>
		<description><![CDATA[“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Maa-idah:8]
Allah memerintahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=809&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Maa-idah:8]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk selalu menegakkan kebenaran dan berlaku adil.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span id="more-809"></span>Seorang wanita di jaman Rasulullah Saw sesudah fathu Mekah telah mencuri. Lalu Rasulullah memerintahkan agar tangan wanita itu dipotong. Usamah bin Zaid menemui Rasulullah untuk meminta keringanan hukuman bagi wanita tersebut. Mendengar penuturan Usamah, wajah Rasulullah langsung berubah. Beliau lalu bersabda : &#8220;Apakah kamu akan minta pertolongan untuk melanggar hukum-hukum Allah Azza Wajalla?&#8221; Usamah lalu menjawab, &#8220;Mohonkan ampunan Allah untukku, ya Rasulullah.&#8221; Pada sore harinya Nabi Saw berkhotbah setelah terlebih dulu memuji dan bersyukur kepada Allah. Inilah sabdanya : &#8220;Amma ba&#8217;du. Orang-orang sebelum kamu telah binasa disebabkan bila seorang bangsawan mencuri dibiarkan (tidak dihukum), tetapi jika yang mencuri seorang yang miskin maka dia ditindak dengan hukuman. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Apabila Fatimah anak Muhammad mencuri maka aku pun akan memotong tangannya.&#8221; Setelah bersabda begitu beliau pun kembali menyuruh memotong tangan wanita yang mencuri itu. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah sabda Nabi Muhammad. Hukum harus ditegakkan tidak peduli orang itu kaya atau miskin. Hukum harus dijalankan tidak peduli dia orang asing atau anak kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak boleh uang menyebabkan seseorang lolos dari hukuman. Tidak pantas jika karena uang atau hal lainnya akhirnya yang salah jadi benar dan yang benar disalahkan. Jika tidak, maka bangsa itu akan rusak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sering seorang pejabat atau penegak hukum tidak dapat berlaku adil jika dia mendapat uang sogokan atau yang dihukum adalah keluarganya sendiri. Padahal itu adalah perbuatan dosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah seorang Yahudi di Mesir yang menolak digusur rumahnya untuk perluasan masjid oleh Gubernur Mesir, ‘Amr bin ‘Ash. Padahal dia dapat ganti rugi yang pantas. Akhirnya orang Yahudi itu pergi ke Madinah untuk menemui Khalifah Umar bin Khaththab ra.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menceritakan masalahnya, Umar ra mengambil sebuah tulang unta kemudian menorehkan garis lurus dari atas ke bawah kemudian dari kiri ke kanan sehingga berbentuk silang. Oleh Umar ra, tulang itu diserahkan kepada orang Yahudi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">“Bawalah tulang ini dan berikan kepada Gubernur Mesir, ‘Amr bin ‘Ash. Katakan ini dari Umar bin Khaththab”, begitu kata Umar ra.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Yahudi itu meski merasa aneh, namun memberikan tulang itu kepada ‘Amr bin ‘Ash. Muka ‘Amr bin ‘Ash segera pucat pasi begitu melihat tulang yang digaris dengan pedang itu. Dia segera mengembalikan rumah orang Yahudi tersebut tanpa pikir panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Yahudi itu bertanya mengapa ‘Amr begitu melihat tulang itu begitu ketakutan dan segera mengembalikan rumahnya?</p>
<p style="text-align:justify;">‘Amr bin ‘Ash menjawab, “Ini adalah peringatan dari ‘Umar bin Khaththab agar aku selalu berlaku lurus (adil) seperti garis vertikal pada tulang ini.  Jika aku tidak bertindak lurus, maka Umar akan memenggal leherku sebagaimana garis horisontal di tulang ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah sikap seorang Kepala Negara. Dia harus mau mendengar keluhan rakyatnya yang digusur semena-mena oleh anak buahnya. Dia harus memiliki rasa keadilan dan kepedulian terhadap rakyatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang pemimpin harus berani menindak anak buahnya yang bersikap sewenang-wenang dan membela rakyatnya yang dizalimi. Tidak boleh membiarkan rakyatnya terlunta-lunta dan menderita karena kezaliman atau ketidak-mampuan anak buahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi seorang penegak hukum atau hakim sangat berat. Dari 3 golongan, 2 golongan masuk neraka, dan hanya satu golongan saja yang masuk surga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hakim terdiri dari tiga golongan. Dua golongan hakim masuk neraka dan segolongan hakim lagi masuk surga. Yang masuk surga ialah yang mengetahui kebenaran hukum dan mengadili dengan hukum tersebut. Bila seorang hakim mengetahui yang haq tapi tidak mengadili dengan hukum tersebut, bahkan bertindak zalim dalam memutuskan perkara, maka dia masuk neraka. Yang segolongan lagi hakim yang bodoh, yang tidak mengetahui yang haq dan memutuskan perkara berdasarkan kebodohannya, maka dia juga masuk neraka. (HR. Abu Dawud dan Ath-Thahawi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hakim yang adil, masuk ke surga. Sebaliknya hakim yang zhalim masuk neraka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lidah seorang hakim berada di antara dua bara api sehingga dia menuju surga atau neraka. (HR. Abu Na&#8217;im dan Ad-Dailami)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang hakim tidak bisa membiarkan perasaan atau emosinya mempengaruhi keputusannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Janganlah hendaknya seorang hakim mengadili antara dua orang dalam keadaan marah. (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang hakim harus mendengarkan seluruh keterangan dari semua pihak yang bersengketa. Tidak boleh berat sebelah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bila dua orang yang bersengketa menghadap kamu, janganlah kamu berbicara sampai kamu mendengarkan seluruh keterangan dari orang kedua sebagaimana kamu mendengarkan keterangan dari orang pertama. (HR. Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saksi Palsu atau berbohong adalah dosa besar. Bahkan Nabi sampai menyamakannya dengan dosa syirik. Oleh karena itu membuat seseorang bersaksi palsu baik dengan iming-iming atau pun dengan intimidasi/penyiksaan adalah dosa yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Salah satu dosa paling besar ialah kesaksian palsu. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rasulullah Saw bersabda : &#8220;Disejajarkan kesaksian palsu dengan bersyirik kepada Allah.&#8221; Beliau mengulang-ulang sabdanya itu sampai tiga kali. (Mashabih Assunnah)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nabi Saw mengadili dengan sumpah dan saksi. (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang ada orang yang ingin menzalimi seseorang dengan memakai pengacara hitam yang pintar bicara dan pandai “mengatur” kasus. Padahal nerakalah imbalan bagi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya aku mengadili dan memutuskan perkara antara kalian dengan bukti-bukti dan sumpah-sumpah. Sebagian kamu lebih pandai mengemukakan alasan dari yang lain. Siapapun yang aku putuskan memperoleh harta sengketa yang ternyata milik orang lain (saudaranya), sesungguhnya aku putuskan baginya potongan api neraka. (HR. Aththusi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita mengetahui satu kejadian penting yang berkaitan dengan satu kasus hukum, hendaknya kita bersaksi di depan hakim.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Maukah aku beritahukan saksi yang paling baik? Yaitu yang datang memberi kesaksian sebelum dimintai kesaksiannya. (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Islam, kejahatan yang keji seperti pembunuhan dan perkosaan hukumannya adalah hukuman mati.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak halal darah (dihukum mati) seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga sebab. Pertama, duda atau janda yang berzina (juga suami atau isteri). Kedua, hukuman pembalasan karena menghilangkan nyawa orang lain (Qishas), dan ketiga, yang murtad dari Islam dan meninggalkan jama&#8217;ah. (HR. Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa ada seorang gadis ditemukan kepalanya sudah retak di antara dua batu besar, lalu mereka bertanya kepadanya: Siapakah yang berbuat ini padamu? Si Fulan? atau Si Fulan? Hingga mereka menyebut nama seorang Yahudi, gadis itu menganggukkan kepalanya. Lalu ditangkaplah orang Yahudi tersebut dan ia mengaku. Maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk meretakkan kepalanya di antara dua batu besar itu. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Abdullah Ibnu Mas&#8217;ud bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Masalah pertama yang akan diputuskan antara manusia pada hari kiamat ialah masalah darah.&#8221; Muttafaq Alaihi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi SAW bersabda: &#8220;Sesungguhnya orang yang paling durhaka kepada Allah ada tiga: Orang yang membunuh di tanah haram, orang yang membunuh orang yang tidak membunuh, dan orang yang membunuh karena balas dendam jahiliyyah.&#8221; Hadits shahih riwayat Ibnu Hibban.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pencurian dengan nilai di bawah ¼ dinar (kurang dari 1 gram emas) atau sekarang di bawah Rp 375 ribu tidak dikenakan hukuman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rasulullah saw. memotong tangan pencuri dalam pencurian sebanyak seperempat dinar ke atas. (Shahih Muslim No.3189)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pada zaman Rasulullah saw. tangan seorang pencuri tidak dipotong pada (pencurian) yang kurang dari harga sebuah perisai kulit atau besi (seperempat dinar) yang keduanya berharga. (Shahih Muslim No.3193)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi meski tidak dihukum, barang curian harus dikembalikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu kasus nenek berumur 55 tahun yang dituduh mencuri 3 biji Kakao senilai Rp 2.100 tidaklah layak diterima oleh polisi untuk diteruskan ke pengadilan. Apalagi barang curiannya sudah dikembalikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan Khalifah Umar ra pernah membebaskan seorang miskin yang mengambil buah yang jatuh di jalan. Sebaliknya Umar ra menghukum orang kaya yang melaporkan hal itu karena orang itu tidak berperi-kemanusiaan dengan membiarkan tetangganya yang miskin kelaparan.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang seharusnya kita lakukan. Hukum itu adalah untuk peri kemanusiaan dan keadilan. Bukan sekedar menghukum tanpa ada rasa kemanusiaan sedikitpun.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/809/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=809&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/26/cara-islam-menegakkan-hukum-dan-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Toko Buku Islam Online</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/25/toko-buku-islam-online/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/25/toko-buku-islam-online/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 09:35:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Toko Buku Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam surat Al &#8216;Alaq, Allah memerintahkan kita untuk membaca (Iqra&#8217;). Tentu saja kitab yang utama harus kita baca adalah Al Qur&#8217;an, kemudian Hadits yang Sahih.
Namun kita juga perlu membaca buku-buku lainnya terutama hal-hal yang bermanfaat seperti kisah Nabi dan juga para sahabatnya, atau pun ilmu-ilmu yang bermanfaat lainnya.
Di bawah adalah toko buku online yang menjual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=796&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/rumah_pensil_400x300.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-798" title="rumah_pensil_400x300" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/rumah_pensil_400x300.gif?w=400&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam surat Al &#8216;Alaq, Allah memerintahkan kita untuk membaca (Iqra&#8217;). Tentu saja kitab yang utama harus kita baca adalah Al Qur&#8217;an, kemudian Hadits yang Sahih.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun kita juga perlu membaca buku-buku lainnya terutama hal-hal yang bermanfaat seperti kisah Nabi dan juga para sahabatnya, atau pun ilmu-ilmu yang bermanfaat lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di bawah adalah toko buku online yang menjual <a href="http://rumahpensil.webuang.com">buku-buku Islami</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://rumahpensil.webuang.com">Rumah Pensil Publisher</a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-796"></span><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/banner-148x35-animasi.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-801" title="banner 148x35 animasi" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/banner-148x35-animasi.gif?w=184&#038;h=35" alt="" width="184" height="35" /></a>Seorang ulama mengatakan bahwa, &#8220;Kisah-kisah merupakan salah satu tentara Allah yang diturunkan ke bumi&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Segera dapatkan Buku Kisah Para Sahabat Nabi untuk Anak Anda Buku terdiri dari 24 Buku Kisah Para sahabat Nabi Buku Utama : (Full Colour, 64 hal isi, 4 halaman Prancis, 25&#215;26,5 [lebar x<br />
tinggi])<br />
Buku Balita : (Full Colour, 10 hal isi, 2 hal. Cover, boardbook, 25&#215;26,5 [lebar x tinggi])</p>
<p style="text-align:justify;">Info dan Pemesanan : Yusuf 08567835350 / 021-94048015</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://rumahpensil.webuang.com">http://rumahpensil.webuang.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">2010-11-25</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Demi Masa Book Store</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Toko Buku Online yang menjual <a href="http://demimasa.co.id">berbagai buku tentang Islam</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/demimasa.png"><img class="alignnone size-full wp-image-816" title="demimasa" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/demimasa.png?w=468&#038;h=145" alt="" width="468" height="145" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Layanan Antar via SMS Kirim ke 083890790970</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://demimasa.co.id">http://demimasa.co.id</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/796/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=796&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/25/toko-buku-islam-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/rumah_pensil_400x300.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rumah_pensil_400x300</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/banner-148x35-animasi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">banner 148x35 animasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/demimasa.png" medium="image">
			<media:title type="html">demimasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penjual Busana Muslim Online</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/23/penjual-busana-muslim-online/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/23/penjual-busana-muslim-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 01:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Busana Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Baju Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Baju Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Busana Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=783</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah penjual busana muslim online. Pembelian bisa dilakukan lewat online dengan transfer uang dan barang dikirim via ekspedisi.
Namun harus dipastikan agar ukuran yang anda order sesuai dengan tubuh anda&#8230;.

1. Butik Aqila  (http://www.butikaqilla.com)
We provide exclusive prayer outfit, hijab, prayer mat, moslem cap, etc.


2. Rumah Madina (http://rumahmadina.com)
Busana Muslim Rumah madina  online store,  khusus menyediakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=783&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/rumahmadina1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-814" title="rumahmadina" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/rumahmadina1.jpg?w=209&#038;h=195" alt="" width="209" height="195" /></a>Berikut adalah penjual <a href="http://rumahmadina.com">busana muslim </a>online. Pembelian bisa dilakukan lewat online dengan transfer uang dan barang dikirim via ekspedisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun harus dipastikan agar ukuran yang anda order sesuai dengan tubuh anda&#8230;.</p>
<p><span id="more-783"></span></p>
<p style="text-align:left;"><strong>1. Butik Aqila  (<a href="http://www.butikaqilla.com/">http://www.butikaqilla.com</a>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">We provide exclusive prayer outfit, hijab, prayer mat, moslem cap, etc.</p>
<p><a href="http://www.butikaqilla.com"><img class="alignnone size-full wp-image-789" title="butikaqilla" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/butikaqilla.jpg?w=370&#038;h=135" alt="" width="370" height="135" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Rumah Madina (<a href="http://rumahmadina.com/">http://rumahmadina.com</a>)</strong><br />
Busana Muslim Rumah madina  online store,  khusus menyediakan Baju Muslim dan Busana Muslimah untuk dewasa dan anak-anak.</p>
<p><a href="http://rumahmadina.com"><img class="alignnone size-full wp-image-786" title="rumahmadina_jaksel" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/rumahmadina_jaksel.jpg?w=418&#038;h=125" alt="" width="418" height="125" /></a></p>
<p><strong>3. WearMuslim (<a href="http://wearmuslim.com">http://wearmuslim.com</a>)</strong></p>
<p>WearMuslim menyediakan <a href="http://wearmuslim.com">Baju Muslim</a> dan <a href="http://wearmuslim.com">Busana Muslimah</a> untuk dewasa dan anak-anak.</p>
<p><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/wearmuslim.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-804" title="wearmuslim" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/wearmuslim.jpg?w=412&#038;h=155" alt="" width="412" height="155" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/783/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=783&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/23/penjual-busana-muslim-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/rumahmadina1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumahmadina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/butikaqilla.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">butikaqilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/rumahmadina_jaksel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumahmadina_jaksel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/wearmuslim.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wearmuslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Afghanistan: Muslim Tidak Boleh Memerangi Sesama Muslim</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/16/afghanistan-muslim-tidak-boleh-memerangi-sesama-muslim/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/16/afghanistan-muslim-tidak-boleh-memerangi-sesama-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[
Fenomena yang terjadi pada perang Afghanistan saat ini sangat memprihatinkan. AS dan sekutunya bukan hanya menyerang dan menduduki Afghanistan serta membantai penduduknya, namun juga menggunakan “Muslim” untuk memerangi sesama Muslim di Afghanistan.
Ada tentara AS (meski segelintir) yang beragama Islam yang disuruh oleh pemimpinnya  yang kafir untuk membantai saudara Muslim mereka di Afghanistan. Pemerintah AS pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=770&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" src="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/07/afghanistan.jpg?w=372&#038;h=272" alt="" width="372" height="272" /></p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena yang terjadi pada perang Afghanistan saat ini sangat memprihatinkan. AS dan sekutunya bukan hanya menyerang dan menduduki Afghanistan serta membantai penduduknya, namun juga menggunakan “Muslim” untuk memerangi sesama Muslim di Afghanistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada tentara AS (meski segelintir) yang beragama Islam yang disuruh oleh pemimpinnya  yang kafir untuk membantai saudara Muslim mereka di Afghanistan. Pemerintah AS pun meminta Pakistan dan juga Turki yang merupakan negara Muslim untuk memerangi sesama Muslim di Afghanistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang Islam entah itu tentara AS yang Muslim, pemerintah dan tentara Pakistan dan Turki yang Muslim itu jelas membangkang perintah Allah dalam Al Qur’an.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, kepada mereka malaikat bertanya : &#8220;Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri Mekah.&#8221; Para malaikat berkata: &#8220;Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.&#8221; Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali” [An Nisaa’ 97]</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" src="http://islammyreligion.files.wordpress.com/2009/11/afghanistan1.jpg?w=342&#038;h=347" alt="" width="342" height="347" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pada zaman Nabi, saat perang Badar ada orang-orang Islam di Mekkah yang tidak hijrah ke Madinah bersama Nabi meski mereka sanggup. Akhirnya mereka dipaksa oleh pemerintah Mekkah yang kafir untuk turut berperang memerangi Nabi pada perang Badar dan terbunuh. Allah menjelaskan bahwa orang-orang Islam yang memerangi Nabi tersebut tempatnya adalah neraka Jahannam.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang akan terjadi pada ummat Islam yang memerangi sesama Muslim entah itu di Afghanistan, Iraq, dan tempat-tempat lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Petinju terbesar sepanjang zaman, Muhammad Ali, dengan berani menolak perintah pemerintah AS untuk memerangi rakyat Vietnam saat menjalani wajib militer ketika perang Vietnam. Ali tidak mau membunuh rakyat sipil yang tidak berdosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibat perbuatannya itu, Muhammad Ali dipenjarakan oleh pemerintah AS dan gelar juaranya dicopot. Tapi Ali menjalani hal itu dengan tabah dan sabar.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" src="http://islammyreligion.files.wordpress.com/2009/11/afghanistanbaby.jpg?w=361&#038;h=545" alt="" width="361" height="545" /></p>
<p style="text-align:justify;">Nah jika terhadap rakyat Vietnam yang bukan Muslim saja seorang Muslim tidak mau membunuh karena mereka tidak berdosa, harusnya ummat Islam tidak mau menuruti perintah pemerintah Kuffar AS untuk membunuh rakyat Afghanistan yang Muslim yang tengah dizhalimi oleh pemerintah AS dan sekutunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Harusnya mereka semua justru membantu Muslim Afghanistan untuk bersama-sama memerangi pasukan AS dan sekutunya sehingga pergi dari Afghanistan.</p>
<p style="text-align:justify;">“&#8230;Perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” [9 AT Taubah 36]</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya dengan tipu daya dan pecah-belah lah AS dan sekutunya bisa mengalahkan ummat Islam seperti di Iraq dan Afghanistan. Mereka memanfaatkan pemerintah Arab, Pakistan, dan Turki untuk membantunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekiranya ummat Islam bersatu dan tidak mau dipecah-belah, tentu pasukan kafir itu tidak akan bertahan lama dan segera dapat dikalahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasukan Khalid bin Walid yang berjumlah 3.000 orang mampu menahan 200 ribu pasukan Romawi pada perang Mu’tah. Pasukan Nabi yang berjumlah 30 ribu orang mampu menggentarkan 200 ribu pasukan Romawi sehingga mereka sama sekali tidak berani menampakkan diri pada perang Tabuk. Sultan Salahuddin Al Ayyubi dari Turki Usmani mampu mengalahkan seluruh pasukan kerajaan Eropa pada perang Salib.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada perang Kemerdekaan RI, meski Inggris dan AS membantu penjajah Belanda, tetap saja mereka tidak dapat mengalahkan rakyat Indonesia yang bersatu meski senjatanya apa adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejarah menunjukkan bahwa ummat Islam yang bersatu, meski jumlahnya sedikit akan mampu mengalahkan tentara kafir meski mereka berjumlah banyak.  Itu sudah merupakan Sunnatullah/Hukum Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.” [48 Al Fath 22-23]</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga ummat Islam di seluruh dunia berhenti dari memerangi sesama Muslim dan saling bantu untuk mengalahkan kaum kafir.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Berita:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan tentara Inggris yang masih punya hati nurani saja, Glenton, menolak membunuh orang yang tidak berdosa. Apalagi kita sebagai sesama muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Tolak Perang Afghanistan, Tentara Inggris Terancam Penjara 10 Tahun<br />
Seorang tentara Inggris terang-terangan menyampaikan penolakannya atas perang di Afghanistan. Akibatnya, prajurit tersebut terancam hukuman penjara maksimum 10 tahun.<br />
Glenton mengklaim, para prajurit di medan tempur bingung mengenai tujuan keberadaan mereka di Afghanistan. Glenton bahkan menyerukan penarikan seluruhnya pasukan Inggris dari Afghanistan.<br />
<a href="http://www.detiknews.com/read/2009/11/17/112428/1243135/10/tolak-perang-afghanistan-tentara-inggris-terancam-penjara-10-tahun?991102605">http://www.detiknews.com/read/2009/11/17/112428/1243135/10/tolak-perang-afghanistan-tentara-inggris-terancam-penjara-10-tahun?991102605</a></p>
<p style="text-align:justify;">Joe and Clare Glenton refuse to kill the people of Afghanistan<br />
– Now this British soldier faces two years in jail for desertion.<br />
<a href="http://info-wars.org/2009/11/06/joseph-and-clare-glenton-refuse-to-kill-the-people-of-afghanistan/">http://info-wars.org/2009/11/06/joseph-and-clare-glenton-refuse-to-kill-the-people-of-afghanistan/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/770/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=770&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/16/afghanistan-muslim-tidak-boleh-memerangi-sesama-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabarislam.files.wordpress.com/2009/07/afghanistan.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://islammyreligion.files.wordpress.com/2009/11/afghanistan1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://islammyreligion.files.wordpress.com/2009/11/afghanistanbaby.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tatacara Kurban/Qurban Idul Adha</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/16/tatacara-kurbanqurban-idul-adha/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/16/tatacara-kurbanqurban-idul-adha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Pedoman Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Pedoman Qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=766</guid>
		<description><![CDATA[Berqurban adalah menyembelih hewan qurban/udh-hiyah/ternak (Unta, Sapi/Kerbau, Kambing, dan Domba) setelah shalat Iedul Adha dan hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.
Dasar perintahnya adalah:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah” [Al Kautsar 2]
 
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=766&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/kambing.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-793" title="kambing" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/kambing.jpg?w=276&#038;h=188" alt="" width="276" height="188" /></a>Berqurban adalah menyembelih hewan qurban/udh-hiyah/ternak (Unta, Sapi/Kerbau, Kambing, dan Domba) setelah shalat Iedul Adha dan hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar perintahnya adalah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah” [Al Kautsar 2]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span id="more-766"></span>“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Al Hajj 34]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hukum Qurban</strong><br />
Dalam hal ini para ulama terbagi dalam dua pendapat:<br />
Pertama, wajib bagi orang yang berkelapangan. Ulama yang berpendapat demikian adalah Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad serta sebagian ulama pengikut Imam Malik, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahumullah. Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan: “Pendapat yang menyatakan wajib itu tampak lebih kuat dari pada pendapat yang menyatakan tidak wajib. Akan tetapi hal itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…” (lih. Syarhul Mumti’, III/408) Diantara dalilnya adalah hadits Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, <strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pendapat kedua menyatakan Sunnah Mu’akkadah (ditekankan).</strong> Dan ini adalah<strong> pendapat mayoritas ulama</strong> yaitu Malik, Syafi’i, Ahmad, Ibnu Hazm dan lain-lain. Ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dengan riwayat dari Abu Mas’ud Al Anshari ra. <strong>Beliau mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang tidak akan berqurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau-kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih). </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pula dikatakan oleh <strong>Abu Sarihah, “Aku melihat Abu Bakar dan Umar sementara mereka berdua tidak berqurban.” (HR. Abdur Razzaaq dan Baihaqi, sanadnya shahih) Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada riwayat sahih dari seorang sahabatpun yang menyatakan bahwa qurban itu wajib.” (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/367-368, Taudhihul Ahkaam, IV/454)</strong><br />
Dalil-dalil di atas merupakan dalil pokok yang digunakan masing-masing pendapat. Jika dijabarkan semuanya menunjukkan masing-masing pendapat sama kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian ulama memberikan jalan keluar dari perselisihan dengan menasehatkan: “…selayaknya bagi mereka yang mampu, tidak meninggalkan berqurban. Karena dengan berqurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan, wallahu a’lam.” (Tafsir Adwa’ul Bayan, 1120)</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar memotong hewan Kurban pada Hari Raya Haji bersumber dari sunnah Nabi Ibrahim dan Ismail. Karena ketakwaannya yang dalam, mereka rela menjalankan perintah Allah meski itu berarti harus mengorbankan anak yang tersayang dan diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: &#8220;Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!&#8221; Ia menjawab: &#8220;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan Kami panggillah dia: &#8220;Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian” [Ash Shaaffaat 102-108]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus senantiasa bertakwa, yaitu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, agar kurban kita mendapat ridho Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya&#8230;[Al Hajj 37]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hewan kurban tidak boleh disembelih sebelum sholat Iedul Adha. Tapi dilakukan setelah shalat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jundab Ibnu Sufyan ra berkata: Aku mengalami hari raya Adlha bersama Rasulullah SAW Setelah beliau selesai sholat bersama orang-orang, beliau melihat seekor kambing telah disembelih. Beliau bersabda: &#8220;Barangsiapa menyembelih sebelum sholat, hendaknya ia menyembelih seekor kambing lagi sebagai gantinya; dan barangsiapa belum menyembelih, hendaknya ia menyembelih dengan nama Allah.&#8221; Muttafaq Alaihi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hewan Kurban tidak boleh cacat (buta meski cuma sebelah, ompong, pincang, tua, atau robek telinganya). Harus sempurna, cukup umur, dan tidak sakit. Jangan pula terlalu kurus sehingga terlihat jelas tulang rusuknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Al-Bara&#8217; Ibnu &#8216;Azib ra berkata: Rasulullah SAW berdiri di tengah-tengah kami dan bersabda: &#8220;Empat macam hewan yang tidak boleh dijadikan kurban, yaitu: yang tampak jelas butanya, tampak jelas sakitnya, tampak jelas pincangnya, dan hewan tua yang tidak bersum-sum.&#8221; Riwayat Ahmad dan Imam Empat. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ali ra berkata: Rasulullah SAW memerintahkan kami agar memeriksa mata dan telinga, dan agar kami tidak mengurbankan hewan yang buta, yang terpotong telinga bagian depannya atau belakangnya, yang robek telinganya, dan tidak pula yang ompong gigi depannya. </strong><strong>Riwayat Ahmad dan Imam Empat. </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jabir meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Uqbah bin Amir ra.: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahwa Rasulullah saw. memberinya kambing-kambing untuk dibagikan kepada para sahabat sebagai kurban. Lalu tinggallah seekor anak kambing kacang. Uqbah melaporkannya kepada Rasulullah saw. maka beliau bersabda: Sembelihlah itu olehmu! Perkataan Qutaibah kepada kawannya. (Shahih Muslim No.3633)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umur minimal untuk Unta=5 tahun, Sapi=2 tahun, Kambing=1 tahun, dan domba=6 bulan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hewan qurban sebaiknya dihabiskan dalam waktu 3 hari agar terjadi pemerataan (orang-orang miskin juga kebagian).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra.: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Abu Ubaid, ia berkata: Aku pernah salat Idul Adha bersama Ali bin Abu Thalib ra. Beliau memulai dengan salat terlebih dulu sebelum khutbah dan beliau berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. melarang kami makan daging kurban sesudah tiga hari. (Shahih Muslim No.3639)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seseorang tidak boleh makan daging kurbannya lebih dari tiga hari. (Shahih Muslim No.3641)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah ummat Islam makmur, Nabi menghapus larangan di atas:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Nabi saw. beliau melarang makan daging kurban sesudah tiga hari. Sesudah itu beliau bersabda: Makanlah, berbekal dan simpanlah. (Shahih Muslim No.3644)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Salamah bin Akwa` ra.: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa di antara kalian menyembelih kurban, maka janganlah ia menyisakan sedikitpun di rumahnya sesudah tiga hari. Pada tahun berikutnya, orang-orang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami harus berbuat seperti tahun lalu? Rasulullah saw. menjawab: Tidak! Tahun itu (tahun lalu) kaum muslimin masih banyak yang kekurangan. Jadi aku ingin daging kurban itu merata pada mereka. (Shahih Muslim No.3648)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi menyuruh kita menghabiskan daging kurban  dalam waktu 3 hari kurang karena dulu ummat Islam banyak yang melarat. Saat ini pun di Indonesia seperti itu. Oleh karena itu kita bisa mengikuti sunnah Nabi di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk sapi orang bisa berserikat untuk 7 orang, dan unta untuk 10 orang:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pada tahun Hudaibiah kami berkurban bersama Rasulullah saw. dengan seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang pula. (Shahih Muslim No.2322)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Ibnu Abbas ra beliau mengatakan, “Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah SAW lalu tibalah hari raya Iedul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor onta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (Ibnu Majah 2536)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sunah berkurban dan menyembelih sendiri, tanpa mewakilkan, serta menyebut nama Allah dan takbir</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nabi saw. berkurban dengan dua ekor kibas berwarna putih agak kehitam-hitaman yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, seraya menyebut asma Allah dan bertakbir (bismillahi Allahu akbar). Beliau meletakkan kaki beliau di atas belikat kedua kambing itu (ketika hendak menyembelih). (Shahih Muslim No.3635)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi membeli hewan Kurban/Domba seharga 1 dinar (4,25 gram emas 22 karat / sekitar Rp 1,4 juta).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari Urwah al-Bariqy ra bahwa Rasulullah SAW pernah mengutusnya dengan uang satu dinar untuk membelikan beliau hewan qurban.” [Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bolehkah orang yang berkurban memakan hewan kurban? Jawabannya boleh. Ummat Islam dulu biasa membagi daging kurban sebanyak 3 bagian. 1/3 untuk keluarga mereka, 1/3 sebagai hadiah bagi orang yang mampu, dan 1/3 lagi bagi fakir miskin.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” [Al Hajj 28]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230; Kemudian apabila telah mati, maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta&#8230;” [Al Hajj 36]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tukang jagal mendapat bagian/upah dari orang yang berkurban. Jadi tidak mengambil hak fakir miskin dan yang lainnya. Ada pun daging, kulit, serta bagian-bagian terbaik lain harus disedekahkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Ali ra., ia berkata: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rasulullah saw. pernah menyuruhku untuk mengurusi hewan kurbannya, menyedekahkan dagingnya, kulitnya serta bagian-bagiannya yang terbaik dan melarangku memberikannya kepada tukang jagal. Beliau bersabda: Kita akan memberinya dari yang kita miliki. (Shahih Muslim No.2320)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ali r.a. berkata, &#8220;Nabi menyerahkan kurban seratus ekor unta lalu menyuruh saya. Kemudian saya mengurus kurban-kurban tersebut. Lalu beliau menyuruh saya membagi-bagikan dagingnya, pelananya, dan kulitnya. Juga agar saya tidak memberikan sedikitpun sebagai upah penyembelihannya.&#8221;[HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cara Nabi menyembelih hewan kurban:</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi SAW biasanya berkurban dua ekor kambing kibas bertanduk. Beliau menyebut nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan kaki beliau di atas dahi binatang itu. Dalam suatu lafadz: Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri. Dalam suatu lafadz: Dua ekor kambing gemuk. &#8211; Dalam suatu lafadz riwayat Muslim: Beliau membaca bismillahi wallaahu akbar.” [Bulughul Marom]</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut riwayatnya dari hadits &#8216;Aisyah ra bahwa beliau pernah menyuruh dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka dibawakanlah hewai itu kepada beliau. Beliau bersabda kepada &#8216;Aisyah: &#8220;Wahai &#8216;Aisyah, ambillah pisau.&#8221; Kemudian bersabda lagi: &#8220;Asahlah dengan batu.&#8221; &#8216;Aisyah melaksanakannya. Setelah itu beliau mengambil pisau dan kambing, lalu membaringkannya, dan menyembelihnya seraya berdoa: &#8220;Dengan nama Allah. Ya Allah, terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarganya, dan umatnya.&#8221; Kemudian beliau berkurban dengannya. [Bulughul Marom]</p>
<p style="text-align:justify;">Boleh menyembelih dengan apa saja yang dapat menumpahkan darah, kecuali gigi, kuku dan tulang</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Rafi` bin Khadij ra., ia berkata: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saya berkata kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, kami akan bertemu musuh besok sedangkan kami tidak mempunyai pisau. Rasulullah saw. bersabda: Segerakanlah atau sembelihlah dengan apa saja yang dapat menumpahkan darah dan sebutlah nama Allah, maka engkau boleh memakannya selama alat itu bukan gigi dan kuku. Akan kuberitahukan kepadamu: Adapun gigi maka itu adalah termasuk tulang sedangkan kuku adalah pisau orang Habasyah. Kemudian kami mendapatkan rampasan perang berupa unta dan kambing. Lalu ada seekor unta melarikan diri. Seseorang melepaskan panah ke arah unta itu sehingga unta itupun tertahan. Rasulullah saw. bersabda: Memang unta itu ada juga yang liar seperti binatang-binatang lain karena itu apabila kalian mengalami keadaan demikian, maka kalian dapat bertindak seperti tadi. (Shahih Muslim No.3638)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menyembelih unta dalam keadaan berdiri dan terikat</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“..Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syi&#8217;ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat)&#8230;” [Al Hajj 36]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahwa ia menghampiri seorang lelaki yang sedang menyembelih untanya dalam keadaan menderum lalu ia (Ibnu Umar) berkata: Bangunkanlah agar dalam keadaan berdiri dan terikat karena demikianlah sunah Nabi kamu sekalian. (Shahih Muslim No.2330)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tempat Kurban:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dahulu Rasulullah SAW biasa menyembelih kambing dan onta (qurban) di lapangan tempat shalat.” (HR. Bukhari 5552).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tata Cara Penyembelihan</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Sebaiknya pemilik qurban menyembelih hewan qurbannya sendiri.</strong></li>
<li><strong>Apabila pemilik qurban tidak bisa menyembelih sendiri maka sebaiknya dia ikut datang menyaksikan penyembelihannya.</strong></li>
<li><strong>Hendaknya memakai alat yang tajam untuk menyembelih.</strong></li>
<li><strong>Hewan yang disembelih dibaringkan di atas lambung kirinya dan dihadapkan ke kiblat. Kemudian pisau ditekan kuat-kuat supaya cepat putus.</strong></li>
<li><strong>Ketika akan menyembelih disyari’akan membaca “Bismillaahi wallaahu akbar” ketika menyembelih. Untuk bacaan bismillah hukumnya wajib menurut Imam Abu Hanifah, Malik dan Ahmad, sedangkan menurut Imam Syafi’i hukumnya sunnah. Adapun bacaan takbir – Allahu akbar – para ulama sepakat kalau hukum membaca takbir ketika menyembelih ini adalah sunnah dan bukan wajib. Kemudian diikuti bacaan: </strong>
<ul>
<li><strong>hadza minka wa laka.” (HR. Abu Dawud 2795) Atau</strong></li>
<li><strong>hadza minka wa laka ‘anni atau ‘an fulan (disebutkan nama shahibul qurban).” atau</strong></li>
<li><strong>Berdoa agar Allah menerima qurbannya dengan doa, “Allahumma taqabbal minni atau min fulan (disebutkan nama shahibul qurban)” </strong></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadits Web 3.0 yang bisa didownload di </strong><a href="http://www.media-islam.or.id/"><strong>www.media-islam.or.id</strong></a><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-qurban.html"><strong>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-qurban.html</strong></a><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=573"><strong>http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=573</strong></a><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/766/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=766&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/16/tatacara-kurbanqurban-idul-adha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/kambing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kambing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tauhid – 20 Sifat-sifat Allah yang Penting dan Wajib Kita Ketahui</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/09/tauhid-%e2%80%93-20-sifat-sifat-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/09/tauhid-%e2%80%93-20-sifat-sifat-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 01:09:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman Kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat 20]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu Tauhid (Aqidah/Iman) adalah hal yang paling penting yang harus dipelajari setiap Muslim. Bahkan harus dipelajari lebih dulu sebelum kita mempelajari/melakukan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa tergerak untuk melakukan ibadah jika dalam hati kita tidak ada iman? Bagaimana kita bisa ikhlas dan khusyuk beribadah jika kita tidak tahu/tidak yakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=761&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ilmu Tauhid (Aqidah/Iman) adalah hal yang paling penting yang harus dipelajari setiap Muslim. Bahkan harus dipelajari lebih dulu sebelum kita mempelajari/melakukan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa tergerak untuk melakukan ibadah jika dalam hati kita tidak ada iman? Bagaimana kita bisa ikhlas dan khusyuk beribadah jika kita tidak tahu/tidak yakin akan Allah dan sifat-sifatNya?</p>
<p style="text-align:justify;">Banyaknya ummat Islam di Indonesia yang menjadi murtad itu karena mereka nyaris tidak mempelajari dan meyakini ilmu Tauhid sehingga akhirnya tidak tahu Sifat-sifat Tuhan yang asli/sejati. Akhirnya mereka menyembah Tuhan yang sifatnya berlawanan dari sifat Allah seperti menyembah 3 Tuhan dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-761"></span>Pada Ilmu Tauhid ini diasumsikan orang belum memiliki iman yang kuat kepada Allah, apalagi Al Qur’an. Oleh karena itu dalilnya pun yang pertama dipakai adalah dalil Akal/Logika (Aqli). Setelah beriman, baru dalil Naqli (Al Qur’an) dikemukakan. Pada ilmu tentang Iman, maka Akal harus digunakan. Ada pun jika sudah beriman dan mengenai fiqih misalnya kenapa kalau kentut bukan (maaf) pantat yang dibasuh, tapi harus mencuci anggota badan lainnya, maka dalil Naqli (Al Qur’an dan Hadits) yang harus dipakai. Pada Tauhid, Aqli harus dipakai. Pada Fiqih, Naqli yang dipakai.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah Allah dalam Al Qur’an juga kerap menggunakan dalil Akal/Logika kepada kaum yang kafir atau imannya masih lemah. Hanya orang yang berakal saja yang dapat pelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230;Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali ‘Imran 7]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah juga kerap memakai ilmu pengetahuan seperti penciptaan langit dan bumi sebagai tanda bagi orang yang berakal:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” [Ali ‘Imran 190]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” [Al Jaatsiyah 5]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lihat ayat Al Waaqi’ah ayat 58 hingga 72. Allah menggunakan logika kepada manusia (termasuk kita yang membaca surat tersebut) agar menggunakan akal kita:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah 58-59]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah 72]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah menggunakan logika dan perumpamaan-perumpamaan (Tamtsil/Ibarat) agar orang yang berakal/berilmu meski dia belum beriman jadi berfikir dan beriman kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” [Al ‘Ankabuut 43]</p>
<p style="text-align:justify;">Baca juga ayat Al Hasyr 21, Al Kahfi 45, Al Kahfi 54, Ar Ruum 58, Az Zumar 27, dsb. Ada 58 ayat lebih tentang perumpamaan yang dikenal sebagai logika analogi.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh perumpamaan itu adalah ayat Al A’raaf 176, Al &#8216;Ankabuut 41, Al Baqarah 17, Al Baqarah 171, Al Baqarah 261, Al Baqarah 264, dan sebagainya.<br />
Keliru sekali jika ada orang yang menolak sama sekali penggunaan dalil Akal atau Logika apalagi jika itu ditujukan pada orang yang belum atau masih tipis imannya. Karena itu, banyak orang-orang yang dulunya kafir, akhirnya masuk Islam. Bayangkan, bagaimana mungkin orang mau mempercayai Al Qur’an (firman Allah) jika kepada Allah saja dia belum beriman? Karena itulah pendekatan akal digunakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai firman Allah seperti Afalaa Ta’qiluun, La’allakum Tatafakkaruun, Ulil Albaab merupakan perintah Allah pada manusia untuk menggunakan akal atau fikiran termasuk dalam beragama.</p>
<p style="text-align:justify;">Sifat Allah itu banyak/tidak terhitung. Namun seandainya ditulis 1 juta, 1 milyar, atau 1 trilyun, tentu kita tidak akan sanggup mempelajarinya bukan? Seorang ulama menulis 20 sifat yang wajib (artinya harus ada) pada Tuhan/Allah. Jika tidak memiliki sifat itu, berarti dia bukan Tuhan atau Allah. Minimal kita bisa memahami dan meyakini 13 dari sifat tersebut agar tidak tersesat. Setelah itu kita bisa mempelajari sifat Allah lainnya dalam Ama’ul Husna (99 Nama Allah yang Baik)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sifat-sifat itu adalah:<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Wujud (ada)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Wujud (ada). Tidak mungkin/mustahil Allah itu ‘Adam (tidak ada).<br />
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih komplek.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakkan benda tersebut di bawah mikroskop yang amat kuat).</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada?</p>
<p style="text-align:justify;">Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!</p>
<p style="text-align:justify;">Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Allah lah Yang meninggi-kan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia berse-mayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Artikel lengkap tentang Bukti Tuhan itu Ada dapat anda lihat di www.media-islam.or.id</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: Kunci Iman menyembah Allah. Kalau orang tidak mempercayai Allah itu ada, maka dia adalah Atheist. Tidak mungkin bisa ikhlas dan khusyu’ menyembah Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Qidam (Terdahulu)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Qidam (Terdahulu). Mustahil Allah itu Huduts (Baru).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dialah Yang Awal &#8230;” [Al Hadiid:3]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Allah yang menciptakan langit, bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan juga manusia.<br />
“Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu..?” [Al Mu'min:62]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, Allah adalah awal. Dia sudah ada jauh sebelum langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Tuhan itu baru ada atau lahir setelah makhluk lainnya ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, tidak mungkin lukisan Monalisa ada lebih dulu sebelum pelukis yang melukisnya, yaitu Leonardo Da Vinci. Demikian juga Tuhan. Tidak mungkin makhluk ciptaannya muncul lebih dulu, kemudian baru muncul Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Baqo’ (Kekal)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Baqo’ (Kekal). Tidak mungkin Allah itu Fana’ (Binasa).<br />
Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi mengurus makhluk ciptaannya. Jika Tuhan itu Fana’ atau mati, bagaimana nasib ciptaannya seperti manusia?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati&#8230;” [Al Furqon 58]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” [Ar Rahman:26-27]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu jika ada “Tuhan” yang wafat atau mati, maka itu bukan Tuhan. Tapi manusia biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: Jika kita mencintai Allah yang Maha Kekal dan selalu ada dan menjadikanNya teman serta pelindung, niscaya kita akan tetap sabar meski kehilangan segala yang kita cintai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Mukhollafatuhu lil hawaadits (Tidak Serupa dengan MakhlukNya)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu berbeda dengan makhlukNya (Mukhollafatuhu lil hawaadits). Mustahil Allah itu sama dengan makhlukNya (Mumaatsalaatuhu lil Hawaadits). Kalau sama dengan makhluknya misalnya sama lemahnya dengan manusia, niscaya “Tuhan” itu bisa mati dikeroyok atau disalib oleh manusia. Mustahil jika “Tuhan” itu dilahirkan, menyusui, buang air, tidur, dan sebagainya. Itu adalah manusia. Bukan Tuhan!</p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Maha Besar. Maha Kuasa. Maha Perkasa. Maha Hebat. Dan segala Maha-maha yang bagus lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230;Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia&#8230;” [Asy Syu’aro:11]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya sifat “Hidup” Allah beda dengan sifat “Hidup” makhluknya. Allah itu dari dulu, sekarang, kiamat, dan hingga hari akhirat nanti tetap hidup. Sebaliknya makhluknya seperti manusia dulu mati (tidak ada). Setelah itu baru dilahirkan dan hidup. Namun itu pun hanya sebentar. Paling lama 1000 tahun. Setelah itu mati lagi dan dikubur. Jadi meski sekilas sama, namun sifat “Hidup” Allah beda dengan makhlukNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga dengan sifat lain seperti “Kuat.” Allah selalu kuat dan kekuatannya bisa menghancurkan alam semesta. Sementara manusia itu dulu ketika bayi lemah dan ketika mati juga tidak berdaya. Saat hidup pun jika kena tsunami atau gempa apalagi kiamat, dia akan mati.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah itu Iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhluknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“.. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Al ‘Ankabuut:6]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan katakanlah: &#8220;Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa’ 111]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di dunia ini, semua orang saling membutuhkan. Bahkan seorang raja pun butuh penjahit pakaian agar dia tidak telanjang. Dia butuh pembuat bangunan agar istananya bisa berdiri. Dia butuh tukang masak agar bisa makan. Dia butuh pengawal agar tidak mati dibunuh orang. Dia butuh dokter jika dia sakit. Saat bayi, dia butuh susu ibunya, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya Allah berdiri sendiri. Dia tidak butuh makhluknya. Seandainya seluruh makhluk memujiNya, niscaya tidak bertambah sedikitpun kemuliaanNya. Sebaliknya jika seluruh makhluk menghinaNya, tidaklah berkurang sedikitpun kemuliaanNya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” [ Faathir 15]<br />
Hikmah: Tidak sombong dan memohon hanya kepada Allah. Karena Manusia ketika lahir butuh bantuan. Demikian pula ketika mati meski dia kaya dan berkuasa</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Wahdaaniyah (Esa)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Wahdaaniyah (Esa/Satu). Mustahil Allah itu banyak (Ta’addud) seperti 2, 3, 4, dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Maha Kuasa. Jika ada sekutuNya, maka Dia bukan yang Maha Kuasa lagi. Jika satu Tuhan Maha Pencipta, maka Tuhan yang lain kekuasaannya terbatas karena bukan Maha Pencipta.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan yang lain beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu” [Al Mu’minuun:91]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Katakanlah: &#8220;Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.<br />
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.<br />
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.&#8221; [Al Ikhlas:1-4]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, ummat Islam harus menyembah Tuhan Yang Maha Esa/Satu, yaitu Allah. Tidak pantas bagi ummat Islam untuk menyembah Tuhan selain Allah seperti Tuhan Bapa, Tuhan Anak, Roh Kudus. Tidak pantas juga bagi ummat Islam untuk menyembah 3 Tuhan di mana satu adalah yang Menciptakan, satu lagi yang merusak, dan terakhir yang memelihara.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: Tidak mempersekutukan Allah</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. Qudrat (Kuasa)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sifat Tuhan yang lain adalah Qudrat atau Maha Kuasa. Tidak mungkin Tuhan itu ‘Ajaz atau lemah. Jika lemah sehingga misalnya bisa ditangkap, disiksa, dan disalib, maka itu bukan Tuhan yang sesungguhnya. Hanya manusia biasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”&#8230; Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” [Al Baqarah:20]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>”Jika Dia kehendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian tidak sulit bagi Allah.” [Fathiir:16-17]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: menyadari kekuasaan Allah dan tawakal kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. Iroodah (Berkehendak)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sifat Allah adalah Iroodah (Maha Berkehendak). Allah melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Mustahil Allah itu Karoohah (Melakukan sesuatu dengan terpaksa).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” [Huud:107]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka  Dia hanya mengatakan kepadanya: &#8220;Jadilah!&#8221; Lalu jadilah ia.” [Al Baqarah:117]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">“…Katakanlah : &#8220;Maka siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Fath:11]</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: tawakal kepada Allah dan selalu berdoa kepada Allah</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9. Ilmu (Mengetahui)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu berilmu (Maha Mengetahui). Mustahil Allah itu Jahal (Bodoh). Allah Maha Mengetahui karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu.<br />
Sedangkan manusia tahu bukan karena menciptakan, tapi sekedar melihat, mendengar, dan mengamati. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga manusia tetap saja tidak mampu menciptakan meski hanya seekor lalat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)&#8221; [Al An’aam:59]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu.&#8221; [Al Kahfi:109]<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’:176]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10. Hayaat (Hidup)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah itu Hayaat (Maha Hidup). Tidak mungkin Tuhan itu Maut (Mati). Jika Tuhan mati, maka bubarlah dunia ini. Tidak patut lagi dia disembah. Maha Suci Allah dari kematian/wafat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup kekal Yang tidak mati&#8230;” [Al Furqaan:58]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>11. Sama’ (Mendengar)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah bersifat Sama’ (Maha Mendengar). Mustahil Tuhan bersifat Shomam (Tuli).</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Maha Mendengar. Mustahil Allah tuli.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230; Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:256]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>12. Bashor (Melihat)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah bersifat Melihat. Mustahil Allah itu ‘Amaa (Buta).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Hujuraat:18]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah: takut berbuat dosa karena Allah selalu melihat kita</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>13. Kalam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah bersifat Kalam (Berkata-kata). Mustahil Allah itu Bakam (Bisu)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230;Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” [An Nisaa’ 164]<br />
Jika kita meyakini ini, tentu kita tidak akan menyembah berhala yang tidak bisa bicara sebagai Tuhan [Al Anbiyaa’ 63-65]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah sifat-sifat Allah yang penting yang wajib kita ketahui agar kita tahu mana Tuhan yang asli dan mana yang bukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika sifat-sifat Tuhan itu kita pahami dan yakini, niscaya kita tidak akan menyembah 3 Tuhan atau Tuhan yang Mati atau Tuhan yang Lemah, dan sebagainya. Kita hanya mau menyembah Allah yang memiliki sifat-sifat di atas dengan sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pun sifat-sifat ke 14-20 sesungguhnya merupakan bentuk Subyektif/Pelaku dari Sifat nomor 7-13 yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>14. Qoodirun: Yang Memiliki sifat Qudrat<br />
15. Muriidun: Yang Memiliki Sifat Iroodah<br />
16. ‘Aalimun: Yang Mempunyai Ilmu<br />
17. Hayyun: yang Hidup<br />
18.  Samii’un: Yang Mendengar<br />
19. Bashiirun: Yang Melihat<br />
20. Mutakallimun: Yang Berkata-kata</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Insya Allah semua sifat-sifat Allah itu berdasarkan dalil Al Qur’an yang kuat jadi harus kita yakini kebenarannya. Ilmu Tauhid ini begitu penting. Sebab itu cetaklah dan sebarkanlah pada keluarga dan teman-teman anda untuk memperkuat aqidah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai manusia tentu tulisan ini tak lepas dari lupa dan salah. Insya Allah perbaikan dan penyempurnaan bisa anda dapatkan di www.media-islam.or.id</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<ul>
<li> Pelajaran Tauhid, Yayasan Pendidikan Agama dan Bahasa Arab An Nur, Kp. Jatijajar II Rt 05/08 No. 1 Cimanggis Depok, Telpon: 021-8747519</li>
<li> Ceramah Ustad Mohammad Hidayat MBA, di Masjid At Taubah Kebon Nanas Selatan, Otista, Jakarta Timur.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=761&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/09/tauhid-%e2%80%93-20-sifat-sifat-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai Alam. Jangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/04/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/04/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 01:30:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amal Jariyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Langit dan Bumi beserta seluruh isinya sebagai hadiah/rahmat bagi ummat manusia.
“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”  [Al Jaatsiyah 13]
Allah memberikan kita air untuk minum dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=752&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-756" title="gunung" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/gunung.jpg?w=469&#038;h=259" alt="gunung" width="469" height="259" />Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Langit dan Bumi beserta seluruh isinya sebagai hadiah/rahmat bagi ummat manusia.</p>
<p><strong>“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”  [Al Jaatsiyah 13]</strong></p>
<p>Allah memberikan kita air untuk minum dan juga bermacam-macam buah-buahan untuk dimakan.</p>
<p><strong><span id="more-752"></span>“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” [Ibrahim 32]</strong></p>
<p><strong>“Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” [Qaaf 9-11]</strong></p>
<p><strong>“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [Al An'aam 141] </strong></p>
<p>Berbagai tanaman bukan hanya memberi kita makanan, tapi juga udara yang segar dan bermacam-macam obat-obatan.</p>
<p>Allah juga memberi kita binatang ternak yang bisa kita makan dan kendarai.</p>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-757" title="ternak" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/ternak.jpg?w=470&#038;h=289" alt="ternak" width="470" height="289" /></p>
<p><strong>“Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”  [Al An'aam 142] </strong></p>
<p>Allah memberi kita laut dan sungai yang mengandung berbagai binatang air/ikan untuk kita makan.</p>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-758" title="IKAN" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/ikan.jpg?w=470&#038;h=305" alt="IKAN" width="470" height="305" /></p>
<p><strong>“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” [An Nahl 14]</strong></p>
<p>Allah telah memberi kita alam berupa air, udara, laut, sungai, tanah dan sebagainya yang bisa kita makan.</p>
<p><strong>“Katakanlah: &#8220;Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?&#8221; Katakanlah: &#8220;Allah&#8221;, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.” [Saba' 24]</strong></p>
<p>Allah memerintahkan kita juga untuk makan rezeki yang halal dan baik serta bersyukur kepada Allah dan menyembahnya.</p>
<p><strong>“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” [An Nahl 114]</strong></p>
<p>Jika alam ini baik, niscaya kita bisa mendapat makanan dan minuman yang baik dan sehat untuk kita. Tapi jika alam ini kotor atau rusak, niscaya kita sulit untuk mendapatkan makanan dan minuman tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi.</p>
<p><strong>“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” [Al A'raaf 56]</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-759" title="UDANG" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/udang.jpg?w=278&#038;h=320" alt="UDANG" width="278" height="320" />Sungai-sungai yang bersih seperti di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua memberikan banyak makanan kepada penduduknya berupa ikan, udang segar, atau bintang airnya untuk di makan. Berbagai ikan seperti ikan Arowana, ikan Mas, Mujair, Sepat, Gabus, Udang Besar, bahkan mamalia air seperti Pesut Mahakam ada di sungai yang bersih airnya.</p>
<p>Sebetulnya tidak perlu ada rakyat miskin yang kelaparan jika sungainya bersih karena mereka bisa memakan binatang atau pun tanaman yang hidup di sungai tersebut.</p>
<p>Namun manusia merusaknya dengan membuang berbagai kotoran/limbah dari rumah dan pabrik-pabrik sehingga sungainya kotor dan bau seperti Kali Ancol, Kali Sunter, Kali Ciliwung,dan sebagainya. Di kali Ancol, orang yang mencoba berenang di situ bisa gatal-gatal kulitnya dan mati karena bau dan kotornya. Tidak ada ikan atau udang yang bisa hidup di sana kecuali paling ikan Sapu-sapu yang banyak orang tidak mau memakannya karena jijik.</p>
<p>Nabi melarang kita membunuh manusia yang tidak bersalah atau pun menebang pohon semena-mena.</p>
<p><strong>Hadis riwayat Abu Syuraih Al-Adawi ra.: </strong></p>
<p><strong>Dalam satu hadits yang panjang Nabi bersabda: Sesungguhnya kota Mekah diharamkan oleh Allah dan bukan manusia yang mengharamkannya. Maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat menumpahkan darah dan menebang pohon di sana. ..Hendaklah orang yang hadir menyaksikan menyampaikan kepada orang yang tidak hadir!. (Shahih Muslim No.2413)</strong></p>
<p>Pohon mampu menurunkan suhu yang panas dari sinar matahari hingga 10<sup>0</sup> celsius dengan cara menghalangi sinar matahari hingga tidak menimpa langsung ke tubuh kita. Sayang manusia dengan berbagai alasan seperti takut kotor atau tidak mau keindahan gedungnya terhalang pohon, akhirnya menebang pohon. Akibatnya pemanasan global (Global Warming) pun makin menjadi-jadi. Bahkan di puncak pun seperti Taman Bunga yang hanya menanam bunga kecil-kecil dengan sedikit pohon yang rindang atau Kebun Teh, udara jadi serasa panas karena tidak ada pohon yang teduh menaungi badan kita.</p>
<p>Pohon juga memberikan oksigen/udara bersih untuk kita bernapas. Dengan banyaknya penebangan pohon di Jakarta karena pembangunan Mal dan Gedung Perkantoran atau pelebaran jalan, maka oksigen yang dikeluarkan pohon berkurang. Sementara asap kendaraan atau pun pabrik di Jabodetabek terus bertambah sehingga saat ini Jakarta merupakan kota dengan udara terkotor ketiga di dunia! Banyak orang termasuk anak-anak menderita batuk atau penyakit pernafasan lain secara kronis atau berulang-kali. Jakarta dalam jangka waktu dekat bisa jadi kota mati!</p>
<p>Berkali-kali Allah melarang kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi dan memberi azab berupa bencana alam sebagai siksanya. Contohnya penduduk Madyan diberi azab gempa karena membangkang:</p>
<p><strong>“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu&#8217;aib, maka ia berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.&#8221; </strong></p>
<p><strong>Maka mereka mendustakan Syu&#8217;aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.” [ Al 'Ankabuut 36-37]</strong></p>
<p>Meski Allah melarang ummat Islam untuk membuka aurat di depan umum, sayangnya banyak Muslimah yang membuka auratnya. Alasannya demi “Tuntutan Skenario” atau agar bisa mengikuti kontes “Puteri Indonesia” atau “Ratu Dunia.” Di kontes “Puteri Indonesia”, banyak muslimah yang dipaksa untuk melepas jilbabnya. Bahkan jika mereka lolos dan mengikuti kontes “Ratu Dunia”, mereka diharuskan berpakaian renang di depan umum!</p>
<p>Di antaranya adalah 2 finalisnya dari Minangkabau dan Aceh Nangroe Darussalam pada kontes Puteri Indonesia Oktober 2009. Padahal 2 daerah tersebut baru saja dilanda bencana besar berupa Tsunami Aceh tahun 2004 yang menewaskan 200 ribu orang dan Gempa Padang 30 September 2009 yang menewaskan 1.100 orang lebih! Allah memerintahkan para Muslimah untuk menutup aurat dan memakai jilbab di tempat umum. Namun mereka membukanya. Adakah mereka tidak takut akan siksa Allah yang sangat pedih? Mereka lebih memilih mematuhi perintah manusia ketimbang perintah Allah.</p>
<p>Di Indonesia ada pertemuan 4 lempeng tektonik raksasa yaitu: Eurasia, Indo-Australia, Filipina, dan Karolina. Gunung-gunung berapi pun menyebar di sepanjang pertemuan lempeng itu seperti gunung Kerinci, Gunung Krakatau, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Merapi, Gunung Agung, Gunung Tambora, dan sebagainya. Setiap 2 menit, lempeng tersebut bertumbukan. Namun Allah-lah yang menahan sehingga gempa besar tidak terjadi setiap 2 menit. Allah bisa saja membiarkan tumbukan tersebut menjadi besar dan berakibat fatal bagi manusia sehingga terjadi gempa besar yang mematikan seperti Gempa Yogya yang menewaskan 5000 orang atau pun gempa Padang.</p>
<p>Saya ingat betul sebelum gempa Yogya terjadi bagaimana Sri Sultan bersama istrinya diberitakan media massa menentang mati-matian RUU Anti Pornografi. Timbul kesan di hati saya Sri Sultan dan Istrinya tidak ingin kemaksiatan seperti Pornografi atau perzinahan dilarang oleh pemerintah. Bagaimana Allah tidak marah jika ada orang yang ingin kemaksiatan berjalan dengan bebas?</p>
<p>Malaysia berani mengusir Inul karena menganggap goyang “ngebor”nya Inul terlalu jorok dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Namun seorang Menteri yang berafiliasi dengan satu partai yang “berbau” Islam justru marah-marah karenanya. Di Indonesia berbagai goyang dangdut yang mesum dan jorok merajalela di TV, acara perkawinan, hingga kampanye pemilu partai politik. Bagaimanakah kita bisa mengharap Allah tidak menurunkan azabnya jika kemaksiatan terus berlangsung?</p>
<p>Allah melarang kita merusak tanaman dan juga binatang.</p>
<p><strong>“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. [Al Baqarah 205]</strong></p>
<p>Berapa banyak tanaman yang punah karena di tebang manusia? Padahal tanaman tersebut selain memberikan oksigen dan naungan bagi manusia juga memberikan makanan dan obat?</p>
<p>Berapa banyak binatang yang punah karena dibunuh manusia? Baik sengaja atau pun tidak sengaja seperti berbagai ikan segar yang kini sudah tidak ada lagi di banyak sungai di Jawa karena dikotori oleh manusia.</p>
<p>Begitu banyak Allah memberi kita nikmat berupa alam, flora, dan fauna sehingga Allah melarang kita merusaknya [Al A'raaf 74 dan Al Baqarah 60]</p>
<p>Allah juga memerintahkan kita untuk menyempurnakan takaran dan timbangan dan melarang kita mengurangi takaran dan timbangan:</p>
<p><strong>“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu&#8217;aib. Ia berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.&#8221; [Al A'raaf 85]</strong></p>
<p>Di Arab Saudi, takaran dan timbangan nyaris tidak berubah. Ketika tahun 1983 saya ke sana, harga satu minuman kaleng hanya 1 real. Ternyata sekarang pun harganya tetap sama. Bukan hanya minuman kaleng yang harganya tetap, tapi sajadah, kurma, bensin, dan sebagainya harganya tetap sama di dalam real. Akibatnya rakyatnya makmur dan bisa membangun rumah dan mobil yang kuat, aman, dan nyaman. Meski gaji tidak naik, namun mereka tetap bisa membeli barang dalam takaran dan timbangan yang sama.</p>
<p>Sebaliknya di Indonesia orang gemar mengurangi takaran dan timbangan. Istilah umum yang kita kenal adalah kenaikan barang/gaji. Pemerintah berulang-kali menaikan harga barang seperti BBM (tahun 2004 hanya Rp 1.800/ltr tahun 2009 jadi Rp 4.500/ltr), listrik, LPG, tarif Tol, dan sebagainya. Bahkan khusus tarif Tol, dibuat UU yang menentukan tarif Tol naik setiap 2 tahun sekali meski harusnya mereka sudah mencapai titik impas (BEP) sehingga harusnya justru turun karena tidak perlu mengeluarkan biaya besar seperti pembelian tanah/pembangunan jalan. Dengan kenaikan harga barang, dengan uang yang sama takaran/timbangan yang kita terima berkurang/dikurangi!</p>
<p>Meski pemerintah rajin menaikkan gaji pejabat, PNS, Tentara, dan Polri, sayangnya jumlahnya tidak sampai 5% dari jumlah penduduk Indonesia. 80% penduduk Indonesia justru gajinya tidak mengalami kenaikan bahkan banyak yang PHK karena perusahaan tidak mampu lagi membiayai biaya operasional yang makin membengkak. Akibatnya mayoritas rakyat Indonesia bertambah miskin setiap kali terjadi kenaikan harga barang atau pun gaji para pejabat dan PNS karena harga barang juga pasti ikut naik.</p>
<p>Nilai rupiah terus menyusut/berkurang. Jika tahun 1975 1 US$ = Rp 415 dan 1 Yen = Rp 1,5, sekarang 1 US$=Rp 9.500 dan 1 Yen = Rp 114. Artinya nilai rupiah terus menurun dan tidak ada harganya. Rakyat Indonesia bertambah miskin karena kenaikan penghasilan tidak setara dengan penurunan nilai rupiah.</p>
<p>Akibatnya mayoritas rakyat tidak mampu membangun rumah di tempat yang aman dan tahan gempa atau bencana lainnya. Kefakiran (kemiskinan) dekat dengan kekufuran, begitu kata Nabi. Kemiskinan yang merajalela akhirnya membuat angka kejahatan (penculikan, perampokan, korupsi, pembunuhan) naik. Gangguan Jiwa dan angka bunuh diri juga meningkat akibat kesulitan ekonomi. Setiap ada pembagian zakat yang dulu biasanya aman, kini sering ricuh dan menimbulkan korban jiwa akibat banyaknya fakir miskin yang berebut. Angka perceraian karena masalah ekonomi juga meningkat. 11,5 juta penduduk Indonesia menderita kelaparan (kurang gizi/busung lapar). Di Yahukimo Papua, 92 orang tewas pada periode Januari-September 2009! Itu semua adalah kerusakan masyarakat yang terjadi akibat ketamakan pihak pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa.</p>
<p><strong>“Dan bila dikatakan kepada mereka:&#8221;Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.&#8221; </strong></p>
<p><strong>Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [Al Baqarah 11-12]</strong></p>
<p>Mudah-mudahan dengan tulisan ini kita semua sadar dan berhenti berbuat kerusakan yang tidak kita sadari.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=752&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/11/04/mencintai-alam-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/gunung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/ternak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ternak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/ikan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IKAN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/11/udang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">UDANG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masjid Sederhana Tapi Bermanfaat. Bukan Mewah tapi Sepi</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/26/masjid-sederhana-tapi-bermanfaat-bukan-mewah-tapi-sepi/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/26/masjid-sederhana-tapi-bermanfaat-bukan-mewah-tapi-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 01:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ahli suffah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[masjid mewah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[Masjid adalah pusat ibadah ummat Islam. Di sanalah ummat Islam shalat berjama’ah dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.
Membangun masjid imbalannya sangat besar, yaitu: surga:
Usman bin Affan ra.: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (Shahih Muslim No.828)
Barangsiapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=743&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-746" title="masjid" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/masjid.jpg?w=146&#038;h=108" alt="masjid" width="146" height="108" />Masjid adalah pusat ibadah ummat Islam. Di sanalah ummat Islam shalat berjama’ah dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Membangun masjid imbalannya sangat besar, yaitu: surga:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Usman bin Affan ra.: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (Shahih Muslim No.828)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-743"></span>Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid (mushola) walaupun sebesar kandang unggas maka Allah akan membangun baginya rumah di surga. (HR. Asysyihaab dan Al Bazzar)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Meski demikian, tidak jarang saat ini banyak pengurus masjid yang membangun masjid secara berlebihan dengan bermegah-megahan. Ada yang sampai membuat masjid dengan kubah emas. Padahal ummat Islam masih banyak yang miskin dan terbelakang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironisnya lagi, masjid yang dibangun secara mewah tersebut lebih sering terkunci karena takut ada yang mencuri. Akibatnya orang justru sulit untuk beribadah. Mesjidnya mewah, tapi sepi dari orang yang beribadah. Apalagi ketika shalat subuh, kurang dari 5 shaf. Masjid akhirnya justru jadi tempat tujuan wisata. Bukan tempat orang untuk beribadah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Anas mengatakan, &#8220;Banyak orang yang akan bermegah-megahan dalam mendirikan masjid, tetapi mereka tidak memakmurkannya melainkan sedikit&#8221;[HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang beranggapan bahwa menghiasi masjid sehingga indahnya melebihi gereja atau sinagog itu adalah syiar Islam/dakwah, padahal Nabi mengecam hal itu sebagai mengikuti kaum Yahudi dan Kristen:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ibnu Abbas berkata, &#8220;Sesungguhnya, kalian akan bersungguh-sungguh menghiasi masjid-masjid kalian seperti orang-orang Yahudi dan Kristen menghiasi gereja dan rumah ibadah mereka.&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Aku tidak menyuruh kamu membangun masjid untuk kemewahan (keindahan) sebagaimana yang dilakukan kaum Yahudi dan Nasrani. (HR. Ibnu Hibban dan Abu Dawud)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang berpendapat bahwa Allah itu suka keindahan, oleh karena itu membangun masjid harus indah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi maksud hadits di atas adalah indah dalam arti rapi dan tidak berlebihan. Jika untuk jadi indah itu harus boros, megah, dan mewah, justru itu dibenci Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang boros atau menghambur-hamburkan uang secara berlebihan untuk sesuatu termasuk membangun masjid menurut Allah adalah saudara setan:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan <strong>janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan</strong> dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu penghematan penting dilakukan. Penggunaan pintu, jendela, atau pun bahan yang tembus sinar matahari (meski warna susu/krim agar tidak panas) bisa dipakai sehingga penggunaan lampu di siang hari yang cerah bisa dihindari. Ventilasi yang baik atau pun penanaman pohon untuk menghalangi sinar matahari bisa menurunkan suhu masjid agar tidak panas.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah membenci orang yang suka kemewahan dengan hukuman neraka:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“&#8230;Orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa&#8230;” [Huud 116]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu supaya mentaati Allah tetapi mereka melakukan kedurhakaan, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” [Al Israa’ 16]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.” [Al Waaqi’ah 45]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kebencian Allah terhadap orang yang hidup mewah tercermin di Saba’ ayat 34, Al Muzzammil 11, dan  Az Zukhruf ayat 23.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah membenci orang yang bermegah-megah sebagaimana disebut dalam Al Hadiid 20 dan At Takaatsur:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur 1]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya membangun masjid mewah/indah itu adalah satu tanda kiamat. Dan kiamat itu akan terjadi saat orang-orang sudah tidak beriman lagi kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya meski gereja-gereja Romawi, Mesir, dan Syams sangat bagus, namun Nabi tidak mau menandingi keindahannya. Padahal dalam segi kekuatan, kerajaan Romawi dan Persia di bawah ummat Islam. Nabi tetap membuat masjid yang sederhana dengan atap dari pelepah pohon kurma:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Said berkata, &#8220;Atap masjid terbuat dari pelepah-pelepah pohon kurma.&#8221;[HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umar juga melarang mewarnai masjid dengan warna merah dan kuning agar orang tidak tergoda akan keindahan masjid sehingga jadi tidak khusyuk beribadah untuk Allah SWT:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Umar menyuruh membangun masjid dan berkata, &#8220;Lindungilah manusia (yang berjamaah di dalamnya) dari hujan. Jangan sekali-kali diwarnai merah atau kuning karena hal itu dapat menyebabkan orang-orang tergoda (tidak khusuk).&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Abdullah bin Umar berkata bahwa masjid pada zaman Rasulullah saw dibangun dengan batu bata, atapnya dengan pelepah korma, dan tiangnya dengan batang pohon korma. Abu Bakar r.a. tidak menambahnya sedikit pun. Umar r.a. menambahnya dan membangun masjid seperti bangunan di masa Rasulullah saw dengan batu bata dan pelepah korma, dan mengganti tiangnya dengan kayu. Selanjutnya, Utsman r.a. mengubahnya dan melakukan penambahan yang banyak. Ia membangun dindingnya dengan batu yang diukir dan dibuat pola tertentu. Ia menjadikan tiang nya dari batu yang diukir dan atapnya dari kayu jati. [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Niat kita beribadah di masjid adalah untuk menyembah Allah. Bukan untuk mengagumi keindahan masjid.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya meski masjid di zaman Nabi sangat sederhana, namun manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Para pendatang bisa tidur dan bertempat tinggal di teras masjid yang biasa disebut Shuffah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Anas berkata, &#8220;Beberapa orang dari suku Ukal datang kepada Nabi Muhammad saw., kemudian mereka bertempat di teras masjid.&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang miskin yang tidak punya tempat tinggal juga berdiam di teras masjid/shuffah. Jumlahnya pada zaman Nabi sekitar 70 orang. Di antaranya adalah Abu Hurairah, Abu Darda, Abu Dzar, dan sebagainya. Karena tinggal di masjid, setiap ada ceramah dari Nabi, mereka mendengarnya sehingga akhirnya mereka menjadi alim. Mereka jadi tempat bertanya. Banyak hadits diriwayatkan oleh mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abdur Rahman bin Abu Bakar berkata, &#8220;Orang-orang Ahlush Shuffah (orang-orang yang berdiam di teras masjid) itu adalah orang-orang fakir.&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Hurairah berkata, &#8220;Aku melihat ada tujuh puluh orang dari Ahlush Shuffah, tiada seorang pun di antara mereka itu yang mempunyai selendang. Mereka hanya memiliki izar (kain panjang) atau lembaran-lembaran kain yang diikat seputar leher mereka. Di antara lembaran kain itu ada yang hanya sampai pada separo betis dan ada yang sampai pada kedua mata kaki, dan mereka menyatukannya dengan tangan mereka, karena khawatir aurat mereka terlihat&#8221; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Para sahabat Nabi yang kaya seperti Abu Bakar biasa memberikan makanan kepada Ashabus Shuffah [Shahih Muslim No.3833].</p>
<p style="text-align:justify;">Jika masjid sekarang punya shuffah untuk tempat tinggal bagi orang-orang miskin, serta orang-orang kaya mau memberi makan mereka, niscaya para gelandang dan anak-anak jalanan yang saat ini jumlahnya begitu banyak tidak akan berkeliaran di jalan dan kelaparan.</p>
<p style="text-align:justify;">Zaman Nabi, meski masjid sederhana, namun bagi orang-orang miskin manfaatnya begitu besar. Zaman sekarang meski masjid begitu mewah sampai ada yang berlapis emas, nyaris tidak bermanfaat bagi orang miskin. Jangankan untuk tempat tinggal orang miskin. Untuk orang beribadah saja sulit karena sering dikunci.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski demikian, masjid harus senantiasa bersih dan wangi sehingga orang betah tinggal di dalamnya. Tidak kotor, jorok, dan bau. Harus ada Merbot yang senantiasa menjaga kebersihan masjid. Ini tentu perlu manajemen yang baik dan rapi. Nabi pernah “menegur” seorang Arab Badui yang kencing di masjid dengan cara yang amat halus. Nabi tidak memarahinya. Namun langsung menyiram bekas air kencingnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rasulullah Saw menyuruh kita membangun masjid-masjid di daerah-daerah dan agar masjid-masjid itu dipelihara kebersihan dan keharumannya. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Zaman Nabi, masjid bukan hanya sekedar tempat shalat dan berzikir. Namun orang juga bisa menyenandungkan syair selama tidak mengganggu orang shalat (tidak di waktu shalat).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf: &#8220;Umar lewat di masjid dan Hasan sedang bersenandung. Hassan berkata kepada Umar yang memelototinya, &#8216;Aku pernah bersyair di dalamnya, sedangkan di sana ada orang yang lebih baik daripada engkau (Nabi Muhammad SAW).&#8217; Hassan lalu menoleh kepada Abu Hurairah seraya berkata: Aku meminta kepadamu dengan nama Allah, apakah kamu mendengar Rasulullah saw. bersabda, &#8216;Wahai Allah, kuatkanlah ia (Hasan) dengan ruh suci (Jibril).&#8217; Abu Hurairah menjawab, &#8216;Ya.&#8217; [HR Bukhari]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan di HR Bukhari juga disebut Nabi bersama Siti ‘Aisyah pernah melihat orang-orang Habsyi bermain tombak.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, orang yang jadi tawanan atau bermasalah bisa diikat di tiang masjid. Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Abu Hurairah pada Kitab ke 21 &#8216;al-Amal fish Shalah&#8217;, Bab ke-10.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan di zaman Nabi, masjid juga ternyata mempunyai manfaat sosial seperti tempat merawat orang sakit. Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Aisyah yang tertera pada Kitab ke-64 &#8216;al-Maghazi&#8217;, Bab ke-72.&#8221; Bahwa Ummat Islam membuat kemah di masjid untuk orang-orang sakit dan lainnya. Saat sekarang, paling tidak di samping masjid orang membangun Majelis Ta’lim dengan Poliklinik Kesehatan untuk melayani masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Mimbar masjid:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.: </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahwa beberapa orang menemui Sahal bin Saad. Mereka berselisih mengenai jenis kayu mimbar Rasul. Lalu kataku (Sahal): Demi Allah saya benar-benar tahu jenis kayu mimbar itu dan siapa pembuatnya. Aku sempat melihat pertama kali Rasulullah saw. duduk di atas mimbar itu. Abu hazim berkata: Aku katakan kepada Abu Abbas: Ceritakanlah! Ia berkata: Rasulullah saw. pernah mengutus seseorang kepada istri Abu Hazim. Abu Hazim berkata bahwa beliau pada hari itu akan memberi nama anaknya, beliau bersabda: Lihatlah anakmu yang berprofesi tukang kayu. Dia telah membuatkan aku sebuah tempat di mana aku berbicara di hadapan orang. Dia telah membuatnya tiga anak tangga. Kemudian Rasulullah saw. menyuruh meletakkannya di tempat ini. Mimbar tersebut berasal dari kayu hutan. Aku sempat melihat Rasulullah berdiri di mimbar sambil membaca takbir yang diikuti oleh para sahabat. Setelah beberapa lama berada di atas mimbar, beliau turun mengundurkan diri lalu melakukan sujud di dasar mimbar. Kemudian beliau kembali hingga beliau selesai salat. Setelah itu beliau menghadap ke arah para sahabat dan bersabda: Wahai manusia, sesungguhnya tadi aku lakukan hal itu agar kalian mengikuti aku dan kalian dapat belajar tentang salatku. (Shahih Muslim No.847)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman Nabi saja ada orang-orang munafik yang sengaja membangun masjid (Masjid Dliror) untuk memecah-belah ummat Islam. Nabi dengan tegas menghancurkannya. Oleh karena itu, ummat Islam juga tetap harus mewaspadai usaha orang-orang munafik gaya baru yang jumlahnya niscaya bertambah besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan di antara orang-orang munafik itu ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan pada orang-orang mukmin, untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: &#8220;Kami tidak menghendaki selain kebaikan.&#8221; Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). [At Taubah:107]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hanya orang-orang yang beriman saja yang boleh memakmurkan masjid. Ada pun orang-orang musyrik tidak pantas karena mereka sendiri tidak beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad serta mempersekutukan Allah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” [At Taubah 17-18] </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian sekilas perbandingan masjid di zaman Nabi yang fungsi sosial dan kemasyarakatannya begitu besar dengan masjid sekarang. Memang ada masjid yang seperti zaman Nabi, namun sayangnya jumlahnya masih sedikit sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">HR Bukhari, HR Muslim, HR Abu Daud, HR Tirmidzi dari Hadits Web 3.0 dan Al Qur’an Digital yang bisa didownload di <a href="http://www.media-islam.or.id/">www.media-islam.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/743/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=743&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/26/masjid-sederhana-tapi-bermanfaat-bukan-mewah-tapi-sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/masjid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download File Presentasi Pemanfaatan IT Untuk Dakwah</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/21/download-file-presentasi-pemanfaatan-it-untuk-dakwah/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/21/download-file-presentasi-pemanfaatan-it-untuk-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 02:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Ada sekitar 1,6 milyar pengguna internet di seluruh dunia dan 25 juta pengguna dari Indonesia. Ini adalah satu jumlah yang luar biasa.
Dengan IT, kita bisa menjangkau lebih banyak orang hingga ke seluruh dunia dengan biaya yang sangat terjangkau dengan biaya 1 dinar (sekitar Rp 1,3 juta) atau bahkan kurang dari itu. Sebagai contoh, Ustad Yusuf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=735&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-736" title="IT Dakwah" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/itdakwah.jpg?w=470&#038;h=206" alt="IT Dakwah" width="470" height="206" />Ada sekitar 1,6 milyar pengguna internet di seluruh dunia dan 25 juta pengguna dari Indonesia. Ini adalah satu jumlah yang luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan IT, kita bisa menjangkau lebih banyak orang hingga ke seluruh dunia dengan biaya yang sangat terjangkau dengan biaya 1 dinar (sekitar Rp 1,3 juta) atau bahkan kurang dari itu. Sebagai contoh, Ustad Yusuf Mansur memiliki 195 ribu fans lebih di Facebook yang jumlahnya terus bertambah. Padahal 2-3 minggu sebelumnya hanya 160 ribu fans saja. Ustad Yusuf bisa memberi taushiyah bukan hanya berupa tulisan, namun juga suara bahkan video kepada 195 ribu lebih jemaahnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-735"></span>Kita bisa mencari berbagai informasi penting entah itu ayat Al Qur’an, Hadits, Berita, atau pun ilmu pengetahuan lainnya dengan cepat dan lengkap melalui IT</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bisa menyebarkan bukan hanya tulisan, suara, tapi juga video ke semua orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sini saya sediakan file presentasi Pemanfaatan IT untuk Dakwah yang semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Di sini dijelaskan pemakaian email, milis, instant messenger untuk dakwah, dan sebagainya. Anda bisa mendownload di:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.ziddu.com/download/7002027/itdakwah.zip.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/7002027/itdakwah.zip.html</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perbaikan/penyempurnaan materi presentasi ini akan diupload di www.media-islam.or.id</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/735/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=735&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/21/download-file-presentasi-pemanfaatan-it-untuk-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syiarislam.files.wordpress.com/2009/10/itdakwah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IT Dakwah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amar Ma’ruf Nahi Munkar &#8211; Memerintahkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran</title>
		<link>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/20/amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-munkar-memerintahkan-kebaikan-dan-mencegah-kemungkaran/</link>
		<comments>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/20/amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-munkar-memerintahkan-kebaikan-dan-mencegah-kemungkaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 01:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizaminz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[amar ma'ruf nahi munkar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syiarislam.wordpress.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Islam bukanlah agama individual/nafsi-nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap sesama. Menyuruh mengerjakan kebaikan dan Mencegah perbuatan mungkar.
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=732&subd=syiarislam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Islam bukanlah agama individual/nafsi-nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap sesama. Menyuruh mengerjakan kebaikan dan Mencegah perbuatan mungkar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran.” [Al ‘Ashr 2-3]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img title="More..." src="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-732"></span>Dari surat Al ‘Ashr di atas jelas. Selain beriman dan mengerjakan perbuatan baik, kita juga harus nasehat-menasehati dengan kebenaran dan kesabaran. Artinya kita tidak bisa diam saja melihat kemungkaran, namun dengan sabar terus menasehati agar orang-orang lain juga ikut berbuat baik dan benar dan menghentikan perbuatan mungkar.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah menyebut orang yang shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai penolong agamaNya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma&#8217;ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” [Al Hajj 41]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Luqman juga menyuruh anaknya untuk menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar dan bersabar terhadap resiko yang mungkin dihadapi karena itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman 17] </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita dengan pemimpin yang zhalim dan menindas kita dan tidak mengabulkan segala doa kita:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Hendaklah kamu beramar ma&#8217;ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo&#8217;a dan tidak dikabulkan (do&#8217;a mereka). (HR. Abu Zar)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah mengutuk para pendeta Yahudi dan Nasrani karena mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar dan menyiksa mereka dengan bencana dan malapetaka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma&#8217;ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo&#8217;a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma&#8217;ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka. (HR. Ath-Thabrani)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita wajib melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar serta saling nasehat-menasehati. Tidak ada yang maksum selain Nabi. Oleh karena itu, manusia biasa, ustadz, ulama, atau murobbi dan sebagainya, jika keliru, kita wajib mengkoreksinya. Jika tidak, maka nasib kita seperti para Rabi Yahudi dan Rahib Nasrani yang dilaknat Allah. Jika kemaksiatan dan kemungkaran merajalela, maka Allah menurunkan siksa yang tidak hanya menimpa orang yang zalim saja.</p>
<p style="text-align:justify;">“<strong>Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” [Al Anfaal 25]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan pada shalat pun meski kita telah memilih Imam (pemimpin) yang paling alim dan paling saleh misalnya seperti Nabi Muhammad, tetap saja kita berkewajiban mengingatkan Imam jika mereka salah atau lupa dalam shalat. Apalagi jika manusia itu di bawah level Nabi seperti wali, ulama, murobi, dan sebagainya. Ini Nabi sendiri yang memerintahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan Nabi menyatakan bahwa jihad paling utama adalah menyampaikan kebenaran di depan penguasa yang zalim dan kejam meski dia menanggung resiko hukuman yang amat berat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jihad paling afdhol ialah menyampaikan perkataan yang adil di hadapan penguasa yang zalim dan kejam. (HR. Aththusi dan Ashhabussunan)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi menyatakan bahwa jika kita melihat kemungkaran, hendaknya kita merubah dengan tangan kita. Jika tidak mampu dengan lisan (ucapan) atau pun tulisan kita. Jika tidak mampu juga dengan hati (diam dan membenci dalam hati). Namun itu adalah selemah-lemahnya iman. Dengan hati ini artinya membenci dalam hati. Jika mampu dia akan merubahnya dengan lisan atau pun tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang saat ini sebagian ummat Islam yang untuk diam saja tidak mampu. Melainkan turut serta mendukung kemungkaran baik dengan lisan/tulisan mau pun tangan. Sebagai contoh meski Neoliberalisme yang diusung kaum kapitalis Yahudi dan Nasrani bertentangan dengan Islam,  sebagian ummat Islam justru mendukungnya karena kebodohannya. Begitu juga aliran sesat banyak yang berkembang dan didukung keberadaannya oleh sebagian Muslim. Ashobiyyah/fanatisme golongan/nasionalisme kebablasan yang memecah-belah ummat Islam di seluruh dunia hingga saling bunuh satu sama lain juga harus dicegah sekuat kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya seseorang dapat hidayah melalui kita, maka itu sangat baik bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit sampai terbenam.(HR. Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi berkata bahwa bukanlah dari golongan Nabi orang yang tidak mau beramar ma’ruf nahi munkar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak mengasihi dan menyayangi yang lebih muda, tidak menghormati orang yang lebih tua, dan tidak beramar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar. (HR. Tirmidzi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja dalam beramar ma’ruf nahi mungkar kita harus melakukannya dengan cara sebaik-baiknya sehingga tidak menyebabkan orang banyak menjauh.</p>
<p style="text-align:justify;">Permudahlah (segala urusan), jangan dipersulit dan ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan orang menjauh. (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah mengajarkan kita untuk berdebat dengan cara yang paling baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka..” [Al ‘Ankabuut 46]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik&#8230;” [An Nahl 125]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan jika perlu, karena menolaknya dengan cara yang sangat baik, akhirnya orang yang kita cegah itu berubah jadi teman yang setia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” [Fushshilat 34-35]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja jika kita diserang, kita wajib membela diri. Namun dengan cara-cara yang baik sehingga orang banyak yang simpati. Bukan dengan cara yang menimbulkan kebencian orang banyak. Nabi Muhammad SAW sudah membuktikannya sehingga orang yang dulu jadi musuhnya seperti Umar ra, Khalid bin Walid, Wahsyi, Abu Sofyan, dan sebagainya berubah menjadi sahabatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang ma&#8217;ruf dan mencegah yang mungkar kecuali memiliki tiga sifat, yakni lemah-lembut dalam menyuruh dan dalam melarang (mencegah), mengerti apa yang harus dilarang dan adil terhadap apa yang harus dilarang. (HR. Ad-Dailami)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar, kita harus melaksanakannya dulu. Ibda bi nafsik! Mulailah dari diri kita sendiri, kemudian baru menyuruh orang lain. Jika tidak, resikonya adalah dilempar ke neraka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pada hari kiamat seorang dihadapkan dan dilempar ke neraka. Orang-orang bertanya, &#8220;Hai Fulan, mengapa kamu masuk neraka sedang kamu dahulu adalah orang yang menyuruh berbuat ma&#8217;ruf dan mencegah perbuatan mungkar?&#8221; Orang tersebut menjawab, &#8220;Ya benar, dahulu aku menyuruh berbuat ma&#8217;ruf, sedang aku sendiri tidak melakukannya. Aku mencegah orang lain berbuat mungkar sedang aku sendiri melakukannya.&#8221; (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam memberi nasehat juga harus ada hari liburnya agar mereka tidak jenuh/bosan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nabi meniadakan pemberian pelajaran untuk beberapa hari karena khawatir kejenuhan kami. (HR. Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah baru menyiksa manusia jika mereka sudah tidak mau mencegah kemungkaran yang ada di hadapannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sesungguhnya Allah &#8216;Azza wajalla tidak menyiksa orang awam karena perbuatan dosa orang-orang yang khusus sehingga mereka melihat mungkar di hadapan mereka dan mereka mampu mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya. Kalau mereka berbuat demikian maka Allah menyiksa yang khusus dan yang awam seluruhnya. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah adalah orang yang paling banyak menasehati sesama (tentunya sesudah dia sendiri mengamalkannya).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah yang paling banyak berkeliling di muka bumi dengan bernasihat kepada manusia (makhluk Allah). (HR. Ath-Thahawi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perintah Allah jelas: Menyuruh orang berbuat baik dan mencegah perbuatan yang mungkar.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya: &#8220;Kamu kini jelas atas petunjuk dari Robbmu, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan Allah. Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih kesitu dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma&#8217;ruf, nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan Al Qur&#8217;an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tidak jarang orang karena kemewahan hidup dan cinta dunia akhirnya tidak mau lagi beramar ma’ruf nahi munkar. Bahkan karena mendapat uang atau jabatan, tidak segan-segan mereka justru mendukung kemungkaran dan mencegah perbuatan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar&#8230;” [An Nuur 21]</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT sehingga bisa mengerjakan perbuatan baik dan menjauhi kemungkaran serta mengajarkannya kepada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber:</p>
<p style="text-align:justify;">1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) &#8211; Dr. Muhammad Faiz Almath &#8211; Gema Insani Press</p>
<p style="text-align:justify;">Al Qur’an Digitan dan Hadits Web yang bisa didownload di <a href="http://www.media-islam.or.id/">www.media-islam.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syiarislam.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syiarislam.wordpress.com/732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syiarislam.wordpress.com&blog=1703820&post=732&subd=syiarislam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syiarislam.wordpress.com/2009/10/20/amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-munkar-memerintahkan-kebaikan-dan-mencegah-kemungkaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">nizaminz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-islam.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>