Arsip untuk Ihsan

Ingin Membantu Korban Gempa Sumatera Barat?

gempa padangInna lillahi wa inna ilaihi roji’uun.

Kita semua milik Allah dan akan kembali kepadanya.

Segala musibah dari tsunami Aceh, gempa Yogya, “tsunami” di Cireundeu, gempa Tasik Malaya, gempa Padang, Jambi, Sulawesi, dan sebagainya hendaknya membuat kita introspeksi, sabar, dan semakin dekat kepada Allah.

Di Detik.com disebut gempa 7,6 skala richter yang mengguncang Padang saat ini menewaskan 200 orang dan kemungkinan besar akan bertambah lagi mengingat ribuan orang masih tertimbun reruntuhan. Menurut PBB diperkirakan korban tewas 1.100 orang lebih.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Sikap Seorang Muslim

Mencintai Allah dan RasulNya di Atas yang Lainnya

Seorang Muslim wajib mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada yang lain termasuk bapak, anak, istri, saudara, kekayaan.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (QS At Taubah: 24)

Allah telah memberikan kita hidup, tubuh, air, udara, jagad raya sehingga kita bisa hidup seperti sekarang ini. Tak dapat kita menghitung nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (3) »

Ihsan – Mendekatkan Diri Kepada Allah

Dalam hubungan dengan Allah, Ihsan adalah kita beribadah seolah-olah kita melihat Allah atau kita meyakini bahwa Allah melihat kita. Sehingga kita beribadah dengan penuh kekhusyukan melebihi ketika kita menghadap seorang pejabat seperti presiden.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Pokok Ajaran Islam: Iman, Islam, dan Ihsan

Pokok ajaran Islam ada 3, yaitu: Iman, Islam dan Ihsan. Dasarnya adalah hadits sebagai berikut:

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya Baca entri selengkapnya »

Komentar (3) »

Jangan Marah

Sering kita marah-marah padahal Nabi sangat melarang hal ini. Adakalanya kita berdalih dengan alasan kita melakukannya karena agama. Padahal Allah mengutamakan kebaikan akhlak, bukan kekasaran:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [Ali ‘Imran:159]

Baca entri selengkapnya »

Komentar (5) »

Pandangan Islam terhadap Harta, Kaya dan Kesederhanaan

Saya membaca satu tulisan dari seorang ustad yang cukup terkenal tentang “Pandangan Islam terhadap Harta.” Isinya cukup bagus, di antaranya mengajarkan pembaca untuk jadi kaya sehingga bisa menggunakannya untuk kebaikan.

Meski demikian ada beberapa hal yang sepertinya kurang pas dan mengganjal di hati saya. Misalnya karena ingin kaya akhirnya begitu melihat rumah dan mobil bagus lalu mengelus-elus rumah dan mobil bagus milik orang lain yang diinginkannya. Ini sama sekali bukan sunnah Nabi dan para sahabat. Mereka tidak pernah mengelus-elus rumah atau kendaraan orang lain hanya karena ingin memiliki itu. Atau gaya hidup mewah seperti punya pesawat jet pribadi, naik pesawat first class, mobil mewah, dan makan makanan enak. Begitu pula dengan beberapa bacaan penulis Barat seperti Robert Kiyosaki yang meski sempat saya baca cukup bagus, namun tidak semuanya bisa jadi pegangan karena akhirnya mengarah pada spekulasi saham dan MLM (Buku-buku seperti itu memang jadi pegangan aktivis MLM).

Baca entri selengkapnya »

Komentar (7) »

Panduan Chatting Menurut Islam

Sesungguhnya chatting (ngobrol melalui internet), hukumnya sama dengan ngobrol/berbicara biasa. Allah dan RasulNya sudah memberikan panduan.

Dalam chatting, hendaknya kita menyadari, bahwa segala ucapan/tulisan kita, tetap diawasi oleh Allah SWT dan juga Malaikat Raqib dan Atid. Oleh karena itu, jagalah ucapan kita.

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18)

Baca entri selengkapnya »

Komentar (23) »

Adab Berdoa/Berzikir

Di beberapa tempat, ada orang yang berdoa atau berzikir dengan suara sangat keras, bahkan pakai loud speaker segala. Jika dilakukan pada siang hari masih mending, ini terkadang jam 2 malam sudah berbunyi, sehingga mengganggu orang yang sedang sakit, anak-anak bayi, dan para non Muslim.

Meski niat awalnya mungkin da’wah, tapi karena mengganggu, akhirnya malah mencemarkan Islam dan membuat orang antipati terhadap Islam.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (5) »

Allah Bersama Orang yang Sabar!

Sabar adalah satu sifat yang mulia. Dengan sifat sabar, kita bisa merubah lawan menjadi teman. Orang-orang yang sabar mempunyai keuntungan yang besar:

„Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.“ [Fushilat:34-35]

Baca entri selengkapnya »

Komentar (8) »

Bisakah Mengganti Tasawuf dengan Ihsan?

Di Majalah Nebula (ESQ) saya membaca konsep Iman, Islam, dan Ihsan dari Ary Ginanjar. Ini menarik.

Sebagian orang/kelompok ada yang memakai Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf. Bahkan ada yang bilang kalau cuma belajar Tauhid dan Fiqih saja tanpa Tasawuf berarti belum sempurna. Padahal Tasawuf tidak ada pada zaman Nabi, bahkan kata ”Tasawuf” bukan berasal dari bahasa Arab. Baru muncul 2-3 abad setelah Nabi meninggal.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »