Maret 31, 2009
· Disimpan dalam Ekonomi Islam · Tagged Sistem Ekonomi Islam

Kemandirian Ekonomi
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” [An Nisaa’:144]
Ayat Al Qur’an di atas memerintahkan ummat Islam untuk melarang orang-orang Kafir masuk kota Mekkah meski perekonomian waktu itu bergantung pada mereka. Sebagian takut miskin. Tapi Allah mengatakan jangan khawatir jadi miskin karena Allah justru akan menjadikan mereka kaya. Dan buktinya penduduk Mekkah hingga saat ini menjadi kaya, karena mereka menikmati perekonomian mereka. Tidak didominasi oleh perusahaan asing.
Baca entri selengkapnya »
September 16, 2008
· Disimpan dalam Download, Ekonomi Islam · Tagged Download, Ekonomi Islam, Kejahatan, Kemiskinan, Neoliberalisme, Penjajahan Ekonomi, Privatisasi
IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan
Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000
11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan
FAO, MS Encarta 2006
Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.
Baca entri selengkapnya »
April 3, 2008
· Disimpan dalam Ekonomi Islam
Grafik harga minyak yang melonjak sejak invasi AS ke Afghanistan dan Iraq dari US$ 20/barrel jadi lebih dari US$ 110/barrel.
Bagi yang ingin agar meroketnya harga minyak dan penjajahan AS di Iraq dan Afghanistan dihentikan, mohon sebarkan tulisan ini:
To read and sign the petition, click:
http://www.petitiononline.com/OilPrice/petition.html
Petition Stop the Rocketing Oil Price And US Occupation in Iraq and Afghanistan!
To: US Congress and US Government
VOA news said that US Congress call 5 biggest oil companies due to the rocketing oil price while the oil companies’ profit reach US$ 123 billions.
Baca entri selengkapnya »
Maret 26, 2008
· Disimpan dalam Ekonomi Islam
Setiap tahun antara tanggal 8-12 Dzulhijjah sekitar 3 juta jemaah haji dari berbagai dunia menunaikan ibadah haji. Meski ibadah haji dapat diselesaikan dalam waktu 5 hari, namun umumnya jemaah haji tinggal di Arab Saudi (kota Jeddah, Mekkah, dan Madinah) dalam waktu antara 14 hari (ONH Plus) hingga 40 hari menunggu antrian keberangkatan dan kepulangan.
Setelah tanggal 13 Dzulhijjah umumnya para jemaah haji tinggal di Madinah untuk menunaikan sholat arba’in (40 waktu) selama 8 hari. Jadi antara tanggal 14-22 Dzulhijjah mereka tinggal di Madinah. Setiap masuk waktu sholat, mereka sholat berjama’ah di masjid Nabawi.
Sesungguhnya dalam ibadah haji itu tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Allah mempersatukan jutaan ummat Islam di satu tempat pada waktu yang sama tentu bukan hanya untuk bertemu, tapi juga bersilaturrahim. Membentuk ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan Muslim.
Baca entri selengkapnya »
November 26, 2007
· Disimpan dalam Ekonomi Islam
Sesungguhnya Pasar Modal itu halal jika bertujuan untuk mempertemukan antara pengusaha yang memerlukan modal dengan investor yang kelebihan uang, sehingga sektor real bisa bangkit. Dengan cara ini, maka produksi, baik barang maupun jasa bisa meningkat untukk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Hal seperti itu halal, dengan catatan tidak ada gharar (penipuan) atau riba yang mengurangi hak dan merugikan investor.
Baca entri selengkapnya »
November 26, 2007
· Disimpan dalam Ekonomi Islam, Penukaran Dinar · Tagged Alamat penjual dinar dan dirham, jual dinar, jual dirham, penjual dinar, penjual dirham
Dinar adalah mata uang emas dengan berat 4.25 gram yang biasa digunakan di zaman Nabi. Nilainya tetap/stabil tidak jatuh dimakan inflasi karena bergerak bersama dengan harga emas. Sebagai contoh menurut satu hadits (Bukhari) harga 1 ekor kambing pada zaman Nabi sekitar 1 dinar (saat ini sekitar Rp 900 ribu). Ternyata saat ini nilainya pun tidak jauh beda. Harga satu kambing sekarang juga sekitar satu dinar.
Bahkan Zaim Saidi menulis satu tulisan yang menarik di:
http://www.wakalanusantara.com/artikel02.php
Sebetulnya tidak ada krisis pangan dan krisis minyak yang mengakibatkan harga pangan dan minyak meroket. Itu karena nilai dollar turun. Rupiah yang dipatok terhadap dollar otomatis juga turun. Tidak heran kesannya harga pangan dan harga minyak meroket.
Baca entri selengkapnya »
September 25, 2007
· Disimpan dalam Ekonomi Islam
Nabi Muhammad SAW bersabda: ”An-Naas syurokaa fi tsalatsin, fil-maa wal-kalaa wan-naaro.” Manusia berserikat dalam tiga hal yaitu air, rumput, dan api. (HR Imam Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
Pada kenyataannya, di Indonesia banyak petani yang hanya punya lahan kurang dari 0,5 hektar. Bahkan ada yang tanahnya dirampas oleh pengusaha besar atau yang lainnya. Tak heran jika di Sumatera Utara ada demo yang menyatakan bahwa “Tanah untuk Rakyat”.
Baca entri selengkapnya »
September 19, 2007
· Disimpan dalam Amal Jariyah, Ekonomi Islam
Ada yang mengatakan bahwa Grameen Bank yang dikelola pemenang Nobel Muhammad Yunus di Bangladesh bukan Bank Syari’ah. Namun saya melihat Grameen Bank pada beberapa sisi justru lebih Islami daripada sebagian Bank Syariah yang ada di Indonesia.
Pertama Grameen Bank tidak membutuhkan jaminan. Jadi orang miskin, khususnya wanita, bisa meminjam tanpa perlu memberi jaminan. Nah di Indonesia, jangankan tanpa jaminan, rumah di dalam gang saja ada bank Syariah yang tidak mau menerima sebagai jaminan. Hebatnya meski tanpa jaminan, tingkat pengembalian nasabah Grameen Bank tetap tinggi!
Baca entri selengkapnya »