Panduan Chatting Menurut Islam

Sesungguhnya chatting (ngobrol melalui internet), hukumnya sama dengan ngobrol/berbicara biasa. Allah dan RasulNya sudah memberikan panduan.

Dalam chatting, hendaknya kita menyadari, bahwa segala ucapan/tulisan kita, tetap diawasi oleh Allah SWT dan juga Malaikat Raqib dan Atid. Oleh karena itu, jagalah ucapan kita.

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18)

Hendaknya kita selalu mengucapkan kata-kata yang baik.

Rasulullah saw. menganjurkan mukmin memilih diam daripada sekadar bicara.

Dari Abi Hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia selalu berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

surah Fushshilat ayat 33. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan. Allah berfirman yang artinya:

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. (An-Nisa: 114).

Janganlah kita mengucapkan kata-kata yang kotor/kasar, sehingga berdosa karenanya.

Rasulullah saw bersabda, “Ada hamba yang mengucap satu kalimat tanpa ia pikir baik-buruknya kalimat itu, menyebabkan ia tergelincir ke dalam neraka, yang lebih jauh daripada antara timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“…Dan sesungguhnya ada orang yang mengucapkan satu kalimat yang membuat murka Allah, yang tanpa ia sangka akan sampai sedemikian rupa, kemudian Allah mencatat dalam kemurkaanNya sampai hari ia bertemu denganNya.” (HR. Malik)

Rasululah s.a.w. bersabda; “Puasa itu bagaikan perisai, maka apabila seseorang kamu berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berkata kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Aku ini puasa.” – Sahih Bukhari

Terkadang chatting/ngobrol membuat kita lupa waktu atau kecanduan. Ada istri yang sampai cerai dari suami karena chatting sampai berjam-jam setiap harinya. Ada pula pekerja yang akhirnya pekerjaannya jadi tidak beres karena kecanduan chatting. Sesuatu yang berlebihan, meski halal, tetap tidak baik.

Dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian banyak bicara selain berdzikir kepada Allah Ta’ala, karena hal itu akan membuat hati menjadi keras. Dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah Ta’ala adalah orang yang berhati keras.” (HR. Turmudzi)

Jika pembicaraan chatting tersebut bukan untuk menuntut ilmu atau untuk memecahkan solusi pekerjaan yang bermanfaat, tapi hanya obrolan tidak berguna, sebaiknya kita tinggalkan hal itu.

Rasulullah menyatakan:

“Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Sebaiknya dalam chatting, kita meninggalkan perdebatan yang tidak berguna.

Rasulullah bersabda:

“Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari bertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Janganlah kita menggunjing, mengadu domba, atau mengolok-olok seseorang/kelompok ketika chatting. Allah berfirman yang artinya:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain”.(Al-Hujurat: 12).

Allah berfirman yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan). (Al-Hujurat: 11).

Chatting antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya ada batasnya. Janganlah seorang pria dan wanita chatting hanya berdua saja. Sebaiknya di temani muhrimnya. Jika hanya berdua saja, maka hilanglah rasa malu, dan bisa terjerumus ke dalam zina.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “’Tidaklah laki-laki dan perempuan berkhalwat (berdua-duaan) kecuali yang ketiganya adalah setan”.(Hr Tirmizi)

Selain haram mengucapkan kata-kata kotor, juga jangan mendekati zina dengan melontarkan kata-kata rayuan antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya.

FirmanNya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS 15:32)

Apa lagi jika chatting itu kemudian dilanjutkan dengan temu darat dan bersentuhan.

Rasul SAW bersabda yang artinya : “Sekiranya ditusukkan jarum besi ke kepala salah seorang diantara kamu, itu lebih baik dari pada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR At-Thabroni dan Baihaqi dari mi’qol bin yasaar)

Pada saat chatting dengan webcam dengan pria yang bukan muhrimnya, haruslah wanita tersebut mengenakan jilbab, karena dia bisa terlihat oleh lawan chattingnya.

firman Allah yang artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudungnya kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudar-saudara leleki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Qs 24 : 31).

sabda Nabi :D ua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya… (dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Ketika kita chatting, bisa jadi kita tidak tahu lawan bicara kita. Bisa saja seorang pria menyamar sebagai wanita atau sebaliknya, atau orang yang jahat berlagak seperti orang bijak. Di AS, ada pria yang membunuh wanita teman chatting-nya setelah melakukan temu darat. Oleh karena itu, kita harus lebih ekstra hati-hati.

Sebaliknya, ada seorang pria Texas yang masuk Islam, karena chatting berdiskusi tentang Islam. Dia bertanya, ketika pemboman WTC terjadi, apakah ummat Islam yang melakukannya? Itu begitu sadis, karena banyak wanita dan anak-anak yang jadi korban. Ketika dijelaskan bahwa Islam adalah agama yang damai, melarang ummatnya memerangi ummat yang berdamai/bersahabat dengan ummat Islam, hanya berperang untuk bela diri, dan segera berdamai ketika musuh meminta damai, serta konsep Ketuhanan Islam, akhirnya dia masuk Islam.

Begitu pula, saya dulu hampir tiap hari chatting dan berdiskusi tentang Islam dengan seorang kawan dari Malaysia, Muhammad Yakob namanya. Sekarang saya mengistirahatkan YM saya, karena khawatir, waktu banyak terbuang karenanya.

Jadi chatting bisa halal dan bisa juga haram, tergantung cara kita memakainya. Dengan panduan di atas, semoga kita bisa lebih berhati-hati, sehingga chatting yang kita lakukan, senantiasa dalam rangka beribadah/dzikrullah kepada Allah SWT.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Agus Nizami

23 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    mei berkata,

    Saya baru masuk website ini ….artikel ini sangat bagus, jazakallah khoir atas tulisannya, sangat berguna bagi saya..

  2. 2

    Jaka berkata,

    afwan, tulisannya ana copy, boleh ya? bagus banget .. syukron jzkillah..

  3. 3

    [...] link blog di internet, syukron atas izinnya, jazakillah khoir buat Agus Nizami atas tulisannya di Syiar Islam. Sesungguhnya chatting (ngobrol melalui internet), hukumnya sama dengan ngobrol/berbicara biasa. [...]

  4. 4

    nizaminz berkata,

    Silahkan dicopy dan disebarluaskan.
    Ini memang untuk dakwah dan lillahi ta’ala

  5. 5

    Vee berkata,

    ass… afwan akhi…saya ingin belajanr banyak mengenai islam yang benar dan ingin bertanya mengenai berbagaimacam hal. Bisa bantu saya gak ya ?

  6. 6

    nizaminz berkata,

    Silahkan.
    Tapi alangkah baiknya jika gabung ke:
    syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com

    Di sana ada lebih dari 2.900 member di mana ada beberapa yang ahli dalam masalah agama Islam. Jadi kalau saya sedang sibuk (maklum masih harus bekerja dan mengurus 2 organisasi dan juga keluarga), ada yang lain yang bisa membantu.

    Wassalam
    Agus Nizami

  7. 7

    e-RNA berkata,

    Shukron. Artikel yang bermanfaat dan introspektif untuk siapa saja yang masih diberikan kesempatan untuk mengubah kebiasaan chatting menjadi suatu hal yang lebih bermanfaat. ^ ^

  8. 8

    ELSU berkata,

    TERIMA KASIH ATAS TULISANNYA, TULISAN INI BENAR-BANAR MENGINGATKAN ANA YANG SEKARANG MULAI HOBI CHATTING.
    JADI ANA SEKARANG AKAN COBA HATI2 DALAM CHATTING. TOLONG DO,ANYA.

  9. 9

    aibnu berkata,

    Ass. Wr. Wb.

    Suatu karya dan dakwah yang bagus dan sering terlupakan orang,

    Dalam dunia maya di Indonesia ini harus ada WARNING karena dampak buruk dan memang salah satu tujuan Dunia Maya di negara2 muslim khususnya Indonesia adalah Dampak Buruk gaya hidup Liberalisme / Westernisme yang salah satu diantaranya adalah hingar- bingar Dunia Maya yang dapat memabukan jika tak ber iman. Benih benih SARA bebas bertebaran yang akan membangun suasana tidak kondusif dinegara ini. Kita harus mulai memperbaiki dari yang kecil dan sederhana yaitu shock theraphy pada titik titik rawan.

    Wass Wr Wb

  10. 10

    Nhida berkata,

    Ass. Dengan membaca artikel ini saya bisa menjaga dan berhati-hati pada saat chatting. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat bagi saya. Wassalam

  11. 11

    khaled muhamadd berkata,

    thanks a lot

  12. 12

    asiahgirl berkata,

    terimakasih islamku…aku rela kau sebagai agamaku..

  13. 13

    bayou berkata,

    makasih atas tulisannya mas…..tapi kok gak bisa di share ya,aku mahu share ma kawan yg suka chating…..

  14. 14

    vaepink berkata,

    Assalamu’alaikum….

    Salam kenal….
    Artikelnya bener2 bagus pak, sangat bermanfaat sekali khususnya buat saya…, karena sudah memberikan pencerahan bagaimana seharusnya chatting…
    Saya enggak mau jika harus mendapatkan Murka-Nya…. :(

  15. 15

    Hamzah Yusof berkata,

    Assalamu’alaikum Ustaz Abu Sankan,

    Saya telah baca buku Berguru Kepada Allah. Sangat menarik dan saya perlukan tunjuk ajar dan bimbingan. Dimana dan siapakah saya bolih refer diBrunei jika ada yang telah pernah berguru dengan ustaz.

    Wassalam.
    Hamzah.

  16. 16

    Agus Nizami berkata,

    Wa’alaikum salam wr wb,
    Maaf, saya bukan ustad Abu Sankan.
    Wassalam

  17. 17

    muhammad berkata,

    syukran jazilan ya akhi terlalu besar manfaatnya dari artikel saudara buat jiwa yang sentiasa lupa..

  18. 18

    rini berkata,

    artikelnya bagus,nanya dong gimana cara mengatasi suami yg kecanduan chatting dibelakang istri,tolong jawabannya sangat sy butuhkan makasih

  19. 19

    nizaminz berkata,

    @ Rini: Coba print artikel ini dan beritahu suami anda dgn penuh rasa hormat dan santun. Bagaimana pun dia adalah kepala keluarga yang memiliki ego lebih tentunya.

    Ajak juga suami dan keluarga anda untuk mengikuti pengajian misalnya memanggil ustad atau mengikuti pengajian2 yang ada agar ilmu agama bertambah dan mudah2an amalnya juga dgn berkumpul dgn orang saleh.

    Jika suami anda tengah chatting, coba anda temani. Atau coba cari tahu YMID atau ID chatting lainnya dan add sebagai teman anda. Sekali2 ajak suami anda chatting agar dia tidak chatting dgn yang lain.

  20. 20

    rini berkata,

    tp mbak sy pernah ungkapin perasan sy klu sy gak suka dia chatting bahkan sering kmi saling tidak bertegur sapa,sampai akhirnya dia berjanji gak chatting lagi tp itu hanya beberapa hari saja dan dia mulai chatting lagi.sy hrs bagaimana bersikap dan apa solusinya,sedang sy trus menderita batin.tolong dijawab makasih

  21. 21

    nizaminz berkata,

    Maaf saya bukan Mbak…:)
    Tapi chatting itu sebenarnya sarana komunikasi. Ini bisa dipakai untuk berkomunikasi dengan saudara, teman, rekan kerja/bisnis, dan sebagainya. Jadi memang sangat perlu ketimbang kita harus mendatangi satu per satu atau harus telpon/sms yang biayanya bisa lebih mahal.

    Selain memang perlu, bagi yang hobi lebih sulit lagi untuk melepaskannya. Dilarang juga sulit. Yang penting adalah dipakai di “Jalan yang Benar.”

    Jadi cobalah anda chatting dgn suami anda. Tetap hormati, hargai, dan cintai dia sehingga dia tidak membenci/menjauhi anda. Serta coba shalat malam/hajat dan berdoa agar suami anda bisa rukun dgn anda.

  22. 22

    rini berkata,

    maaf ya..

    tapi setahu sy dia chatting bkn dengan sanak saudara melainkan dgan cewek2 yg sama sekali kita gak kenal dan selalu dibelakang sy,mas apa sy benar2 keterlaluan,karena cewek temen chattingnya itu ngajak ketemuan

  23. 23

    nizaminz berkata,

    Oh begitu?
    Wajar jika anda marah. Tapi jangan biarkan ini berlarut-larut sehingga merugikan anda secara emosi.

    Saya hanya bisa memberi beberapa masukan yang mungkin saja keliru dan tidak anda sukai. Jadi tetap anda sebagai orang yang benar2 mengetahui yang menentukan.

    Pertama mendekatlah ke Allah dengan sering shalat tahajjud/hajad. Berdoalah kepadaNya agar suami anda bertobat. Bicarakan juga pada orang2 yang disegani suami anda misalnya orangtuanya atau saudaranya. Mudah2an suami anda sadar.

    Kedua. Jika sampai suami anda terbukti berzinah, maka sesungguhnya dalam Islam anda bisa mengajukan khulu’ / gugat cerai. Tentu saja ini keputusan yang berat dan anda harus sabar dgn akibatnya.

    Ketiga. Jika suami anda memang nafsu syahwatnya sangat tinggi, tantang saja dia untuk berpoligami secara adil dan jujur. Tidak boleh berzinah. Tapi jarang memang ada wanita yang mau dipoligami meski Nabi menyatakan bahwa wanita yang ikhlas dimadu akan mendapat imbalan surga.

    Maaf jika ada masukan yang tidak berkenan dalam hati anda.


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda