Bukti Tuhan itu Ada

 

 

BumiBeriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.

Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.

Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”

Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.

“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.

Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.

Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”

Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.

“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.

Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.

“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.

Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”

“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.

“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.

Orang banyak berkata, “Tidak!”

“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.

Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.

Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?

Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?

Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).

Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.

Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!

Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.

Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. MatMatahari dengan 8 Planetnyaahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.

Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.

Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]

Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Galaksi AndromedaSebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.

Cluster“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]

Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam diSuper Cluster atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]

Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]

“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi’ah:63-64]

“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]

Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:

“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]

Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta

52 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    noraisah Ibrahim berkata,

    Alhamduliillah artikel yang sangat bernilai. Artikel ini sepatutnya dimasukkan di akhbar-supaya dapat dibaca oleh lebih ramai orang dan meningkatkan kesedaran tauhid. Lebih2 lagi dikalangan mereka yang masih perlu mendalami Ilmu Tauhid. Shukran

  2. 3

    nizaminz berkata,

    Saya tidak punya akses ke media massa. Jika anda bisa membantu memasukkannya ke akhbar silahkan. Jazakillah.

  3. 4

    Mukti Eriyana berkata,

    Saya adalah penganut islam, yang tersesat dengan konsep Ketuhanan (Allah) karena kedangkalan akan akidah, maka ada kebimbangan karena konsep ketuhanan hanya berdasarkan kemampuan panca indra saja, tapi setelah membaca artikel ini. saya menyadari kelemahan akal sehat saya. oleh karena itu kiranya ada yang sudi dari rekan2 sesama muslim, untuk berbagi bagaimana caranya bertaubat.terima kasih wabilahi taupik walhidayah.

  4. 5

    nizaminz berkata,

    Cara meminta ampun adalah sbb:

    “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”[Ali Imran:135]

    Kita harus menyadari kesalahan kita. Kemudian minta ampun kepada Allah dengan membaca istighfaar: Astaghfirullahal ‘azhiim (Aku minta ampun kepada Allah yang Maha Besar). Lalu kita menghentikan perbuatan kita yang keliru tersebut dan tidak mengulanginya lagi. Kita harus yakin bahwa Allah Maha Pengampun.

  5. 6

    tengku nova bi berkata,

    Subhanallah… InsyaAllah semakin banyak muslim yang yakin akan keberadaanNya ALLAH Maha Besar.

  6. 7

    scarion berkata,

    wooa…analoginya hebat sekali. sederhana tapi nancep. btw, tata surya cuma punya 8 planet (pluto kan uda bukan planet lagi).

  7. 8

    Ikhsan mustafa berkata,

    pernyataan yang hebat diiringi tindakan yang menyentuh kolbu..alhamdulillah..aku mau nanya cara yang baik untuk menolak ajakan surga duniawi yang menyesatkan..thanks

  8. 9

    ilham berkata,

    dengan adanya informasi ini pikiran saya jadi terbuka akan kekuasaan tuhan. Selebihnya terimakasih

  9. 10

    iin berkata,

    sungguh menyentuh membaca kisah ini, saya terkadang masih menemui orang2 yang kadng berdebat apakah tuhan itu ada? dengan adanya kish ini paling tidak saya dapat memberikan gambaran kpd mrk yang menanyakan smpai sjauh mn kekuasan ALLAH itu…………..

  10. 11

    triaslama berkata,

    Terima kasih atas infonya yang berguna, semoga ini lebih mengingatkan saya akan kebesaran Allah SWT.
    Salam kenal dari saudara anda sesama muslim.

  11. 12

    muhammad hilmy berkata,

    luar biasa!!!

    mencerahkan dan menyejukkan jiwa!

  12. 13

    daengfattah berkata,

    Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!”
    Jadi, ada pembuatnya. Pembuatnya adalah manusia. Kenapa perahu tidak mungkin ada yang membuatnya? Karena perahu itu barang yang rumit.
    Manusia lebih rumit dari perahu. Jadi ada pembuatnya. Pembuatnya adalah alam semesta
    Alam semesta lebih rumit lagi dari manusia. Jadi, alam semesta pastilah ada pembuatnya. Pembuat alam semesta adalah tuhan
    Tuhan lebih rumit lagi dari alam semesta. Jadi, tuhan pastilah ada yang membuatnya.
    Siapa yang membuat tuhan?

    • 14

      TATAG RIYANTO berkata,

      Artikel ini sangat baik dimana hal ini sangat membantu menyadarkan manusia yang tingkat keimannanya masih tipis, dimana dijaman sekarang ini lebih banyak orang hanya mementingkan duniawi semata tanpa memperdulikan penciptanya. Oleh karena itu dengan keyakinan bahwa semua didunia ini ada yang menciptanya dan semua pasti akan kembali kepadanya. Maka mari tingkatkan ketaqwaan kita sehingga kita semua menjadi hamba-hamba Alloh Swt yang di ridhoiNya.

  13. 15

    nizaminz berkata,

    Pertanyaan itu sudah ada sejak zaman Nabi. Ok, jika segala sesuatu ada penciptanya, lalu siapa yang menciptakan Allah/Tuhan?

    Pada saat kita sampai pada pertanyaan itu, Nabi berkata agar kita mengucapkan “Aaamantu billah”. Aku beriman kepada Allah.

    Ada malam, ada siang. Ada panas, ada dingin. Ada kecil, ada besar. Ada makhluq, ada khaliq. Ada yang diciptakan, dan ada yang Maha Pencipta.

    Allah adalah Maha Pencipta. Bukan makhluk yang diciptakan.

    Silahkan baca artikel ” Siapa Tuhan Kita?” di Artikel Bagus di situs ini

  14. 16

    harryzahra berkata,

    Menanggapi ungkapan bang DAENGFATTAH, mohon maaf sebelumnya. Kalau anda muslim segeralah Istigfar mohon ampun kepada Allah, karena pertanyaan anda tentang siapa yang menciptaan Tuhan adalah masuk kategori kafir. Jangan biarkan pertanyaan itu menjajah pikiran anda. Sejauh pemahaman saya tentang hal itu, Islam, Ulama Ulama Muslim melarang keras berfikir tentang Dzat Allah. Berfikir tentang bagaimana dzat-Nya saja dilarang apa lagi yang menciptakan Tuhan (Allah). Membayangkan bagaimana wujud Allah adalah syirik (musryrik).
    Salah satu sifat Allah adalah Qiyamuhu Binafsihi (Dia berdiri – ada – dengan sendirinya). Benar yang dikatakan bang Nizaminz tentang kata Rosul. Aamantu billah. ( saya beriman kepada Allah ), karena awal mula tentang islam adalah IMAN atau percaya. bukan dhohir/nyata/kongkrit. Bagaimana Muhammad terbang kelangit tingkat ke 7, sementara jauhnya seperti yang terungkap dalam paparan artikel di atas. Bagaimana muhammad wira wiri dari Makkah ke Palestin dalam semalam, sementara jalan kaki (waktu itu) butuh 3 bulan sekali jalan.
    Jadi intinya Islam adalah IMAN / PERCAYA tanpa embel embel. Adapun bukti bukti kekuasaan Tuhan adalah alat dan sarana penebal iman. Semoga anda menjadi muslim yang benar.

    Wallohu a’lam bishowab.

  15. 18

    h4ris berkata,

    artikel yang bagus..
    salam kenal ya mas

  16. 19

    Abu Fajar berkata,

    Terima kasih atas artikel yang menarik.
    InsyaAllah, akan kami sharing ke milis pengajian dan milis rw kami.
    Semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan berkah dan karunia yang tiada terkira kepada Penulisnya. Wassalamu’alaikum.

  17. 20

    Imam Mahfudh berkata,

    Alhamdulillah, artikel ini dapat menambah pemahaman terhadap rekan-rekan yang belum mantap imannya.
    Namun sayangnya untuk mrealisasikan konsep keimanan kedalam kehidupan sosial yang luas seringkali belum mampu. Bagaimana ini ?Seharusnya para pimpinan di negeri kita ini dapat saling isi mengisi sehingga kesejahteraan dapat diwujudkan.
    Semoga.

  18. 21

    Budiman Suhenda berkata,

    That’s very good artikel for add my Religion Thank you so much God Bless you !

  19. 22

    agus berkata,

    Artikel yang bagus.. Artikel ku jadi kaya kurang menarik+meyakinkan.

    http://wartaciamis.blogspot.com/2008/12/bukti-adanya-tuhan_8961.html

  20. 23

    agus berkata,

    Artikel Yang bagus…
    Satu lagi, argumen dan sudut pandang membahas Bukti Adanya TUhan

    http://wartaciamis.blogspot.com/2008/12/bukti-adanya-tuhan_8961.html

  21. 24

    Aldy berkata,

    Allah itu memang ada tidak perlu diragukan lagi

  22. 25

    Aldy anak Fakultas Hukum UIR Pekanbaru berkata,

    Ass………
    Buat Friend-friend semua yakinlah bahwa Allah itu ada jangan di ragukan lagi……..
    Ok genk…????????

  23. 26

    Tengku Ilham anak Fakultas Hukum UIR Pekanbaru berkata,

    Ass….
    Buat yang beragama islam kita jgn ragu lagi akan adanya tidak tuhan kita….
    Ingat tuhan kita yakni Allah S.W.T…………….
    Allaahuakbar………………………………

  24. 27

    Narno berkata,

    Mengapa kita kadang ragu akan eksistensi Alloh, hal tersebut terjadi karena jauhnya kita dari Nya. Banyak kemaksiatan yang kita kerjakan, banyak dosa yang melumuri jiwa, maka “penutup hati” kita semakin tebal. Mari bertaubat, karena dengan keyakinan akan eksistensi Nya itulah jalan menuju bahagia sejati. Hati kita akan tenang, jiwa kita akan tentram karena yaqin bahwa Alloh selalu bersama kita.
    Mari bertaubat nasuha.
    Wassalam,
    Sunarno

  25. 28

    Eti Rachmawati berkata,

    “Robbanaa maa kholaqta hadza bathila..
    Subhanaka faqinaa adzaa bannar.”
    “Ya Tuhan kami.. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia..
    Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
    (Q.S. Ali-Imran:191)

    Begitu banyak bukti bahwa Tuhan itu ada,
    selayaknya lah kita percaya.
    Kita ada karena Dia ada.
    Artikelnya bagus …!!!

  26. 29

    Bahsan berkata,

    Ass wr wb,

    Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih atas artikel ini dan semoga ALLAH SWT selalu memberikan hidayah-NYA kepada kita, Amiin

    Firman Allah Al-Qur’an surat (Al-Baqarah 208): Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

    Untuk itu marilah tingkatkan keimanan serta ketaqwaan kita agar kita benar-benar percaya dan yakin sepenuhnya kepada Rukun Islam dan juga kepada Rukun Iman.

    Wassalam,
    Bahsan

  27. 30

    hidayat asmar berkata,

    saya sangat bersyukur dengan artikel ini. kebetulan ada tugas kampus yang mewajibkan saya untuk membuktika eksistensi tuhan. semoga dengan mebaca ini dapat menambah keimanan kita semua …amin

  28. 31

    Andy S berkata,

    terimakasih ats di buatnya artikel ini. Artikel ini sangat membantu sy dalam mengajarkan ketauhidan kpd anak2 krn profesi sy sbg guru SD.

  29. 32

    Md2 berkata,

    Artikel yg sangat bagus. Mari kawan2 kita tingkatkan terus syiar islam. Semoga ALLAH senantiasa memberikan rahmatNya pada kita. Amin.

  30. 33

    ione.saja berkata,

    Jika tak ada tuhan,alangkah malangnya orang2 miskin yang menahan diri untuk tidak mencuri,karena takut pada Tuhan.padahal kesempatan untuk mencuri itu ada.
    Maka kebaikanpun tak bermakna serta kehilangan arah.

  31. 34

    ARNO berkata,

    Maha besar Allah …. Tiada Tuhan selain Allah.
    Sungguh saya sangat berterima kasih atas ditulisnya artikel ini. Dan saya bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah. Sungguh hanya karena Allah lah saya ada dan hanya karena Allah lah saya dan saudara semua ada dan alhamdulillah kita termasuk golongan orang yang beriman dan kabarkanlah kabar bahagia sesungguhnya Allah menciptakan surga yg mengalir sungai – sungai dibawahnya bagi orang yg beriman dan beramal sholeh mereka kekal didalamnya sebagai balasan bagi orang yg tau diri dan pandai berterima kasih kepada Tuhannya.

    Semoga Allah memberi taufik dan hidayahNya kepada mereka yg tidak tahu dan belum beriman. Amiiin.

    Ya… Allah terima kasih atas nikmat yg telah engkau berikan.

  32. 35

    Djoko Purwanto berkata,

    Sederhana tapi passsssssssssss buanget

    Wassalam wrwb

  33. 36

    Erna Juniarti berkata,

    aku sangat yakin bahwa Tuhan itu ada, buktinya dengan bergantinnya terang menjadi gelap adalah buuuuukti yang nyata yang tidak ada satu orang manusiapun yang mampu melakukan hal itu.

  34. 37

    Farida Ahmad berkata,

    Alhamdulillah, btw web nya bagus.. berisi dan apik. pgn belajar..

  35. 38

    ma'mun berkata,

    daengpattah adalah seorang yg murtad dari islam menjadi ateist, dia mempunyai blog tp alhamdulillah sekarang dah di tutup krn dia kalah argumen sama penghunjung. Allah akbar.

  36. 39

    putra berkata,

    ada teori “Energi Tidak Dapat Diciptakan Energi Tidak Dapat Dimusnahkan Energi Hanya Dapat Dirubah Dari Satu Bentuk Ke Bentuk Lainnya” lalu pendapat gw Tuhan itu ada ia tidak diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan Tuhan dapat berubah sesuka Dia dari satu bentuk kebentuk lain dan Dia dapat menciptakan segala sesuatu. berarti Tuhan=Energi ???????????????????menurut lo gimane penjelasan gw tadi? bales ye ke e-mail gw thanks

  37. 41

    Gunawan Pakindo berkata,

    Pemikiran yang cukup tajam, mantabs. Alhamdulillahirobilalamiin.

  38. 42

    kusmardiyanto berkata,

    artikel yg bagus…

    buat putra…itu hukum kekekalan energi…baik saya jelaskan…kita tahu Alloh memiliki sifat al-qowiyyu (QS 11 ayat 66) artinya dzul-quwwah (pemilik kekuatan, energi)… maka kekal tidaknya al-quwwah/energi tergantung dzat Alloh… energi bukan dzat Alloh tapi efek dari dzat Alloh, seperti cahaya adalah efek dari api, kalau api padam tidak ada cahaya, kalau api menyala terus cahaya akan selalu ada…begitu juga dengan energi akan bersifat kekal, seperti yg ditemukan oleh para saintis, karena ia efek dari dzat Alloh yg bersifat kekal..dan dengan energi yg Dia miliki, Dia menciptakan segala sesuatu…yang kekal (seperti surga) dan yg fana, sesuai yg Dia kehendaki…dg cara merubah energi yg Dia miliki menjadi materi apa saja…alam semesta dan seisinya…ingat e =mc2…

  39. 43

    Ferireza berkata,

    Thanks! Bagus artikelnya, mangstaph

  40. 44

    agus berkata,

    Subhanallah… Artikel yang dapat membuka semua mata hati umat manusia khususnya orang-orang yang tidak mempercayai adanya Allah SWT Sang Pencipta alam semesta ini

  41. 45

    TATAG RIYANTO berkata,

    Wahai teman-teman seiman mari setelah kita menyatakan beriman sesuai rukun iman maka yang terpenting adalah HIDUP INI ADALAH SEMATA-MATA HANYA UNTUK IBADAH KEPADA ALLOH SWT.

  42. 46

    Shiddieq berkata,

    artikel yg sangat bagus. ane minta izin untuk copas, dan di terjemahkan ke bahasa inggris, buat di share ke teman2 ane yg ga bisa bahasa indonesia. terimakasih.

  43. 47

    nizaminz berkata,

    @Shiddieq, silahkan dicopas.
    Untuk versi Inggris, sebetulnya sebagian sudah saya terjemahkan di:
    http://islammyreligion.wordpress.com

  44. 49

    ahli sains berkata,

    mahasuci engkau pencipta alam semesta.

  45. 50

    wati berkata,

    saya sampai nangis bacannya betapa kita kecil tak ada artinya didepan Alloh

  46. 51

    [...] Versi 2.1Download Hadits Digital Bahasa Indonesia GratisKeajaiban Al Qur'an dan Ilmu PengetahuanBukti Tuhan itu AdaGambar Pesawat Tempur Iran SaeqehCara Mandi JunubUpin dan Ipin: Film Kartun Anak-anak yang [...]

  47. 52

    dwi maniest berkata,

    Subbahanallah….Maha Besar Engkau Yaaa Allah……


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda